Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dikelurahan Awang Tangka Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone Fitrah Ramadina; Gani Gaffar; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani; Syamsiah Hasyim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2284

Abstract

Menemukan rencanauntuk meningkatkan pelayanan publik di Kelurahan AwangTangka, KecamatanKajuara, KabupatenBone, adalah tujuan dari penelitian ini. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif yang dikombinasikan dengan teknik analisis data SWOT digunakan dalam penelitian ini. Untuk menampilkan kondisi organisasi saat ini, Matriks Ringkasan Analisis Eksternal Pabrik (EFAS) dan Ringkasan Analisis Internal Pabrik (IFAS) digunakan untuk melakukan analisis SWOT. Menurut temuan studi data, pemerintah desa Awang Tangka saat ini berada di Kuadran III (Strategi W-O). yang terletak di antara sumbu peluang dan kelemahan. Meskipun menerima peluang eksternal, desa ini juga menghadapi sejumlah kendala dan masalah internal. Agar dapat memanfaatkan peluang eksternal ini dengan baik, pemerintah desa harus menerapkan strategi turn-around, yang berarti menyelesaikan atau meminimalkan masalah internal organisasi. Berdasarkan temuan dari analisis matriks SWOT, enam isu strategis diidentifikasi. Litmus Test kemudian digunakan untuk menilai tingkat isu-isu strategis, dan ditemukan empat isu yang masuk dalam kategori strategis, yaitu: perlunya peningkatan sumber daya manusia aparatur pemerintah secara rutin dengan memberikan pelatihan yang dapat membantu mereka memecahkan masalah dalam pelayanan public, penggunaan media informasidan teknologi untuk mencoba meningkatkan palayanan public yangsesuai dengan harapan masyarakat, terdapat dua isu yang memiliki tingkat cukup strategis berdasarkan hasil litmus test: isu peningkatan koordinasi dan kerjasama antar pegawai agar kebutuhan pelayanan yang semakin tinggi dapat terpenuhi sesuai dengan harapan masyarakat, dan masalah dalam menciptakan aturan dan pedoman yang tepat untuk meningkatkan standar pelayanan publik dan meningkatkan loyalitas aparatur dalam memberikan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi. Meningkatkan infrastruktur dan fasilitas untuk memenuhi permintaan layanan publik yang terus meningkat merupakan salah satu dari masalah tersebut.
Efektivitas Program Digitalisasi Pelayanan Publik Di Desa Tongke-Tongke (Studi Kasus: Program Layanan Mandiri Desa) Sahrung Sahrung; Mukrimah Mukrimah; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2286

Abstract

Digital transformation in the public service sector has become a strategic step to enhance the efficiency and quality of services to the community, including at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the Layanan Mandiri (Self-Service Program) in Tongke-Tongke Village, Sinjai Timur District, Sinjai Regency, as a form of digitalized public service. This research uses a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews and documentation. Data analysis refers to Budiani's effectiveness theory, which includes four key indicators: target accuracy, level of program socialization, goal achievement, and program monitoring. The findings show that although the self-service system is technically available and operational, its utilization has not yet reached all community groups. The service is mostly used by tech-literate individuals, while vulnerable groups such as the elderly are still not optimally engaged. Furthermore, program socialization remains limited, and the main objective—enabling administrative services to be accessed from home—has not been fully realized, as most residents still prefer to visit the village office directly. In addition, program monitoring is not yet conducted systematically. Thus, the effectiveness of the Layanan Mandiri program in Tongke-Tongke Village is still suboptimal and requires improvements in socialization, digital literacy, and ongoing evaluation.
Efektifitas Penerapan Absensi Sidik Jari (Finger Print) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Pegawai (Asn) Kabupaten Sinjai Imran Imran; Darmawati Darmawati; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2288

