Claim Missing Document
Check
Articles

COGNITIVE FLEXIBILITY DAN PROBLEM-FOCUSED COPING: KUNCI MENGATASI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMP Nilam Puspasari, Dinda; Suhadianto, Suhadianto; Matulessy, Andik
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6745

Abstract

This study aims to analyse the role of Cognitive Flexibility and Problem-Focused Coping in relation to academic procrastination among junior high school students. Academic procrastination has often been associated with self-regulation, yet most studies have examined psychological factors separately. The simultaneous relationship between Cognitive Flexibility and Problem-Focused Coping remains underexplored, particularly among junior high school students in Indonesia. A quantitative correlational design was employed, involving 151 students from SMP Negeri 22 Surabaya selected through purposive sampling. Likert-scale questionnaires were used to measure the three main variables. Multiple linear regression analysis revealed that Cognitive Flexibility and Problem-Focused Coping jointly predicted academic procrastination significantly (F = 86.650; p < 0.001; R² = 0.539). Partially, Cognitive Flexibility showed a significant negative effect (B = -0.250; t = -2.313; p = 0.022), while Problem-Focused Coping demonstrated a stronger predictive contribution (B = -0.696; t = -6.763; p < 0.001).The theoretical contribution of this study lies in strengthening self-regulation models and highlighting the role of executive functions in adolescents’ academic behaviour, emphasizing that Cognitive Flexibility and adaptive coping strategies complement each other in reducing procrastination. The practical implication is that school-based interventions should prioritize active coping training, time management, and problem-solving skills. These findings can serve as the basis for psychological assistance and academic counselling programs to reduce procrastination tendencies among junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Cognitive Flexibility dan Problem-Focused Coping terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP. Prokrastinasi akademik telah banyak dikaitkan dengan regulasi diri, tetapi sebagian besar penelitian hanya menyoroti salah satu faktor psikologis secara terpisah. Hubungan simultan antara Fleksibilitas Kognitif dan strategi coping berorientasi masalah masih jarang diteliti, khususnya pada populasi siswa SMP di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 151 siswa SMP Negeri 22 Surabaya yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa skala Likert digunakan untuk mengukur ketiga variabel utama. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa Cognitive Flexibility dan Problem-Focused Coping secara simultan signifikan memprediksi prokrastinasi akademik (F = 86,650; p < 0,001; R² = 0,539). Secara parsial, Cognitive Flexibility berpengaruh negatif signifikan (B = -0,250; t = -2,313; p = 0,022), sementara Problem-Focused Coping memiliki kontribusi prediktif lebih besar (B = -0,696; t = -6,763; p < 0,001). Kontribusi teoretis penelitian ini adalah penguatan model regulasi diri dan fungsi eksekutif dalam perilaku akademik remaja, dengan menegaskan bahwa Fleksibilitas Kognitif dan strategi koping adaptif saling melengkapi dalam menekan prokrastinasi. Implikasi praktis penelitian ini menekankan perlunya intervensi berbasis sekolah yang berfokus pada pelatihan coping aktif, manajemen waktu, dan keterampilan pemecahan masalah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar program pendampingan psikologis dan konseling akademik untuk mengurangi kecenderungan prokrastinasi siswa SMP.
Body Dissatisfaction Pada Wanita Masa Emerging Adulthood: Bagaimana Peranan Social Comparison dan Perfeksionisme Ananta, Aliffia; Suhadianto, Suhadianto
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8853

