Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh terapi murottal terhadap kecemasan pada lansia penderita hipertensi: The effect of murottal therapy on anxiety in elderly sufferers hypertension Selpia; Sri Nur Hartiningsih; Supriyadi; Eka Oktavianto
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.43

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan pengalaman perasaan yang menyakitkan serta tidak menyenangkan. Ia timbul dari reaksi ketegangan dalam atau intern dari tubuh, ketegangan ini akibat suatu dorongan dari dalam atau dari luar dan dikuasai oleh susunan urat saraf yang otonom. Salah satu penatalaksanaan hipertensi nonfarmakologi adalah terapi murottal surah Al-Mulk ayat 1-30. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan pada lansia penderita hipertensi di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budhi Dharma Giwangan Umbulharjo Yogyakarta. Metode: Jenis penelitianya adalah quasy eksperiment dengan rancangan pretes posttest two group with control design. Penelitian dilaksanakan di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budhi Dharma Giwangan Umbulharjo Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-79 tahun dan tinggal di wisma UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budhi Dharma dengan jumlah populasi sebanyak 62 orang. Intervensi yang dilakukan adalah terapi murottal surah Al-Mulk ayat 1-30. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecemasan Getriantric Anxiety Scale (GAS). Analisis data dengan uji t test. Hasil: Terdapat perubahan skor kecemasan lansia hipertensi sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal. Skor rata –rata sebelum intervensi sebesar 38,40±10,308 dan sesudah terapi berubah menjadi 17,80±7,485. Terjadi peneurunan skor kecemasan sebesar 20,6. Nilai p dari uji t test didapatkan sebesar 0,000 (nilai p<0.05). Simpulan: Ada pengaruh terapi murottal al-Qur’an terhadap kecemasan pada lansia penderita hipertensi di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budhi Dharma Giwangan Umbulharjo Yogyakarta.
Pengaruh edukasi berbasis video animasi bencana gunung berapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Sleman Yogyakarta : The impact of animation-based volcanic disaster education on the preparedness of students at Cangkringan 1 Public Elementary School Sleman Yogyakarta Alipvia Fadhilah; suib; Niken Setyaningrum; Sri Nur Hartiningsih
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.108

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara rawan bencana, termasuk erupsi gunung merapi yang berisiko tinggi. Pendidikan kebencanaan sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi siswa sekolah dasar di daerah rawan. Salah satu cara efektif adalah melalui edukasi berbasis video animasi yang memudahkan anak-anak memahami cara menghadapi bencana gunung berapi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video animasi bencana gunung merapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Sleman, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test–post-test. Populasi terdiri dari 33 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Cangkringan 1, Sleman, dengan teknik Total Sampling. Instrumen berupa kuesioner kesiapsiagaan sebagai data primer. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengukur pengaruh edukasi video animasi terhadap kesiapsiagaan siswa. Hasil: Didapatkan kesiapsiagaan siswa sebelum intervensi yaitu 9 siswa (27,3%) Sangat Siap, 11 siswa (33,3%) Siap, 6 siswa (18,2%) Hampir Siap, 6 siswa (18,2%) Kurang Siap, dan 1 siswa (3,0%) Belum Siap. Setelah intervensi, 25 siswa (75,8%) berada pada kategori Sangat Siap,  6 siswa (18,2%) pada kategori Siap, 2 siswa (6,1%), dalam kategori hampir siap, 0 siswa (0,0%) pada kategori kurang siap dan 0 siswa (0,0%) dalam kategori belum siap. Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05). Sehingga dapat diinterprestasikan bahwa Ho ditolak da Ha diterima. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi berbasis video animasi gunung berapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Kabupaten Sleman.
Penyuluhan kesehatan dalam upaya pencegahan asam urat dan hipertensi di Dusun Mertosanan Wetan: Health conceling in efforts to revent gout and hypertension in mertosanan wetan hamlet Sri Nur Hartiningsih; Pipin Nurhayati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.20

