Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Dampak Pemangkasan Anggaran Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kab. Sinjai Al Ahkam Fabila Farnul; Muhlis Hajar Adiputra; Kiki Rasmala Sani; Fitriani Fitriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan pengurangan anggaran terhadap mutu pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sinjai. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus sebagai kerangka analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan, diketahui bahwa pemangkasan anggaran berdampak langsung pada ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan, penghentian layanan keliling, serta terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan akibat pengurangan jaringan pelayanan. Meskipun demikian, instansi berupaya melakukan adaptasi melalui digitalisasi layanan, efisiensi operasional, dan koordinasi lintas sektor. Analisis menggunakan teori kebijakan William N. Dunn mengungkap bahwa kebijakan efisiensi anggaran tanpa strategi pendukung dapat menurunkan kualitas layanan dasar publik. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mempertimbangkan pentingnya layanan administrasi kependudukan sebagai fondasi pelayanan publik yang lebih luas.
Implementasi Kualitas Pelayanan Dan Kepercayaan Publik Terhadap Terhadap Ketaatan Wajib Pajak Di Kantor Pelayanan, Penyuluhan, Dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Di Kab. Sinjai Anisa Putri; Usnida Umar; Syamsiah Hasyim; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2277

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi dampak dari mutu layanan. serta tingkat kepercayaan masyarakat tentang kepatuhan wajib pajak di Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kabupaten Sinjai. Kepatuhan dalam pembayaran pajak adalah aspek krusial untuk pendapatan negara, tetapi masih banyak yang menunjukkan rendahnya partisipasi wajib pajak dalam menggunakan layanan yang telah ada. Mutu pelayanan yang diberikan oleh KP2KP dan tingkat kepercayaan publik menjadi dua elemen penting yang dapat mempengaruhi kepatuhan pajak tersebut. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan cara studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara yang mendalam, pengamatan, dan pengumpulan dokumen, dengan informan yang terdiri dari wajib pajak, pegawai KP2KP, serta tokoh masyarakat. Proses analisis data mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang keabsahannya diuji melalui triangulasi sumber dan metode.
Analisis Penerapan Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu) Pada Pemilu 2024 Di Kabupaten Sinjai: Capaian Dan Tantangan Nur Paisah; Sukarno Hatta; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu) pada Pemilu 2024 di Kabupaten Sinjai, dengan fokus pada capaian dan tantangan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota dan staf teknis Bawaslu Kabupaten Sinjai yang terlibat langsung dalam penggunaan Siwaslu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siwaslu telah meningkatkan efisiensi pelaporan, konsolidasi data, dan deteksi pelanggaran, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Namun, implementasi Siwaslu menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur jaringan, dan kurangnya literasi digital pengawas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Siwaslu sangat tergantung pada kesiapan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia. Disarankan agar Bawaslu meningkatkan infrastruktur jaringan, memberikan pelatihan yang lebih baik, menyediakan perangkat yang memadai, dan memberikan dukungan teknis yang berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi Siwaslu dalam pengawasan pemilu di masa depan.
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dikelurahan Awang Tangka Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone Fitrah Ramadina; Gani Gaffar; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani; Syamsiah Hasyim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2284

