Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Edukasi Tentang Gizi Pada Balita Di Kecamatan Secanggang Langkat Sitorus, Friska; R Bancin, Dewi; Anita, Surya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, namun kelompok ini merupakan kelompok tersering yang menderita kekurangan gizi. Bila gizi buruk terjadi pada balita, maka perkembangan otaknya pun kurang sehingga akan berpengaruh pada kehidupannya khususnya aktifitas fisiknya (Proverawati & Asfuah, 2015). Saat ini permasalahan yang dihadapi dunia adalah masalah gizi ganda. Masalah gizi ganda (MGG) merupakan kondisi hadirnya masalah gizi kurang bersamaan dengan gizi lebih dan obesitas di sepanjang kehidupan. Masalah gizi ganda ini, yaitu gizi kurang maupun gizi lebih, akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya risiko terjadinya penyakit tidak menular (Kemkes, 2020). Pengabdian masyarakat ini dilaksnakan di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Yang merupakan salah satu tempat praktik mahasiswa Profesi Bidan USM-Indonesia, Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa S1 Kebidanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh 3 orang dosen dari program studi S1 Kebidanan USM-Indonesia, Friska Sitorus, Dewi R Bancin dan Surya Anita serta melibatkan mahasiswa S1 kebidanan. Terlaksananya kegiatan edukasi ini selama 2 hari diharapkan mitra dapat memahami informasi tentang pentingnya status gizi pada balita sehimgga tidak terjadi gizi kurang dan gizi lebih.
Senam Yoga Pada Ibu Hamil : Simulasi Metode Senam Yoga pada Ibu Hamil di Kelurahan Gedung Johor Medan Anita, Surya; Friska Sitorus; Dewi R Bancin
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perubahan psikologis pada trimester III adalah kecemasan karena proses persalinan yang semakin dekat. Kecemasan berlebih pada kehamilan dapat memicu kejadian aborsi, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, cacat janin, retardasi pertumbuhan janin, serta depresi postpartum . Tiga dari lima ibu hamil trimester III yang ditemui mengalami kecemasan mendekati persalinan yaitu dengan adanya gangguan tidur. Pada ibu hamil Trimester III kecemasan semakin serius dan intensif seiring dengan mendekatnya proses kelahiran. Perasaan cemas dapat mengakibatkan ketegangan pada pikiran, fisik, otot panggul dan otot segmen bawah Rahim, ketegangan ini nantinya akan dapat menganggu pada saat proses persalinan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Gedung Johor Kota Medan dan dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 Januari 2024, dengan melibatkan tim dosen S1 Kebidanan Universitas Sari Mutiara dan Mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Sasaran kegiatan PkM ini yaitu ibi-ibu hamil primigravida yang ada di Kelurahan Gedung Johor Kota Medan sejumlah 25 orang dan kader posyandu sejumlah 5 orang, beserta bidan desa ada 2 orang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman ibu-ibu hamil, bidan dan kader posyandu tentang pentingnya senam yoga pada ibu hamil sebagai salah satu upaya mengurangi kecemasan dalam menghadapi persalinan.
Edukasi Mobilasi Pada Ibu Pasca Sectio Caesarea di Kelurahan Gedung Johor Medan Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Anita, Surya; Lenyi Hulu; Mulia Oktaviani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio caesarea merupakan bentuk persalinan yang melalui proses pembedahan untuk mengangkat bayi dari rahim dengan cara membedah abdomen. Persalinan sectio caesarea biasanya dilakukan ketika perkembangan persalinan lambat atau ketika janin tampak berada dalam masalah (Janirwaty dan Pieter, 2013). Secara psikologis mobilisasi akan memberikan kepercayaan pada pasien bahwa dia mulai merasa sembuh. Perilaku kesehatan ini dipengaruhi oleh motivasi ibu post sectio caesarea baik dari intrinsik dan ekstrinsik. Sifat malas muncul diakibatkan karena kurangnya dukungan keluarga. Kerjasama antara keluarga dan perawat adalah memfasilitasi keluarga untuk berperan aktif dalam asuhan keperawatan pasien dirumah sakit dan memberdayakan kemampuan keluarga baik dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam melaksanakan perawatan dirumah sakit (Kartikasari, Anggit, dkk, 2021).Edukasi/penyuluhan kepada ibu nifas, keluarga dan masyarakat melalui belajar kelompok tentang mobilisasi pasca sectio sebagai salah satu upaya mempercepat penyembuhan Lukas operasi. Membagikan Leaflet dan menunjukkan Video dan Powerpoint saat materi di jelaskan untuk memudah kan ibu hamil dan keluarga memahami tentang mobilisasi pada ibu pasca sectio caesarea dan manfaatnya. Pembagian Leaflet dapat meningkatkan pengetahuan tentang mobilisasi pada ibu nifas pasca section caesarea. Dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan kepada ibu-ibu nifas, kader dan bidan masih ada 35% ibu-ibu nifas yang belum mengetahui tentang mobiliasi pada ibu post section caesarea dan manfaat serta metode pelaksanaannya.
