Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Karakterisasi Kitosan dari Kulit Udang sebagai Biopolimer Ramah Lingkungan untuk Aplikasi Enhanced Oil Recovery Ma'arif, Muhammad Syaiful nur; Rahman, Muhammad Rizqie Fathan; Ulfah, Baiq Maulinda; Suprayitno, Abdi
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 7, No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v7i2.201

Abstract

Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode penting untuk meningkatkan perolehan minyak, khususnya seiring dengan tuntutan praktik industri migas yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi kinerja kitosan dari limbah kulit udang sebagai biopolimer ramah lingkungan untuk aplikasi EOR, dengan fokus pada stabilitas dalam air formasi bersalinitas tinggi dan karakteristik adsorpsinya pada media batuan. Metode yang digunakan meliputi uji kompatibilitas visual dan uji adsorpsi sistem batch, di mana larutan kitosan dengan variasi konsentrasi (5.000–15.000 mg/L) diuji pada salinitas 10.000 dan 20.000 mg/L NaCl menggunakan pasir silika 40 mesh sebagai media berpori. Konsentrasi larutan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan larutan kitosan stabil secara visual tanpa membentuk endapan pada seluruh variasi konsentrasi dan salinitas. Nilai adsorpsi meningkat seiring kenaikan konsentrasi dan salinitas, dengan maksimum 14,13 mg/g pada salinitas 20.000 mg/L, yang disebabkan oleh interaksi elektrostatik dan efek charge screening. Temuan ini mengindikasikan bahwa kitosan berpotensi besar sebagai biopolimer EOR yang efektif dan berkelanjutan, dengan stabilitas tinggi pada kondisi salinitas serta sifat adsorpsi yang mendukung peningkatan efisiensi penyapuan minyak.
Source Rock Evaluation in the "Idea" Field, Bintuni Basin, West Papua: A Geochemical Approach Ananda, Dea; Jamaluddin, Jamaluddin; Utomo, Warto; Wiyono, Joko; Ulfah, Baiq Maulinda; Amiruddin, Amiruddin; Manik, Nijusiho; Suprayitno, Abdi
JURNAL GEOCELEBES Vol. 9 No. 1: April 2025
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/geocelebes.v9i1.43566

Abstract

The Bintuni Basin is one of the largest hydrocarbon-bearing basins in Eastern Indonesia, although only a limited number of oil and gas fields are currently. Consequently, further investigation into its petroleum system, particularly the potential of its source rocks. In hydrocarbon exploration, characterizing source rock is critical to evaluating the presence of organic-rich strata capable of generating hydrocarbons. Geochemical analysis is a widely used method for assessing source rock potential, utilizing total organic carbon (TOC), rock-eval pyrolysis, and vitrinite reflectance data. In this study, geochemical data were obtained from one well and two outcrop samples to evaluate the quantity, quality, and thermal maturity of organic matter. The geochemical assessment of rock samples from four stratigraphic formations indicates that the Permian Ainim Formation exhibits the highest source rock potential. TOC values range from 1% to 80% with hydrogen index (HI) values range between 13 and 431 mg HC/g TOC classifying the formation as a good to excellent potential. The dominant organic matter consists of kerogen type II/III suggesting the potential for both oil and gas generation. Thermal maturity analysis indicates that the Ainim formation has reached the oil and gas generation window at depths of 8,075–8,420 feet. These findings demonstrate that the Ainim Formation represents a significant source rock within the Bintuni Basin, contributing valuable insights into the region's petroleum system and hydrocarbon prospectivity.
Pengaruh Bahan Tambah Gula Putih dan Gula Merah pada Slurry Cement Terhadap Compressive Strength pada Semen Pemboran Sulardi, Sulardi; Sedek, Melki; Ulfah, Baiq Maulinda
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3988

