Claim Missing Document
Check
Articles

Body Dissatisfaction Among Adolescents Receiving Health Services at Payaman Community Health Center Aini, Dwi Fitria; Suhadianto
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 4 (2025): Vol. 4 No. 4 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i4.936

Abstract

The phenomenon of body dissatisfaction has increasingly appeared among adolescents, especially in the era of social media that emphasizes certain beauty standards. This study aims to understand the psychological dynamics of body dissatisfaction in an adolescent receiving health services at Payaman Community Health Center and to describe effective psychological interventions to help the client overcome this issue. The research employed a qualitative single-case study approach, with data collected through interviews, observations, and psychological assessments, including graphic tests (HTP and DAP) and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). The assessment results indicated recurring negative thought patterns regarding body image, feelings of inferiority, and a tendency toward social withdrawal. The intervention was conducted using a Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach, through stages of identifying negative thoughts, cognitive restructuring, developing positive self-talk, and implementing more adaptive behaviors. The intervention results showed increased self-awareness and more realistic thinking patterns. The client began to distinguish between facts and assumptions, develop positive alternative thoughts, and demonstrated improvements in self-confidence and self-acceptance. This study concludes that CBT-based interventions are effective in reducing body dissatisfaction among adolescents, particularly when accompanied by social and family support.
Peran Kebesyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Rumah Tangga yang Bekerja di Sektor Formal Maukh, Betania Denisa Noveli; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif pada ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal. Kesejahteraan subjektif dipahami sebagai evaluasi individu terhadap kualitas hidup yang mencakup kepuasan hidup serta keseimbangan antara emosi positif dan emosi negatif, sedangkan kebersyukuran dimaknai sebagai sikap apresiatif individu terhadap pengalaman hidup yang dialami. Ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal dihadapkan pada tuntutan peran ganda, yaitu tanggung jawab pekerjaan yang terstruktur dan regulatif serta kewajiban domestik, sehingga keberadaan sumber daya psikologis internal menjadi penting untuk menjaga kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 127 ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal di Indonesia, yang diperoleh melalui teknik insidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kebersyukuran dan skala kesejahteraan subjektif yang disusun untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s Rho karena data penelitian tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif (r = 0,604; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki individu, semakin tinggi pula kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kebersyukuran memberikan sumbangan efektif sebesar 36,4% terhadap kesejahteraan subjektif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kebersyukuran berperan sebagai sumber daya psikologis internal yang penting dalam membantu ibu rumah tangga pekerja sektor formal mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan subjektif di tengah tuntutan peran ganda yang dihadapi.
Efektivitas Pendekatan Kognitif Perilaku dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Meningkatkan Penyesuaian Diri Remaja Qonita Gina Berliana; Suhadianto Suhadianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hambatan penyesuaian sosial pada seorang remaja serta mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis kognitif-perilaku dalam meningkatkan kemampuan adaptasi sosialnya. Klien, seorang remaja berusia 18 tahun, menunjukkan kesulitan dalam menjalin relasi, kecemasan sosial, rasa rendah diri, dan perilaku menarik diri yang berkaitan dengan pengalaman perundungan dan minimnya paparan sosial selama homeschooling. Hambatan ini sejalan dengan karakteristik penyesuaian sosial yang dikemukakan Schneiders. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika kognitif, emosional, dan perilaku klien yang memengaruhi proses adaptasinya di lingkungan sekolah. Metode penelitian. Pendekatan studi kasus dengan asesmen multi-metode melalui wawancara, observasi, tes kognitif WAIS, tes proyektif (DAP, BAUM, HTP, SSCT), serta Skala Penyesuaian Sosial Remaja. Intervensi dirancang menggunakan pendekatan kognitif-perilaku dengan teknik restrukturisasi kognitif dan latihan keterampilan sosial. Delapan sesi intervensi dilaksanakan selama Maret–Mei 2025, mencakup identifikasi pikiran otomatis, modifikasi pola pikir disfungsional, psikoedukasi hubungan pikiran-emosi-perilaku, perencanaan perilaku adaptif, dan evaluasi strategi koping. Hasil. Adanya perkembangan awal berupa peningkatan pemahaman klien terhadap pola pikir negatifnya, kemampuan menerapkan pikiran alternatif yang lebih adaptif, serta peningkatan keberanian dalam memulai interaksi sederhana. Namun, hambatan masih muncul berupa kegugupan, ketidakkonsistenan praktik di luar sesi, dan keterbatasan keterampilan sosial dalam situasi sosial yang lebih kompleks. Kesimpulan. Intervensi kognitif-perilaku terbukti membantu klien mencapai perubahan awal dalam penyesuaian sosial, meskipun diperlukan intervensi lanjutan. Fokus penguatan keterampilan sosial, pelatihan regulasi emosi, serta monitoring jangka panjang diperlukan agar perubahan positif dapat berkembang secara konsisten dan berkelanjutan.
