Claim Missing Document
Check
Articles

Arsitektur Perilaku Pada Desain Wadah Sosial Anak Jalanan di Bandung, Jawa Barat Dwi Eka Noor Safitri; Wiwik Widyo Widjajanti; Esty Poedjioetami
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung berada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 2.490.622 Orang. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi Ibu Kota Provinsi Daerah. Kota Bandung terletak di antara 1070 Bujur Timur, 60 55I Lintang Selatan, Barat Timur yang terletak 140 km sebelah tenggara dari Ibu Kota Negara dan Utara Selatan yang terletak dekat daerah perkebunan(Subang dan Pangalengan). Posisi strategis Kota Bandung sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat dan menjadi pusat aktivitas yang artinya menjadi tujuan utama bagi orang dari berbagai daerah. Selain potensi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, masih tingginya jumlah angka putus sekolah yang mengancam anak di kota Bandung menjadi latar belakang dalam perancangan. Permasalahan dalam perancangan adalah bagimana meciptakan bentuk, ruang dan tatanan lahan yang mampu menjadi wadah dan mampu menunjang aktivitas anak jalanan dalam mendapat pendidikan, dapat singgah, belajar, bersosialisasi, beraktivitas, bermain, mengembangkan bakat, mendapatkan pembinaan karakter, dan mendapatkan perlindungan yang layak. Pendekatan Arsitektur Perilaku yang di aplikasikan pada panti sosial ini berupa penataan masa dan orientasi tiap bangunan, memperhatikan jalur pedestrian untuk akses tiap bangunan, meninjau aktivitas anak jalanan, mengatur zona yang lebih privat pada fasilitas bangunan untuk tinggal dan juga memperhatikan area terbuka pada panti soisal, pada taman dimana terdapat gazebo dalam penerapannya memperhatikan pencahayaan, jenis vegetasi dan juga area mural pada beberapa area taman. Panti sosial ini mengaplikasikan Orientasi Terarah sebagai konsep mikro tatanan lahan, Natural sebagai konsep mikro bentuk dan Kreatif sebagai konsep mikro ruang. Sehingga diperoleh konsep makro Kekeluargaan sebagai pedoman rancangan Bentuk, Ruang dan Tatanan Lahan. Hasil desain diharapkan dapat menurunkan jumlah anak jalanan di Bandung, Jawa Barat.
Wahana Edukasi Sains Antariksa Di Kebomas Gresik Berkonsep Futuristik Yuli Dwi Noviyanti; Failasuf Herman Hendra; Wiwik Widyo Widjajanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wahana Edukasi Sains Antariksa di Kebomas Gresik merupakan tempat edukasi, penelitian, dan hiburan tentang pengetahuan antariksa alam semesta yang dapat digunakan masyarakat luas.wahana edukasi ini diharapkan dapat menunjang, meningkatkan dan mendukung pengetahuan masyarakat umum tentang antariksa, menerapkan tema ”Arsitektur futuristik”. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus lapangan, literatur dan deskriptif. berdasarkan pada pengamatan obyek yang telah ada sehingga penyajian tulisan maupun gambar yang disajikan sudah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Konsep yang diangkat “ekspresif” pengaplikasian pada wujud arsitektur pada bentuk terinspirasi dari bentuk planet saturnus dan bentuk-bentuk dinamis yang menunjukkan salah satu ekspresi kesan luar angkasa/antariksa yang mampu memberikan kesanluar angkasa kepada pengunjung, ekpresi atau kesan luar angkasa juga diterapkan pada tatalahan yang terpusat sepeti halnya bentuk galaxy yang memiliki pusat putaran. Mikro konsep tatanan lahan “terpusat” dapat di aplikasikan dengan Menfokuskan segala arah sirkulasi manusia ke satu titik tengah pusat bangunan (plaza). Makro konsep bentuk “dinamis” dapat di aplikasikan dengan bentuk bentuk yang luwes agar menarik perhatian, dan terkesan gerak, tidak hanya nampak bangunan yang formal dan kaku.Makro konsep ruang “Pintar” dapat di aplikasikan dengan hemat energy dan memaximalkan pencahayaan alami
Cultural Study of Fisherman Community in The Settlement, Brondong, Lamongan, East Java Wiwik Widyo Widjajanti; Antariksa; Amin Setyo Leksono; A.Tutut Subadyo
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology for People Empowerment.
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fishing community is a society with low income socio-economic conditions, poverty of fishing communities originating from weak human potential and lack of environmental support in utilizing the natural potential and available resources. With the specific cultural characteristics of fishing communities, it does not always support increasing the potential of its citizens, sometimes even hampering the progress of the community itself. Fishermen communities pay less attention to their settlement environment, fishermen's neighborhood conditions look bad, it requires structuring fishermen's neighborhoods, especially the existence of open spaces. The aim of the study was to identify and analyze the cultural characteristics of the community in the fishing village, as a basis for efforts to arrange open space settlements. With compliance with open space, this can improve the quality of the environment and the standard of living of fisherman families on the coast. The research method used is a combination of qualitative and quantitative research with a phenomenological approach, a research area on the North Coast of East Java, by sampling the Brondong coastal fishing village in Lamongan. The research was conducted by identifying and comprehensive studies of cultural aspects of fishing communities in the coastal area. It is expected that the results of this study can provide a discourse on government policy regarding the implementation of open space procurement, taking into account the culture of fishing communities, so that it can produce a concept of open space that can significantly spur economic and social growth of fishing communities on the coast.
Pengaruh Arsitektur Simbolis Terhadap Banyuwangi Sea World Center Liga Dwi Rudiantoro; Sigit Hadi Laksono; Wiwik WIdyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2918