Abstract

Oil well cement adalah semen yang digunakan dalam industri perminyakan khususnya dalam operasi penyemenan sumur pengeboran. Semen ini merupakan jenis semen Portland dan bersifat anhydrous, dalam arti komponen dalam semen akan pecah dan membentuk komponen hidrat saat bertemu air dan kemudian secara perlahan akan mengeras. Dalam pembuatan suspensi semen dan pada saat operasi penyemenan, sifat fisik suspensi semen harus selalu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kualitas hasil penyemenan. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium berdasarkan eksperimen untuk menguji sifat fisik semen pemboran. Percobaan yang dilakukan bertujuan untuk menguji kekuatan tekan batuan semen dan setting time berupa initial setting time dan final setting time yang diperlukan oleh suspensi semen untuk mengeras sebagai akibat penambahan aditif berbahan dasar glukosa.. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengujian compressive strength menggunakan pengukur dengan alat hydrolic press. Hasil penelitian pada variasi komposisi 0,02% gula merah dengan 2.299,16 psi, pada variasi komposisi 0,02% gula putih dengan 2.492,56 psi, dan pada kombinasi gula merah 0,02% + gula putih 0,02% mengalami peningkatan drastis 4.569,70 psi. Ketiga hasil uji kekuatan sampel tersebut telah memenuhi standar compressive strength API yaitu sebesar 500 psi.
STUDI LABORATORIUM DRILL-IN FLUID BERBASIS AIR UNTUK MENGURANGI FORMATION DAMAGE PADA LINTASAN 8 ½ INCI PADA SUMUR X Wibowo, Muhammad Fikri Septianur; Ulfah, Baiq Maulinda Ulfah; Ramadhan, Rusandy Ramadhan; Garanta, Rendy Prasetiyo Garanta
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24238

Abstract

Lintasan 8 ½ inci pada sumur X yang menembus formasi sandstone berporositas tinggi di kedalaman 3167 - 4772 ft menghadapi tantangan serius berupa kehilangan sirkulasi (lost circulation) dan potensi kerusakan formasi (formation damage). Permasalahan ini dapat menurunkan kestabilan sumur, meningkatkan risiko stuck pipe, serta menambah biaya operasi dan non-productive time (NPT). Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan formulasi lumpur berbasis air tipe drill-in fluid dengan penambahan polimer, inhibitor shale, agen pengendali filtrasi, dan material pengendali kehilangan sirkulasi (LCM). Metode penelitian meliputi pencampuran sampel menggunakan Hamilton Beach Mixer, kemudian dilakukan pengujian laboratorium terhadap sifat fisik dan kimia lumpur (mud weight, rheologi, filtrasi, pH, MBT, dan kadar K⁺) sesudah proses hot roll pada suhu 215 °F selama 16 jam untuk mensimulasikan kondisi bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesifikasi desain lumpur yang mampu menjaga kestabilan lubang bor sekaligus meminimalkan invasi filtrat ke dalam formasi produktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lumpur terformulasi memiliki densitas 9,05 ppg, viskositas plastis 18 cP, yield point 33 lb/100 ft², filtrat API 4,8 ml/30 menit, serta konsentrasi K⁺ 31.470 mg/l. Seluruh parameter yang diperoleh berada dalam rentang spesifikasi desain yang ditetapkan.
ANALISIS EFEKTIVITAS LUMPUR KCL POLYMER UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN HOLE CLEANING PADA TRAYEK 12-1/4” FORMASI SHALE BERTEKANAN TINGGI Prasetiyo Garanta, Rendy; Baiq Maulinda Ulfah; Muhammad Fikri Septianur Wibowo; Rusandy Ramadhan
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24245