Fanatisme dan Impulsive Buying Pembelian Merchandise pada Penggemar K-Pop NCT Dian Listiyana Sari; Herlan Pratikto; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Fanaticism towards brands, characters or products often drives impulsive buying, where purchasing decisions are driven more by emotions and social existence rather than rational needs. This behavior often aims to show loyalty, increase self-pride, or strengthen social identity, but risks causing financial problems and regret if uncontrolled. This research aims to determine the relationship between fanaticism and impulsive purchases of merchandise among NCT K-Pop fans (NCTzen). From 3,111 Instagram followers, 250 participants aged 18-30 years were taken using Issac's table. With a quantitative approach and product moment analysis using SPSS 16. The results of this research show a significant positive relationship between fanaticism and impulsive buying. As a result, the higher the level of fanaticism, the greater the likelihood of impulsive merchandise purchases.   Keywords: Impulsive buying, fanaticism, K-Pop, NCT, merchandise   Abstrak Fanatisme terhadap merek, tokoh, atau produk sering mendorong impulsive buying, di mana keputusan pembelian lebih didorong emosi dan keberadaan sosial daripada kebutuhan rasional. Perilaku ini sering bertujuan menunjukkan loyalitas, meningkatkan kebanggaan diri, atau memperkuat identitas sosial, namun berisiko menimbulkan masalah finansial dan penyesalan jika tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara fanatisme dengan pembelian impulsif merchandise pada penggemar K-Pop NCT (NCTzen). Dari 3.111 pengikut Instagram, diambil 250 partisipan berusia 18-30 tahun menggunakan tabel Issac. Dengan pendekatan kuantitatif dan analisis product moment menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan positif signifikan antara fanatisme dan pembelian impulsif. Hasilnya, semakin tinggi tingkat fanatisme, semakin besar kemungkinan pembelian merchandise secara impulsif.   Kata kunci: Impulsive buying, fanatisme, K-Pop, NCT, merchandise  
Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA: Peran Efikasi Diri dan Konformitas Teman Sebaya Uswidatul Laili; Suhadianto; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this study is to test the relationship between academic self-efficacy and peer conformity with academic procrastination among high school students. A quantitative approach with a correlational design was used. The participants were 305 students from a senior high school in Krian selected through stratified random sampling. The instruments applied concist of the academic self-efficacy scale, peer conformity scale, and academic procrastination scale. Multiple linear regression applied as data analysis. The results revealed a significant relationship between academic self-efficacy and peer conformity with academic procrastination. Academic self-efficacy showed a positive influence on procrastination, indicating that students with higher academic self-efficacy tend to delay academic tasks more frequently. Similarly, peer conformity also had a positive impact on academic procrastination. In conclusion, both variables contribute to procrastination behavior, highlighting the importance of increasing students' self-awareness and ability to manage social influence from their peers. Keywords: academic self-efficacy, peer conformity, academic procrastination, high school students, multiple linear regression Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengujii hubungan antara efikasi diri akademik dan konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik Siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 305 siswa SMA di Krian yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang diterapkan terdiri dari skala efikasi diri akademik, skala konformitas teman sebaya, dan skala prokrastinasi akademik. Regresi linier berganda diterapkan sebagai analisis data. temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri akademik dan konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik. Efikasi diri akademik berpengaruh positif terhadap prokrastinasi akademik, yang berarti semakin tinggi efikasi diri akademik siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk menunda tugas akademik. Selain itu, konformitas teman sebaya juga berpengaruh positif terhadap prokrastinasi akademik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kedua faktor tersebut berkontribusi terhadap perilaku menunda tugas, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran diri siswa dan kemampuan memilah pengaruh sosial dari lingkungan sekitarnya. Kata kunci: efikasi diri akademik, konformitas teman sebaya, prokrastinasi akademik, siswa SMA, regresi linear berganda
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Task Aversiveness dalam Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Emillia Wulan Novita; Andik Matulessy; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of peer conformity and task aversiveness on academic procrastination in high school students. Academic procrastination is the tendency to postpone schoolwork, which impacts academic achievement. This study used a quantitative correlational method with a non-probability sampling technique on 260 students in grades X and XI. Data analysis was conducted using multiple linear regression. The results showed that peer conformity (t = 5.025; p < 0.001) and task aversiveness (t = 3.707; p < 0.001) had a significant influence on academic procrastination, both simultaneously and partially. The coefficient of determination (R² = 0.205) indicates that both variables contributed 20.5% to academic procrastination. This finding indicates that the higher the conformity and task aversiveness, the greater the tendency of students to engage in academic procrastination. Keywords: Peer Conformity, Task Aversiveness, Prokratinasi Akademik Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konformitas teman sebaya dan task aversiveness terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk menunda tugas-tugas sekolah yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik non-probability sampling pada 260 siswa kelas X dan XI. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya (t = 5,025; p < 0,001) dan task aversiveness (t = 3,707; p < 0,001) memiliki pengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, baik secara simultan maupun parsial. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,205) menunjukkan bahwa kedua variabel menyumbang 20,5% terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konformitas dan task aversiveness maka semakin besar kecenderungan siswa melakukan prokrastinasi akademik. Kata kunci: Konformitas Teman Sebaya, Ketidaksukaan pada tugas, Prokrastinasi Akademik
