Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN GULA DENGAN PERBANDINGAN EOQ DAN METODE MIN MAX Chendrasari Wahyu Oktavia; Christine Natalia
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 16, No 2 (2022): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.207 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2022.v16i2.004

Abstract

Pengendaliaan persediaan menjadi pusat perhatian dan fokus utama bagi perusahaan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi total biaya persediaan menggunakan pendekatan metode EOQ dan metode Min Max. Hasil dari usulan metode min-max diperoleh jumlah pembelian bahan baku gula untuk setiap satu kali pesan sebesar 8.308 kg, biaya pemesanan sebesar Rp. 514.200, dan biaya penyimpanan sebesar Rp. 1.093.750  akan diperoleh total biaya persediaan dari usulan metode min max Rp. 2.266.043.550. Sedangkan dari metode EOQ, jumlah pembelian bahan baku gula untuk setiap satu kali pesan sebesar 5.846 kg, biaya pesan sebesar Rp. 730.845, dan biaya simpan sebesar Rp. 730.750. Dari kedua usulan tersebut, metode EOQ merupakan metode yang paling baik dibandingkan metode Min Max dalam hal biaya persediaan.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN YANG STRATEGIS BAGI UMKM MAKANAN DAN MINUMAN SKALA RUMAH TANGGA Chendrasari Wahyu Oktavia; Astria Hendratmo; Nur Wahyudi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1651

Abstract

UKM Makanan dan Minuman merupakan jenis UKM yang saat ini cukup berkembang di situasi ketidakpastian dan pandemi saat ini. Perkembangan usaha ini didukung oleh gebrakan inovasi yang dimiliki oleh masing-masing pemilik UKM. Salah satunya adalah usaha UKM “OpikJan”yang bergerak di bidang makanan dan minuman yang berada di kawasan kebraon. Pengembangan usaha UKM “OpikJan” berjalan cukup bagus tetapi tidak didukung dengan ketrampilan yang harus dimiliki seperti pencatatan pembukuan harian, di samping itu permasalahan kehigienisan perlengkapan proses produksi masih kurang, dan kemasan yang digunakan belum disertai label sebagai bagian bentuk pemasaran. Bagi pemilik, ketiga hal tersebut belum menjadi fokus utama dalam usaha ini. Oleh karena itu, tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah memberikan sosialisasi, pendampingan dan pelatihan kepada UKM “OpikJan” melipui proses produksi, manajemen pemasaran, dan pembukuan. Peserta di pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berjumlah 1 orang yaitu pemilik dari UKM “OpikJan”. Metode pelaksanaan berupa observasi, persiapan, penyampaian materi secara tatap muka, pendampingan, pelatihan, dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah peserta mampu mengimplementasikan proses produksi penggorengan yang benar, peserta sudah memiliki dan menggunakan kemasan dengan label terbaru, dan peserta sudah memahami, menjalankan, dan memiliki pencatatan pembukuan harian yang tertib. Kata Kunci : UKM Makanan dan Minumn, Pembukuan, Manajemen Pemasaran, dan Proses Produksi
SOSIALISASI PERBAIKAN METODE KERJA UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA LOW BACK PAIN DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PANGKALAN ELPIJI PUSKOP BINTARA Chendrasari Wahyu Oktavia; Ferdian Suprata; Sutomo Sutomo; Wibawa Prasetya
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53834/mdn.v4i2.882

