Claim Missing Document
Check
Articles

Pengabdian Kepada Masyarakat bagi UKM Berbahan Dasar Kulit untuk Meningkatkan Peroduktivitas Syamsuri Syamsuri; Wiwik Widyo
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v3i2.1619

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membantu UKM mitra dalampengembangkan usahanya. Ada sebanyak 2 mitra dalam kegiatan pengabdian kepadamasyarakat kali ini. Mitra 1 sebagai pengusaha dompet kulit memasarkan produknya langsungkepada konsumen dalam betuk enceran maupun grosir. Konsumen untuk produk Mitra 1memasarkan dompet serta poduk lainnya di daerah malang sekitarnya baik dalam negerimaupun luar negeri hingga ke Singapura. Sedangkan untuk Mitra 2 pemasarannya dilakukandengan tergantung dari pemesanan, meskipun demikian produk mitra 2 telah sampai ke TimorLeste dan China. Proses pengerjaan yang masih konvensional yaitu sebagian besar prosesdilakukan secara manual mengandalkan ketrampilan para pekerja, hal tersebut menjadipenghambat Mitra untuk dapat mengembangkan usahanya. Akses menuju pemasaran eksporcenderung agak sulit sehingga pengiriman untuk memenuhi kebutuhan konsumen di LuarNegeri menjadi terhambat. Minimnya pendidikan dan kemampuan pekerja juga menjadikendala serius bagi Mitra. Melihat permasalahan yang dialami oleh Mitra, maka TimPelaksana pengabdian kepada masyarakat dengan mitra bekerja sama dengan pengusaha produkkerajian kulit membuat program yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas Mitra agarberpotensi ekspor lebih tinggi serta untuk dapat menciptakan kemandirian Mitra danmeningkatkan daya saing pada industri sejenis. Dari hasil pengamatan di lapangan danwawancara langsung dengan Mitra, terdapat tiga aspek yang menjadi fokus pada programpengabdian kepada masyarakat ini yaitu produksi, produk dan pemasaran.Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat membantu Mitradalam meningkatkan dan mengembangkan usaha baik secara kualitas maupun kuantitas agardapat meningkatkan pemenuhan permintaan dari konsumen serta memperkenalkan usahakerajinan berbahan dasar kulit kepada masyarakat mancanegara. Sehingga tujuan untukmembantu meningkatkan pemasaran produk ekspor terpenuhi.Kata Kunci: kerajinan produk kulit, produksi, dan pemasaran
Konsep Desain Eko-Wisata Bahari Tlocor di Sidoarjo, Jawa Timur Nur Wahyu Adelia Ratih; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.882

