Articles
Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja di Sekolah Menengah Pertama melalui Pemberian Psikoedukasi
Suhadianto, Suhadianto;
Ananta, Aliffia
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 1 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/amalee.v4i1.2056
The purpose of this service activity is to increase the participants' understanding of the meaning, impact, and strategies for dealing with sexual violence through the provision of psychoeducation. The participants in this activity were 146 junior high school (SMP) students (male = 64 and female = 82). Using PowerPoint media and videos, psychoeducational activities are given using the Student-Centered Learning (SCL) method. The implementation of psychoeducation was divided into two sessions, the first for female students and the second for students. They are technically grouping activity participants based on gender to make it easier for resource persons to convey activity material. Online psychoeducational activities are carried out using the animated video "Stop Sexual Violence." The impact of actions is measured through measurements before (pretest) and after (post-test) psychoeducational activities. The results of the Wilcoxon Rank Test showed a significant increase in participants' understanding of sexual violence before and after participating in psychoeducational activities. Similar actions can be carried out in other schools in an effort to prevent sexual violence in adolescents.
Hubungan Antara Konsep Diri Akademik Dengan Kemandirian Belajar Siswa
Faradis, Tazkiyah;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 3 (2024): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Academic self-concept is students' perceptions or thoughts about their abilities in the academic field which are formed through experiences with the environment. Learning independence is an act of controlling the learning process where students take their own initiative in planning, implementing and evaluating their learning experiences taken from various learning sources. This research aims to determine the relationship between academic self-concept and student learning independence. This research uses quantitative correlational methods. The population in this study was all 285 class IX students at MTS Darul Ulum Sidoarjo. Sampling in this study used the proportional random sampling method and was taken according to the Slovin formula with an error tolerance of 5% and was collected from 166 students. Data were collected in this research by distributing questionnaires, with an academic self-concept scale and a learning independence scale. Data analysis in this study used the Pearson Product Moment correlation test technique and obtained r = 0.820 with a significance of 0.000 (p<0.05). This means that the hypothesis in this study assumes there is a positive relationship between academic self-concept and learning independence in class IX at MTS Darul Ulum Sidoarjo was accepted. This means that the higher a student's academic self-concept, the higher their learning independence.
Stres Akademik dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Bekerja
Wardani, Ari Fanti;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11618
Academic procrastination is the behavior of delaying work on assignments which is carried out intentionally and has a negative impact on students which can harm their abilities. However, it can also reduce stress, even if only temporarily. This research aims to determine the relationship between academic stress and academic procrastination in working students. Participants in this research were 205 evening class students from the class of 2023-2024 using incidental sampling techniques. The instruments used in this research were the Tuckman Procrastination Scale (TPS) which was adapted from Tuckman (1991) and the academic stress scale which refers to the theory of Bedwy and Gabriel (2015). The results of the product moment correlation test show that the relationship between academic stress and academic procrastination obtained a correlation of rxy = 0.764, significance of p = 0.000 (p<0.05), which means that there is a significant positive relationship between academic stress and academic procrastination in working students. These results indicate that the higher the academic stress, the higher the academic procrastination in working students. The statement above states that the hypothesis in this research is accepted. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan dalam mengerjakan tugas yang dilakukan secara sengaja dan berdampak buruk pada mahasiswa yang dapat merugikan kemampuannya. Namun juga dapat mengurangi stres meskipun hanya bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubingan antara stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Partisipan pada penelitian ini adalah 205 mahasiswa kelas sore angkatan 2023-2024 dengan menggunakan teknik sampling incidental. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang diadaptasi dari Tuckman (1991) dan skala stres akademik yang mengacu pada teori Bedwy dan Gabriel (2015). Hasil uji korelasi product moment bahwa hubungan stres akademik dengan prokrastinasi akademik memperoleh korelasi rxy = 0,764 signifikasi sebesar p = 0,000 (p<0,05) yang berarti adanya hubungan positif signifikan antara stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stres akademik maka semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Pernyartaan diatas menyatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktif berorganisasi: Bagaimana peran stres akademik dan manajemen waktu?
Amel, Zayna Faisa;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12404
Prokrastinasi akademik akan memberikan dampak buruk bagi individu yang melakukanya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara stress akademik dan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktif berorganisasi. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 350 mahasiswa aktif berorganisasi di Surabaya dengan teknik accidental sampling. Skala penelitian menggunakan skala Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang diadaptasi oleh Suhadiato dkk, (2024) dengan nilai CR TPS = 0,915. Selanjutnya pada skala stress akademik yang di kembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai cronbach alpha 0,968. Lalu pada skala manajemen waktu dengan skala yang di kembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai cronbach alpha 0,925 yang menunjukkan kualitas psikometri yang baik. Hasil penelitian melalui uji Linier Berganda menunjukkan secara simultan ada hubungan positif yang signifikan antara stress akademik dan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik. Hasil uji parsial menujukkan ada hubungan positif yang signifikan antara stress akademik dengan prokrastinasi akademik dan juga menunjukkan ada hubungan negatif yang tidak signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik, maka manajemen waktu tidak dapat menjadi prediktor terhadap prokrastinasi akademik. akan tetapi jika stress akademik tinggi maka tindakan prokrastinasia akademik seseorang akan tinggi, begitu pun sebaliknya. Kata kunci: Mahasiswa aktif berorganisasi; Prokrastinasi Akademik; Stress Akademik; Manajemen Waktu
Dukungan sosial orang tua dan motivasi berprestasi pada siswa sekolah menengah pertama di sidoarjo
Imanuelsa, Happy Angel;
Praktikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12405
Abstrak Motivasi berprestasi diperlukan seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan berusaha semaksimal mungkin dalam mencapai pendidikan. Tinggi dan rendahnya motivasi berprestasi dapat dilihat dalam usaha yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi berprestasi pada siswa SMP. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 204 siswa yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan menggunakan skala motivasi berprestasi dengan nilai cronbach’s alpha 0,881 dan skala dukungan sosial orang tua dengan cronbach’s alpha 0,920. Teknik analisis data yang menggunakan statistik parametrik menggunakan korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua merupakan faktor yang penting dalam mendorong motivasi berprestasi siswa, melalui siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi mampu menetapkan tujuan maupun cita-cita di masa depan, dengan berusaha semaksimal mungkin. Kata Kunci: motivasi berprestasi, dukungan sosial orang tua.