Abstract

Latar Belakang: Penyakit non-infeksi merupakan masalah yang sangat substansial, mengingat pola kejadiannya sangat menentukan status kesehatan di suatu daerah dan juga peningkatan keberhasilan status kesehatan di sebuah negara. Beberapa penyakit non-infeksi yang ada banyak di derita masyarakat Indonesia adalah penyakit hipertensi dan asam urat (GOUT). Tujuan: melakukan upaya pencegahan penyakit hipertensi dan asam urat di Dusun Mertosanan Wetan RT 10, Potorono, Banguntapan, Bantul. Metode: Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan asam urat kemudian dilanjutkan konseling tentang hipertensi dan asam urat. Sebelum konseling dilakukan pretes dan diakhiri dengan postes. Hasil: sebagian sebasar warga mengalami prehipertensi sebesar 53%, peningkatan kadar asam urat ≥ 6-7 sebesar 19,4%. Pengetahuan warga tentang hipertensi sebelum konseling dalam kategori kurang 29,4%, setelah konseling kategori cukup 25,5% dan kategori baik 74,5%, sebelum dilakukan konseling asam urat kategori kurang 78,4%, kategori cukup 21,6% setelah dilakukan konseling kategori cukup 39,3% dan kategori baik 60,7%. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, sebagian besar warga mengalami prehipertensi sebesar 53% dan asam urat 19,4%, konseling terbukti efektif sebagai metode edukasi. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.
Pencegahan diabetes melitus dengan penyuluhan dan tes gula darah: Prevention of diabetes mellitus by konseling and tests sugar Suryati; Sri Nur Hartiningsih; Andri Setyorini
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.22

Abstract

Latar Belakang: Diabtes mellitus meningkat dari tahun, ketahun. jumlah di Indonesia berkisar 8,9 juta pada tahun 2000, dan diperkirakan jumlah ini meningkat sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, dengan meningkatnya jumlah penderita DM negara juga menanggung kerugian sekitar 10% untuk menanggulangi penyakit DM, program pencegahan DM dapat dilakukan dengan penyuluhan kesehatan. Tujuan: Peningkatan pengetahuan sebagai upaya pencegahan Diabetes di Desa Trimurti RT 08, Srandakan, Bantul. Metode: Kegiatan abdimas ini diikuti oleh 23 peserta, masyarakat di Desa Trimurti RT 08, dilakukan secara langsung di rumah Ketua RT 08 dengan metode ceramah dan diskusi sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan pemeriksaan gula darah dilanjutkan pretes, pemapana materi, diskusi dan postes. Hasil: setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan DM terjadi peningkatan pengetahuan pada masyarakat di Desa Trimurti, Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pencegahan DM dan pemberian leaflet pengetahuan meningkat dalam kategori baik 23 orang (100%). Simpulan: Kegiatan abdimas yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan DM.
Manfaat terapi murotal dalam menurunkan tekanan darah dan kecemasan pada penderita hipertensi pada lansia : Murottal therapy influence on blood pressure and anxiety in elderly hypertension patiens Angger Rais; Sri Nur Hartiningsih; Eka Oktavianto
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.24

Abstract

Latar belakang: Semakin bertambahnya usia, pada masa lansia resiko hipertensi semakin meningkat, perubahan fisiologis sistem peredaran darah terutama pada pembuluh darah,resikonya semakin besar. Penatalaksaan terapi non farmakologis bisa sebagai alternatif bagi penderita hipertensi, salah satu terapi nonfarmakologis bisa dengan terapi murrotal. Terapi murotal terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap tekanan darah dan kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan di Posyandu lansia Pandak Bantul, dengan jumlah lansia 27 lansia. Terapi murotal dengan menggunakan surat Al Mulk, sebelum dilakukan terapi murotal dicek tekanan darah dan pengukura kecemasan. Pada hari ke 7 dilakukan kembali pengecekan tekanan darah dan pengisian kuesioner kecemasan. Instrument yang digunakan tensi meter dan lembar kuesioner, kemudian dianlisis dengan menggunakan uji analisis parametik yaitu uji paired t-test. Hasil: Setelah diberikan terapi murotal perubahan tekanan darah sistolik sebesar 8,81 mmHg dengan p value 0,000, tekanan darah distolik sebesar 4,41 mmHg dengan p value dan kecemasan dengan skor rata-rata 14,72±2,47 nilai P value 0,000. Simpulan: Kegiatan pengabdian berupa terapi murotal dalam menurunkan tekanan darah dan kecemasan pada penderita hipertensi.
Edukasi pemahaman masyarakat tentang depresi postpartum pada masyarakat di Perum Pondok Indah Banguntapan: Educate the public's understanding of postpartum depression in the community at Perum Pondok Indah Banguntapan Dian Nur Adkhana Sari; Suryati; Niken Setyaningrum; Sri Nur Hartiningsih; Ardhian Indra Darmawan; Endar Timiyatun
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.27

