Articles
Fear of Missing Out pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial: Bagaimana Peran Dukungan Sosial?
Oktorika, Nurliyana;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9773
This study aims to determine the relationship between social support and fear of missing out in college students who use social media. The hypothesis proposed is that there is a negative relationship between social support and fear of missing out in college students. This research design uses correlational quantitative research methods. This study was conducted with participants as many as 110 students who use social media at the Faculty of Psychology, University of August 17, 1945, class of 2019, 2020, and 2021. The instruments used in this study were the fear of missing out scale according to the theory of Przbylski and friends (2013) and the social support scale according to Sarafino and Smith's theory (2011). The data obtained were then analyzed using product moment analysis techniques with the help of SPSS 24 for Windows. Based on the results of data analysis that has been carried out, the results show that there is a positive significant correlation between social support and fear of missing out at rxy = 0.500 at p = 0.000 (p < 0.01). The rejection of the hypothesis in this study shows that social support is quite strongly related to the fear of missing out of students who use social media. The higher the social support, the higher the fear of missing out, and vice versa, the lower the social support, the lower the fear of missing out in students who use social media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara dukungan sosial dengan fear of missing out pada mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 110 mahasiswa pengguna media sosial di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 angkatan 2019, 2020, dan 2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala fear of missing out sesuai dengan teori dari Przbylski, dkk (2013) dan skala dukungan sosial sesuai dengan teori Sarafino & Smith (2011). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis product moment dengan bantuan SPSS 24 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan fear of missing out sebesar rxy = 0,500 pada p = 0,000 (p < 0,01). Ditolaknya hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berkaitan cukup kuat dengan fear of missing out mahasiswa pengguna media sosial. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi juga fear of missing out, begitupun sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin rendah fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial.
Optimisme pada Karyawan produksi : Adakah Peran Konsep diri dan Gratitude ?
Alvano, Otniel Giovany;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9785
This study aims to explain the relationship between self-concept and gratitude with optimism in production employees. This research is motivated by the phenomenon of the lack of optimism of employees who work in a company because of dissatisfaction with their career. The attitude of optimism can be increased by having a positive self-concept and having good gratitude by employees. The method used in this research is correlational quantitative. The subjects of this study were all production employees at the research site. Participants in this study were obtained by means of saturated sampling technique. The scale of self-concept, gratitude and career optimism is used as a measuring tool in this study. The research results obtained by using the Bayesian linear regression correlation test show that self-concept and gratitude together can be a significant predictor of optimism in employees. This means that the higher one's self-concept and gratitude, the higher the optimism one has, and vice versa, so that the proposed research hypothesis is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara konsep diri dan gratitude dengan optimisme pada karyawan bagian produksi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kurangnya rasa optimis karyawan yang bekerja di suatu perusahaan karena ketidakpuasan akan karir yang dijalaninya. Sikap optimisme dapat ditingkatkatkan dengan dimilikinya konsep diri positif dan dimilikinya gratitude yang baik oleh karyawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian produksi di tempat penelitian. Partisipan dalam penelitian ini diperoleh dengan cara teknik sampling jenuh. Skala konsep diri, gratitude dan optimisme digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan uji korelasi Bayesian linier regression menunjukkan bahwa konsep diri dan gratitude secara bersama-sama dapat menjadi prediktor yang signifikan terhadap optimisme pada karyawan. Artinya semakin tinggi konsep diri dan gratitude seseorang maka akan semakin tinggi optimisme yang dimiliki, begitu juga sebaliknya, sehingga hipotesis penelitian yang diajukan diterima.
Narsistik Era Digital: Investigasi mendalam harga diri dan intensitas penggunaan media sosial
Darmawan, Kevin;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9787
The rapid development of social media can affect student development, one of which is Instagram which ranks at the top as the social media platform that shows the most narcissistic side. This study aims to determine the relationship between self-esteem and intensity of Instagram social media use with narcissistic tendencies in college students. The population in the study was 941 students. Participants in the study were 281 students using accidental sampling techniques. The instruments in the study used the Guttman scale and Likert scale. The method used for data analysis is multiple regression with the help of SPSS 25.0 for windows. The results showed that there was a positive relationship between self-esteem and intensity of Instagram social media use with narcissistic tendencies in college students. The advice conveyed is able to control feelings when getting praise from other individuals when uploading activities on Instagram and reduce the intensity of Instagram use so as not to become a very intense user (classified as high) which can lead to narcissistic tendencies. Perkembangan media sosial yang berkembang pesat mampu mempengaruhi perkembangan mahasiswa, salah satunya adalah Instagram yang menempati urutan teratas sebagai platfrom media sosial paling banyak menunjukkan sisi narsistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan intensitas penggunaan media sosial instagram dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa. Populasi pada penelitian adalah 941 mahasiswa. Partisipan pada penelitian adalah 281 mahasiswa dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pada penelitian menggunakan skala guttman dan skala likert. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah regresi berganda dengan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga diri dan intensitas penggunaan media sosial instagram dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa. Saran yang disampaikan mampu mengendalikan perasaan ketika mendapatkan pujian dari individu lain saat mengunggah aktivitas di instagram dan mengurangi intensitas penggunaan Instagram agar tidak menjadi pengguna yang sangat intens (tergolong tinggi) yang dapat memunculkan kecenderungan narsistik.