Abstract

Pangkalan Elpiji Puskop Bintara merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan dan mendistribusikan tabunggas berukuran 3 Kilogram dan 12 Kilogram dan berlokasi di Jakarta Timur. Selama ini dalam mendukung kegiatan transaksidan aktivitas pemindahan dan pengangkutan tabung gas, seluruh aktivitas dilakukan dengan menggunakan tenaga manusiaatau manpower dimana seluruh proses penanganan material dan perpindahan barang dilakukan secara manual (manualmaterial handling). Di samping memiliki banyak kelebihan seperti fleksibilitas dalam gerakan dan memiliki keuntungansecara ekonomis, kegiatan manual material handling jika dilakukan dalam waktu yang lama dan tidak sesusai denganprinsip dasar ergonomic dan biomekanika dapat menimbulkan risiko seperti low back pain, lower back injuries, dankelelahan (fatigue) kerja. Mengingat banyaknya efek negatif yang dapat ditimbulkan dari kesalahan pada manual materialhandling ini, maka beberapa usulan perbaikan metode kerja diberikan untuk pekerja dan pemilik dari Pangkalan ElpijiPuskop Bintara ini seperti memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada para pekerja tentang Ergonomi, khususnyaBiomekanika dan advis terkait tata letak ruangan dan waktu kerja yang lebih memperhatikan aspek standar Kesehatan danKeselamatan Kerja (K3). Hasil dari sosialiasi ini diharapkan dapat menciptakan metode kerja yang baik sehingga dapatmeningkatan produktivitas kinerja para pekerja dan mengurangi risiko low back pain, lower back injuries, dan kelelahankerja.
PENINGKATAN PENJUALAN DAN INOVASI PRODUK PADA USAHA KECIL KERUPUK PULI BERAS KELURAHAN SUTOREJO KECAMATAN MULYOREJO KOTA SURABAYA HINDRATMO, ASTRIA; Oktavia, Chendrasari Wahyu; Alfarizi, Ahmad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2003

Abstract

Kerupuk adalah salah satu makanan khas Indonesia yang mana sangat diminati oleh banyak orang. Jenis kerupuk yang banyak dijumpai beberapa daerah dengan harga murah yaitu kerupuk puli. Salah satu usaha kecil yang memproduksi kerupuk puli berbahan utama nasi sebagai pengganti tepung yaitu usaha kecil kerupuk puli beras milik Ibu Nurul yang sudah di jalankan selama 3 tahun. Namun terdapat beberapa permasalahan yaitu pada aspek produksi dan manajemen. Pada permasalahan produksi yaitu proses pemipihan kerupuk yang cukup lama dan secara manual, proses pengemasan tidak menggunakan mesin, inovasi produk belum ada dan tidak ada lanbel pada kemasan, serta kemasan berbahan plastik tipis yang mudah sobek. Sedangkan pada permasalahan manajemen yaitu mitra belum mampu menerapkan manajemen penjadwalan produksi sebagai pertimbangan penentuan alokasi jumlah bahan baku yang akan di beli tiap minggunya. Mitra belum mampu merencanakan pengadaan bahan baku sehingga masih kesulitan dalam menentukan jumlah stock bahan baku Tujuan dari kegiatan ini ini yaitu meningkatkan efektifitas dalam produksi kerupuk puli, memperbaiki penggunaan bahan kemasan dan label kemasan, menghasilkan inovasi produk berdasarkan rasa yang bervariatif untuk meningkatkan penjualan, menerapkan manajemen penjadwalan produksi, dan manajemen pengadaan bahan baku. Hasil dari kegiatan yaitu meningkatkan efisiensi proses produksi, perbaikan kemasan produk, inovasi produk, penerapan manajemen penjadwalan produksi, dan manajemen pengadaan bahan baku.
PELATIHAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN JOB ORDER COSTING PADA USAHA LALA CAKE Oktavia, Chendrasari Wahyu; Hariyanto, Krisnadhi; Muhandhis, Isnaini
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2074

Abstract

Bisnis makanan tradisional di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini diperlihatkan dari menjamurnya produk makanan tradisional. Salah satunya adalah kue basah. Kecenderungan usaha kue basah ini berbasis job order dimana produk ini akan tersedia jika ada pemesanan dari konsumen. Salah satu usaha kue basah adalah kue basah milik Ibu Ika yang memiliki kualitas cukup baik. Namun, hal ini belum didukung oleh minimalnya label yang terlihat pada kemasan kue basah. Selain itu, dengan adanya kualitas tentunya didukung oleh harga jual, sayangnya harga jual yang ditetapkan masih berdasarkan intuisi tanpa ada perhitungan yang jelas oleh pemilik UKM. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat kali ini melakukan pendekatan metode pelatihan dan pendampingan secara terstruktur untuk mengatasi permasalahan tersebut. meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha mengenai penetapan harga pokok produksi pesanan sehingga harga jual yang dihasilkan mampu bersaing dan dapat menghasilkan segmen pemasaran yang lebih luas. Solusi dan target dari pelatihan dan pendampingan pelabelan kemasan adalah Pelaksana membuat desain label kemasan bersama Mitra dan mencetak label kemasan sebanyak 100 pcs dan dipasang pada kemasan yang dimiliki oleh Mitra, sedangkan solusi untuk penetapan harga pokok produksi adalah Mitra sudah memiliki harga jual terbaru untuk produksinya sehingga sudah tidak mengikuti intuisi dari Mitra. Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Job Order, Kue Basah, Pelabelan Kemasan
Analisis Pendapatan dengan Peramalan Moving Average pada Usaha Laundry Perumahan Gunungsari Subaderi, S; Oktavia, Chendrasari Wahyu
Jurnal Tiarsie Vol 21 No 3 (2024): Jurnal TIARSIE 21.3
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v21i3.215

