Claim Missing Document
Check
Articles

Leisure Boredom dengan Kecenderungan Kecanduan Smartphone pada Mahasiswa Alivan, Abil Nur; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10570

Abstract

Kemajuan teknologi telah mengubah kehidupan masyarakat secara signifikan. Penggunaan smartphone telah meningkat, berbagai efek samping yang ditimbulkan karena penggunaan smartphone yang berlebihan pun telah muncul. Selain memberikan dampak positif, smartphone juga dapat memberikan dampak negatif, salah satunya menjadi cemas ketika jauh dari smartphone, salah satunya kecanduan smartphone. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan leisure boredom dengan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 417 mahasiswa yang merupakan mahasiswa aktif di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convience sampling. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 192 mahasiswa.
Stres akademik dan cyberslacking pada mahasiswa Rachmawati, Aliyah; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10713

Abstract

Cyberslacking banyak terjadi dalam dunia akademik, utamanya dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini berdampak pada perhatian yang teralihkan dari aktivitas pembelajaran di kelas, rendahnya nilai ujian, hingga penurunan motivasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara stres akademik dengan cyberslacking pada mahasiswa. Populasi berjumlah 2.593 yakni mahasiswa aktif semester gasal angkatan 2021 dari berbagai fakultas di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Partisipan berjumlah 374 yang direkrut melalui teknik quota sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara stres akademik dengan cyberslacking pada mahasiswa. Merujuk pada temuan penelitian ini, disarankan kepada Dosen agar dapat menggunakan metode pengajaran yang lebih menyenangkan. Disarankan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti pelatihan, penyegaran diri, yoga sebagai upaya pencegahan ataupun penanganan cyberslacking yang terjadi. Lebih jelas akan dibahas.
Peran filsafat ilmu dalam penelitian prokrastinasi akademik: Studi literatur review Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic procrastination is common among students in schools, undergraduate students, and even postgraduate students. The prevalence of academic procrastination at all levels of education is known to be very high, reported to be more than 70% to 80%. Until now, there have been many studies using various approaches carried out to find the right solution to reduce academic procrastination. This literature review study aims to obtain a comprehensive picture of the role of philosophy of science in academic procrastination research. This study is very important because not many have conducted this study before. Books and articles that are related to the research topic are searched through Google Scholar and Science Direct. Data analysis uses a hermeneutic approach to obtain themes that are relevant to the research topic. The results of the study show that the philosophy of science has a very important role in research on academic procrastination. Mastery of ontology, epistemology, and axiology is very necessary for researchers.
Retracted : Efikasi Diri dan Intensitas Media Sosial: Faktor Penentu Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas Permata, Rezha Anugrah; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel dengan judul Efikasi diri dan intensitas media sosial : faktor penentu prokrastinasi akademik siswa SMA telah dilakukan pencabutan dari Jiwa : Jurnal Psikologi Indonesia pada tautan daring https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jiwa/article/view/12499 , atas permintaan editor in chief. Alasan pencabutan karena kami menemukan artikel tersebut sudah terbit pada Sukma : Jurnal Psikologi Vol 2 no 5 pada tautan daring https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/12491
Stres Akademik pada Siswa Sekolah Menengah Atas: Bagaimana Peran Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial? Lie, Isaac; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12514

Abstract

Stres akademik adalah tekanan mental yang ditandai dengan rasa frustasi secara sadar atau tidak sadar yang berhubungan dengan kegagalan. Stres akademik juga dapat diartikan sebagai sebuah tekanan mental yang berhubungan dengan perasaan-perasaan frustasi yang diantisipasi terkait dengan kegagalan akademik atau bahkan kesadaran akan kemungkinan kegagalan tersebut. Survei dilakukan pada tanggal 17 September 2024 dan beberapa pertanyaan terbuka kepada kepala tata usaha sekolah untuk menanyakan bagaimana kondisi siswa-siswi yang berada di sekolah tersebut. Banyak menjawab pertanyaan seperti mengapa siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan seringkali kenapa siswa mengalami faktor akademik, seperti beban tugas, tuntutan lingkungan, tuntutan diri sendiri, dan faktor bingung dalam memilih jurusan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara regulasi emosi dan dukungan sosial dengan stress akademik pada siswa sekolah menengah atas. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Data partisipan siswa sekolah menengah atas “X” Surabaya sebanyak 233 siswa. Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa regulasi emosi tidak terdapat hubungan dengan stress akademik. Terdapat hubungan antara dukungan sosial yang dimiliki oleh siswa sekolah menengah atas “X” Surabaya termasuk dalam kategori tinggi, sehingga stress akademik juga semakin rendah. Dukungan sosial yang tinggi membantu memperbaiki reaksi seseorang terhadap sumber stres yang dihadapi. Kata Kunci : (Dukungan sosial, , regulasi emosi, stres akademik, siswa,)
Cyberslacking sebagai Respons terhadap Stres Akademik: Fenomena di Kalangan Mahasiswa Baru Firdiansyah, Dohan; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12565

