Claim Missing Document
Check
Articles

Penambahan Tepung Kedelai Pada Roti Tawar Tepung Sorgum dan Pati Garut Bebas Gluten dengan Zat Besi dan Serat Pangan Wilda Khoirunnisa; A’immatul Fauziyah; Nanang Nasrullah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i1.217

Abstract

Kedelai merupakan biji-bijian dengan zat besi dan serat pangan sehingga dapat menaikkan kadar zat besi dan serat pangan pada produk bebas gluten untuk aman dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac wanita dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung kedelai terhadap kadar zat besi dan serat pangan, mengetahui sifat organoleptik, memperoleh formula terpilih, dan mengetahui kandungan zat gizi per takaran saji formula terpilih. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis data kadar zat besi dan serat pangan menggunakan uji One Way ANOVA (analisis ragam) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Analisis uji organoleptik diolah secara deskriptif. Pemilihan formula terpilih menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil uji anova menunjukkan bahwa penambahan tepung kedelai berpengaruh nyata (p = 0,028) terhadap kadar zat besi roti tawar dan tidak berpengaruh nyata (p = 0,545) terhadap kadar serat pangan roti tawar. Formula roti tawar yang terpilih berdasarkan kadar zat besi, serat pangan, dan uji organoleptik adalah F3 (50% tepung kedelai). Takaran saji roti tawar formula terpilih adalah 72 gram untuk 2 lembar dengan kandungan gizi sebesar 260,44 kkal energi total, 13,97 gr protein, 10,35 gr lemak, 27,83 gr karbohidrat, 3,33 mg zat besi, dan 34,22 gr serat pangan sehingga memenuhi klaim sebagai pangan dengan zat besi dan serat pangan.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Bunga Telang Terhadap Kadar Antosianin, Kalium, dan Sifat Organoleptik Jeli Buah Naga Merah Tri Arina Hanura; A'immatul Fauziyah; Nanang Nasrullah; Utami Wahyuningsih
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i2.218

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang diakibatkan oleh tingginya tekanan darah dan dapat dikendalikan dengan mengonsumsi zat gizi yang baik untuk penderita. Bunga telang dan buah naga merah merupakan makanan yang mengandung antosianin dan kalium yang baik untuk hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penambahan ekstrak bunga telang terhadap kadar antosianin, kalium, dan sifat organoleptik jeli buah naga merah. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua kali pengulangan. Faktor tersebut adalah formulasi jeli yang memiliki tiga tingkatan, F1 (5 g), F2 (7 g), dan F3 (9 g). Analisis uji organoleptik, kadar antosianin, dan kalium masing-masing diuji menggunakan Kruskal Wallis dan ANOVA dan akan dilanjutkan apabila terdapat perbedaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada uji organoleptik dan kadar kalium (p>0,05), sedangkan pada uji kadar antosianin terdapat perbedaan signifikan (p=0,024). Formula terpilih adalah F3 yang memiliki energi sebesar (29,54 kkal), kadar air (71,96%), abu (0,66%), karbohidrat (6,94 g), lemak (0 g), protein (0,44 g), antosianin (15,277 mg), dan kalium (287,5 mg).
Pengaruh Penambahan Jambu Biji Terhadap Kadar Vitamin C, Aktivitas Antioksidan dan Organoleptik Es Krim Tomat Atikah Ammar Hanif; A'immatul Fauziyah; Nanang Nasrulloh
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i2.232

