Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Konsep Diri Akademik Dengan Kemandirian Belajar Siswa Faradis, Tazkiyah; Pratikto, Herlan; Suhadianto
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 3 (2024): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic self-concept is students' perceptions or thoughts about their abilities in the academic field which are formed through experiences with the environment. Learning independence is an act of controlling the learning process where students take their own initiative in planning, implementing and evaluating their learning experiences taken from various learning sources. This research aims to determine the relationship between academic self-concept and student learning independence. This research uses quantitative correlational methods. The population in this study was all 285 class IX students at MTS Darul Ulum Sidoarjo. Sampling in this study used the proportional random sampling method and was taken according to the Slovin formula with an error tolerance of 5% and was collected from 166 students. Data were collected in this research by distributing questionnaires, with an academic self-concept scale and a learning independence scale. Data analysis in this study used the Pearson Product Moment correlation test technique and obtained r = 0.820 with a significance of 0.000 (p<0.05). This means that the hypothesis in this study assumes there is a positive relationship between academic self-concept and learning independence in class IX at MTS Darul Ulum Sidoarjo was accepted. This means that the higher a student's academic self-concept, the higher their learning independence.
Stres Akademik dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Bekerja Wardani, Ari Fanti; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11618

Abstract

Academic procrastination is the behavior of delaying work on assignments which is carried out intentionally and has a negative impact on students which can harm their abilities. However, it can also reduce stress, even if only temporarily. This research aims to determine the relationship between academic stress and academic procrastination in working students. Participants in this research were 205 evening class students from the class of 2023-2024 using incidental sampling techniques. The instruments used in this research were the Tuckman Procrastination Scale (TPS) which was adapted from Tuckman (1991) and the academic stress scale which refers to the theory of Bedwy and Gabriel (2015). The results of the product moment correlation test show that the relationship between academic stress and academic procrastination obtained a correlation of rxy = 0.764, significance of p = 0.000 (p<0.05), which means that there is a significant positive relationship between academic stress and academic procrastination in working students. These results indicate that the higher the academic stress, the higher the academic procrastination in working students. The statement above states that the hypothesis in this research is accepted. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan dalam mengerjakan tugas yang dilakukan secara sengaja dan berdampak buruk pada mahasiswa yang dapat merugikan kemampuannya. Namun juga dapat mengurangi stres meskipun hanya bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubingan antara stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Partisipan pada penelitian ini adalah 205 mahasiswa kelas sore angkatan 2023-2024 dengan menggunakan teknik sampling incidental. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang diadaptasi dari Tuckman (1991) dan skala stres akademik yang mengacu pada teori Bedwy dan Gabriel (2015). Hasil uji korelasi product moment bahwa hubungan stres akademik dengan prokrastinasi akademik memperoleh korelasi rxy = 0,764 signifikasi sebesar p = 0,000 (p<0,05) yang berarti adanya hubungan positif signifikan antara stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stres akademik maka semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Pernyartaan diatas menyatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktif berorganisasi: Bagaimana peran stres akademik dan manajemen waktu? Amel, Zayna Faisa; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12404

Abstract

Prokrastinasi akademik akan memberikan dampak buruk bagi individu yang melakukanya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara stress akademik dan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktif berorganisasi. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 350 mahasiswa aktif berorganisasi di Surabaya dengan teknik accidental sampling. Skala penelitian menggunakan skala Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang diadaptasi oleh Suhadiato dkk, (2024) dengan nilai CR TPS = 0,915. Selanjutnya pada skala stress akademik yang di kembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai cronbach alpha 0,968. Lalu pada skala manajemen waktu dengan skala yang di kembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai cronbach alpha 0,925 yang menunjukkan kualitas psikometri yang baik. Hasil penelitian melalui uji Linier Berganda menunjukkan secara simultan ada hubungan positif yang signifikan antara stress akademik dan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik. Hasil uji parsial menujukkan ada hubungan positif yang signifikan antara stress akademik dengan prokrastinasi akademik dan juga menunjukkan ada hubungan negatif yang tidak signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik, maka manajemen waktu tidak dapat menjadi prediktor terhadap prokrastinasi akademik. akan tetapi jika stress akademik tinggi maka tindakan prokrastinasia akademik seseorang akan tinggi, begitu pun sebaliknya. Kata kunci: Mahasiswa aktif berorganisasi; Prokrastinasi Akademik; Stress Akademik; Manajemen Waktu
Dukungan sosial orang tua dan motivasi berprestasi pada siswa sekolah menengah pertama di sidoarjo Imanuelsa, Happy Angel; Praktikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12405