Abstract

Women in emerging adulthood experience a variety of physical and psychological changes and developmental tasks. The existence of various exposures to the mass media, environment, and family makes women compare themselves with others and socially. Doing social comparisons and perfectionism has the risk of making individuals experience body dissatisfaction. This study aims to determine the relationship between social comparison and perfectionism with body dissatisfaction. The participants of this study were 350 women in emerging adulthood who were taken using Conveniance Sampling. This research instrument was adapted from the Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0.909), Frost Multidimensional Perfectionism Scale (α=0.857), and body dissatisfaction scale (α=0.911) compiled by researchers based on the theory of Rosen & Reiter (1995). The data analysis technique in this study used multiple regression with the JASP program. Simultaneously, social comparison and perfectionism had a very significant directional correlation with body dissatisfaction (F=56,412; p<0.01). The effective contribution of the two variables is 24.5%. Partially, there is a very significant negative correlation between social comparison and body dissatisfaction (t=-6.097; p<0.01) and a very significant positive correlation between perfectionism and body dissatisfaction (t=6.782; p<0.01).Wanita pada masa emerging adulthood mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis serta tugas perkembangan. Adanya berbagai paparan dengan media masa, lingkungan, dan keluarga membuat wanita membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain dan secara sosial. Melakukan perbandingan sosial dan perfeksionisme memiliki resiko membuat individu mengalami body dissatisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dan perfeksionisme dengan body dissatisfaction. Partisipan penelitian ini adalah 350 wanita pada masa emerging adulthood diambil menggunakan Conveniance Sampling. Instrumen penelitian ini mengadaptasi dari skala the Lowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0,909), Frost Multidimensional Perfectionism Scale (α=0,857), dan skala body dissatisfaction (α=0,911) yang disusun peneliti berdasarkan teori Rosen & Reiter (1995). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi ganda dengan program JASP. Secara simultan social comparison dan perfeksionisme memiliki hubungan berarah yang sangat signifikan dengan body dissatisfaction (F=56,412; p<0,01). Sumbangan efektif kedua variabel adalah 24,5%. Secara parsial dapat diketahui ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara social comparison dengan body dissatisfaction (t=-6,097; p<0,01) dan hubungan positif yang sangat signifikan antara Perfeksionisme dengan body dissatisfaction (t=6,782; p<0,01).
Body Dissatisfaction Among Adolescents Receiving Health Services at Payaman Community Health Center Aini, Dwi Fitria; Suhadianto
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 4 (2025): Vol. 4 No. 4 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i4.936

