Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Health Reproductive

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG lumbantoruan, mestika; Wandra, dr.Toni; anita, surya
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study observer the factor related ton post partum haemorrhage in the General Hospital of Aceh Tamiang 2014. the study is observational analytic case-control study design, in which the group is compared with the control group based on the exposure status. The approach used is retrospective, the population is 81 the women who experienced post partum hemorrhage (cases) and 81 women who did not experienced post partum hemorrhage (controls) who gave birth at hospitals Aceh Tamiang dufing year June 2013 - June 2014, all of which are used as samples. The sample were 162 divided into is Analyzed  using univariate data  bivariate and multivariate analyzes. results of the research show that the variables which did not show a significant association (multivariate) with PPH in Aceh Tamiang Hospital in 2014 (p> 0.05) are parity and spacing of pregnancy. Variables that shows significant association (multivariate) with PPH in Aceh Tamiang Hospital in 2014 (p <0.05) are age, anemia, a history of previous bleeding and the ANC. The most dominant variables associated with the incidence of postpartum hemorrhage is anemia (p = 0.000; OR = 7.89) and then successively followed by ANC (p = 0.000; OR = 6.14), age (p = 0.000; OR = 5.33) and a history of previous bleeding (p = 0.002; PR = 3.93). It is strongly advised that the Hospital should give counseling to pregnant women who come to visit in ANC, it is suggested to local government (Department of Health Aceh Tamiang) to organize training for health workers who work in hospitals in Aceh Tamiang especially midwives related to pregnant women, childbirth, haemorrhage.
KECEMASAN PANDEMI COVID-19 DALAM KEIKUTSERTAAN POSYANDU DI KELURAHAN PEKAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2020 Aritonang, Juneris; Anita, Surya; Sinarsi, Sinarsi; Siregar, Wilda Wahyuni
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pandemi, dan telah diberlakukannya upaya-upaya dalam pencegahan penyebaran. Dilaporkan kondisi tersebut dapat juga berpengaruh terhadap pelayanan posyandu diantaranya pengukuran tumbuh kembang dan imunisasi. Pelayanan posyandu khususnya pemberian imunisasi tidak berjalan dengan lancar pada masa pandemi ini, hal ini disebabkan adanya rasa kecemasan, ketakutan membawa bayi atau balitanya membawa ke kegiatan posyandu. Begitu juga dengan petugas kesehatan tidak sedikit merasa ragu-ragu dalam melaksanakan pelayanan posyandu di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripstif untuk melihat kecemasan ibu dalam membawa bayi-balitanya ke posyandu di Kelurahan Pekan Tanjung Morawa di pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi-balita di Lingkungan V sebesar 63 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data yang diperoleh dianalisa dengan secara univariat.. Hasil penelitian didapati Tingginya kecemasan pandemi covid-19 dalam keikutsertaan posyandu di Kelurahan Pekan Tanjung Morawa Tahun 2020. Perlu dilakukan inovasi terkait terciptanya posyandu yang aman di tengah pandemic sesuai dengan petunjuk teknis, selain itu butuh dilakukan promosi kesehatan menggunakan pendekatan interpersonal
POLA MAKAN IBU HAMIL DAN KETERKAITANNYA DENGAN KEJADIAN BBLR DI KLINIK NIAR KECAMATAN PATUMBAK DELI SERDANG Anita, Surya; Bancin, Dewi R; Sitorus, Friska; Juniarsih, Juniarsih
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v6i1.2127

Abstract

BBLR adalah bayi dengan berat lahir rendah atau kurang dari 2500 gram, berat badan lahir merupakan predictor yang baik untuk pertumbuhan bayi dan kelangsungan hidupnya. Seorang bayi yang cukup bulan pada umumnyalahir dengan berat badan 2500 gran atau lebih. BBLR merupakan salah satu factorresiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal, Angka kejadian dan kematian BBLR akibat komplikasi seperti asfiksia, infeksi, hipotermia, hiperbilirubinemia masih tinggi (Indrayani, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungannya antara pola makan ibu selama hamil dengan kejadian BBLR dengan jenis penelitian observasional analitik dan deaign penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 62 orang yang terdiri dari ibu nifas yang melahirkan BBLR maupun tidak, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antar pola makan ibu selama hamil dengan kejadian BBLR dimana nilai PValue (0,04), penelitian ini merekomendasikan agar setiap ibu hamil selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi baik dari jumlah, jenis dan frekuensinya dan kepada petugas kesehatan untuk selalu memberikan promosi kesehatan tentang gizi untuk ibu selama kehamilan
PERAN BIDAN TERHADAP PEMAHAMAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF DI DESA TANJUNG MORAWA B DELI SERDANG Sitorus, Friska; Bancin, Dewi R; Anita, Surya
JURNAL HEALTH REPRODUCTIVE Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v6i2.2611

Abstract

The understanding of pregnant women about exclusive breastfeeding as evidenced by Exclusive breastfeeding is breastfeeding from birth until the child is 6 months old. During this period children are not expected to get additional fluids, such as formula milk, lemon juice, tea water, honey, and plain water. In exclusive breastfeeding, children are also not given additional food such as bananas, biscuits, rice porridge, teams, and so on. Exclusive breastfeeding for up to 6 months can meet the needs of children, and requires additional food at the age of over 6 months (Maryunani, 2012). The role of midwives in promoting exclusive breastfeeding can be started from the time the mother is pregnant. When pregnant women check their pregnancies, pregnant women will get information about the benefits of breastfeeding and how to successfully breastfeed when their babies are born (Atik, 2016). The role of a good midwife will increase a good understanding for pregnant women about exclusive breastfeeding 37.9%, and there is an influence between the role of midwives and the value of PV value 0.003. Pregnant women make antenatal care visits at least 4 times during pregnancy to the midwife or to the nearest health facility so that they get clear information about exclusive breastfeeding. For health workers to be more intensive in conducting home visits to check on mothers' pregnancies as well as providing counseling on exclusive breastfeeding.
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KOTA MEDAN Sitorus, Friska; Surya Anita; Dewi R Bancin
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i2.3643