Abstract

Pendapatan memiliki peranan penting dalam keberlangsungan setiap usaha. Setiap pelaku usaha selalu berkeinginan memiliki informasi pendapatan pada periode mendatang. Untuk memprediksi ini membutuhkan teknik peramalan dengan menggunakan moving average. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya pendapatan pada 1 minggu dan 2 minggu mendatang pada usaha laundry dan mengetahui nilai akurasi yang diperoleh dari hasil prediksi terhadap kondisi sebenarnya. Hasil yang diperoleh adalah prediksi pendapatan 1 minggu sebesar Rp. 56.400.000 dan 2 mingguan adalah Rp.51.533.571 dan nilai akutrasinya adalah 27% untuk prediksi 1 minggu dan 28% untuk prediksi 2 mingguan dari hasil akurasi ini menunjukkan bahwa hasil akurasi ini cukup baik.
Strategi Peningkatan Usaha Kelontong melalui Perbaikan Penataan Produk dan Pencatatan Pembukuan Digital Chendrasari Wahyu Oktavia; Subaderi; Isnaini Muhandhis
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.2050

Abstract

Kehadiran Toko Kelontong dalam era digitalisasi saat ini berkembang dengan pesat. Inovasi di tengah era digitalisasi sangat diperlukan bagi Toko Kelontong. Inovasinya adalah melakukan perubahan pada penataan produk dari aspek kerapihan, keteraturan, kemudahan dan keterjangkauan. Selain itu, inovasi dari penyusunan laporan keuangan berbasis digital menggunakan SIAPIK. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk memberikan edukasi kepada pemilik tentang pengembangan usaha dari sisi penataan produk yang tepat dan penyusunan laporan dengan SIAPIK. Pendekatan yang digunakan dengan diskusi, pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Hasil yang diperoleh adalah tampilan toko kelontong terlihat lebih cerah, rapi, dan luas serta rak dan etalase terisi semua jenis produk berdasarkan kebutuhan. Dari sisi penyusunan laporan keuangan, mitra mampu menggunakan SIAPIK dengan baik dilihat dari kemampuan mitra menginput data dan mitra mengetahui keuntungan pada bulan Juli adalah Rp. 9.750
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENCATATAN PEMBUKUAN DENGAN APLIKASI SIAPIK UNTUK TRANSAKSI HARIAN TOKO SEMBAKO Oktavia, Chendrasari Wahyu; Subaderi, Subaderi; Muhandhis, Isnaini
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2336

Abstract

Kehadiran warung sembako saat ini mampu bersaing dengan supermarket. Hal ini menjadikan peluang besar bagi seseorang untuk membuka usaha warung sembako. Dilihat dari kesuksesan warung sembako saat ini juga tidak terlepas dari kendala yang dihadapi oleh warung sembako yaitu memutar modal usaha ini tanpa adanya pembukuan sederhana yang baik. Salah satu Mitra tersebut adalah usaha warung sembako Ibu Orin. Warung sembako ibu orin adalah usaha yang baru dirintis dan ruang lingkupnya masih sebatas daerah tempat tinggal. Dikarenakan usaha ini rentan terhadap kurangnya kepedulian Mitra dalam membuat pembukuan sederhana. Pembukuan sederhana yang biasa dilakukan adalah pencatatan pembukuan manual di dalam buku kas, namun pencatatan ini jarang dilakukan oleh Mitra. Dengan kemajuan teknologi digital dan kemampuan mitra dalam mengoperasikan gadget, maka tim pengusul pengabdian kepada masyarakat berencana melakukan kegiatan pencatatan pembukuan sederhana dengan aplikasi pembukuan yang ada di playstore. Tujuan dari kegiatan ini adalah Mitra mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mengenai pencatatan keuangan berbasis digital dan memanfaatkan teknologi digital dan mengetahui informasi-informasi transaksi harian melalui metode pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Hasil akhir dari kegiatan ini Mitra mampu mendapatkan pengetahuan berkaitan dengan informasi-informasi keuangan yang diperlukan.
PPM PPM PENINGKATAN PENJUALAN KUE DALAM PEMILIHAN LANGKAH STRATEGIS USAHA KECIL MENENGAH Krisnadhi, Krisnadhi Hariyanto; Subaderi, Subaderi; Oktavia, Chendrasari Wahyu; Bima, Putu; Putra, Giovanni Firmasyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2358