Abstract

The phenomenon of body dissatisfaction has increasingly appeared among adolescents, especially in the era of social media that emphasizes certain beauty standards. This study aims to understand the psychological dynamics of body dissatisfaction in an adolescent receiving health services at Payaman Community Health Center and to describe effective psychological interventions to help the client overcome this issue. The research employed a qualitative single-case study approach, with data collected through interviews, observations, and psychological assessments, including graphic tests (HTP and DAP) and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). The assessment results indicated recurring negative thought patterns regarding body image, feelings of inferiority, and a tendency toward social withdrawal. The intervention was conducted using a Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach, through stages of identifying negative thoughts, cognitive restructuring, developing positive self-talk, and implementing more adaptive behaviors. The intervention results showed increased self-awareness and more realistic thinking patterns. The client began to distinguish between facts and assumptions, develop positive alternative thoughts, and demonstrated improvements in self-confidence and self-acceptance. This study concludes that CBT-based interventions are effective in reducing body dissatisfaction among adolescents, particularly when accompanied by social and family support.
Peran Kebesyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Rumah Tangga yang Bekerja di Sektor Formal Maukh, Betania Denisa Noveli; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif pada ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal. Kesejahteraan subjektif dipahami sebagai evaluasi individu terhadap kualitas hidup yang mencakup kepuasan hidup serta keseimbangan antara emosi positif dan emosi negatif, sedangkan kebersyukuran dimaknai sebagai sikap apresiatif individu terhadap pengalaman hidup yang dialami. Ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal dihadapkan pada tuntutan peran ganda, yaitu tanggung jawab pekerjaan yang terstruktur dan regulatif serta kewajiban domestik, sehingga keberadaan sumber daya psikologis internal menjadi penting untuk menjaga kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 127 ibu rumah tangga yang bekerja di sektor formal di Indonesia, yang diperoleh melalui teknik insidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kebersyukuran dan skala kesejahteraan subjektif yang disusun untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s Rho karena data penelitian tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebersyukuran dan kesejahteraan subjektif (r = 0,604; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki individu, semakin tinggi pula kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kebersyukuran memberikan sumbangan efektif sebesar 36,4% terhadap kesejahteraan subjektif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kebersyukuran berperan sebagai sumber daya psikologis internal yang penting dalam membantu ibu rumah tangga pekerja sektor formal mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan subjektif di tengah tuntutan peran ganda yang dihadapi.
Grit dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas di surabaya Tabalena, Nataniel Wellem; Suhadianto; Pratikto, Herlan
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between grit and academic resilience in high school students in Surabaya. The problem in this study focuses on the extent to which students' perseverance and consistency (grit) affect their ability to bounce back from academic pressure (academic resilience). This study uses a quantitative approach with a correlational design. The participant selection technique used is incidental sampling or accidental sampling with a total of 290 high school students from various regions in Surabaya. The research instruments consist of a Grit scale and an Academic Resilience scale. The assumption test results show that the data is not normally distributed, so data analysis is performed using Spearman's Rho correlation technique. Based on the analysis results, a correlation value of r = 0.542 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05) was obtained, indicating a positive and highly significant relationship between Grit and academic resilience. The effective contribution of Grit to academic resilience was 29%. This means that the higher the perseverance and consistency of students, the higher their ability to cope with academic pressure. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Grit dengan resiliensi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada sejauh mana ketekunan dan konsistensi siswa (Grit) berpengaruh terhadap kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan akademik (resiliensi akademik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan partisipan yang digunakan adalah insidental sampling atau accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 290 siswa SMA dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas skala Grit serta skala Resiliensi Akademik. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai korelasi sebesar r = 0,542 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara Grit dan resiliensi akademik. Sumbangan efektif yang diberikan Grit terhadap resiliensi akademik sebesar 29%. Artinya, semakin tinggi ketekunan dan konsistensi siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan menghadapi tekanan akademik.
Efektivitas Pendekatan Kognitif Perilaku dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Meningkatkan Penyesuaian Diri Remaja Qonita Gina Berliana; Suhadianto Suhadianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hambatan penyesuaian sosial pada seorang remaja serta mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis kognitif-perilaku dalam meningkatkan kemampuan adaptasi sosialnya. Klien, seorang remaja berusia 18 tahun, menunjukkan kesulitan dalam menjalin relasi, kecemasan sosial, rasa rendah diri, dan perilaku menarik diri yang berkaitan dengan pengalaman perundungan dan minimnya paparan sosial selama homeschooling. Hambatan ini sejalan dengan karakteristik penyesuaian sosial yang dikemukakan Schneiders. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika kognitif, emosional, dan perilaku klien yang memengaruhi proses adaptasinya di lingkungan sekolah. Metode penelitian. Pendekatan studi kasus dengan asesmen multi-metode melalui wawancara, observasi, tes kognitif WAIS, tes proyektif (DAP, BAUM, HTP, SSCT), serta Skala Penyesuaian Sosial Remaja. Intervensi dirancang menggunakan pendekatan kognitif-perilaku dengan teknik restrukturisasi kognitif dan latihan keterampilan sosial. Delapan sesi intervensi dilaksanakan selama Maret–Mei 2025, mencakup identifikasi pikiran otomatis, modifikasi pola pikir disfungsional, psikoedukasi hubungan pikiran-emosi-perilaku, perencanaan perilaku adaptif, dan evaluasi strategi koping. Hasil. Adanya perkembangan awal berupa peningkatan pemahaman klien terhadap pola pikir negatifnya, kemampuan menerapkan pikiran alternatif yang lebih adaptif, serta peningkatan keberanian dalam memulai interaksi sederhana. Namun, hambatan masih muncul berupa kegugupan, ketidakkonsistenan praktik di luar sesi, dan keterbatasan keterampilan sosial dalam situasi sosial yang lebih kompleks. Kesimpulan. Intervensi kognitif-perilaku terbukti membantu klien mencapai perubahan awal dalam penyesuaian sosial, meskipun diperlukan intervensi lanjutan. Fokus penguatan keterampilan sosial, pelatihan regulasi emosi, serta monitoring jangka panjang diperlukan agar perubahan positif dapat berkembang secara konsisten dan berkelanjutan.
Hubungan Antara Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa yang Bekerja I Kadek Suandika; Andik Matulessy; Suhadianto, Suhadianto
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 4 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v2i4.1585