Abstract

Abstrak Motivasi berprestasi diperlukan seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan berusaha semaksimal mungkin dalam mencapai pendidikan. Tinggi dan rendahnya motivasi berprestasi dapat dilihat dalam usaha yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi berprestasi pada siswa SMP. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 204 siswa yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan menggunakan skala motivasi berprestasi dengan nilai cronbach’s alpha 0,881 dan skala dukungan sosial orang tua dengan cronbach’s alpha 0,920. Teknik analisis data yang menggunakan statistik parametrik menggunakan korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua merupakan faktor yang penting dalam mendorong motivasi berprestasi siswa, melalui siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi mampu menetapkan tujuan maupun cita-cita di masa depan, dengan berusaha semaksimal mungkin. Kata Kunci: motivasi berprestasi, dukungan sosial orang tua.
Minat organisasi pada mahasiswa: bagaimana peran resiliensi akademik dan dukungan sosial orang tua? Nurmala, Vina Rizka; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12463

Abstract

Organizational interest is an individual's interest in an activity and has the desire to contribute to an organization. This study aims to determine the relationship between academic resilience and parental social support and organizational interest in students. This research method uses quantitative correlation with the number of respondents as many as 384 active students in Surabaya which was taken by accidental sampling technique. The research scale uses the interest scale taken from the Crow and Crow (2005) aspect, the academic resilience scale is adapted from the Cassidy scale (2016) and the parental social support scale uses the Sarafino and Smith (2011) aspect. The results showed that there was a significant positive relationship between academic resilience and parental social support and organizational interest in students. From the results of the partial test, there was a significant positive relationship between academic resilience and organizational interest in students and there was a significant positive relationship between parental social support and organizational interest in students.
Kesepian dan nomophobia pada siswa sekolah menengah atas Qudriyah, Siti Khabibatul; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12480

Abstract

Nomophobia merupakan fobia modern, dimana seseorang yang mengalami rasa takut, cemas, ketidaknyamanan bahkan ketakutan yang berlebihan jika tidak terhubung dengan smartphone. Kesepian adalah suatu perasaan yang tidak menyenangkan ketika memiliki hubungan yang sedikit dan tidak memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomophobia pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 233 siswa Sekolah Menengah Atas “X” Surabaya. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala kesepian dan nomophobia. Teknik analisis data menggunakan pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan nomophobia pada siswa Sekolah Menengah Atas “X” Surabaya. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan korelasi r Product Moment, dimana rxy = 0,233 dengan signifikansi p = 0,001 < 0,05 artinya semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi nomphobia dan sebaliknya semakin rendah kesepian maka semakin rendah nompphobia. Adapun sumbangan efektif dari kesepian mempengaruhi nomophobia sebesar 5%.
Nomophobia pada siswa SMA: peran kontrol diri dan intensitas penggunaan smartphone Fadhila, Kensila Anindya; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan nomophobia dapat disebabkan oleh oleh beberapa faktor salah satunya kontrol diri rendah dan penggunaan smartphone yang intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan intensitas penggunaan smartphone pada siswa sekolah menengah atas. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan responden 156 siswa yang diambil menggunakan purposive sampling. Penelitian menggunakan skala kontrol diri dikembangkan peneliti dengan nilai cronbach alfa 0, 848 dan skala intensitas penggunaan smartphone dikembangkan peneliti dengan nilai cronbach alfa 0,856 sedangkan skala nomophobia mengadopsi Shalsabilla (2022) dengan nilai Cronbach 0,942. Teknik analisis data menggunakan analisi regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan positif. Siswa yang memiliki kontrol diri baik dan menggunakan smartphone secara intens dapat meningkatkan kecenderungan nomophobia siswa sekolah menengah atas.
Efikasi diri dan media sosial: faktor penentu prokrastinasi akademik siswa sma Permata, Rezha Anugrah; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12491

Abstract

Academic self-efficacy and intensity of social media use affect the level of academic procrastination. This study aims to determine the relationship between both with academic procrastination in high school students. Using a quantitative correlational method, this study involved 233 students of SMA X Surabaya with a purposive sampling technique. The results of the analysis showed a significant relationship between academic self-efficacy and intensity of social media use simultaneously with academic procrastination (F = 52.727; p = 0.000 < 0.05). Partially, there was a significant negative relationship between academic self-efficacy and academic procrastination, as well as between intensity of social media use and academic procrastination. These findings indicate that academic self-efficacy and intensity of social media use can be predictors of academic procrastination behavior in high school students.
Fear of Missing Out dengan Sujective Well-Being pada Remaja Ramadhani, Chelcadiva; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25145