Abstract

Pembersihan lubang merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pengeboran, khususnya pada formasi shale bertekanan tinggi yang bersifat reaktif serta mudah mengalami pembengkakan akibat interaksi dengan fluida pemboran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas lumpur berbasis KCl Polymer yang diaplikasikan pada hole berdiameter 12-1/4” dengan kedalaman 3167 ft dan temperatur formasi 165 °F. Fokus penelitian meliputi evaluasi kemampuan lumpur dalam menjaga stabilitas reologi, mengendalikan laju filtrat, serta meningkatkan efektivitas transportasi cutting untuk mencegah permasalahan operasional seperti tight hole, stuck pipe, dan keterlambatan pengeboran. Metodologi penelitian dilakukan melalui pembuatan lumpur KCl Polymer di laboratorium, kemudian diuji menggunakan peralatan standar untuk memperoleh parameter Yield Point (YP), Gel Strength (GS), Low Shear Rate Viscosity (LSRV), serta Cutting Carrying Index (CCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur KCl Polymer mampu menghasilkan nilai YP dan LSRV yang optimal dalam mendukung mekanisme pengangkutan cutting, menjaga GS pada tingkat memadai untuk mencegah pengendapan padatan saat sirkulasi berhenti, serta memberikan sifat inhibisi KCl yang efektif menekan potensi pembengkakan shale melalui mekanisme pertukaran ion. Secara keseluruhan, penggunaan lumpur KCl Polymer pada hole 12-1/4” terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan hole cleaning pada formasi shale bertekanan tinggi, yang ditunjukkan oleh parameter reologi sesuai spesifikasi, densitas lumpur sebesar 13,70 ppg dalam rentang tekanan pori–fraktur, serta nilai CCI sebesar 3,686 yang menandakan kemampuan pengangkutan cutting berada pada kategori sangat baik.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OIL-BASED DAN SYNTHETIC LUBRICANT DALAM MENINGKATKAN SIFAT PELUMASAN HIGH-PERFORMANCE WATER BASED MUD Ramadhan, Rusandy; Baiq Maulinda Ulfah; Muhammad Fikri Septianur Wibowo; Rendy Prasetiyo Garanta
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24246

Abstract

Gesekan dan torsi yang tinggi pada operasi pengeboran dapat menyebabkan pipe stuck, keausan pada peralatan pemboran, dan bahkan bisa kehilangan kontrol sumur, sehingga memerlukan penambahan aditif pelumas. Penelitian ini membandingkan efektivitas oil-based lubricant (mineral oil) dan synthetic lubricant (polyglycol) pada konsentrasi 1% dalam meningkatkan sifat pelumasan HPWBM. Tiga sampel lumpur (non-lubricant, oil-based lubricant, synthetic lubricant) dikondisikan pada 300°F (149°C) selama 16 jam. Pengujian sifat rheologi, filtrasi, dan lubricity (coefficient of friction (CoF) dan torsi) dilakukan sesuai standar API. Penambahan lubricant tidak mempengaruhi densitas (SG 1,45), plastic viscosity (27 cP), dan pH (9,7). Namun, terjadi peningkatan yield point (21-23 lb/100ft²) dan low shear-rate yield point (2-5 lb/100ft²). Oil-based lubricant terbukti lebih efektif menurunkan CoF dari 0,28 menjadi 0,23 (penurunan 12,86%), sedangkan synthetic lubricant hanya menurunkan CoF menjadi 0,26 (penurunan 5,48%). Meskipun oil-based lubricant menunjukkan kinerja tribologis yang lebih unggul, synthetic lubricant dapat menjadi alternatif yang ekonomis untuk operasi pengeboran dengan anggaran terbatas atau pada formasi yang tidak terlalu menuntut performa pelumasan tinggi.
STUDI LABORATORIUM PENGARUH KONSENTRASI POLIMER GUAR GUM PADA UJI ADSORPSI TERHADAP BATU PASIR DAN BATU KAPUR Sinurat, Daniel; Febryanto, M. Rezky; Ulfah, Baiq Maulinda
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24252

Abstract

Polimer sintetik seperti partially hydrolyzed polyacrylamide (HPAM) banyak digunakan dalam aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR), namun memiliki keterbatasan pada kondisi reservoir dengan salinitas dan temperatur tinggi karena viskositasnya mudah menurun serta rentan mengalami degradasi dan adsorpsi pada batuan. Oleh karena itu, polimer alami seperti guar gum dipandang sebagai alternatif ramah lingkungan yang lebih stabil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi guar gum terhadap viskositas dan tingkat adsorpsi pada batu pasir dan batu kapur. Pengujian dilakukan secara statis pada salinitas 10.000 ppm dengan konsentrasi guar gum 6.000, 7.000, dan 8.000 mg/L. Viskositas diukur menggunakan viskometer Ostwald, sedangkan adsorpsi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi guar gum meningkatkan viskositas larutan, namun viskositas menurun setelah berinteraksi dengan batuan akibat terjadinya adsorpsi. Adsorpsi tertinggi tercatat pada batu kapur sebesar 14,20 mg/g pada konsentrasi 8.000 mg/L. Secara keseluruhan, batu kapur menunjukkan kecenderungan adsorpsi lebih besar dibandingkan batu pasir karena porositas dan luas permukaan yang lebih kompleks. Temuan ini mengindikasikan bahwa guar gum berpotensi digunakan sebagai polimer dalam injeksi EOR, dengan desain injeksi yang harus mempertimbangkan efek adsorpsi agar efektivitasnya optimal.
Uji Laboratorium: Analisis Berat Lumpur Pemboran Pada Sumur Can Wahyuni, Viola Sri; Fathan, Muhammad Rizqie; Ulfah, Baiq Maulinda
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.50225