Abstract

Akumulasi lemak berlebih meningkatkan inflamasi yang memicu komplikasi metabolik. Jambu biji mengandung tinggi vitamin C sebagai antioksidan untuk melawan pro inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penambahan sari jambu biji terhadap kadar vitamin C total, antioksidan dan sifat organoleptik es krim tomat, menentukan formula, mengetahui kandungan gizi serta sifat fisik (daya leleh dan overrun) formula terpilih. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor. Faktor terdiri atas 3 formula es krim tomat dengan proporsi penambahan sari jambu biji merah yang berbeda di antaranya F1 (43,4%), F2 (46,5%), dan F3 (49,6%). Analisis data organoleptik menggunakan Kruskall Wallis sedangkan kadar vitamin C total dan aktivitas antioksidan menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjutan jika ditemukan pengaruh dari perlakuan. Uji statistik menunjukkan tidak adanya pengaruh penambahan sari jambu biji merah terhadap kadar vitamin C (p>0,05) dan aktivitas antioksidan (p>0,05) namun berpengaruh pada tingkat kesukaan panelis pada tiap parameter (p<0,05) antara lain warna , aroma, tekstur dan rasa. Penentuan formula terpilih dengan Metode Perbandingan Eksponensial. Hasil penelitian menyatakan F3 (49,6%) sebagai formula terpilih karena memiliki skor penilaian organoleptik pada parameter warna dan aroma paling unggul serta memiliki aktivitas antioksidan dan kadar vitamin C paling tinggi. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa formula terpilih F3 (49,6%) memiliki kadar air 90,5%, kadar abu 0,3%, protein 0,98%, kadar lemak 1,14%, kadar karbohidrat 6,95%, kadar vitamin C 37,5 mg/100gr, aktivitas antioksidan 6028,0 ppm, daya leleh 18 menit/10 gr dan overrun 36,7%.
Pengaruh Penambahan Bekatul Terhadap Kadar Serat, Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Minuman Kedelai Nurlitta Shafitri; A'imatul Fauziyah; Luh Desi Puspareni; Nanang Nasrulloh
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i1.233

Abstract

Hiperkolesterol merupakan kondisi kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal (>240 mg/dl). Salah satu alternatif pencegahan hiperkolesterol adalah dengan meningkatkan asupan serat dan antioksidan. Bekatul merupakan jenis pangan tinggi serat dan kaya antioksidan. Kedelai merupakan jenis pangan tinggi isoflavon yang mampu menurunkan hiperkolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan bekatul terhadap kadar serat, aktivitas antioksidan dan sifat organoleptik minuman kedelai serta menentukan formula terpilih dan menganalisis kandungan gizi formula terpilih. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor berupa empat perlakuan dengan penambahan bekatul sebesar F0 (0%), F1 (6%), F2 (8%) dan F3 (10%). Analisis uji organoleptik menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney jika terdapat perbedaan. Analisis serat pangan dan aktivitas antioksidan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan jika terdapat perbedaan signifikan. Hasil analisis uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan bekatul berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap tingkat kesukaan panelis pada parameter warna, aroma, tekstur dan rasa minuman kedelai. Hasil analisis serat pangan dan aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa penambahan bekatul berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar serat pangan dan aktivitas antioksidan minuman kedelai. Formula terpilih pada penelitian ini adalah F3 dengan penambahan bekatul 10% karena memiliki kandungan gizi yang lebih unggul dibanding formula lain, yaitu kadar serat pangan 10,23 gram, aktivitas antioksidan 3094.18 ppm, kadar protein 1,80%, kadar lemak 1,64%, kadar karbohidrat 6,49%, kadar abu 0,73% dan kadar air 89,34%.
Pengaruh Subtitusi Biji Jali Terhadap Kandungan Gizi, Metionin dan Lisin Tempe Kedelai Wilis Nofia Rahmawati; Nanang Nasrullah; Ikha Deviyanti Puspita
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i2.318

