Claim Missing Document
Check
Articles

Cyberslacking di kalangan pelajar: Bagaimana peran stres dan boredom? Safira, Cintya Ma’alis; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fact that the internet is used for non-academic activities during learning sessions indicates a shift in students’ study behaviour. Cyberslacking, defined as the use of digital technology for personal purposes during learning, is one such behaviour. The purpose of this study is to examine how academic stress and boredom influence cyberslacking among upper secondary school students. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample was determined through purposive sampling, comprising 167 Year 11 students selected based on the school’s considerations. Instruments included a boredom scale, an academic stress scale, and a cyberslacking scale, all grounded in psychological theory and tested for validity. Multiple linear regression was applied to analyse the data. The findings reveal that both academic stress and boredom affect cyberslacking; however, only academic stress exerts a statistically significant impact. This suggests that academic stress is the primary driver prompting students to disengage from learning via the internet. Schools are encouraged to devise strategies to manage stress and adopt more engaging teaching approaches to curb such behaviour. Fakta bahwa internet digunakan untuk aktivitas non-akademik selama proses pembelajaran memperlihatkan bahwa perilaku belajar siswa berubah. Cyberslacking, yang berarti memakai teknologi digital untuk keperluan pribadi saat belajar, ialah salah satu bentuk perilaku tersebut. Tujuan penelitiannya guna menganalisa bagaimana stres akademik dan kebosanan memengaruhi perilaku cyberslacking siswa di Sekolah Menengah Atas. Studi ini memakai metodologi kuantitatif dengan desain korelasional. Penentuan sampelnya memakai purposive sampling, subjek penelitian terdiri dari 167 siswa kelas XI yang dipilih berdasar kepada pertimbangan sekolah. Alat yang digunakan termasuk skala kebosanan, skala stres akademik, dan skala cyberslacking, yang didasarkan pada teori psikologi dan telah diuji validitasnya. Regresi linier berganda digunakan guna menganalisa datanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa stres akademik dan kebosanan berdampak pada cyberslacking. Namun, hanya tekanan akademik yang terbukti memiliki dampak yang signifikan. Hasilnya memperlihatkan bahwa stres akademik ialah faktor utama yang mendorong siswa untuk menghindari internet. Sekolah harus membuat strategi untuk mengendalikan stres dan memakai pendekatan pembelajaran yang lebih menarik untuk menghentikan perilaku ini.
COGNITIVE FLEXIBILITY DAN PROBLEM-FOCUSED COPING: KUNCI MENGATASI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMP Nilam Puspasari, Dinda; Suhadianto, Suhadianto; Matulessy, Andik
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6745

Abstract

This study aims to analyse the role of Cognitive Flexibility and Problem-Focused Coping in relation to academic procrastination among junior high school students. Academic procrastination has often been associated with self-regulation, yet most studies have examined psychological factors separately. The simultaneous relationship between Cognitive Flexibility and Problem-Focused Coping remains underexplored, particularly among junior high school students in Indonesia. A quantitative correlational design was employed, involving 151 students from SMP Negeri 22 Surabaya selected through purposive sampling. Likert-scale questionnaires were used to measure the three main variables. Multiple linear regression analysis revealed that Cognitive Flexibility and Problem-Focused Coping jointly predicted academic procrastination significantly (F = 86.650; p < 0.001; R² = 0.539). Partially, Cognitive Flexibility showed a significant negative effect (B = -0.250; t = -2.313; p = 0.022), while Problem-Focused Coping demonstrated a stronger predictive contribution (B = -0.696; t = -6.763; p < 0.001).The theoretical contribution of this study lies in strengthening self-regulation models and highlighting the role of executive functions in adolescents’ academic behaviour, emphasizing that Cognitive Flexibility and adaptive coping strategies complement each other in reducing procrastination. The practical implication is that school-based interventions should prioritize active coping training, time management, and problem-solving skills. These findings can serve as the basis for psychological assistance and academic counselling programs to reduce procrastination tendencies among junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Cognitive Flexibility dan Problem-Focused Coping terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP. Prokrastinasi akademik telah banyak dikaitkan dengan regulasi diri, tetapi sebagian besar penelitian hanya menyoroti salah satu faktor psikologis secara terpisah. Hubungan simultan antara Fleksibilitas Kognitif dan strategi coping berorientasi masalah masih jarang diteliti, khususnya pada populasi siswa SMP di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 151 siswa SMP Negeri 22 Surabaya yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa skala Likert digunakan untuk mengukur ketiga variabel utama. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa Cognitive Flexibility dan Problem-Focused Coping secara simultan signifikan memprediksi prokrastinasi akademik (F = 86,650; p < 0,001; R² = 0,539). Secara parsial, Cognitive Flexibility berpengaruh negatif signifikan (B = -0,250; t = -2,313; p = 0,022), sementara Problem-Focused Coping memiliki kontribusi prediktif lebih besar (B = -0,696; t = -6,763; p < 0,001). Kontribusi teoretis penelitian ini adalah penguatan model regulasi diri dan fungsi eksekutif dalam perilaku akademik remaja, dengan menegaskan bahwa Fleksibilitas Kognitif dan strategi koping adaptif saling melengkapi dalam menekan prokrastinasi. Implikasi praktis penelitian ini menekankan perlunya intervensi berbasis sekolah yang berfokus pada pelatihan coping aktif, manajemen waktu, dan keterampilan pemecahan masalah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar program pendampingan psikologis dan konseling akademik untuk mengurangi kecenderungan prokrastinasi siswa SMP.
Body Dissatisfaction Pada Wanita Masa Emerging Adulthood: Bagaimana Peranan Social Comparison dan Perfeksionisme Ananta, Aliffia; Suhadianto, Suhadianto
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8853