Subjective Well-Being Mahasiswa Skripsi : Bagaimana Peranan Stres Akademik?
Majesty, Jonitha;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9908
This study aims to determine the relationship between academic stress and subjective well-being in final students who are pursuing a thesis. This research is a type of quantitative research using correlational research. The subjects in this study were 112 students. The instruments in this study used the Subjective Well-Being scale, namely (SWLS) Stratification with Life Scale and Positive and Negative Affect Scale and Academic Stress scale. Hypothesis testing was carried out using product moment correlation techniques. The results showed a significant negative relationship between academic stress and subjective well being in final students who are pursuing a thesis, meaning that the higher the academic stress, the lower the subjective well-being of students. Conversely, the lower the level of academic stress, the higher the subjective well being of students. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan subjective well-being pada mahasiswa akhir yang sedang menempuh skripsi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 112 mahasiswa. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala Subjective Well-Being yaitu (SWLS) Stratification with Life Scale dan Positif and Negative Affect Scale dan skala Stres Akademik. Pengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara stres akademik dengan subjective well being pada mahasiswa akhir yang sedang menempuh skripsi, artinya semakin tinggi stres akademik, maka semakin rendah subjective well-being mahasiswa. Sebaliknya semakin rendah tingkat stres akademik, maka semakin tinggi subjective well being mahasiswa.
Kecanduan Internet dengan Fear Of Missing Out : Apakah Memiliki Keterikatan?
Beige, Eka Putri Marina;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9940
This study aims to determine the relationship between Fear Of Missing Out and Internet Addiction in college students. This research is a type of correlational quantitative research. The participants in this study were 350 students from 1490 student population of the Faculty of Psychology, University of 17 Agustus 1945 Surabaya, who were taken using incidental sampling. The data collection method was carried out by distributing questionnaires using the Google form using the internet addiction scale and the fear of missing out scale. This study uses non-parametric statistics using the Spearman's Rho correlation data analysis technique with a correlation score of 0.279 and a significance level of 0.000 (<0.05) which indicates that internet addiction and fear of missing out among students at the University of 17 Augustus 1945 Surabaya is quite high and has a strong relationship in the same direction. This means that if internet addiction among students is high, then the fear of missing out for these students is also high, and vice versa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear Of Missing Out dengan Kecanduan Internet pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 350 mahasiswa dari 1490 populasi mahasiswa fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya diambil menggunakan insidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan google formulir dengan menggunakan skala kecanduan internet dan skala fear of missing out. Penelitian ini menggunakan statistik non parametrik dengan teknik analisis data korelasi Spearman's Rho dengan hasil skor korelasi 0,279 dan taraf signifikansi sebesar 0.000 (< 0.05) yang menunjukkan bahwa kecanduan internet dan fear of missing out pada mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya cukup tinggi dan memiliki hubungan yang searah. Artinya jika jika kecanduan internet pada mahasiswa tinggi maka fear of missing out pada mahasiswa tersebut juga tinggi, begitu pula sebaliknya.
Efikasi Diri dengan Keterikatan Kerja pada Barista
Forexa, Alfaridzi Widya;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9947
How a company views employees has changed. If previously companies viewed employees as resources that could be utilized by companies to achieve their goals, now they see employees as the main capital that will help companies run, develop and achieve the goals they want optimally. The challenge in the industrial world is not only retaining talent, but also the process of making employees have an attachment to employees. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and work engagement. The sampling technique uses incidental sampling technique with the Slovin formula and uses a correlational quantitative approach. The intended subject is a barista in Surabaya. The data collection instruments in this study were self-efficacy and work engagement scales. The data in this study were analyzed using the Spearman-Rho correlation coefficient with the results proving that there is a significant relationship between self-efficacy and work engagement. This finding indicates that the higher the self-efficacy level of a barista, the greater the perceived level of work engagement. Bagaimana suatu perusahaan melihat karyawan telah berubah. Jika sebelumnya perusahaan memandang karyawan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan mereka, sekarang mereka melihat karyawan sebagai modal utama yang akan membantu perusahaan menjalankan, mengembangkan, dan mencapai tujuan yang diinginkannya secara optimal. Tantangan dalam dunia industri bukan hanya mempertahankan bakat, tetapi juga proses membuat karyawan memiliki keterikatan dalam diri karyawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan keterikatan kerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan rumus Slovin dan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang dituju adalah barista di Surabaya. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu skala efikasi diri dan keterikatan kerja. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan koefisien korelasi Spearman-Rho dengan hasil yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan keterikatan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat efikasi diri seorang barista, semakin besar pula tingkat keterikatan kerja yang dirasakan.
Self-Discrepancy pada Pengguna Roleplayer: Bagaimana Peranan Penerimaan Diri?