Abstract

Mahasiswa baru sering menghadapi stres akademik saat memasuki perkuliahan, yang dapat mendorong perilaku cyberslacking, yaitu penggunaan internet untuk kegiatan non-akademik selama pembelajaran. Perilaku ini berdampak pada terganggunya konsentrasi belajar, pemahaman materi, kesulitan mengulang materi, kecanduan smartphone, penurunan motivasi belajar, nilai ujian, dan kualitas akreditasi institusi. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara stres akademik dan cyberslacking pada 341 mahasiswa baru angkatan 2024 dari berbakai Universitas di kota Surabaya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengambilan data dilakukan dengan skala stres akademik dan skala cyberslacking. Hasil analisis Spearman rho menunjukkan hubungan positif signifikan (r = 0,513; p < 0,05), yang berarti semakin tinggi stres akademik, semakin tinggi perilaku cyberslacking, dan sebaliknya.
Kecemasan Akademik pada Mahasiswa yang Berorganisasi: Bagaimana Peranan Konsep Diri Akademik? Sidiq, Adam Ariefa; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12573

Abstract

Pada era sekarang, tuntutan akademik terhadap mahasiswa semakin meningkat. Mahasiswa kini tidak selalu diharapkan berprestasi pada bidang akademik saja, tapi juga memiliki keterampilan tambahan yang bisa didapatkan melalui keterlibatan dalam suatu organisasi kemahasiswaan. Namun pada kenyataannya mahasiswa kesulitan dalam menyeimbangkan kedua tuntutan tersebut yang akhirnya menyebabkan mahasiswa merasa cemas dan khawatir akan ekspektasi untuk bisa berprestasi di kedua bidang tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah termuat hubungan antara konsep diri akademik dengan kecemasan akademik. Sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa universitas 17 agustus 1945 Surabaya yang mengikuti organisasi dengan jumlah 260 orang.. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan korelasi Spearman rho dengan bantuan SPSS 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan negatif antara konsep diri akademik dengan kecemasan akademik pada mahasiswa universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang mengikuti organisasi.
Regulasi Diri Belajar dengan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Ramadanti, Astria; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12614

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan hal yang penting bagi siswa. Siswa yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik akan merasa sejahtera dan bahagia dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 260 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini melalui observarsi partisipan. Terdapat 2 skala yaitu skala regulasi diri belajar dan skala kesejahteraan psikologis. Arah hubungan regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis adalah positif yang artinya semakin tinggi regulasi diri belajar pada siswa maka semakin tinggi juga kesejahteraan psikologis. Maka dapat menjawab hipotesis dalam penelitian ini yaitu hipotesis diterima, yaitu ada hubungan positif antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama.
Regulasi Diri dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Mahasiswa Pengguna TikTok Cahyati, Ma'rifatullillah Destiana; Suhadianto, Suhadianto; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12630

Abstract

Abstract FOMO is the fear of losing social opportunities that is closely related to the use of the internet and social media, one of which is TikTok. Self-regulation is behavior or management of thoughts and behaviors based on oneself. This research aims to examine the relationship between self-regulation and fear of missing out (FoMO) in student users of TikTok. The sample from this research was 175 students who used TikTok aged 18-25 years in Surabaya. This research uses descriptive quantitative methods with correlational techniques. The instruments used consist of the FoMO scale with 16 items, and the self-regulation scale with 25 items which have been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the Spearman rho correlation test to evaluate the influence of the independent variable (self-regulation) on the dependent variable (fear of missing out) or FoMO. The results of the analysis show that self-regulation has a significant negative relationship with fear of missing out (p < 0.05). In other words, the higher the fear of missing out, the lower the self-regulation, and conversely, the lower the fear of missing out, the higher the level of self-regulation. Keywords: Fear of Missing Out, Self-Regulation, TikTok Abstrak FOMO adalah ketakutan kehilangan kesempatan sosial yang erat kaitannya dengan penggunaan internet dan sosial media, salah satunya TikTok. Regulasi diri adalah perilaku atau pengelolaan pikiran dan perilaku yang didasari oleh diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi diri dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa pengguna TikTok. Sample dari penelitian ini adalah mahasiswa pengguna TikTok di yang berusia 18-25 tahun di Surabaya yaitu 175 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik korelasional. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala FoMO dengan 16 item, dan skala regulasi diri 25 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman rho untuk mengevaluasi pengaruh variabel bebas (regulasi diri) terhadap variabel terikat (fear of missing out) atau FoMO. Hasil analisis menunjukkan bahwa regulasi diri memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap fear of missing out (p < 0,05). Dengan kata lain, semakin tinggi fear of missing out maka semakin rendah regulasi diri, dan sebaliknya semakin rendah fear of missing out maka semakin tinggi tingkat regulasi diri. Kata kunci: Fear of Missing Out, Regulasi Diri, TikTok
Memaafkan untuk Bahagia: Kunci Kesejahteraan Remaja Pasca Putus Cinta Navulani, Intan; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan subjective well-being pada remaja yang mengalami putus cinta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 200 remaja yang mengalami putus cinta di Sidoarjo, berusia 16-19 tahun. Cara pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Pwngambilan data penelitian ini menggunakan skala forgiveness dan subjective well-being. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala likert, metode untuk analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 27 For Windows. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien r = 0,743 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Forgiveness dengan Subjective Well-Being. Adanya korelasi positif yang artinya semakin tinggi forgiveness maka semakin tinggi pula subjective well-being tersebut. Kata kunci: Memaafkan, Kesejahteraan Subjektif, Putus Cinta, Remaja.