Keberhasilan produksi benur pada sistem hatchery intensif sangat bergantung pada kualitas nutrisi induk untuk mendukung proses reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai rasio pakan alami cacing laut (Nereis sp.) dan cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap nilai hatching rate (HR) induk Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tujuh ulangan: P1 (25% cacing laut : 75% cumi-cumi), P2 (50% cacing laut : 50% cumi-cumi), dan P3 (75% cacing laut : 25% cumi-cumi). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa rasio pakan berpengaruh sangat nyata (p < 0,05) terhadap daya tetas telur dengan nilai F-hitung (91,85) > F-tabel (3,55). Perlakuan P2 menghasilkan rata-rata hatching rate tertinggi sebesar 60,91%, diikuti oleh P3 (49,58%) dan P1 (38,27%). Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara asupan lipid (HUFA) dari cacing laut untuk vitellogenesis dan protein esensial dari cumi-cumi untuk embriogenesis sangat krusial dalam mengoptimalkan performa reproduksi. Disimpulkan bahwa rasio pakan 50% cacing laut dan 50% cumi-cumi merupakan komposisi optimal untuk meningkatkan produktivitas larva di hatchery.