Abstract

Women in emerging adulthood experience a variety of physical and psychological changes and developmental tasks. The existence of various exposures to the mass media, environment, and family makes women compare themselves with others and socially. Doing social comparisons and perfectionism has the risk of making individuals experience body dissatisfaction. This study aims to determine the relationship between social comparison and perfectionism with body dissatisfaction. The participants of this study were 350 women in emerging adulthood who were taken using Conveniance Sampling. This research instrument was adapted from the Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0.909), Frost Multidimensional Perfectionism Scale (α=0.857), and body dissatisfaction scale (α=0.911) compiled by researchers based on the theory of Rosen & Reiter (1995). The data analysis technique in this study used multiple regression with the JASP program. Simultaneously, social comparison and perfectionism had a very significant directional correlation with body dissatisfaction (F=56,412; p<0.01). The effective contribution of the two variables is 24.5%. Partially, there is a very significant negative correlation between social comparison and body dissatisfaction (t=-6.097; p<0.01) and a very significant positive correlation between perfectionism and body dissatisfaction (t=6.782; p<0.01).Wanita pada masa emerging adulthood mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis serta tugas perkembangan. Adanya berbagai paparan dengan media masa, lingkungan, dan keluarga membuat wanita membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain dan secara sosial. Melakukan perbandingan sosial dan perfeksionisme memiliki resiko membuat individu mengalami body dissatisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dan perfeksionisme dengan body dissatisfaction. Partisipan penelitian ini adalah 350 wanita pada masa emerging adulthood diambil menggunakan Conveniance Sampling. Instrumen penelitian ini mengadaptasi dari skala the Lowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0,909), Frost Multidimensional Perfectionism Scale (α=0,857), dan skala body dissatisfaction (α=0,911) yang disusun peneliti berdasarkan teori Rosen & Reiter (1995). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi ganda dengan program JASP. Secara simultan social comparison dan perfeksionisme memiliki hubungan berarah yang sangat signifikan dengan body dissatisfaction (F=56,412; p<0,01). Sumbangan efektif kedua variabel adalah 24,5%. Secara parsial dapat diketahui ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara social comparison dengan body dissatisfaction (t=-6,097; p<0,01) dan hubungan positif yang sangat signifikan antara Perfeksionisme dengan body dissatisfaction (t=6,782; p<0,01).
Body Dissatisfaction Among Adolescents Receiving Health Services at Payaman Community Health Center Aini, Dwi Fitria; Suhadianto
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 4 (2025): Vol. 4 No. 4 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i4.936