Abstract

Abstract. Tourism is one of the largest industrial sectors and is the fastest growing economic sector in the world. Based on this, many developed and developing countries competed in developing tourism objects because they could have a wide-ranging impact, including Indonesia. Indonesia is an archipelago surrounded by territorial waters that has the potential to be developed into a coastal tourism object area. Tourism objects in the coastal area can be an attraction because of its natural beauty. One of them is located in Sidoarjo. Maritime tourism is the main attraction in Sidoarjo not only because of its natural beauty but also quite unique. Where one of them is Wisata Bahari Tlocor, which is located in Telocor, Tanjungsari, Kupang, Jabon Sub-District, Sidoarjo District. Wisata Bahari Tlocor has an island or what is commonly known, Pulau Lusi. Pulau Lusi is an artificial island formed from the Sidoarjo mud deposit which is discharged into the sea by direct disposal through the Sungai Porong. Thus, the title of Tlocor Marine Ecotourism Concept Design was drawn, in Sidoarjo, East Java. In its planning, this Marine Eco-Tourism Design will later use environmental-oriented architectural themes with the concept of creative architecture. The concept of micro ecology which will be applied to land use. The adaptive micro concept of river waters will be used as a concept of building shape, and the concept of micro pragmatic for spatial planning, which will later be the answer to the problems that exist in the building and make visitors more comfortable.Keywords : Maritime, Tourism, Tlocor, a Tour Abstrak. Pariwisata merupakan salah satu sektor industri terbesar dan menjadi sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat di dunia. Berdasarkan hal tersebut banyak negara maju dan berkembang berlombalomba dalam mengembangkan obyek pariwisata karena dapat memberikan dampak yang bersifat luas termasuk Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan dikelilingi wilayah perairan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan objek pariwisata pesisir. Obyek pariwisata di kawasan pesisir dapat menjadi daya tarik karena keindahan alamnya.  Salah satunya yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Wisata bahari yang menjadi daya tarik di Sidoarjo bukan hanya karena keindahan alamnya saja tetapi terbilang juga cukup unik. Dimana salah satunya adalah Wisata Bahari Tlocor, yang berlokasi di Telocor, Tanjungsari, Kupang, Kecamatan Jabon Sidoarjo. Wisata Bahari Tlocor ini didalamnya terdapat pulau atau yang biasa dikenal, Pulau Lusi, Pulau Lusi merupakan pulau buatan yang terbentuk dari endapan lumpur Sidoarjo yang dibuang ke laut dengan proses pembuangan langsung melalui sungai porong. Maka, ditariklah judul Konsep Desain Eko-wisata Bahari Tlocor, di Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam perencanaannya, Desain Eko-Wisata Bahari ini nantinya akan menggunakan tema arsitektur berwawasan lingkungan dengan konsep berupa arsitektur rekreatif. Konsep mikro ekologi yang dimana akan diterapkan pada tata lahan. Konsep mikro adaptif dari perairan sungai akan digunakan sebagai konsep bentuk bangunan, dan konsep mikro pragmatik untuk tata ruang, dimana nantinya akan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada pada bangunan dan membuat pengunjung lebih nyaman.Kata Kunci : Bahari, Pariwisata, Tlocor, Wisata
Penerapan Arsitektur Berwawasan Perilaku Islami pada Wisata Pantai Pasir Putih Trenggalek Ahmad Vicky Fahrezi; Wiwik Widyo Widjajanti; Broto Wahyono Sulistyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1119

Abstract

Pantai pasir putih karanggoso merupakan sebuah wilayah yang berada di kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Pantai ini memiliki keindahan pasir putih dan pemandangan alam yang indah, karakter ombak yang tenang serta garis pantai yang panjang, sehingga pantai ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata islami pertama di Jawa Timur. Selain potensi keindahan alam yang ada, meningkatya jumlah wisatawan muslim dan mudahnya aksesbilitas menuju lokasi menjadi latar belakang dalam perancangan. Permasalahan dalam perancangan adalah bagimana meciptakan bentuk, ruang dan tatanan lahan yang mampu menjadi wadah dan mampu menunjang aktivitas muslim dalam berwisata. Pendekatan Arsitektur Berwawasan Perilaku yang di aplikasikan pada wisata ini berupa penataan masa dan orientasi tiap bangunan yang mengarah pada masjid, memperhatikan jalur pedestrian untuk akses tiap bangunan ke masjid, meninjau aktivitas wisata yang diperbolehkan secara syar’i, mengatur zona yang lebih privat pada fasilitas akomodasi dan junga memperhatikan taman-taman pada daerah wisata yang menerapkan konsep taman islami. objek wisata ini mengaplikasikan Orientasi Terarah sebagai konsep mikro tatanan lahan, Tropis Modern sebagai konsep mikro bentuk dan Menjaga Privasi sebagai konsep mikro ruang. Sehingga diperoleh konsep makro Adaptif Islami sebagai pedoman rancangan Bentuk, Ruang dan Tatanan Lahan. Hasil desain diharapkan dapat meningkatkan perkembangan ekonomi dari sektor bawah sampai atas, serta menjadi ikon wisata ramah muslim pertama di Jawa Timur.
Pusat Gamer di Surabaya dengan Tema Metafora Bima Pratama Fauzi Putra; Wiwik Widyo Widjajanti; Annisa Nur Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1506