Abstract

Menemukan rencanauntuk meningkatkan pelayanan publik di Kelurahan AwangTangka, KecamatanKajuara, KabupatenBone, adalah tujuan dari penelitian ini. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif yang dikombinasikan dengan teknik analisis data SWOT digunakan dalam penelitian ini. Untuk menampilkan kondisi organisasi saat ini, Matriks Ringkasan Analisis Eksternal Pabrik (EFAS) dan Ringkasan Analisis Internal Pabrik (IFAS) digunakan untuk melakukan analisis SWOT. Menurut temuan studi data, pemerintah desa Awang Tangka saat ini berada di Kuadran III (Strategi W-O). yang terletak di antara sumbu peluang dan kelemahan. Meskipun menerima peluang eksternal, desa ini juga menghadapi sejumlah kendala dan masalah internal. Agar dapat memanfaatkan peluang eksternal ini dengan baik, pemerintah desa harus menerapkan strategi turn-around, yang berarti menyelesaikan atau meminimalkan masalah internal organisasi. Berdasarkan temuan dari analisis matriks SWOT, enam isu strategis diidentifikasi. Litmus Test kemudian digunakan untuk menilai tingkat isu-isu strategis, dan ditemukan empat isu yang masuk dalam kategori strategis, yaitu: perlunya peningkatan sumber daya manusia aparatur pemerintah secara rutin dengan memberikan pelatihan yang dapat membantu mereka memecahkan masalah dalam pelayanan public, penggunaan media informasidan teknologi untuk mencoba meningkatkan palayanan public yangsesuai dengan harapan masyarakat, terdapat dua isu yang memiliki tingkat cukup strategis berdasarkan hasil litmus test: isu peningkatan koordinasi dan kerjasama antar pegawai agar kebutuhan pelayanan yang semakin tinggi dapat terpenuhi sesuai dengan harapan masyarakat, dan masalah dalam menciptakan aturan dan pedoman yang tepat untuk meningkatkan standar pelayanan publik dan meningkatkan loyalitas aparatur dalam memberikan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi. Meningkatkan infrastruktur dan fasilitas untuk memenuhi permintaan layanan publik yang terus meningkat merupakan salah satu dari masalah tersebut.
Efektivitas Program Digitalisasi Pelayanan Publik Di Desa Tongke-Tongke (Studi Kasus: Program Layanan Mandiri Desa) Sahrung Sahrung; Mukrimah Mukrimah; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2286

Abstract

Digital transformation in the public service sector has become a strategic step to enhance the efficiency and quality of services to the community, including at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the Layanan Mandiri (Self-Service Program) in Tongke-Tongke Village, Sinjai Timur District, Sinjai Regency, as a form of digitalized public service. This research uses a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews and documentation. Data analysis refers to Budiani's effectiveness theory, which includes four key indicators: target accuracy, level of program socialization, goal achievement, and program monitoring. The findings show that although the self-service system is technically available and operational, its utilization has not yet reached all community groups. The service is mostly used by tech-literate individuals, while vulnerable groups such as the elderly are still not optimally engaged. Furthermore, program socialization remains limited, and the main objective—enabling administrative services to be accessed from home—has not been fully realized, as most residents still prefer to visit the village office directly. In addition, program monitoring is not yet conducted systematically. Thus, the effectiveness of the Layanan Mandiri program in Tongke-Tongke Village is still suboptimal and requires improvements in socialization, digital literacy, and ongoing evaluation.
Efektifitas Penerapan Absensi Sidik Jari (Finger Print) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Pegawai (Asn) Kabupaten Sinjai Imran Imran; Darmawati Darmawati; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2288

Abstract

This research aims to assess how effective the implementation of the fingerprint attendance system is in enhancing employee discipline in Sinjai Regency. With a qualitative descriptive approach, data were obtained through interviews and observations in the Regional Civil Service Agency environment. The results of the study indicate that the fingerprint attendance system has a positive impact on the level of ASN discipline, although there are several technical obstacles such as power and fingerprint reading problems. This system is considered fair, transparent, and encourages employee order and accountability.
Persepsi Dan Harapan Masyarakat Terhadap Layanan Publik Digital Di Kantor Desa Barugae Jumriah Jumriah; Septi Hikmatun; Syamsiah Hasyim; Fitriani Fitriani; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2291

Abstract

Penerapan layanan publik berbasis digital di tingkat desa menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi dan harapan masyarakat terhadap layanan publik digital yang diterapkan di Kantor Desa Barugae. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memandang layanan digital sebagai solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan akses geografis dan birokrasi yang sebelumnya lambat. Pemanfaatan layanan ini memberikan pengalaman pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan efisien, serta membangun makna sosial baru terkait pelayanan publik yang lebih responsif. Namun demikian, masyarakat tetap berharap adanya penguatan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur digital, dan dukungan regulasi yang berkelanjutan untuk memastikan optimalisasi layanan. Temuan ini menegaskan bahwa proses digitalisasi di desa tidak hanya bersifat teknologis, melainkan juga sosial, di mana interaksi simbolik antara warga dan perangkat desa turut membentuk persepsi dan partisipasi dalam pelayanan publik.
Analisis Kualitas Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Barugae Fenisa Fitri; Yudarti Yudarti; Syamsiah Hasyim; Kiki Rasmala Sani; Fitriani Fitriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2292