Abstract

The phenomenon of body dissatisfaction has increasingly appeared among adolescents, especially in the era of social media that emphasizes certain beauty standards. This study aims to understand the psychological dynamics of body dissatisfaction in an adolescent receiving health services at Payaman Community Health Center and to describe effective psychological interventions to help the client overcome this issue. The research employed a qualitative single-case study approach, with data collected through interviews, observations, and psychological assessments, including graphic tests (HTP and DAP) and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). The assessment results indicated recurring negative thought patterns regarding body image, feelings of inferiority, and a tendency toward social withdrawal. The intervention was conducted using a Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach, through stages of identifying negative thoughts, cognitive restructuring, developing positive self-talk, and implementing more adaptive behaviors. The intervention results showed increased self-awareness and more realistic thinking patterns. The client began to distinguish between facts and assumptions, develop positive alternative thoughts, and demonstrated improvements in self-confidence and self-acceptance. This study concludes that CBT-based interventions are effective in reducing body dissatisfaction among adolescents, particularly when accompanied by social and family support.
Peran Kebesyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Rumah Tangga yang Bekerja di Sektor Formal Maukh, Betania Denisa Noveli; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif pada ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal. Kesejahteraan subjektif dipahami sebagai evaluasi individu terhadap kualitas hidup yang mencakup kepuasan hidup serta keseimbangan antara emosi positif dan emosi negatif, sedangkan kebersyukuran dimaknai sebagai sikap apresiatif individu terhadap pengalaman hidup yang dialami. Ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal dihadapkan pada tuntutan peran ganda, yaitu tanggung jawab pekerjaan yang terstruktur dan regulatif serta kewajiban domestik, sehingga keberadaan sumber daya psikologis internal menjadi penting untuk menjaga kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 127 ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal di Indonesia, yang diperoleh melalui teknik insidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kebersyukuran dan skala kesejahteraan subjektif yang disusun untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s Rho karena data penelitian tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif (r = 0,604; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki individu, semakin tinggi pula kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kebersyukuran memberikan sumbangan efektif sebesar 36,4% terhadap kesejahteraan subjektif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kebersyukuran berperan sebagai sumber daya psikologis internal yang penting dalam membantu ibu rumah tangga pekerja sektor formal mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan subjektif di tengah tuntutan peran ganda yang dihadapi.
Grit dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas di surabaya Tabalena, Nataniel Wellem; Suhadianto; Pratikto, Herlan
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between grit and academic resilience in high school students in Surabaya. The problem in this study focuses on the extent to which students' perseverance and consistency (grit) affect their ability to bounce back from academic pressure (academic resilience). This study uses a quantitative approach with a correlational design. The participant selection technique used is incidental sampling or accidental sampling with a total of 290 high school students from various regions in Surabaya. The research instruments consist of a Grit scale and an Academic Resilience scale. The assumption test results show that the data is not normally distributed, so data analysis is performed using Spearman's Rho correlation technique. Based on the analysis results, a correlation value of r = 0.542 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05) was obtained, indicating a positive and highly significant relationship between Grit and academic resilience. The effective contribution of Grit to academic resilience was 29%. This means that the higher the perseverance and consistency of students, the higher their ability to cope with academic pressure. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Grit dengan resiliensi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada sejauh mana ketekunan dan konsistensi siswa (Grit) berpengaruh terhadap kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan akademik (resiliensi akademik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan partisipan yang digunakan adalah insidental sampling atau accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 290 siswa SMA dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas skala Grit serta skala Resiliensi Akademik. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai korelasi sebesar r = 0,542 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara Grit dan resiliensi akademik. Sumbangan efektif yang diberikan Grit terhadap resiliensi akademik sebesar 29%. Artinya, semakin tinggi ketekunan dan konsistensi siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan menghadapi tekanan akademik.
Efektivitas Pendekatan Kognitif Perilaku dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Meningkatkan Penyesuaian Diri Remaja Qonita Gina Berliana; Suhadianto Suhadianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hambatan penyesuaian sosial pada seorang remaja serta mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis kognitif-perilaku dalam meningkatkan kemampuan adaptasi sosialnya. Klien, seorang remaja berusia 18 tahun, menunjukkan kesulitan dalam menjalin relasi, kecemasan sosial, rasa rendah diri, dan perilaku menarik diri yang berkaitan dengan pengalaman perundungan dan minimnya paparan sosial selama homeschooling. Hambatan ini sejalan dengan karakteristik penyesuaian sosial yang dikemukakan Schneiders. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika kognitif, emosional, dan perilaku klien yang memengaruhi proses adaptasinya di lingkungan sekolah. Metode penelitian. Pendekatan studi kasus dengan asesmen multi-metode melalui wawancara, observasi, tes kognitif WAIS, tes proyektif (DAP, BAUM, HTP, SSCT), serta Skala Penyesuaian Sosial Remaja. Intervensi dirancang menggunakan pendekatan kognitif-perilaku dengan teknik restrukturisasi kognitif dan latihan keterampilan sosial. Delapan sesi intervensi dilaksanakan selama Maret–Mei 2025, mencakup identifikasi pikiran otomatis, modifikasi pola pikir disfungsional, psikoedukasi hubungan pikiran-emosi-perilaku, perencanaan perilaku adaptif, dan evaluasi strategi koping. Hasil. Adanya perkembangan awal berupa peningkatan pemahaman klien terhadap pola pikir negatifnya, kemampuan menerapkan pikiran alternatif yang lebih adaptif, serta peningkatan keberanian dalam memulai interaksi sederhana. Namun, hambatan masih muncul berupa kegugupan, ketidakkonsistenan praktik di luar sesi, dan keterbatasan keterampilan sosial dalam situasi sosial yang lebih kompleks. Kesimpulan. Intervensi kognitif-perilaku terbukti membantu klien mencapai perubahan awal dalam penyesuaian sosial, meskipun diperlukan intervensi lanjutan. Fokus penguatan keterampilan sosial, pelatihan regulasi emosi, serta monitoring jangka panjang diperlukan agar perubahan positif dapat berkembang secara konsisten dan berkelanjutan.
Goal Orientation dan Student Engagement pada Siswa Sekolah Menengah Atas Widyanti, Nyoman; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6007