Abstract

Penderita obesitas berisiko memiliki profil lipid yang buruk. Kedelai dan biji jali mengandung asam amino termasuk metionin dan lisin. Asam amino metionin penting sebagai metabolisme lemak sedangkan lisin dapat menurunkan kadar trigliserida darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tempe multigrain kedelai dan biji jali terhadap kandungan gizi, metionin dan lisin pangan fungsional sebagai perbaikan profil lipid penderita obesitas serta menentukan formula terpilih. Metode penelitian ini eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan pengulangan sebanyak dua kali. Faktor yang digunakan yakni komposisi formula kedelai dan biji jali pada tempe F1 60:40 ; F2 50:50; F3 40:60. Analisis uji Anova dan Duncan Multiple Range Test digunakan untuk menguji hasil kandungan gizi, metionin dan lisin, sedangkan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney dilakukan untuk uji hedonik. Hasil analisis uji Anova terhadap kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, serat kasar dan metionin menunjukkan tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) antar formulasi F1, F2 dan F3. Namun, pada lisin menunjukkan perbedaan nyata (p<0.05) pada semua formulasi. Hasil analisis uji Kruskall Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata (p>0,05) pada semua formulasi pada parameter warna, tekstur, aroma, dan rasa tempe kedelai multigrain kedelai dan biji jali segar. Tempe multigrain yang digoreng menunjukkan tidak terdapat pengaruh nyata (p>0,05) pada parameter warna, aroma, dan rasa tempe sedangkan pada parameter tekstur memiliki pengaruh nyata (p<0,05). Uji lanjut Mann-Whitney menunjukkan bahwa tingkat kesukaan tekstur tempe multigrain memiliki pengaruh yang nyata (p<0,05) pada F1 dan F2 serta F2 dan F3. Namun tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) antara tekstur F1 dan F3. Formula terpilih yang diperoleh dari Metode Perbandingan Eksponensial dengan membandingkan kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, serat kasar, metionin dan lisin serta tingkat kesukaan terhadap warna,tekstur,aroma dan rasa dari tempe multigrain segar dan goreng adalah F1 dengan perbandingan kedelai dan biji jali sebesar 60:40. Takaran saji untuk formula terpilih sebesar 50 gram dengan kandungan energi 70.92, protein 5.85, lemak 0.58, karbohidrat 10.6 dari Acuan Label Gizi.
Analisis Pengaruh Penambahan Tepung Torbangun dan Tepung Katuk terhadap Komposisi Proksimat, Sifat Fisik dan Sifat Organoleptik Food Bar Laeli Lutfiani; Nanang Nasrulloh; A’immatul Fauziyah
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.10508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik bahan baku serta menganalisis komposisi proksimat, sifat fisik dan sifat organoleptik food bar torbangun (Coleus ambonicus Lour) dan katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) untuk ibu menyusui sebagai pelancar ASI. Metode penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap non factorial dua kali pengulangan, dengan tiga taraf perlakuan yaitu persentase penambahan tepung torbangun dan tepung katuk berturut-turut 1,66% dan 3,34%; 2,5% dan 5% serta 3,34% dan 6,66%. Analisis data proksimat dan fisik menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan analisis lanjutan Duncans Multiple Range Test (DMRT), sementara uji organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitney. Penentuan formula terbaik dilakukan menggunakan metode perbandingan eksponensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tepung torbangun dan tepung katuk berpengaruh signifikan terhadap komposisi proksimat yakni kadar abu, kadar lemak dan kadar protein sedangkan pada kadar air dan kadar karbohidrat tidak ditemukan perbedaan signifikan. Hasil analisis pada sifat fisik dan organoleptik menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan. Formula terbaik yang diperoleh yaitu food bar dengan penambahan tepung torbangun 2,5% dan tepung katuk 5% dengan komposisi kadar air 29,95±1,30%, kadar abu 2,90±0,04%, kadar lemak 8,18±0,07%, kadar protein 11,81±0,14% dan kadar karbohidrat 47,15±1,05%. Sifat fisik kekerasan dan kekompakan yang diperoleh 33,66±8,36 N dan  0,50±0,04. Uji organoleptik menunjukkan formula terbaik memiliki penerimaan baik dalam warna, aroma, tekstur dan rasa. The aim of this study was to determine the characteristics of raw materials, proximate, physical and organoleptic properties of torbangun (Coleus ambonicus Lour) and katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) food bar. This functional food had function as breastmilk booster. This research used non-factorial completely randomized design, with 3 factorial levels torbangun and katuk flour 1.66% and 3.34%; 2.5% and 5%; 3.34% and 6.66% respectively. The data of proximate and physical properties was analyzed using analysis of variance (ANOVA) and post hoc with the Duncans Multiple Range Test (DMRT), while organoleptic data analyzed using Kruskal-Wallis test and post hoc test with Mann-Whitney. The best formula was determined using exponential comparison method. The result indicated that proportion of torbangun and katuk flour significantly affect ash, fat and protein content, but did not affect moisture and carbohydrate content. Proportion of torbangun and katuk flour also did not affect physical and organoleptic properties. The best formula was food bar with 2.5% torbangun and 5% katuk flour, with content of moisture, ash, fat, protein and carbohydrate of each were 29.95±1.30%, 2.90±0.04%, 8.18±0.07%, 11.81±0.14%, 47.15±1.05% respectively. The hardness and cohesiveness of it were 33.66±8.36 N and 0.50±0.04. The organoleptic test showed, the best formula was accepted in colors, aroma, texture, and flavors.
Implementasi Program Bimbingan Persepsi Positive Body Image Terhadap Pengetahuan Gizi Remaja dan Status Gizi Remaja Putri M. Iksan Amar; Ikha Deviyanti Puspita; Nanang Nasrullah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.855 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.4911