Abstract

Drilling mud plays an important role in maintaining well stability, especially since each trajectory faces different lithological and formation pressure issues. On the 36" (conductor) trajectory, the main challenge is shallow pressure that has the potential to cause surface gas, so 8.83 ppg mud is used as a solution to withstand this pressure. The 26“ (top hole) trajectory faces swelling clay issues, so mud with a density of 10.7 ppg is selected to suppress clay expansion. In the 17 ½” (intermediate 1) trajectory, the main problem stems from reactive shale that is prone to collapse, so mud with a weight of 10.9 ppg is designed to maintain hole stability. In the 12 ¼” (intermediate 2) section, the presence of a high-pressure fracture zone required heavier mud, namely 12.9 ppg, to control formation pressure. Meanwhile, the 8 ½” (production hole) section faced the most critical conditions with the risk of HPHT, kick, and lost circulation, so mud with a density of 14.9 ppg was the best solution. The objective of this study is to obtain the right mud formula for each track by utilizing barite as the main weighting material, so that the mud weight can be adjusted to field requirements.
Uji Laboratorium : Perencanaan High-Performance Water-Based Mud Untuk Mencegah Lost Circulation pada Trayek 17,5 inch Sumur Moon Pebriana, Cindy; Fathan, Muhammad Rizqie; Ulfah, Baiq Maulinda
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.50265

Abstract

Drilling mud plays an important role in 17 ½ inch track operations that often pass through reactive shale formations and fractured zones. This study was conducted to determine whether the High-Performance Water-Based Mud (HPWBM) formulation with KCl-Polymer and polyamine, as well as the addition of Lost Circulation Material (LCM) in the form of CaCO₃ and Fracseal, is capable of maintaining the rheological properties of mud under these conditions. The combination of CaCO₃ and Fracseal proved effective in reducing lost circulation and maintaining mud rheology. These results are in line with recent studies emphasizing the importance of using bridging materials and polymer additives in overcoming fracture rheology problems in intermediate trajectories. Laboratory test results showed a Mud Weight of 10.9 ppg, Plastic Viscosity of 29 cP, Yield Point of 37 lb/100 ft², and Low Shear Yield Point of 12 lb/100 ft². These parameters are within a good range to support cutting removal and fracture closure. The gel strength value of 14/28 lb/100 ft² and API Filtrate of 3.8 mL/30m also indicate that the mud is capable of forming a dense and stable filter cake.
Analisis Pengaruh Kontaminasi Sand terhadap Properties Lumpur Pemboran Alfianto, Rycho; Ulfah, Baiq Maulinda; Rahman, Muhammad Rizqie Fathan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.54214

Abstract

Sand contamination is a common issue in drilling operations, particularly in sandstone formations, as it can progressively degrade drilling fluid performance. This study aims to analyze the effect of sand contamination on drilling mud properties and the associated physical and chemical interactions affecting mud optimization. This research is an experimental laboratory study using a water-based drilling fluid system with sand contamination levels of 0%, 5%, and 10% by total mud volume. The evaluated parameters include mud weight, plastic viscosity, yield point, gel strength, pH, and filtration loss. The results indicate that sand contamination up to 5% remains within acceptable operational limits, while 10% contamination leads to significant deterioration of rheological properties, increased filtration loss, and reduced chemical stability.