Minat organisasi pada mahasiswa: bagaimana peran resiliensi akademik dan dukungan sosial orang tua?
Nurmala, Vina Rizka;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12463
Organizational interest is an individual's interest in an activity and has the desire to contribute to an organization. This study aims to determine the relationship between academic resilience and parental social support and organizational interest in students. This research method uses quantitative correlation with the number of respondents as many as 384 active students in Surabaya which was taken by accidental sampling technique. The research scale uses the interest scale taken from the Crow and Crow (2005) aspect, the academic resilience scale is adapted from the Cassidy scale (2016) and the parental social support scale uses the Sarafino and Smith (2011) aspect. The results showed that there was a significant positive relationship between academic resilience and parental social support and organizational interest in students. From the results of the partial test, there was a significant positive relationship between academic resilience and organizational interest in students and there was a significant positive relationship between parental social support and organizational interest in students.
Kesepian dan nomophobia pada siswa sekolah menengah atas
Qudriyah, Siti Khabibatul;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12480
Nomophobia merupakan fobia modern, dimana seseorang yang mengalami rasa takut, cemas, ketidaknyamanan bahkan ketakutan yang berlebihan jika tidak terhubung dengan smartphone. Kesepian adalah suatu perasaan yang tidak menyenangkan ketika memiliki hubungan yang sedikit dan tidak memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomophobia pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 233 siswa Sekolah Menengah Atas “X” Surabaya. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala kesepian dan nomophobia. Teknik analisis data menggunakan pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan nomophobia pada siswa Sekolah Menengah Atas “X” Surabaya. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan korelasi r Product Moment, dimana rxy = 0,233 dengan signifikansi p = 0,001 < 0,05 artinya semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi nomphobia dan sebaliknya semakin rendah kesepian maka semakin rendah nompphobia. Adapun sumbangan efektif dari kesepian mempengaruhi nomophobia sebesar 5%.
Nomophobia pada siswa SMA: peran kontrol diri dan intensitas penggunaan smartphone
Fadhila, Kensila Anindya;
Suhadianto, Suhadianto;
Rista, Karolin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecenderungan nomophobia dapat disebabkan oleh oleh beberapa faktor salah satunya kontrol diri rendah dan penggunaan smartphone yang intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan intensitas penggunaan smartphone pada siswa sekolah menengah atas. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan responden 156 siswa yang diambil menggunakan purposive sampling. Penelitian menggunakan skala kontrol diri dikembangkan peneliti dengan nilai cronbach alfa 0, 848 dan skala intensitas penggunaan smartphone dikembangkan peneliti dengan nilai cronbach alfa 0,856 sedangkan skala nomophobia mengadopsi Shalsabilla (2022) dengan nilai Cronbach 0,942. Teknik analisis data menggunakan analisi regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan positif. Siswa yang memiliki kontrol diri baik dan menggunakan smartphone secara intens dapat meningkatkan kecenderungan nomophobia siswa sekolah menengah atas.
Efikasi diri dan media sosial: faktor penentu prokrastinasi akademik siswa sma
Permata, Rezha Anugrah;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12491
Academic self-efficacy and intensity of social media use affect the level of academic procrastination. This study aims to determine the relationship between both with academic procrastination in high school students. Using a quantitative correlational method, this study involved 233 students of SMA X Surabaya with a purposive sampling technique. The results of the analysis showed a significant relationship between academic self-efficacy and intensity of social media use simultaneously with academic procrastination (F = 52.727; p = 0.000 < 0.05). Partially, there was a significant negative relationship between academic self-efficacy and academic procrastination, as well as between intensity of social media use and academic procrastination. These findings indicate that academic self-efficacy and intensity of social media use can be predictors of academic procrastination behavior in high school students.
Fear of Missing Out dengan Sujective Well-Being pada Remaja
Ramadhani, Chelcadiva;
Suhadianto, Suhadianto;
Rista, Karolin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25145
Subjective well-being didefinisikan sebagai tingkat kepuasan hidup dan keseimbangan emosi positif dan negative. Meningkatnya penggunaan media sosial memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja, salah satunya melalui fenomena Fear of Missing Out (FoMO). FoMO adalah kecemasan berlebihan akibat merasa tertinggal informasi atau pengalaman di media sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara FoMO dan kesejahteraan subjektif pada 155 siswa SMK Muhammadiyah 1 Taman berusia 16–18 tahun, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan skala FoMO dan kesejahteraan subjektif yang valid dan reliabel. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,174 dengan p = 0,030 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan. Semakin tinggi FoMO, semakin rendah kesejahteraan subjektif remaja.