Perbedaan Kematangan Karier Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin dan Program Studi Faiz Wahyu Mirza Muhatta; Suhadianto; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In the globalization era, university students are expected not only to excel academically but also to be ready for the job market by developing career maturity. This study aimed to examine differences in career maturity based on gender and academic major. The research used a quantitative, non-experimental comparative design involving 375 active students from the University of 17 August 1945 Surabaya, selected through quota sampling. The instrument used was a career maturity scale developed based on Donald Super’s theory (1990), covering aspects of planning, exploration, decision-making, job knowledge, career preferences, and transition readiness. Data were analyzed using the Mann-Whitney U test due to non-normal distribution. The results showed no significant differences in career maturity based on gender or academic major. This study concludes that internal factors such as self-efficacy and self-control are likely more influential than demographic factors. Keywords: academic major; career maturity, gender; student Abstrak Pada era globalisasi, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga harus siap menghadapi dunia kerja melalui pengembangan kematangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat kematangan karier berdasarkan jenis kelamin dan program studi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif non-eksperimental dengan partisipan sebanyak 375 mahasiswa aktif Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala kematangan karier yang dikembangkan berdasarkan teori Donald Super (1990), mencakup aspek perencanaan, eksplorasi, pengambilan keputusan, informasi dunia kerja, preferensi, dan kesiapan transisi. Teknik analisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kematangan karier berdasarkan jenis kelamin maupun program studi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal seperti efikasi diri dan kontrol diri kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kematangan karier dibanding faktor demografis. Kata kunci: gender; kematangan karier, mahasiswa, program studi
Mengenal Hubungan Hardiness dan Burnout pada Atlet Muda Taekwondo Muhammad Nur Firmansyah; Suhadianto; Karolin Rista
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Burnout in taekwondo athletes encompasses emotional exhaustion, a decline in personal achievement, and devaluation of sports activities. Hardiness is considered one of the contributing factors to the occurrence of burnout. This study aims to examine the relationship between hardiness and burnout among student taekwondo athletes in Surabaya. The research employed a quantitative correlational method involving 285 student athletes selected through purposive sampling. The measurement instruments used were the hardiness scale based on Kobasa’s theory (1979) and the burnout scale based on the Athlete Burnout Questionnaire (ABQ) developed by Raedeke & Smith (2001). Data were analyzed using the Spearman Rho correlation test. The results indicated a significant positive relationship between burnout and hardiness, suggesting that higher levels of hardiness are associated with higher levels of burnout in taekwondo athletes, and vice versa. High levels of burnout among athletes can cause distractions during training and hinder performance. Therefore, further studies are needed to explore hardiness and other variables that may contribute to athlete burnout. Keywords: Burnout; Hardiness; Student-athletes; Taekwondo Abstrak Burnout pada atlet taekwondo mencakup kondisi kelelahan emosional, penurunan pencapaian pribadi, serta devaluasi terhadap aktivitas olahraga. Hardiness adalah salah satu penyebab dari adanya burnout yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hardiness dengan burnout pada siswa atlet taekwondo di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan 285 siswa atlet sebagai partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala hardiness berdasarkan teori Kobasa (1979) dan skala burnout berdasarkan Athlete Burnout Questionnaire (ABQ) dari Raedeke & Smith (2001). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rho. Hasil Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara burnout dengan hardiness, yang artinya ketika hardiness tinggi, maka burnout pada atlet taekwondo akan tinggi pula dan begitu sebaliknya. Burnout pada atlet tinggi membuat distraksi terhadap latihan dan pencapainnya. Sehingga perlunya dikaji lebih lanjut terkait hardiness dan variabel lain yang menjadi penyebab burnout pada atlet. Kata kunci: Atlet Pelajar; Burnout; Hardiness; Taekwondo
Goal Orientation dan Student Engagement pada Siswa Sekolah Menengah Atas Widyanti, Nyoman; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6007

Abstract

Keterlibatan siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menjadi permasalahan, meskipun tuntutan akademik semakin meningkat. Goal orientation diduga berperan dalam keterlibatan belajar siswa, namun temuan penelitian sebelumnya belum menunjukkan hasil yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara goal orientation dengan student engagement pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 112 siswa kelas XII SMA 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Instrumen penelitian berupa skala goal orientation (α = 0,886) dan skala student engagement (α = 0,921) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara goal orientation dan student engagement (r = 0,212; p = 0,025). Namun, kekuatan hubungan berada pada kategori lemah dengan sumbangan efektif sebesar 4,4%. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki goal orientation pada kategori sedang (79,5%), sedangkan student engagement didominasi oleh kategori tinggi (66,07%). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa dengan tujuan belajar yang lebih jelas cenderung menunjukkan keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa goal orientation merupakan salah satu faktor internal yang berkontribusi terhadap student engagement, meskipun masih terdapat faktor lain yang memengaruhinya.