Abstract

perencanaan dan perancangan Banyuwangi Sea World Center ini yang berada di pantai bangsring banyuwangi dengan luasan 19.000m² atau 19ha dengan potensi alam serta lokasi yang dapat menjadi harapan dengan memberikan wawasan tentang konservasi terumbu karang dan edukasi kehidupan biota laut dengan memberikan fasilitas yang meliputi gedung aquarium, hotel, museum, pertunjukan hewan laut, snorkling dan diving serta konservasi penyu dan terumbukarang. Perencanaan dan Perancangan Banyuwangi Sea World Center . ini direncanakan untuk sarana edukasi tentang kehidupan hewan laut dan habitatnya dengan menggunakan metode penelitian diskriptif dengan melakukan pendekatan berdasarkan survey lapangan dan literatur. Dengan melakukan beberapa pengamatan, interview, analisa, serta dokumentasi tentang tempat atau lokasi yang berkaitan dengan judul. Jadi hasil dari penelitian ini adalah Perencanaan dan Perancangan Banyuwangi Sea World Center ini dihrapkan menjadi sebuah tempat dengan konservasi dan edukasi biota laut yang berada di sisi timur pulau jawa dengan membawa tema Arsitektur simbolis yang mempunyai makna simbol atau lambang yang menjadikan sebuah ciri khas dan ide ide secara arsitektural yang dapat memberikan jati diri sekaligus memberi arti dan makna untuk sebuah bangunan dengan nilai simbolik yang dihasilkan melalui bentuk, struktur, dan langgam dari bangunan yang direncanakan.
Penerapan Konsep Iconic Design sebagai Pembentuk pada Fasad Bangunan Farissa Nuur Khamalis Sakinah; Wiwik Widyo Widjajanti; Esty Poedjioetami
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 2 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i2.3335