Abstract

Menjalankan bisnis kue kering adalah salah satu usaha yang paling sederhana dan mudah pekerjaannya karena minat masyarakat yang tinggi terhadap kue kering. Selain mendapat laba yang besar, usaha ini juga memiliki risiko yang dapat menimbulkan kerugian bagi pemiliknya apabila stok kue kering tidak terjual dalam waktu yang lama karena kue tersebut tidak menggunakan bahan pengawet. Kue kering yang dijual oleh Ibu Lutfiahwati biasanya tidak dikemas dengan baik dan hal ini menyebabkan berkurangnya minat pembeli. Bisnis kue kering ini mengalami kesulitan dalam hal produksi karena mitra hanya memiliki satu mixer kecil dan mesin oven yang ukurannya kecil. PKM ini dilakukan dengan tujuan untuk menangani masalah yang dihadapi oleh mitra seperti kurangnya peningkatan penjualan dan kapasitas produksi serta kurangnya pencatatan keuangan usaha. Penyelesaian masalah mitra ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi lapangan, dan pelatihan. Hasil kegiatan ini berupa mesin oven 2 layer berukuran 36 cm x 49 cm x 39 cm untuk mendukung proses produksi dan penyelesaian untuk manajemen usaha (keuangan) dilakukan pelatihan dalam pembuatan laporan keuangan usaha mitra. Hasil akhir kegiatan ini adalah adanya peningkatan penjualan produk yang signifikan dan mitra telah memiliki laporan keuangan usaha.
Pendekatan Studi Waktu Dan Line Balancing Dalam Permasalahan Bottleneck di PT.XYZ Oktavia, Chendrasari Wahyu; Abdullah, M. Hasan; Hariyanto, Krisnadhi; Dewi, Fitriya Gemala; Sari, Kuswinda; Riyanto, Ong Andre Wahyu
Jurnal Tiarsie Vol 22 No 1 (2025): Jurnal TIARSIE 22.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v22i1.259

Abstract

XYZ merupakan perusahan manufaktur di bidang produksi speaker. Dalam memproduksi produk unggulannya tentunya perusahaan dituntut melakukan efisiensi dari proses produksinya. Kegiatan produksi di dalam perusahaan ini sering mengalami bottlenecksehingga target yang telah direncanakan tidak dapat dipenuhi secara tepat. Oleh karena itu, penting sekali perusahaan melakukan perencanaan dan pengendalian meliputi pengukuran dari masing-masing aktivitas untuk melihat seberapa lama waktu yang dibutuhkan tenaga kerja dan mengetahui seberapa banyak tingkat aktivitas dalam menghasilkan produk. Melihat pentingnya pengukuran aktivitas ini, maka diperlukan metode pengukuran yang akurat yang paling banyak digunakan yaitu dengan studi waktu. Dengan metode ini, perusahaan dapat menentukan lama kerja yang dibutuhkan operator mampu menyelesaikan suatu pekerjaan secara spesifik dan tepat pada kecepatan kerja normal dalam lingkungan kerja pada saat itu sehingga mengurangi bottleneck. Tujuan penelitian ini adalah mnegetahui penggunaan metode studi waktu dalam pengukuran kerja di PT. XYZ. Hasil penelitian ini adalah jumlah jam kerja efektif di PT. XYZ sebesar 7 jam setiap harinya dan jam kerja efektif per demandsetiap harinya adalah 10,5 menit per unit.