Abstract

This research aims to assess how effective the implementation of the fingerprint attendance system is in enhancing employee discipline in Sinjai Regency. With a qualitative descriptive approach, data were obtained through interviews and observations in the Regional Civil Service Agency environment. The results of the study indicate that the fingerprint attendance system has a positive impact on the level of ASN discipline, although there are several technical obstacles such as power and fingerprint reading problems. This system is considered fair, transparent, and encourages employee order and accountability.
Persepsi Dan Harapan Masyarakat Terhadap Layanan Publik Digital Di Kantor Desa Barugae Jumriah Jumriah; Septi Hikmatun; Syamsiah Hasyim; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2291

Abstract

Penerapan layanan publik berbasis digital di tingkat desa menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi dan harapan masyarakat terhadap layanan publik digital yang diterapkan di Kantor Desa Barugae. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memandang layanan digital sebagai solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan akses geografis dan birokrasi yang sebelumnya lambat. Pemanfaatan layanan ini memberikan pengalaman pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan efisien, serta membangun makna sosial baru terkait pelayanan publik yang lebih responsif. Namun demikian, masyarakat tetap berharap adanya penguatan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur digital, dan dukungan regulasi yang berkelanjutan untuk memastikan optimalisasi layanan. Temuan ini menegaskan bahwa proses digitalisasi di desa tidak hanya bersifat teknologis, melainkan juga sosial, di mana interaksi simbolik antara warga dan perangkat desa turut membentuk persepsi dan partisipasi dalam pelayanan publik.
Analisis Kualitas Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Barugae Fenisa Fitri; Yudarti Yudarti; Syamsiah Hasyim; Kiki Rasmala Sani; Fitriani Fitriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2292

Abstract

Penelitian ini mengkaji kualitas partisipasi warga Desa Barugae dalam forum Musrenbangdes. Kajian ini berfokus pada evaluasi peran pemerintah desa sebagai fasilitator serta identifikasi kendala dan solusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkap bahwa partisipasi masyarakat dalam Musrenbangdes masih terbatas pada kehadiran fisik, dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Pendekatan personal oleh pemerintah desa belum optimal karena kurangnya dukungan sistem terstruktur dan teknologi informasi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya reformulasi pendekatan partisipatif melalui penyederhanaan proses Musrenbang, edukasi publik, dan pemanfaatan teknologi untuk mencapai partisipasi yang lebih inklusif, representatif, dan berkelanjutan.
Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dalam Mendukung Pelayanan Publik Di Desa Lamatti Riaja Hardianto Hardianto; Syamsuddin Syamsuddin; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3740

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam mendukung pelayanan publik di Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Fokus kajian diarahkan pada implementasi lima peran utama KIM sesuai dengan Peraturan Bupati Sinjai Nomor 27 Tahun 2018, yaitu sebagai fasilitator masyarakat, mitra pemerintah daerah, penyerap dan penyalur aspirasi masyarakat, pelancar arus informasi, serta terminal informasi desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, teknik analisi data yang di gunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari pengurus KIM, kepala desa, sekretaris desa, ketua BPD, masyarakat, dan Dinas Kominfo Kabupaten Sinjai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIM Desa Lamatti Riaja telah berperan aktif dalam mendukung penyebaran informasi dan pelayanan publik, seperti menyampaikan informasi kebijakan desa, menyebarkan program pemerintah, hingga memfasilitasi keluhan dan aspirasi warga. Efektivitas peran KIM masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan akses jaringan di dusun-dusun tertentu, kurangnya keterlibatan anggota KIM, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital. Pemerintah desa dan Dinas Kominfo telah memberikan dukungan melalui fasilitas teknologi dan pendampingan, namun pembinaan dan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia Kelompok Informasi Masyarakat masih perlu ditingkatkan. Informasi dan berbagai kegiatan di desa pada umumnya hanya diketahui oleh perangkat desa, BPD, dan tokoh masyarakat. Namun, masyarakat yang tinggal di wilayah dusun atau area yang jauh dari kantor desa seringkali tertinggal dalam mengakses informasi dari pemerintah desa maupun dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi mahasiswa, peneliti, maupun pihak-pihak yang memiliki ketertarikan terhadap isu serupa. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan penguatan bagi KIM dan pemerintah desa Lamatti Riaja dalam meningkatkan efektivitas penyebaran informasi dan kualitas pelayanan publik ke depannya.