Abstract

Kota Solo sebagai salah satu Kota yang terkenal dengan batiknya dan juga digemari oleh banyak wisatawan. Tempat pariwisata tentang batik saat ini di Solo belum memiliki fasilitas yang lengkap dan layak. Adapun analisis ini dibuat agar Kota Solo memiliki tempat pariwisata batik yang memiliki Iconic Design diperkuat dengan produk batik khas Solo yang sudah dikenal se-Nusantara pada bentuk fasad bangunannya. Bentuk Iconic Design merupakan langkah yang akan mewujudkan daya tarik pada batik dari nasional menuju ke Internasional. Perancangan ini di buat untuk dilestarikan kepada masyarakat Kota Solo, masyarakat luar daerah, serta wisatawan mancanegara. Analisis ini dilakukan dengan metode penelitian lapangan dan literatur yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Iconic Design Arsitektur mengadaptasi bentuk bangunan yang memiliki ciri khas atau unsur tradisi pada kawasan tersebut. Iconic Design di aplikasikan pada setiap sisi fasad bangunan serta atap bangunan. Fasad bangunan menggunakan secondary skin yang memiliki unsur batik dengan penggunaan material kayu komposit yang dipadukann dengan material kaca pada jendela. Penggunaan baja ringan pada atap materialnya tidak akan berkarat dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Kualitas bahan baja ringan sudah disempurnakan, sehingga dapat tahan lama. Manfaat dari perancangan ini adalah sebagai bentuk pengembangan pariwisata serta kebudayaan seni batik di Kota Solo.
Konsep Mengalir pada Sirkulasi Kendaraan dalam Redesain Terminal Bus Tipe-A Surodakan Trenggalek Inas Oktavia Putri; Siti Azizah; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 2 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i2.3340

Abstract

Trenggalek Regency has fulfilled the needs of its people in the field of land transportation in the form of the Surodakan Type-A Bus Station which serves short-distance routes (inter-districts), medium-distance (between cities within provinces), and far (between cities between provinces). At Surodakan Bus Station, there are problems in the form of opposite circulation and have not been neatly arranged so that the circulation of buses, public passenger cars, managers and visitors is still mixed so that it seems unsafe for users. To reduce this problem, the Surodakan Bus Station was redesigned by clarifying the circulation path to make it easier for users. With the use of the concept of flowing on the land structure of the Surodakan Bus Station, it is hoped that the creation of a clear circulation of vehicles using the flow of circulation can be the main forming element of the row of facilities at the terminal. The design theme used is Neo-vernacular Architecture while still paying attention to local culture so that Trenggalek culture is not lost, besides that it can still increase visitor interest.
Edukasi dan Pendampingan Pengolahan Limbah Rumah Tangga untuk Meningkatkan Keterampilan Sumber Daya Masyarakat di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo Yustia Wulandari Mirzayanti; Wiwik Widyo Widjajanti; Evi Yuliawati; Syamsuri Syamsuri; Heri Irawan
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2022.v6i2.3595