Abstract

Latar Belakang: Postpartum blues merupakan masalah yang paling sering terjadi dalam bidang obstetric. Kejadian postpartum blues merupakan salah satu masalah kegawatdaruratan yang sering terjadi pada ibu postpartum. Postpartum blues adalah sindrom gangguan mental ringan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan. Pencegahan yang dilakukan melalui pendidikan kesehatan pada masyarakat. Tujuan: melakukan upaya pencegahan depresi postpartum di Perum Pondok Indah Banguntapan Metode: Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang depresi postpartum. Sebelum konseling dilakukan pretest dan diakhiri dengan postest. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 21 peserta  (60%) dan skor pengetahuan seteha dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 35 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, sebagian besar warga mengalami kenaikan pengetahuan tentang depresi postpartum. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.  
Pendidikan kesehatan tentang pencegahan kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMAN 2 Banguntapan : Health education on breast cancer prevention and breast self-examination (BSE) in adolescent girls at SMAN 2 Banguntapan Yeni Isnaeni; Sri Setyowati; Sri Nur Hartiningsih; Dian Nur Adkhana Sari
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.33

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan serius  bagi kaum wanita, karena saat ini merupakan penyebab kematian nomor satu pada Wanita di Indonesia. Di Indonesia umumnya seorang wanita baru diketahui menderita kanker payudara pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat melakukan pemeriksaan. Cara pencegahan paling sederhana yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sehingga bagaimana cara melakukan sadari perlu diketahui terutama pada remaja. ujuan: Kegiatan pengabdian ini sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam melakukan pencegahan kanker payudara melalui pendidikan kesehatan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada Remaja di SAMN 2 Banguntapan. Metode: Kegiatan pengabdian ini berjenis CBR (Community-Based Research). Dilakukan dengan menggunakan metode cermah, demonstrasi  SADARI dan diskusi. Sebelum kegiatan dilakukan pretest sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan dan diakhir kegiatan dilakukan postes. Instrumen yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini menggunakan kuesioner pengetahuan, pantom payudara saat demonstrasi SADARI. Kegitan pengabdian ini diikuti oleh 66 Remaja Putri SMAN 2 Banguntapan. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan edukasi pencegahan kanker payudara dengan SADARI kepada remaja ini terdapat peningkatan pengetahuan, sebelum diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik sebanyak 8 orang (12,1%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik meningkat sebanyak 38  (57,6%). Simpulan: Kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan pemeriksaan SADARI dapat meningkatakan pengetahuan Remaja dalam pencegahan kanker payudara.
Edukasi pemahaman kecukupan air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui di Queen Baby Spa: Education on understanding the sufficiency of breast milk for breastfeeding mothers at Queen Baby Spa Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni; Sri Nur Hartiningsih; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.136

Abstract

Latar Belakang: Menyusui merupakan salah satu investasi kesehatan jangka panjang yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Ibu merupakan pelopor dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia, sehingga penting untuk meningkatkan pengetahuannya serta menyadari pentingnya pemberian ASI secara eksklusif terutama bagi bayi usia 0-6 bulan. Bayi diharapkan mendapat cukup ASI pada usia 0-6 bulan, kecukupan ASI pada bayi dapat diartikan sebagai kondisi di mana bayi menerima ASI dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang kecukupan ASI pada bayi. Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development), Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang kecukupan ASI. Kegiatan ini diikuiti oleh 40 peserta ibu menyusui, dengan total kegiatan selama 60 menit. Intrumen pada kegiatan ini menggunakan instrument pengetahuan kecukupan ASI. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 25 peserta  (62,5%) dan skor pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 40 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, Sebagian besar ibu menyusui mengalami kenaikan pengetahuan tentang kecukupan ASI. Oleh karena itu diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini kesadaran ibu menyusui akan kesehatan semakin meningkat.
Edukasi dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) pada remaja di MAN 3 Bantul: Education and early detection of risk factors for non-communicable diseases in adolescents at MAN 3 Bantul Andri Setyorini Setyorini; Sri Nur Hartiningsih; Intan Rahmawati; Dani Rizki Pratama; Diana Sofa
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.360