Putri, Adelia Elsiana;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10412
Abstract This research aims to determine whether there is a relationship between self-acceptance and self-discrepancy among roleplayer users. The research participants amounted to 170 individuals obtained through purposive sampling. This study utilizes two scales: the self-acceptance scale and the self-discrepancy scale. The data collection instrument in this research employs the Likert scale model. The sampling technique used in this study is correlational. Data analysis in this research employs the Pearson product-moment correlation method. Based on the data analysis results obtained from the SPSS version 16.0 (Statistical Product and Service Solution) for Windows, there is a significant negative correlation. This means that the higher the level of self-acceptance possessed by an individual, the lower the likelihood of that individual experiencing self-discrepancy. Conversely, if an individual has a lower level of self-acceptance, there is a higher likelihood of experiencing self-discrepancy. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerimaan diri dengan self-discrepancy pada pengguna roleplayer. Partisipan penelitian berjumlah 170 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala penerimaan diri dan skala self-discrepancy. Instrumen pengambilan data pada penelitian ini menggunakan model skala likert. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik korelasional. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode korelasi pearson product moment. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari program computer SPSS versi 16.0 (Statistical Product and Service Solution) for Windows terdapat hasil analisis data yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sigifikan. Artinya semakin tinggi tingkat penerimaan diri yang dimiliki oleh individu maka akan semakin rendah individu tersebut akan mengalami self-discrepancy. Sebaliknya, apabila semakin rendah tingkat penerimaan diri yang dimiliki oleh individu maka akan semakin tinggi individu tersebut akan mengalami self-discrepancy.
Kontrol Diri, Efikasi Diri, dan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa
Ramadhanti, Fadillah Lintang;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10436
Tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa serta tingkat kontrol diri dan efikasi diri menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang lazim digunakan dalam penelitian kuantitatif. Menggunakan metode quota sampling dan mengambil sampel representatif sebanyak 263 mahasiswa tingkat sarjana Universitas 17 Agustus 1945 di Surabaya. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa hubungan antara kontrol diri dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik secara simultan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil uji parsial menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik. Hasil uji parsial menujukkan tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik, artinya hipotesis pada penelitian ini ditolak. Disarankan untuk mahasiswa memperbaiki kontrol diri yang dimiliki dan meningkatkan efikasi diri yang dimiliki untuk mencapai target yang ingin dicapai
Prokrastinasi akademik mahasiswa: Bagaimana peranan regulasi diri dalam belajar dan dukungan sosial?
Aisha, Elvira Nur;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10463
Abstract The aim of this research is to comprehend the correlation between self-regulation in the learning process and social support in relation to the academic procrastination tendencies among students. This study employs a quantitative approach with a correlational design. The research sample includes all active students at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, and the sampling method utilized is quota sampling. The research instruments consist of three psychological scales, namely the Tuckman Procrastination Scale (TPS), the self-regulation in learning scale, and The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). The results of the multiple regression analysis reveal a significant correlation between self-regulation in learning and social support with the level of academic procrastination among students. Partial test results between self-regulation in learning and academic procrastination indicate a significant negative relationship. Similarly, partial test results between social support and academic procrastination also show a significant negative relationship. In other words, higher levels of self-regulation in learning and social support are associated with lower levels of academic procrastination. Keywords: academic procrastination; self regulation in learning; social support Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami korelasi antara regulasi diri dalam proses belajar dan dukungan sosial terhadap kecenderungan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa aktif di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode quota sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga skala psikologi, yaitu Tuckman Procrastination Scale (TPS), skala regulasi diri dalam belajar, dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi diri dalam belajar dan dukungan sosial dengan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil uji parsial antara regulasi diri dalam belajar dengan prokrastinasi akademik menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan; hasil uji parsial antara dukungan sosial dan prokrastinasi akademik juga menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan dengan kata lain, semakin tinggi regulasi diri dalam belajar dan dukungan sosial maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik. Kata kunci: dukungan sosial; prokrastinasi akademik; regulasi diri dalam belajar
Persepsi Leadership Agility dengan Work Engagement pada Karyawan Retail
Putra, Mohammad Ilham Arief;
Matulessy, Andik;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10566
Work Engagement pada karyawan sangat diperlukan dalam perusahaan. Work engagement yang rendah dapat berdampak buruk bagi perusahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel X dan Variabel Y. Dimana varibel Leadership Agility berperan sebagai variabel X dan Work Engagement yang berperan sebagai variabel Y. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif Korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan Retail di Tunjungan Plaza. Partisipan penelitian sebanyak 107 Partisipan yang diambil menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Work Engagement (α=0,687), skala Leadership Agility (α=0,747). Teknik analisis data menggunakan menggunakan teknik Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat koefisien korelasi sebesar 0,19 dengan taraf signifikansi 0,00 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis dapat diterima. Penelitian ini menyimpulkan semakin positif tingkat persepsi leadership agility yang dimiliki oleh seorang karyawan, maka akan semakin kuat tingkat work engagement yang dimiliki oleh seorang karyawan.