Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Teacher Readiness for Integrating Artificial Intellegence in Integrated ADLX Learning at Islamic Secondary School Haerani, Rina Hesti; Priyambada, Galih
Educational Researcher Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Educational Researcher Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71288/educationalresearcherjournal.v3i1.131

Abstract

ABSTRACT The rapid development of artificial intelligence (AI) has significantly influenced teaching and learning practices in schools. However, empirical studies examining teacher readiness to integrate AI within value-based and integrated learning models remain limited, particularly in Islamic integrated secondary schools. This study aims to analyze the readiness of general subject teachers at SMPIT Ummul Quro to integrate AI into Integrated ADLX learning, which emphasizes meaningful activities, discussion, practice, and ethical reflection. A quantitative descriptive research design was employed involving 33 general subject teachers as respondents. Data were collected using a validated questionnaire covering four dimensions of teacher readiness: technological competence, pedagogical readiness, ethical awareness, and institutional support. The data were analyzed using descriptive statistical techniques to obtain a comprehensive overview of teachers’ readiness levels. The results indicate that teachers’ readiness to integrate AI into Integrated ADLX learning is at a moderate level. Teachers demonstrate positive attitudes and relatively high ethical awareness regarding the use of AI in educational contexts. However, their technological competence and pedagogical application of AI remain limited, particularly in designing learning activities that effectively utilize AI to support instructional objectives. In addition, institutional support in the form of structured training programs and clear operational policies for AI integration has not been fully optimized. These findings suggest that effective AI integration in learning does not rely solely on teachers’ acceptance and ethical awareness but also requires systematic professional development and sustained institutional support. This study contributes empirical evidence to the discourse on AI integration in integrated Islamic secondary education and provides practical implications for school leaders in developing teacher capacity-building programs that align technological innovation with pedagogical effectiveness and ethical values.
Menjembatani Literasi Fisik: Metode Pembelajaran Multilateral dalam Pendidikan Jasmani untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Motorik Galih Priyambada; Rudi Hartono; Agus Rusdiana; Andri Tria Raharja; Japhet Ndayisenga
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol 6 No 1 (2026): March: Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v6i1.1982

Abstract

Study purpose. This study aimed to investigate the impact of multilateral learning methods on the acceleration of motor educability in elementary school students, with an analytical focus on manipulative coordination and sensorimotor adaptability. Materials and methods. Employing a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, this study involved 50 fifth-grade students selected via purposive sampling. The pedagogical intervention was implemented over a six-week period, integrating multilateral principles into the formal physical education curriculum through small sided games and fundamental movement circuits. Assessment instruments specifically tennis ball throwing and catching tests alongside basketball throwing tests were utilized to evaluate the efficacy of force control and the students' capacity for adaptive calibration to variability in object mass. Data were subsequently analyzed using a paired samples t-test at a 5% significance level to determine the statistical significance of the intervention's impact Results. The results demonstrated a significant increase in motor performance across both measurement parameters; the mean score for the tennis ball throw significantly increased from 7.74 to 8.00 (t_observed = 2.768 > t_table = 2.009; p = 0.008). A more substantial significance was identified in the basketball instrument, where scores rose from 3.07 to 3.37 (t_observed = 9.440 > t_table = 2.009; p < 0.001). These findings provided empirical evidence that multilateral intervention effectively stimulated neuromuscular plasticity in students, enabling precise force calibration during transitions in object characteristics. Conclusions. It was concluded that the implementation of multilateral learning based on equipment modification was a significant strategy for optimizing motor educability profiles while strengthening the foundation of physical literacy in children's developmental phases.
Tingkat Kemampuan Roll Depan Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 024 Samarinda Utara Muhammad Julhaedy; Galih Priyambada
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 01 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i1.309