Abstract

Mahasiswa yang berperan ganda sebagai pekerja dan pelajar sering menghadapi tekanan dari tuntutan akademik sekaligus pekerjaan, sehingga memerlukan resiliensi akademik untuk dapat menyesuaikan diri, bertahan, dan tetap produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efikasi diri dan dukungan sosial berkaitan dengan resiliensi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling, melibatkan 110 partisipan yang bekerja dan berdomisili di Surabaya. Hasil analisis simultan mengungkapkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap resiliensi akademik (p < 0,05). Selain itu, efikasi diri maupun dukungan sosial secara individual menunjukkan hubungan positif dengan resiliensi akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran faktor internal dan eksternal dalam mendukung resiliensi akademik mahasiswa yang bekerja, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan dan penguatan psikologis.
Efektivitas Psikoedukasi Berbasis Komunitas untuk Menurunkan Intensitas Penggunaan Gadget dan Internet Pada Anak Clarista Agustina Milo Weo; Suhadianto
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1589

Abstract

Kecanduan gadget di Kelurahan KTG, Kota Malang, merupakan isu krusial yang ditandai dengan munculnya gejala withdrawal berupa kemarahan dan kegelisahan saat akses internet terputus, serta penurunan kualitas interaksi sosial pada anak. Penelitian ini bermaksud untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis komunitas dalam menurunkan intensitas penggunaan gadget dan internet pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen (one-group pretest-posttest design) untuk melihat dampak intervensi pada kelompok sasaran. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 65 anak berusia 10–12 tahun yang teridentifikasi memiliki kecenderungan penggunaan gadget berlebihan. Instrumen pengukuran yang digunakan mencakup observasi, wawancara, serta kuesioner terstandar Internet Addiction Test (IAT) dan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). Teknik analisis data dilakukan melalui analisis statistik deskriptif dan komparatif untuk mengevaluasi perubahan tingkat kecanduan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya psikoedukasi yang mengintegrasikan pelatihan kontrol diri (self-control) bagi anak dan penyuluhan pola asuh bagi orang tua efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi serta pengendalian diri subjek. Meskipun perubahan perilaku permanen membutuhkan waktu yang lebih panjang, intervensi ini secara signifikan meningkatkan kesadaran partisipan dalam membatasi waktu penggunaan layar. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi pihak Kelurahan bersama lembaga masyarakat seperti PUSPAGA dan PKK untuk menyelenggarakan program pendampingan berkelanjutan guna memperkuat konsistensi pola asuh di tingkat mikrosistem keluarga.
Fanatisme dan Impulsive Buying Pembelian Merchandise pada Penggemar K-Pop NCT Dian Listiyana Sari; Herlan Pratikto; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Fanaticism towards brands, characters or products often drives impulsive buying, where purchasing decisions are driven more by emotions and social existence rather than rational needs. This behavior often aims to show loyalty, increase self-pride, or strengthen social identity, but risks causing financial problems and regret if uncontrolled. This research aims to determine the relationship between fanaticism and impulsive purchases of merchandise among NCT K-Pop fans (NCTzen). From 3,111 Instagram followers, 250 participants aged 18-30 years were taken using Issac's table. With a quantitative approach and product moment analysis using SPSS 16. The results of this research show a significant positive relationship between fanaticism and impulsive buying. As a result, the higher the level of fanaticism, the greater the likelihood of impulsive merchandise purchases.   Keywords: Impulsive buying, fanaticism, K-Pop, NCT, merchandise   Abstrak Fanatisme terhadap merek, tokoh, atau produk sering mendorong impulsive buying, di mana keputusan pembelian lebih didorong emosi dan keberadaan sosial daripada kebutuhan rasional. Perilaku ini sering bertujuan menunjukkan loyalitas, meningkatkan kebanggaan diri, atau memperkuat identitas sosial, namun berisiko menimbulkan masalah finansial dan penyesalan jika tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara fanatisme dengan pembelian impulsif merchandise pada penggemar K-Pop NCT (NCTzen). Dari 3.111 pengikut Instagram, diambil 250 partisipan berusia 18-30 tahun menggunakan tabel Issac. Dengan pendekatan kuantitatif dan analisis product moment menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan positif signifikan antara fanatisme dan pembelian impulsif. Hasilnya, semakin tinggi tingkat fanatisme, semakin besar kemungkinan pembelian merchandise secara impulsif.   Kata kunci: Impulsive buying, fanatisme, K-Pop, NCT, merchandise  
Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA: Peran Efikasi Diri dan Konformitas Teman Sebaya Uswidatul Laili; Suhadianto; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this study is to test the relationship between academic self-efficacy and peer conformity with academic procrastination among high school students. A quantitative approach with a correlational design was used. The participants were 305 students from a senior high school in Krian selected through stratified random sampling. The instruments applied concist of the academic self-efficacy scale, peer conformity scale, and academic procrastination scale. Multiple linear regression applied as data analysis. The results revealed a significant relationship between academic self-efficacy and peer conformity with academic procrastination. Academic self-efficacy showed a positive influence on procrastination, indicating that students with higher academic self-efficacy tend to delay academic tasks more frequently. Similarly, peer conformity also had a positive impact on academic procrastination. In conclusion, both variables contribute to procrastination behavior, highlighting the importance of increasing students' self-awareness and ability to manage social influence from their peers. Keywords: academic self-efficacy, peer conformity, academic procrastination, high school students, multiple linear regression Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengujii hubungan antara efikasi diri akademik dan konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik Siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 305 siswa SMA di Krian yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang diterapkan terdiri dari skala efikasi diri akademik, skala konformitas teman sebaya, dan skala prokrastinasi akademik. Regresi linier berganda diterapkan sebagai analisis data. temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri akademik dan konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik. Efikasi diri akademik berpengaruh positif terhadap prokrastinasi akademik, yang berarti semakin tinggi efikasi diri akademik siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk menunda tugas akademik. Selain itu, konformitas teman sebaya juga berpengaruh positif terhadap prokrastinasi akademik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kedua faktor tersebut berkontribusi terhadap perilaku menunda tugas, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran diri siswa dan kemampuan memilah pengaruh sosial dari lingkungan sekitarnya. Kata kunci: efikasi diri akademik, konformitas teman sebaya, prokrastinasi akademik, siswa SMA, regresi linear berganda
Co-Authors Abd. Syakur Aini, Dwi Fitria Aisha, Elvira Nur Aliffia Ananta Alivan, Abil Nur Alvano, Otniel Giovany Amel, Zayna Faisa Ananta, Aliffia Andik Matulessy Andik Matulessy Andik Matulessy Azahra, Aurani Nurika Beige, Eka Putri Marina Cahyati, Ma'rifatullillah Destiana Clarista Agustina Milo Weo Darmawan, Kevin Devia Putri Isnaini Dian Listiyana Sari Eko April Ariyanto, Eko April Emillia Wulan Novita Eva, Nur Fadhila, Kensila Anindya Fahmy Ferdiyanto Faiz Wahyu Mirza Muhatta Faradis, Tazkiyah Firdaus, Noviana Firdiansyah, Dohan Forexa, Alfaridzi Widya Hanurawan, Fattah Hendiaka, Reihan Firjatullah Putra Herlan Pratikto Herlan Pratikto Hetti Rahmawati I Gusti Ayu Agung Noviekayati I Kadek Suandika Igaa Noviekayati, Igaa Imami, Alief Nur Imanuelsa, Happy Angel Isrida Yul Arifiana Karolin Rista Karolin Rista Kusnadi, Hajidah Fildzahun Nadhilah Lie, Isaac Majesty, Jonitha Maukh, Betania Denisa Noveli Melati, Inka Sukma Muchtar, Andi Reinsky Muhammad Nur Firmansyah Nabila Laila Navulani, Intan Nilam Puspasari, Dinda Nizar, Muchammad Alvan Nofriansyah, Muh. Fauzan Nurmala, Vina Rizka Oktorika, Nurliyana Permata, Rezha Anugrah Pradana, Bagus Cahyo Shah Adhi Praktikto, Herlan Pratitis, Nindia Putra, Adik Putra, Mohammad Ilham Arief Putri, Adelia Elsiana Qonita Gina Berliana Qudriyah, Siti Khabibatul Rachmawati, Aliyah Rakib, Mohammad Indra Ramadanti, Astria Ramadhani, Chelcadiva Ramadhani, Sevila Putri Ramadhanti, Fadillah Lintang Rista, Karolin Safira, Cintya Ma’alis Sidiq, Adam Ariefa Syuhud, Mohammad Haris Tabalena, Nataniel Wellem Uswidatul Laili Wardani, Ari Fanti Widyanti, Nyoman Xavier, Selyo Febrio