Abstract

Gangguan pada persepsi citra tubuh pada remaja memiliki implikasi negatif bagi psikologis dan kesejahteraan fisik remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh implementasi program bimbingan persepsi positive body image terhadap pengetahuan persepsi body image remaja puteri;  menilai wawasan remaja puteri dalam membedakan persepsi positive dan persepsi negative body image setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image; dan menilai kemampuan remaja puteri dalam menentukan batas IMT yang ideal setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image. Penelitian ini adalah penelitian Cross-sectional. Adapun variabel dalam penelitian atara lain; intake nutrisi menggunakan formulir Food Recall 24 jam, aktivitas menggunakan kuesioner, skalogram untuk mengukur persepsi remaja, dan status gizi remaja menggunakan penetuan Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengabdian dilakukan pada remaja puteri di SMAN 5 dan SMAN 6 Depok. Analisis data menggunakan uji chi-square dari program SPSS versi 17. Pengabdian berupa implementasi program bimbingan persepsi positive body image potensial dilakukan untuk terhadap peningkatan pengetahuan persepsi body image remaja puteri. Pengabdian ini dapat meningkatnya wawasan remaja puteri untuk membedakan persepsi positive dan persepsi negative body image setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image, serta meningkatkan kemampuan remaja puteri untuk menentukan batas IMT yang ideal setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image.
PEMBENTUKAN SATGAS BERBASIS KARANG TARUNA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA PANDEMI COVID-19 Rafiah Maharani Pulungan; Fathinah Ranggauni Hardy; Nanang Nasrullah; Meidy Wiradati; Nabila Aulia Ainaya; Diego Sergio
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.111-119

Abstract

The establishment of the COVID-19 Task Force is one strategy that can be taken to prevent and control COVID-19 cases in the Pasir Putih District area. The goal is that the community can participate in the implementation of the prevention and control of COVID-19 in their respective areas of residence. In addition, this activity can also increase knowledge related to COVID-19 and spread the latest information about COVID-19. Thus, the number of spread and transmission of COVID-19 will soon decrease and the situation will return to normal. The target of this service activity is the youth group in Pasir Putih District, Depok City. The implementation method of this service activity includes the stages of preparation, implementation, and evaluation. The result of this activity is an increase in the knowledge of youth youth groups related to the prevention and control of COVID-19.
Tracer Study terhadap Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta di Rumah Sakit Wilayah Jakarta dan Depok Widayani Wahyuningtyas; A’immatul Fauziyah; Nanang Nasrulloh
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2195.642 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2516

Abstract

Pertumbuhan lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakartasejak tahun 2014-2016 mengalami peningkatan setiap tahunnya sekitar 9%. Tujuan penelitian untukmengetahui persepsi pengguna terhadap mutu lulusan, kinerja lulusan dan kepuasan pengguna rumah sakitterhadap alumni Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitianobservasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi terjangkau penelitian ini seluruh alumniFakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta yang bekerja di RumahSakit sedangkan populasi target adalah lulusan yang bekerja di lima rumah sakit wilayah Kota Depok danDKI Jakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang ditentukan secara proportional randomsampling. Pengumpulan data akan dilaksanakan dengan metode kuantitatif dengan Instrumen penelitianberupa kuesioner yang dirancang dengan jawaban tertutup. Dengan menggunakan analisis diskrptif danmatriks IPA. Hasil dari uji analis didapat kualitas lulusan atribut tanggung jawab sebesar 4,73 dan kepuasanpengguna dengan atribut kepercayaan pengguna sebesar 7,70. Kepercayaan pengguna terhadap kualitas dankinerja lulusan fkes baik
Pengembangan Soyghurt (Yoghurt Susu Kacang Kedelai) Sebagai Minuman Probiotik Tinggi Isoflavon Naila Maziya Labiba; Avliya Quratul Marjan; Nanang Nasrullah
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i3.2020.244-249