Abstract

Penelitian ini mengkaji kualitas partisipasi warga Desa Barugae dalam forum Musrenbangdes. Kajian ini berfokus pada evaluasi peran pemerintah desa sebagai fasilitator serta identifikasi kendala dan solusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkap bahwa partisipasi masyarakat dalam Musrenbangdes masih terbatas pada kehadiran fisik, dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Pendekatan personal oleh pemerintah desa belum optimal karena kurangnya dukungan sistem terstruktur dan teknologi informasi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya reformulasi pendekatan partisipatif melalui penyederhanaan proses Musrenbang, edukasi publik, dan pemanfaatan teknologi untuk mencapai partisipasi yang lebih inklusif, representatif, dan berkelanjutan.
Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dalam Mendukung Pelayanan Publik Di Desa Lamatti Riaja Hardianto Hardianto; Syamsuddin Syamsuddin; Kiki Rasmala Sani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3740

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam mendukung pelayanan publik di Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Fokus kajian diarahkan pada implementasi lima peran utama KIM sesuai dengan Peraturan Bupati Sinjai Nomor 27 Tahun 2018, yaitu sebagai fasilitator masyarakat, mitra pemerintah daerah, penyerap dan penyalur aspirasi masyarakat, pelancar arus informasi, serta terminal informasi desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, teknik analisi data yang di gunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari pengurus KIM, kepala desa, sekretaris desa, ketua BPD, masyarakat, dan Dinas Kominfo Kabupaten Sinjai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIM Desa Lamatti Riaja telah berperan aktif dalam mendukung penyebaran informasi dan pelayanan publik, seperti menyampaikan informasi kebijakan desa, menyebarkan program pemerintah, hingga memfasilitasi keluhan dan aspirasi warga. Efektivitas peran KIM masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan akses jaringan di dusun-dusun tertentu, kurangnya keterlibatan anggota KIM, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital. Pemerintah desa dan Dinas Kominfo telah memberikan dukungan melalui fasilitas teknologi dan pendampingan, namun pembinaan dan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia Kelompok Informasi Masyarakat masih perlu ditingkatkan. Informasi dan berbagai kegiatan di desa pada umumnya hanya diketahui oleh perangkat desa, BPD, dan tokoh masyarakat. Namun, masyarakat yang tinggal di wilayah dusun atau area yang jauh dari kantor desa seringkali tertinggal dalam mengakses informasi dari pemerintah desa maupun dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi mahasiswa, peneliti, maupun pihak-pihak yang memiliki ketertarikan terhadap isu serupa. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan penguatan bagi KIM dan pemerintah desa Lamatti Riaja dalam meningkatkan efektivitas penyebaran informasi dan kualitas pelayanan publik ke depannya.
Pulau Larea-rea: Antara Harapan dan Realitas Kiki Rasmala Sani; Jusniaty; Mursak; Sitta Ramadhani Idris
Jurnal Bina Praja Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.17.2025.61-74

Abstract

Tourism development in small island regions such as Larea-rea Island holds great potential to contribute to local economic growth. However, limited infrastructure, inconsistent governance, and low community participation have hampered realizing this potential. This study aims to analyze the role of local government in developing tourism on Larea-rea Island, Sinjai Regency. This study used a qualitative descriptive approach and was conducted from January to March 2024 on Larea-rea Island, located in the Sembilan Island sub-district. Data was collected through field observations, in-depth interviews with stakeholders, including the Tourism and Culture Office of Sinjai Regency, village government officials, and local visitors and supplemented by document analysis. The findings indicate that tourism development on Larea-rea Island remains constrained by inadequate supporting facilities, fluctuating visitor numbers, limited environmental management, and low levels of promotion continuity. The local government has attempted to address these issues through infrastructure development, tourism promotion via social media, environmental conservation efforts, and community empowerment through tourism awareness groups (Pokdarwis). The analysis shows that while these initiatives have had a positive impact, they require stronger coordination, integrated planning, and sustainable policy support. This study concludes that the role of local government must evolve beyond infrastructure provision toward strategic governance that fosters inclusive community participation and long-term destination sustainability.