Abstract

Abstract. E-sport is a completion to play video games which are generally conducted between professional players. In Surabaya, game players are increasing every day since there was a news about various games which were entering to the E-sport branch in Asie Games in 2018. But, increasing of technology development does not support with adequate facilities. It is a reason to build and design Gamer Community Center in Surabaya. Parents concern to their children who like to play games and the bad effects of games were the main problems. Parents and society ignorance about E-sport, as well as Surabaya government hasn't taken apart in the development of E-sport, was a problem which must be resolved. The presence oof designing and planning Gamers Community center was hoped that it will able to provide insight to the E-sport world to the society and it is able yo develop E-sport in Surabaya.  This study used qualitative and survey methods, so, the researcher obtained adequate description of the design and the theme was metaphorical which was focused to the forms that reflect a function. It was also supported by gamer's adaptive macro concept which made the function and gamers' characteristics. Land arrangement of micro concept and forms used abstract metaphor combined with micro concept of hi-tech space. It would make an area become unique, comfortable, and capable to develop E-sport in Surabaya. It is hoped by using this design, the parents won't be worry to their children when their children love to play game. Because game becomes as a profession. Keywords: zE-sport, Surabaya, Community, Gamers, Metaphors, Game Abstrak. E-sport adalah kompetisi bermain video game, yang pada umumnya dilakukan antara para permian profesional. Jumlah Gamer yang ada di Surabaya kian hari kian bertambah sejak adanya berita tentang berbagai judul game masuk kedalam cabang e-sport di Asian Game 2018. Namun, meningkatnya perkembangan teknologi dan minat masyarakat terhadap e-sport, tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Kekawatiran orang tua terhadap anak yang gemar bermain game serta dampak buruk yang ditimbulkan terhadap anak, dirasa menjadi permasalahan utama. Ketidak tauan para orang tua dan masyarakat tentang e-sport, serta belum ikut andilnya pemerintah Surabaya dalam perkembangan e-sport, merupakan suatu permasalahan yang harus di selesaikan. Dengan hadirnya Perencanaan dan Perancangan Pusat Komunitas Gamer di Surabaya ini, diharapkan mampu memberikan wawasan tentang dunia e-sport kepada masyarakat serta dapat mengembangkan e-sport yang ada di Surabaya. Menggunakan metode kualitatif   dan survey, sehingga diperoleh gambaran tentang desain yang cukup memadai dalam perancangan, dengan tema metafora yang berfokus pada bentukan yang mencerminkan suatu fungsi. Hal ini juga didukung dengan konsep makro adaptif gamer yang lebih mendekatkan fungsi dengan sifat para gamer, mikro konsep tatanan lahan dan bentuk yang menggunakan metafora absrak dipadukan dengan konsep mikro ruang hi-tech dirasa akan menjadikan suatu  kawasan yang unik, nyaman dan tentu saja mampu mengembangkan serta memajukan E-sport yang ada di Surabaya. Diharapakan dari hasil rancangan ini maka tidak ada lagi kekawatiran orang tua tentang kegemaran anak akan game, karena game kini juga bisa menjadi profesi. Kata Kunci: E-sport, Surabaya, Komunitas, Gamer, Metafora. Game
Penerapan Arsitektur Berwawasan Lingkungan pada Rancangan Sentra Bordir di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Ahmad Fahmi Fatchur Rizal; Wiwik Widyo Widjajanti; Randy Pratama Salisnanda
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1486