Cyberloafing dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tingkat Akhir melalui Problem Focused Coping sebagai Mediator Azahra, Aurani Nurika; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran problem focused coping (PFC) sebagai mediator dalam hubungan antara cyberloafing dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami tekanan akademik, terutama dalam proses penyelesaian tugas akhir, sehingga perilaku penggunaan internet non-akademik seperti cyberloafing berpotensi memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan model mediasi. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya sebanyak 549.342 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 200 mahasiswa yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen, yaitu skala kesejahteraan psikologis, skala cyberloafing, dan skala problem focused coping. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS for Windows versi 26 dan JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing berhubungan negatif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (p = 0.001) dengan koefisien sebesar −0,5555, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi cyberloafing, semakin rendah kesejahteraan psikologis mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa problem focused coping berperan sebagai mediator secara signifikan, dengan nilai Indirect Effect sebesar −0,0314 dan p value sebesar 0,019 (p < 0,05), serta sumbangsih sebesar 5,36% dari total effect. Temuan ini menunjukkan bahwa mediasi yang terjadi bersifat parsial, sehingga pengaruh langsung cyberloafing terhadap kesejahteraan psikologis tetap lebih dominan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang relevan serta menggunakan teknik sampling yang lebih representatif.
Co-Authors Abd. Syakur Aini, Dwi Fitria Aisha, Elvira Nur Alivan, Abil Nur Alvano, Otniel Giovany Amel, Zayna Faisa Ananta, Aliffia Andik Matulessy Andik Matulessy Andik Matulessy Azahra, Aurani Nurika Beige, Eka Putri Marina Belia Putri Santoso Bintang Lestyasari Cahyati, Ma'rifatullillah Destiana Darmawan, Kevin Devia Putri Isnaini Dian Listiyana Sari Eko April Ariyanto, Eko April Emillia Wulan Novita Eva, Nur Fadhila, Kensila Anindya Fahmy Ferdiyanto Faiz Wahyu Mirza Muhatta Faradis, Tazkiyah Firdaus, Noviana Firdiansyah, Dohan Forexa, Alfaridzi Widya Fuad Fadil Hanurawan, Fattah Hendiaka, Reihan Firjatullah Putra Herlan Pratikto Herlan Pratikto Hetti Rahmawati I Gusti Ayu Agung Noviekayati I Kadek Suandika IGAA Noviekayati IGAA Noviekayati Imami, Alief Nur Imanuelsa, Happy Angel Isrida Yul Arifiana Karolin Rista Karolin Rista Kusnadi, Hajidah Fildzahun Nadhilah Lie, Isaac M. Rio Majesty, Jonitha Maukh, Betania Denisa Noveli Melati, Inka Sukma Muchtar, Andi Reinsky Muhammad Nur Firmansyah Nabila Laila Natanael Luis Samudra Navulani, Intan Nilam Puspasari, Dinda Nizar, Muchammad Alvan Nofriansyah, Muh. Fauzan Nurmala, Vina Rizka Oktorika, Nurliyana Permata, Rezha Anugrah Pradana, Bagus Cahyo Shah Adhi Praktikto, Herlan Pratitis, Nindia Putra, Adik Putra, Mohammad Ilham Arief Putri, Adelia Elsiana Qonita Gina Berliana Qudriyah, Siti Khabibatul Rachmawati, Aliyah Rakib, Mohammad Indra Ramadanti, Astria Ramadhani, Chelcadiva Ramadhani, Sevila Putri Ramadhanti, Fadillah Lintang Rista, Karolin Rozydendi Almelio Safira, Cintya Ma’alis Santi Istiara Dewi Sela Meiliani Selyo Febrio Xavier Sidiq, Adam Ariefa Syuhud, Mohammad Haris Uswidatul Laili Wardani, Ari Fanti Widyanti, Nyoman