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk membantu mitra dalam upaya peningkatan pelayanan fasilitas masyarakat dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pada mitra. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Pengabdian pada Program Kemitraan Masyarakat dengan judul Edukasi dan Pendampingan Pengolahan Limbah Rumah Tangga untuk Meningkatkan Keterampilan Sumber Daya Masyarakat di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo. Lokasi mitra berjarak sekitar 30 km dari Kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar kurang lebih satu jam dari Kampus ITATS. Permasalahan prioritas mitra adalah: (1) peningkatan fasilitas pelayanan pada pengolahan air limbah rumah tangga, (2) peningkatan fasilitas pelayanan pada pengolahan sampah plastik, (3) perluasan jangkauan jaringan perpustakaan digital, dan (4) peningkatan keterampilan pada SDM mitra. Solusi yang diberikan oleh Tim Pengusul kepada mitra adalah: (1) memberikan teknologi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah tangga, (2) memberikan teknologi pengolahan daur ulang limbah atau sampah plastik, (3) memberikan teknologi perluasan jangkauan jaringan untuk menambah fasilitas perpustakaan digital, dan (4) memberikan pelatihan serta pendampingan terkait pengolahan air limbah rumah tangga, pengolahan sampah plastik, dan pelatihan serta pendampingan dalam upaya meningkatkan keterampilan SDM mitra terkait pengolahan air limbah rumah tangga untuk efisiensi penggunaan air, pengolahan daur ulang sampah plastik, perluasan jangkauan jaringan, dan pemilihan saluran internet yang sesuai dengan usia anak-anak yang mendukung perpustakaan digital. Program PKM ini dapat meningkatkan fasilitas pelayanan bagi masyarakat mitra yang dulunya belum ada.
Penerapan Green Arsitektur Pada Redesain Pabrik Gula Di Tjoekir Jombang Yoga Widianto; Wiwik Widyo Widjajanti; Failasuf Herman Hendra
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik gula Tjoekir merupakan salah satu pabrik gula yang ada di Kabupaten Jombang yang terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang yang termasuk dalam Provinsi Jawa Timur. Pabrik gula Tjoekir ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda tepatnya di bangun pada tahun 1884 hinga saat ini, Dengan latar belakang tersebut hal ini yang mendorong adanya redesain pada pabrik gula Tjoekir dimana redesain akan mengacu pada rumusan masalah yang berupa.Bagaimana menciptakan penataan lahan yang berkes inambungan dengan fungsi bangunan dengan berwawasan lingkungan pada Pabrik Gula, Bagaimana menciptakan fungsi ruang yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan ruang. Bagaimana cara menciptakan utilitas yang sesuai dengan standar-standar bangunan pabrik gula dengan berwawasan lingkungan
Land Arrangement with the Theme of Bioclimatic Architecture at the Durian Fruit Agrotourism Development Center in Ngoro District, Jombang Regency, East Java Syahrian Najma Alif Syarifudin; Wiwik Widyo W; Brina Oktafiana
Jurnal IPTEK Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2022.v26i2.3302

Abstract

Ngoro Subdistrict is an area with potential in the development of Agrotourism in Jombang Regency. which is famous for its agricultural products in the form of superior durian fruit, and is one of the largest durian fruit production areas in East Java. Ngoro Subdistrict has an area of 49.86 km² which is dominated by rice fields (42%), followed by settlements (19%), forests (18%), moor (12%), and others. The soil conditions in the area are textured with napal sand loam or belong to the type of soil in the reddish-brown and lysotol mediteran complexes, where this soil condition is very suitable for planting plantations. The agro-tourism land arrangement in Ngoro District is designed in such a way with a land order that has natural nuances and is also creative. The orientation of the building mass and the laying of vegetation on the site are also considered to form a microclimate as well as support thermal comfort through passive shading and cooling, as well as being an accommodating area in various educational and tourist activities. Bioclimatic architecture has been applied to the design of land orders, namely conditioning the environment and adapting climate as well as human behavior in the interaction between humans and the environment. It is hoped that in the future it can provide benefits for the local community as well as the environment, aiming that local and domestic tourists can also enjoy the facilities in this agro-tourism. On the other hand, the design of durian fruit agrotourism in Ngoro is also to encourage and increase the income and welfare of the people in the area.Keywords: Ngoro Subdistrict; Jombang; Land Order; Bioclimatic; Agrotourism.
Healing Center With The Orgonite Method in Mojokerto District Karya Arsitra Rismansyah; Wiwik Widyo Widjajanti; Nareswarananindya Nareswarananindya
Jurnal IPTEK Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2023.v27i1.4404