Abstract

LBW is a baby with a low birth weight or less than 2500 grams, birth weight is a good predictor of baby's growth and survival. A full-term baby is generally born weighing 2500 grams or more. LBW is one of the risk factors that contribute to infant mortality, especially during the perinatal period. The incidence and mortality of LBW due to complications such as asphyxia, infection, hypothermia, hyperbilirubinemia are still high (Indrayani, 2015). This study aims to see whether there is an effect of socioeconomic status on the incidence of LBW with the type of analytic observational research and cross sectional research design. The number of samples in this study were 62 people consisting of postpartum women who gave birth to LBW or not, the results showed that there was a link between socioeconomic status and the incidence of LBW where the PValue was (0.005), this study recommends that every pregnant woman should still consume foods that are nutritious though not expensive food.
EFEKTIFITAS YOGA DENGAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK PRATAMA MITRA MEDIKA SERDANG BEDAGAI Anita, Surya; Sitorus, Frika; Bancin, Dewi R
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i2.4613

Abstract

Kecemasan berlebih pada kehamilan dapat memicu kejadian aborsi, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, cacat janin, retardasi pertumbuhan janin, serta depresi  postpartum . Tiga dari lima ibu hamil trimester III yang ditemui mengalami kecemasan mendekati persalinan yaitu dengan adanya gangguan tidur. Pada ibu hamil Trimester III kecemasan semakin serius dan intensif seiring dengan mendekatnya proses kelahiran. Perasaan cemas dapat mengakibatkan ketegangan pada pikiran, fisik, otot panggul dan otot segmen bawah Rahim, ketegangan ini nantinya akan dapat menganggu pada saat proses persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas yoga dengan kecemasan ibu  hamil trimester III mengahadapi persalinan. Metode Penelitian ini mengunakan desain Cross Sectional. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dengan sebanyak 40 Orang.Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian ini adalah sebelum mengikuti yoga ditemukan sekitar 68.8 % tidak mengalami kecemasan, 25.0% mengalami kecemasan ringan,sedangkan kecemasan sedang 7.0%dan  kecemasan berat 0 % . Setelah dilakukannya yoga pada ibu hamil menunjukkan pada responden setelah dilakukannya yoga ditemukan sekitar 88% tidak mengalami kecemasan, 12% mengalami kecemasan ringan, sedangkan kecemasan sedang dan  kecemasan berat 0 %. Kesimpulan Terdapat perbedaan kecemasan antara sesudah mengikuti yoga dengan sebelum mengikuti yoga dan Ada Efektifitas Yoga terhadap menurunnya kecemasan ibu hamil trimester III di di Klinik Mitra Keluarga.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PARTICIPATION IN PREGNANT WOMEN’S CLASSES AND AWARENESS OF DANGER SIGNS DURING PREGNANCY AT MARTUBUNG HEALTH CENTER Sitorus, Friska; Bancin, Dewi R; Anita, Surya
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i1.6111

Abstract

Latar belakang: Kehamilan dimulai dari konsepsi hingga kelahiran bayi, dengan durasi kehamilan yang normal sekitar 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Ibu Hamil adalah individu yang sedang menjalani tahap pembuahan untuk meneruskan keturunan. Tujuan: untuk mengeksplorasi hubungan antara pemanfaatan kelas bagi ibu hamil dengan perilaku mereka terhadap tanda-tanda bahaya selama kehamilan di area kerja Puskesmas Martubung. Metode: penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain deskriptif korelasional dan dilaksanakan di lingkungan kerja Puskesmas Martubung, dimulai dari bulan Desember 2024 sampai Januari 2025. Populasi yang diteliti terdiri dari semua ibu hamil yang berpartisipasi dalam kelas ibu hamil di Puskesmas Martubung, sebanyak 143 ibu hamil. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang menghasilkan total 77 peserta. Setelah menerapkan uji statistik dengan Uji Chi Square, diperoleh hasil p=0.001 (<0.05), yang menunjukkan adanya hubungan antara pemanfaatan kelas ibu hamil dan perilaku terhadap tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Martubung. Saran: agar para peserta kelas ibu hamil meningkatkan keaktifan mereka dalam kelas, khususnya dalam hal kedisiplinan waktu, karena kelas tersebut sangat berperan dalam mempersiapkan ibu hamil menghadapi proses persalinan.
PENGARUH PEMERIKSAAN KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KOTA MEDAN Bancin, Dewi R; Sitorus, Friska; Anita, Surya
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i1.2981

Abstract

LBW is a baby with a low birth weight or less than 2500 grams, birth weight is a good predictor for the baby's growth and survival. A term baby is generally born weighing 2500 grams or more. LBW is one of the risk factors that contributes to infant mortality, especially in the perinatal period. The incidence and mortality of LBW due to complications such as asphyxia, infection, hypothermia, hyperbilirubinemia is still high (Indrayani, 2015). This study aims to see whether there is an effect of maternal examination visits during pregnancy with the incidence of LBW with analytic observational research and cross sectional research design. The number of samples in this study was 48 people consisting of postpartum mothers who gave birth to LBW or not, the results showed that there was a relationship between maternal eating patterns during pregnancy and the incidence of LBW where the PV value (0.03), this study recommends that every pregnant woman routinely to check her pregnancy and to health workers to always provide health promotion about the importance of check-up visits