Abstract

Subjective well-being didefinisikan sebagai tingkat kepuasan hidup dan keseimbangan emosi positif dan negative. Meningkatnya penggunaan media sosial memengaruhi kesejahteraan subjektif remaja, salah satunya melalui fenomena Fear of Missing Out (FoMO). FoMO adalah kecemasan berlebihan akibat merasa tertinggal informasi atau pengalaman di media sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara FoMO dan kesejahteraan subjektif pada 155 siswa SMK Muhammadiyah 1 Taman berusia 16–18 tahun, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan skala FoMO dan kesejahteraan subjektif yang valid dan reliabel. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,174 dengan p = 0,030 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan. Semakin tinggi FoMO, semakin rendah kesejahteraan subjektif remaja.
Fear of Missing Out pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial: Bagaimana Peran Dukungan Sosial? Oktorika, Nurliyana; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9773

Abstract

This study aims to determine the relationship between social support and fear of missing out in college students who use social media. The hypothesis proposed is that there is a negative relationship between social support and fear of missing out in college students. This research design uses correlational quantitative research methods. This study was conducted with participants as many as 110 students who use social media at the Faculty of Psychology, University of August 17, 1945, class of 2019, 2020, and 2021. The instruments used in this study were the fear of missing out scale according to the theory of Przbylski and friends (2013) and the social support scale according to Sarafino and Smith's theory (2011). The data obtained were then analyzed using product moment analysis techniques with the help of SPSS 24 for Windows. Based on the results of data analysis that has been carried out, the results show that there is a positive significant correlation between social support and fear of missing out at rxy = 0.500 at p = 0.000 (p < 0.01). The rejection of the hypothesis in this study shows that social support is quite strongly related to the fear of missing out of students who use social media. The higher the social support, the higher the fear of missing out, and vice versa, the lower the social support, the lower the fear of missing out in students who use social media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara dukungan sosial dengan fear of missing out pada mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 110 mahasiswa pengguna media sosial di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 angkatan 2019, 2020, dan 2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala fear of missing out sesuai dengan teori dari Przbylski, dkk (2013) dan skala dukungan sosial sesuai dengan teori Sarafino & Smith (2011). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis product moment dengan bantuan SPSS 24 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan fear of missing out sebesar rxy = 0,500 pada p = 0,000 (p < 0,01). Ditolaknya hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berkaitan cukup kuat dengan fear of missing out mahasiswa pengguna media sosial. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi juga fear of missing out, begitupun sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin rendah fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial.
Co-Authors Abd. Syakur Aini, Dwi Fitria Aisha, Elvira Nur Aliffia Ananta Alivan, Abil Nur Alvano, Otniel Giovany Amel, Zayna Faisa Ananta, Aliffia Andik Matulessy Andik Matulessy Andik Matulessy Azahra, Aurani Nurika Beige, Eka Putri Marina Cahyati, Ma'rifatullillah Destiana Clarista Agustina Milo Weo Darmawan, Kevin Devia Putri Isnaini Dian Listiyana Sari Eko April Ariyanto, Eko April Emillia Wulan Novita Eva, Nur Fadhila, Kensila Anindya Fahmy Ferdiyanto Faiz Wahyu Mirza Muhatta Faradis, Tazkiyah Firdaus, Noviana Firdiansyah, Dohan Forexa, Alfaridzi Widya Hanurawan, Fattah Hendiaka, Reihan Firjatullah Putra Herlan Pratikto Herlan Pratikto Hetti Rahmawati I Gusti Ayu Agung Noviekayati I Kadek Suandika Igaa Noviekayati, Igaa Imami, Alief Nur Imanuelsa, Happy Angel Isrida Yul Arifiana Karolin Rista Karolin Rista Kusnadi, Hajidah Fildzahun Nadhilah Lie, Isaac Majesty, Jonitha Maukh, Betania Denisa Noveli Melati, Inka Sukma Muchtar, Andi Reinsky Muhammad Nur Firmansyah Nabila Laila Navulani, Intan Nilam Puspasari, Dinda Nizar, Muchammad Alvan Nofriansyah, Muh. Fauzan Nurmala, Vina Rizka Oktorika, Nurliyana Permata, Rezha Anugrah Pradana, Bagus Cahyo Shah Adhi Praktikto, Herlan Pratitis, Nindia Putra, Adik Putra, Mohammad Ilham Arief Putri, Adelia Elsiana Qonita Gina Berliana Qudriyah, Siti Khabibatul Rachmawati, Aliyah Rakib, Mohammad Indra Ramadanti, Astria Ramadhani, Chelcadiva Ramadhani, Sevila Putri Ramadhanti, Fadillah Lintang Rista, Karolin Safira, Cintya Ma’alis Sidiq, Adam Ariefa Syuhud, Mohammad Haris Tabalena, Nataniel Wellem Uswidatul Laili Wardani, Ari Fanti Widyanti, Nyoman Xavier, Selyo Febrio