Abstract

Keterlibatan siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menjadi permasalahan, meskipun tuntutan akademik semakin meningkat. Goal orientation diduga berperan dalam keterlibatan belajar siswa, namun temuan penelitian sebelumnya belum menunjukkan hasil yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara goal orientation dengan student engagement pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 112 siswa kelas XII SMA 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Instrumen penelitian berupa skala goal orientation (α = 0,886) dan skala student engagement (α = 0,921) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara goal orientation dan student engagement (r = 0,212; p = 0,025). Namun, kekuatan hubungan berada pada kategori lemah dengan sumbangan efektif sebesar 4,4%. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki goal orientation pada kategori sedang (79,5%), sedangkan student engagement didominasi oleh kategori tinggi (66,07%). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa dengan tujuan belajar yang lebih jelas cenderung menunjukkan keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa goal orientation merupakan salah satu faktor internal yang berkontribusi terhadap student engagement, meskipun masih terdapat faktor lain yang memengaruhinya.
Cyberloafing dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tingkat Akhir melalui Problem Focused Coping sebagai Mediator Azahra, Aurani Nurika; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran problem focused coping (PFC) sebagai mediator dalam hubungan antara cyberloafing dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami tekanan akademik, terutama dalam proses penyelesaian tugas akhir, sehingga perilaku penggunaan internet non-akademik seperti cyberloafing berpotensi memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan model mediasi. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya sebanyak 549.342 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 200 mahasiswa yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen, yaitu skala kesejahteraan psikologis, skala cyberloafing, dan skala problem focused coping. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS for Windows versi 26 dan JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing berhubungan negatif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (p = 0.001) dengan koefisien sebesar −0,5555, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi cyberloafing, semakin rendah kesejahteraan psikologis mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa problem focused coping berperan sebagai mediator secara signifikan, dengan nilai Indirect Effect sebesar −0,0314 dan p value sebesar 0,019 (p < 0,05), serta sumbangsih sebesar 5,36% dari total effect. Temuan ini menunjukkan bahwa mediasi yang terjadi bersifat parsial, sehingga pengaruh langsung cyberloafing terhadap kesejahteraan psikologis tetap lebih dominan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang relevan serta menggunakan teknik sampling yang lebih representatif.
Hubungan Antara Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa yang Bekerja I Kadek Suandika; Andik Matulessy; Suhadianto, Suhadianto
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 4 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v2i4.1585

Abstract

Mahasiswa yang berperan ganda sebagai pekerja dan pelajar sering menghadapi tekanan dari tuntutan akademik sekaligus pekerjaan, sehingga memerlukan resiliensi akademik untuk dapat menyesuaikan diri, bertahan, dan tetap produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efikasi diri dan dukungan sosial berkaitan dengan resiliensi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling, melibatkan 110 partisipan yang bekerja dan berdomisili di Surabaya. Hasil analisis simultan mengungkapkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap resiliensi akademik (p < 0,05). Selain itu, efikasi diri maupun dukungan sosial secara individual menunjukkan hubungan positif dengan resiliensi akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran faktor internal dan eksternal dalam mendukung resiliensi akademik mahasiswa yang bekerja, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan dan penguatan psikologis.