Abstract

 ABSTRACTBackground: Increased prevalence of non-communicable diseases in Indonesia occurs as the result of dietary transition, which is traditional dietary habit into fast-food dietary habit. Thus, triggers the formation of free radicals in human body which can be prevented by consumption of high antioxidant food. Soyghurt or soymilk yoghurt was a probiotic drink made of fermented soybean as an alternative drink with high antioxidant to prevent non-communicable diseases. Soybean was a major source of isoflavone as antioxidant and the bioavailability of isoflavone can be increased by fermentation in soyghurt.Objectives: To developed high isoflavone soyghurt or soymilk yoghurt as probiotic drink.Methods: This study used experimental method by used completely randomized design with added ratio of soybean were 0%, 15%, 20%, 25%. Soyghurt was analyzed by chemical properties (proximate analysis and free isoflavone content), physical properties (viscosity and pH), also total lactic acid bacteria. Formula selection based on exponential comparison method.Results: The selected formula of soyghurt was the third formula which added by 25% ratio of soybean with water content (81,74%), ash content (0,49%), protein content (5,98%), fat content (11,61%), carbohydrate content (0,35%), genistein content (250,46 μg/g), daidzein content (173,02 μg/g), viscosity (7111,4 cPoice), pH (4,63), and total LAB (3,7 x 107 coloni/ml).Conclusions: Soyghurt had compatible total lactic acid bacteria with total starter bacteria in indonesian national standards of yoghurt and fulfilled claim of high isoflavone based on calculation of nutritional label reference.ABSTRAKLatar Belakang: Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia terjadi sebagai akibat adanya transisi pola konsumsi pangan, yaitu pola konsumsi pangan lokal menjadi pola konsumsi pangan cepat saji. Hal tersebut memicu terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh yang dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan atau kudapan tinggi antioksidan. Soyghurt atau yoghurt susu kacang kedelai merupakan minuman probiotik berbahan dasar susu nabati yang difermentasi dan diperuntukkan sebagai alternatif minuman tinggi antioksidan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular. Jenis antioksidan utama dalam kacang kedelai adalah isoflavon yang bioavailabilitasnya akan meningkat selama proses fermentasi soyghurt. Tujuan: Melakukan pengembangan produk soyghurt atau yoghurt susu kacang kedelai sebagai minuman probiotik tinggi isoflavon.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap menggunakan satu perlakuan yaitu penambahan rasio kacang kedelai sebesar 0%, 15%, 20%, 25%. Kemudian dilakukan analisis sifat kimia (uji proksimat dan kadar isoflavon bebas), sifat fisik (viskositas dan nilai pH), serta uji total bakteri asam laktat. Penentuan formula soyghurt terpilih dilakukan dengan metode perbandingan eksponensial.Hasil: Formula soyghurt terpilih adalah soyghurt formula ketiga dengan rasio penambahan kacang kedelai sebesar 25% dengan kadar air (81,74%), kadar abu (0,49%), kadar protein (5,98%), kadar lemak (11,61%), kadar karbohidrat (0,35%), kadar genistein (250,46 μg/g), kadar daidzein (173,02 μg/g), viskositas (7111,4 cPoice), tingkat derajat keasaman (4,63), dan total BAL (3,7 x 107 koloni/ml).Kesimpulan: Soyghurt memiliki total bakteri asam laktat yang sesuai dengan standar nasional indonesia dan telah memenuhi klaim tinggi isoflavon berdasarkan acuan label gizi.