Abstract

Senam lantai merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar karena berperan dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar siswa. Salah satu gerakan dasar senam lantai adalah rol depan yang menuntut koordinasi, keseimbangan, dan kontrol tubuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan rol depan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 024 Samarinda Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 24 siswa melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes praktik rol depan yang dinilai menggunakan lembar observasi berdasarkan tiga indikator, yaitu sikap awal, pelaksanaan gerakan, dan sikap akhir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator sikap awal memperoleh nilai rata-rata tertinggi (mean = 2,58), diikuti indikator pelaksanaan gerakan (mean = 2,13), sedangkan indikator sikap akhir memperoleh nilai rata-rata terendah (mean = 1,38). Secara kategorikal, sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan rol depan siswa secara umum sudah baik, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek pelaksanaan gerakan dan sikap akhir. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru PJOK dalam merancang pembelajaran senam lantai yang lebih variatif dan terstruktur guna meningkatkan kualitas keterampilan gerak siswa.
Tingkat Kecemasan Pra-Pertandingan Atlet Pencak Silat Iqsa Sport Silat Club Bontang Fitri Mawarni; Galih Priyambada
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pra-pertandingan atlet pencak silat Iqsa Sport Silat Club Bontang ditinjau dari dimensi kecemasan kompetitif dan kelompok usia atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 36 atlet pencak silat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 11–14 Juni 2025 melalui kuesioner The Revised Competitive State Anxiety Inventory-2 (CSAI-2R) versi Bahasa Indonesia yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, persentase, dan kategori tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada pada kategori kecemasan sedang (80,6%). Ditinjau dari dimensi kecemasan, kecemasan somatik memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kecemasan kognitif, sedangkan kepercayaan diri menunjukkan nilai rata-rata tertinggi dan relatif stabil. Berdasarkan usia, atlet berusia 19–25 tahun cenderung mengalami tingkat kecemasan kognitif dan somatik yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan pra-pertandingan merupakan kondisi yang umum dialami atlet pencak silat dan masih berada dalam batas wajar, namun diperlukan pengelolaan mental yang tepat untuk mendukung kesiapan dan performa atlet saat bertanding.
Analisis Kecepatan Tendangan Depan pada Anak Usia Dini di Unit Latihan Tapak Suci Tenggarong Devi Apriliana; Galih Priyambada
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2235

Abstract

Pencak Silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memiliki struktur teknik yang unik, yaitu sikap pasang, pola langkah, serang-bela, dan kembali ke sikap pasang. Tendangan menjadi teknik dominan dalam pertandingan karena memiliki nilai tinggi dan jangkauan serangan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kecepatan tendangan depan pesilat usia dini di Pusat Latihan Tapak Suci Tenggarong. Metode deskriptif kuantitatif digunakan. kecepatan tendangan selama 15 detik, masing-masing kaki diberi tiga kali percobaan. Data diolah menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dan diklasifikasikan dalam tiga kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Hasil menunjukkan bahwa 33,3% peserta masuk kategori tinggi, 41,7% sedang, dan 25% rendah. Perbedaan kecepatan antara kaki kanan dan kiri juga ditemukan, menunjukkan dominasi tungkai tertentu pada sebagian besar peserta. Penelitian ini menegaskan pentingnya latihan kecepatan dan keseimbangan teknik kedua kaki dalam Pencak Silat dan dapat dijadikan dasar penyusunan program pelatihan yang lebih efektif.
Implementasi Program PPLP Mahasiswa FKIP di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional Kalimantan Timur Muhammad Arifin Ilham; Muhammad Hikmal Abrar; Rahmat Aidil Pratama; Nadia Putri; Salsa Rahmatullah; Fitri Mawarni; Galih Priyambada
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3514

Abstract

Program Pengabdian dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PPLP) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan pengalaman autentik bagi mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dalam menerapkan kompetensi kependidikan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional Kalimantan Timur (SKOI Kaltim) dan melibatkan enam mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Bahasa Inggris. Pelaksanaan program mencakup observasi lingkungan sekolah, perencanaan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, pendampingan kegiatan belajar, serta kontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti sosialisasi massage olahraga dan pelatihan komunikasi bahasa Inggris. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan siswa atlet yang memiliki jadwal latihan intensif sehingga menuntut adaptasi, kreativitas, dan fleksibilitas dalam pembelajaran. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa mahasiswa mampu beradaptasi dengan baik, meningkatkan kompetensi pedagogis, sosial, dan profesional, serta menerapkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual sesuai karakteristik sekolah olahraga. Pihak sekolah memberikan respon positif terhadap kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran dan kebutuhan siswa. Secara keseluruhan, PPLP berperan penting dalam mengembangkan profesionalisme, kepekaan sosial, serta kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik, sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah olahraga internasional sebagai mitra pengabdian.