Edukasi Pijat Endorphin Untuk Mengurangi Nyeri Punggung Pada Ibu Bersalin Kala I Di Bpm Mariana Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Rinawati Sembiring; Anita, Surya; Ria Lestari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa nyeri dalam persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktifitas sistem saraf simpatis, perubahan tekanan darah,denyut jantung, pernafasan dengan warna kulit dan apabila tidak segera ditangani akan meningkatkan rasa khawatir, tegang, takut, dan stress. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang metode pijat endorphin sebagai salah satu therapy non farmakologis untuk mengurangi nyeri punggung pada saat ibu mau bersalin. Sasaran dalam kegiatan PkM ini yaitu ibu-ibu hamil, suami dan keluarga Metode yang diterapkan dalam kegiatan PkM ini yaitu terbagi dalam tiga tahap diantaranya: 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan dan 3) tahap evaluasi. Tahapan pelaksanaan kegiatan secara rinci melalui tahapan-tahapan. 1) Tahap persiapan telah ditetapkan kegiatannya dengan memilih tempat dan lokasi pelaksanaan kegiatan. 2). Tahap Pelaksanaan ini dengan mempersiapkan alat atau bahan yang diperlukan dalam mendukung kegiatan. 3) Tahap evaluasi dilakukan dalam kegiatan ini dengan melakukan wawancara terbuka dengan masyarakat terhadap keberhasilan kegiatan yang dimaksud. Dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan kepada ibu-ibu hamil, suami dan keluarga masih ada 35% ibu-ibu hamil yang belum mengetahui tentang pijat endorphin dan manfaat serta metode pelaksanaannya Dari kegiatan PkM yang dilakukan di BPM Mariana Upaya Peningkatan Edukasi tentang Pijat Endorphin sebagai therapy komlementer untuk mengurangi nyeri saat persalinan Adanya kesepakatan untuk meningkatkan promosi tentang therapy komplementer yang merupakan therapy non farmakologis yang akan dilaksanakan suami maupun keluarga.
Edukasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam Dengan Aromaterapi Lavender Ibu Hamil Sebagai Upaya Persiapan Persalinan Di PMB Ronni Siregar Siregar, Dian Andriyani; Anita, Surya; Friska Margareth Parapat; Poppy Gustika Zaman; Sekar Destina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKI di Indonesia tahun 2015 adalah 305 per 100.000 kelahiran hidup, penyebab utamanya adalah tekanan darah tinggi dalam kehamilan (32%) dan perdarahan setelah persalinan (20%). Nyeri persalinan pada primigravida dapat menimbulkan kecemasan berlebihan, merangsang system parasimpatik meningkatkan kadar ketokolamin yang dapat menyebabkan gangguan kontraksi dan berujung partus lama yang menjadi penyebab perdarahan pasca salin. Kecemasan persalinan dapat ditangani dengan baik dengan metode non farmakologi relaksasi aromaterapi Lavender. Hasil Penelitian Ada pengaruh pemberian relaksasi aromaterapi terhadap lama persalinan kala I dengan selisih rata-rata lama persalinan 2,1545 jam, sedangkan pada kala II selisih rata-rata 6,2727. Relaksasi aromaterapi lavender dapat membuat ibu bersalin menjadi lebih rileks menjalani proses persalinan sehingga membuat proses persalinan menjadi lebih lancar. Relaksasi adalah satu bentuk aktivitas yang dapat membantu mengatasi stres. Teknik relaksasi ini melibatkan pergerakan anggota badan secara mudah dan boleh dilakukan di mana-mana saja. Teknik relaksasi napas dalam dipercaya dapat menurunkan intensitas nyeriTujuan teknik relaksasi napas dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk, mengurangi stress baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan.     
EDUKASI DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI BPM MARIANA Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Anita, Surya; Rut Enjelika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6218

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan dalam mengenali dan menangani tanda bahaya kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai deteksi dini tanda bahaya kehamilan melalui edukasi interaktif. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di BPM Mariana, yang memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, serta pembagian media edukatif berupa leaflet dan poster. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, nyeri kepala hebat, pembengkakan wajah dan tangan, serta penurunan gerakan janin. Selain itu, keterlibatan keluarga dan kader kesehatan dalam kegiatan ini turut memperkuat jejaring dukungan terhadap ibu hamil. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang dilakukan secara langsung dan kontekstual mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan ibu hamil dalam menghadapi risiko kehamilan. Diharapkan kegiatan serupa dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam program layanan kesehatan ibu, guna mendukung penurunan angka kematian ibu di tingkat komunitas
OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU CEGAH STUNTING DENGAN"VARIASI CAMILAN SEHAT BALITA" Anita, Surya; Dewi R Bancin; Ria Lestari; Rut Enjelika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6881

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemberian makanan bergizi, termasuk camilan sehat untuk balita Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mencegah stunting melalui pelatihan pembuatan variasi camilan sehat balita berbasis bahan lokal Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan camilan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel kegiatan adalah 20 orang kader yang aktif di wilayah binaan Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan setelah pelatihan, dari rata-rata 54,2 menjadi 82,6. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi peserta sangat baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan materi kontekstual efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku gizi di masyarakat Kesimpulan: Pemberdayaan kader melalui pelatihan camilan sehat dapat menjadi strategi preventif yang berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di tingkat keluarga.