Abstract

Jolotundo is a village in the Mojokerto Regency area that is located on the slopes of Mount Penanggungan, close to the forest and Majapahit kingdom relics. In Indonesia, public awareness of the importance of health is declining, causing bad behavior and unhealthy environmental conditions in the community. As technology advances, health technology such as orgonite becomes an effective method of treatment or restoration for both physical and psychological health. Unfortunately, no facilities provide a place to support this method. Therefore, it is necessary to have a facility that provides a place of recovery within the orgonite method based on healing and negative energy elimination for physical, mental, environmental, and spiritual well-being. This research employed field studies and literature studies as well as several methods such as observation, documentary, and interview to obtain data, both primary data as a direct data source and secondary data as other supporting data sources. The design applies the theme of therapeutic architecture, the macro concept of tropical architecture, and the micro concept of adaptive land use. The design environment involves green open spaces and maximizes landscape arrangements.
Co-Authors A W Ekaraga A.Sabita Bintang Mardiamsa A.Tutut Subadyo Abbi Ali Achmadi Abdullah Dani Fadhlur Rohman Achmadi, Abbi Ali Adi Cakranegara, Pandu Afifah, Zian Ahmad Fahmi Fatchur Rizal Ahmad Vicky Fahrezi Akbal, M Amansyah, Muhammad Amin Setyo Leksono Amir Mukmin Rachim Anastasia Eka S.T.H. Anna Triningsih Anna Triningsih Antariksa Ardhianty, Elsa Juliana Arief Fahmi Lubis Aries Priyambodo Arlini Dyah Radityaningrum Atika, Firdha Ayu Azizah, S B W Sulistyo Bayu Pratama Putra Bima Pratama Fauzi Putra Brina Oktafiana Broto Wahyono Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo David Sony Setyawan Dede Agus dede agus, dede Dwi Eka Noor Safitri E Poedjioetami Esty Poedjioetami Esty Poedjioetami Evi Yuliawati Evi Yuliawati Evi Yuliawati Fahrezi, Ahmad Vicky Failasuf Herman Hendra Failasuf Herman Hendra Failasuf Herman Hendra Farissa Nuur Khamalis Sakinah Febriany Nurshella Gerdy, Tania Eka Putri Hardiana Martasari HERI IRAWAN Heri yanto I Gede Damarutha Adrian Nugraha I Gusti Bagus Wiksuana I Made Odde Arca Winata I Nyoman Ryu Arca Wiguna Ika Ratniarsih Inas Oktavia Putri Indra Komara, Indra Irawan, Heri Irfani, Muhammad Syihabuddin Karya Arsitra Rismansyah Kuspitsari, Rossy Shinta Liga Dwi Rudiantoro M H Syaifudin Made Suryanatha Prabawa Mardiamsa, A.Sabita Bintang Martasari, Hardiana Miftakhul Maulidyah Ulfatah Modesta Noberti Mohamad Hidayat Muhtar Muhammad Ihya Ulumiddin Muhammad Kinanjar Rahayu Nadhila, Nadia Nurarifah Nareswarananindya, Nareswarananindya Noberti, Modesta Noviyanti, Yuli Dwi Nur Wahyu Adelia Ratih Nurshella, Febriany Oktafiana, Brina Oryanto Untario Pawane, Filia Feronika Permanasari, Wahyu Dinda Prakoso, Gerhana Bagas Pramesti, Sheila Oktaviani Pratama, Muhammad Antoni Dana Pratama, Randy Putra, Bayu Pratama Putra, Bima Pratama Fauzi Rahayu, Muhammad Kinanjar Ramadhan, Zam Zami Ramadhani, Annisa Nur Randy Pratama Salisnanda Ratih, Nur Wahyu Adelia Ratna Puspitasari Rismansyah, Karya Arsitra Rizal, Ahmad Fahmi Fatchur Rizky Rusmal Rohman, Abdullah Dani Fadhlur Rozi, M. Fatchur Rusmal, Rizky S.T.H., Anastasia Eka Safitri, Dwi Eka Noor Salisnanda, Randy Pratama Samuel Kristian Bani Samuel Kristian Bani Selvi Marcellia Sigit Hadi Laksono Siti Azizah Suci Ramadhani Suci Ramadhani Suci Ramadhani, Suci Sulistyo, Broto Wahyono Syahrian Najma Alif Syarifudin SYAMSURI Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syarifudin, Syahrian Najma Alif Tania Eka Putri Gerdy Ulfatah, Miftakhul Maulidyah Ulumiddin, Muhammad Ihya Untario, Oryanto Wulandari, Arviana Wulandari, Yustia Y E Sutantio Yaelt Lemus Vergara, Andrea Yoga Widianto Yulfiah, Yulfiah Yuli Dwi Noviyanti Yustia Wulandari Yustia Wulandari Mirzayanti Zamroni Abdussamad Zian Afifah