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Remaja dapat berisiko terkena diabetes dengan faktor penyebab dampak kemajuan teknologi berbasis media sosial, tren merokok, riwayat keluarga, pola makan, aktivitas fisik, obesitas. Kurangnya pengetahuan remaja tentang diabetes melitus dapat meningkatkan angka kematian dan kecacatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja beresiko PTM khususnya tentang penyakit Diabetes Mellitus dan pencegahannya. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan CBR (Community-Based Research) dengan melibatkan penanggungjawab siswa dan tim pengabdian. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada 18 Juli 2025 yang bertempat di ruang kelas MAN 3 Bantul Yogyakarta yang terbagi menjadi 3 sesi kegiatan yaitu: Sesi 1 adalah edukasi etntang penyakit tidak menular menggunakan metode ceramah dan diskusi; Sesi 2:  Skrining Remaja dengan menggunakan metode wawancara serta pengisian kuesioner; dan Sesi  3: Evaluasi. Kegiatan ini juga menggunakan Leaflet PTM dan e-Booklet Diabetes Mellitus sebagai media pembelajaran Hasil: Pengetahuan siswa kelas XI sebelum diberikan edukasi tentang PTM di MAN 3 Bantul Yogyakarta mayoritas dalam kategori kurang sebanyak 29 orang (76,3%) dan setelah diberikan edukasi tentang PTM di MAN 3 Bantul Yogyakarta mengalami peningkatan yaitu mayoritas dalam kategori baik sebanyak 31 (84,2%), serta 100% remaja aktif dalam  mengikuti edikasi dan skrining resiko PTM dengan hasil sebanyak 31 siswa kelas XII memiliki resiko PTM: Diabetes Mellitus dari orang tua. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan dan deteksi dini faktor resiko PTM terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang PTM di MAN 3 Bantul
Penggunaan terapi akupresur untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja di Pondok Pesantren Al-Jauhar Semin Gunungkidul Yogyakarta: The use of acupressure therapy to overcome dysmenorrhea pain in adolescents at the Al-Jauhar Semin Islamic Boarding School, Gunungkidul, Yogyakarta Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih; Supriyadi
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.362

Abstract

Latar belakang: Dismenorea sangat berdampak pada remaja wanita, karena menyebabkan terganggu aktifitas sehari-hari, semangat menurun hingga sulit konsentrasi pada saat proses belajar sehingga pada akhirnya menyebabkan materi pembelajaran yang disampaikan tidak dapat diterima bahkan terdapat remaja yang memilih untuk tidak masuk sekolah. Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakanya adalah dengan mengenalkan terapi nonfarmakologi dengan menggunakan terapi akupresur. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan dan mempraktekan tindakan akupresur sebagai terapi komplementer untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan mengenai akupresur. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan mempraktekanya secara langsung terapi nonfarmakologi akupresur (metode ceramah, diskusi, demonstrasi & redemonstrasi). Akupresur dilakukan pada titik hegu dan titik SP 6. Masing-masing titik diulang 5 kali. Total durasi akupresur untuk masing-masing titik selama 10 menit. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang mengalami dismenorea di Pondok Pesantren Al-Jauhar, Semin, Gunungkidul. Instrumen yang digunakan antara lain: LCD, Soundsistem, dan PPT. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan posttest. Hasil: Hasil evaluasi menunjukan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik” selain itu juga saat dipraktekan terjadi penurunan rata-rata skor nyeri dismenorea dari 6,05 menjadi 2,30. Hasil uji komparasi menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: Tindakan pengabdian masyarakat berupa edukasi penanganan nyeri dismenorea dengan meggunakan akupresur efektif meningkatkan pengetahuan remaja serta menurunkan nyeri dismenorea pada remaja.