Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Online Food Delivery, Emotional Eating, dan Kualitas Diet dengan Status Gizi Lebih: Associations of Online Food Delivery Use, Emotional Eating, and Diet Quality with Overweight and Obesity Wijasukmaya, Nazwa Rahma; Insani, Hurry Mega; Santanu, Ayu Mutiara; Astuti, Widya
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.349-357

Abstract

Overweight and obesity are global health issues that continue to rise in the modern era, including in Indonesia. The increasing use of online food delivery (OFD) services, which often promote unhealthy food choices, along with high levels of emotional eating and poor dietary quality, are believed to contribute to the growing prevalence of overweight and obesity, particularly among university students. The objective of this study is to describe the prevalence of overweight and obesity and to examine their associations with the frequency of online food delivery (OFD) orders, OFD ordering practices, emotional eating, and diet quality among students at Universitas Pendidikan Indonesia. A cross-sectional design was employed in this study, involving 80 undergraduate participants selected through proportional stratified random sampling. Data were gathered through validated questionnaires and direct anthropometric measurements. The Chi-square test and Odds Ratio (OR) were used for analysis. The results showed that 54.4% of students rarely used OFD services, 51.9% had poor OFD ordering practices, 53.2% exhibited high levels of emotional eating, 54.4% had poor diet quality, and 32.9% were classified as being overweight or obesity. Emotional eating (p=0.003; OR=4.7) and poor diet quality (p<0.001; OR=5.9) were significantly associated with overweight and obesity. Neither the frequency nor the practice of OFD usage was significantly associated with being overweight or obesity (p>0.05). Students with high emotional eating and poor dietary quality were more likely to experience overnutrition.
Hubungan Norma Subjektif dan Intensi Aktivitas Fisik dengan Aktivitas Fisik serta Status Gizi Remaja Awal di Kota Bandung: Relationship of Subjective Norms and Intentions of Physical Activity with Physical Activity and Nutritional Status of Early Adolescents in Bandung City Nida Nabilah; Sentani, Muchamad Rizki; Santanu, Ayu Mutiara; Rosdiana, Delita Septia
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.431-441

Abstract

Remaja termasuk kelompok usia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan gizi, yang dipengaruhi oleh dinamika sosial dan kebiasaan hidup yang tidak menunjang kesehatan. Di Kota Bandung, kasus obesitas remaja tercatat cukup tinggi. Salah satu aspek yang dapat memengaruhi perilaku aktivitas fisik dan kondisi gizi adalah norma subjektif serta keinginan untuk melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara norma subjektif dan intensi dalam beraktivitas fisik terhadap aktivitas fisik aktual serta status gizi pada remaja awal. Studi ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 64 remaja awal di wilayah Pasundan dipilih sebagai responden menggunakan rumus Lemeshow. Uji bivariat dengan metode Fisher’s Exact test menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara norma subjektif dan intensi untuk beraktivitas fisik (p=0,001). Namun, hubungan antara intensi dengan aktivitas fisik (p=0,187), norma subjektif dengan aktivitas fisik (p=0,385), intensi dengan status gizi (p=0,908), serta norma subjektif dengan status gizi (p=0,535). Temuan ini menunjukkan bahwa norma subjektif memiliki hubungan terhadap pembentukan intensi, namun belum cukup mampu mendorong terjadinya perubahan perilaku nyata pada remaja.