Abstract

Abstract. Pasuruan is famous for top products of embroidery that are resulted by Small and Medium Industries.  The production of embroidery has widely spread in all districts of Pasuruan Regency, particularly in Bangil District. Embroidery refers to ornaments attached on the clothes or other materials made by needle and thread. It also belongs to one of ornamental craft varieties (clothes accessory) which focuses on the beauty and competition of thread colors on the clothes as the media supported by a set of sewing kits (embroidery sewing machine) or computerized-embroidery sewing machine. The ornament of embroidery can use not only thread but also other materials such as metal pieces, pearls, beads, bird feather, and sequins. Planning and designing Embroider Centre are intended for providing a place of  production and marketing upon craft products as well as supporting other activities such as the centre of promotion, information, and  cultural education, which later on, it can become a tourism potential which is beneficial for developing the local and economy of Pasuruan society. The use of sustainable architecture theme in designing this building is expected to present a certain character or identity of facility and gallery. Besides, sustainable architecture also emphasizes on the surrounding environment such as conserving energy, working climate, respect for site, respect for user, and holistic. The designing process of building architecture was carried out through a series of stages beginning from project identification, precedent study, design program, design concept, and design development.Keywords: Embroidery, Embroidery Centre, Sustainable Architecture Abstrak. Pasuruan ini memiliki produk IKM yang menjadi produk unggulan yaitu bordir. Produksi bordir tersebar luas di seluruh Kabupaten Pasuruan, terutama di Kecamatan Bangil. Bordir merupakan hiasan diatas kain atau bahan- bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Bordir juga bisa didefinisikan sebagai salah satu kerajinan ragam hias (untuk aksesoris busana) yang menitik  beratkan pada keindahan dan kompetisi warna benang pada medium berbagai kain dengan alat bantu seperangkat mesin jahit (mesin jahit bordir) atau mesin jahit bordir komputer. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet. Perencanaan dan Perancangan Sentra Bordir ini memiliki tujuan yaitu sebagai tempat produksi dan pemasaran hasil kerajinan serta adanya aktivitas lain diantaranya adalah pusat promosi, informasi, budaya edukasi sehingga nantinya mampu menjadi potensi wisata yang dapat memberi manfaat bagi pengembangan daerah dan ekonomi masyarakat diKabupaten Pasuruan. Penggunaan tema Arsitektur Berwawasan Lingkungan dalam perancangan bangunan ini diharapkan dapat menampilkan suatu karakter atau identitas dari fasilitas dan galeri itu sendiri, tidak hanya itu Arsitektur Berwawasan Lingkungan juga mengedepankan lingkungan sekitarnya meliputi conserving energy, working climate, respect for site, respect for user, holistic. Perancangan arsitektur bangunan dilakukan melalui serangkaian tahapan mulai dari identifikasi proyek, studi preseden, program rancangan, konsep hingga pengembangan rancangan.Kata Kunci: Bordir, Sentra Bordir, Arsitektur Berwawasan Lingkungan
Pusat Busana Adat Dayak Kalbar, Dikota Pontianak Modesta Noberti; Amir Mukmin Rachim; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2053

Abstract

Abstrak. Kalimantan Barat merupakan salah satu Pulau yang memiliki Suku Adat Dayak Terbesar Selain Kalimantan timur,selatan dan utara. selain itu Pulau Borneo terkenal dengan Penduduk Aslinya adalah Suku Adat Dayak. Busana Adat Dayak berperan Penting Dipulau Borneo dan khususnya pada desain rancangan berlokasi di kota Pontianak yang belum memiliki wadah pusat Busana adat khusus busana Dayak kalimantan barat untuk di jual lagi ke sanggar-sanggar seni Dayak maupun took-toko lainnya, tentunya denga ada Pusat Busana Adat Dayak Di kota Pontianak ini mempermudah Toko busana Adat Dayak lainnya dan Sanggar budaya untuk mendapatkan Busana adat Dayak dengan desain yang sesuai yg mereka butuhkan dan kualitas yang terbaik lakan diberikan langsung dari Pusatnya. tentunya penerapan semua ini sudah di pertimbangkan apa saja yang di butuhkan di dalam desain tersebut hingga menjadi suatu bangunan yang bermanfaat bagi Kalimantan Barat Khususnya di kota Pontianak. Alasan dibuatnya pusat busana Dayak ini untuk mengembangkan busana Adat lebih modern dan lebih menarik lagi, dengan mengikuti jaman Busana terkini dengan syarat tidak menghilangkan aksesoris pada baju adat dan bahan asli pada baju adat Tersebut, Hasil akhir dari Perencanaan dan Perancangan Pusat Busana Adat Dayak Kalbar Di Kota Pontianak ini mengaplikasikan 3 konsep mikro yakni Tropis pada Lahan, Kontemporer pada Bentuk dan Ekologi Pada Ruang yang di terapkan dengan tema Arsitektur Neo-vernakular. Penerapan desain mengusung pendekatan konsep makro “Simbolik” yang dibungkus dengan kesatuan dari mulai judul, tema, Makro dan Mikro konsep. Di desain dengan kesatuan dari semuanya dalam kebudayaan adat suku Dayak setempat.
Pengaruh Arsitektur Organik terhadap Bentuk Bangunan Sirkuit Motocross di Mojokerto Bayu Pratama Putra; Randy P. Salisnanda; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1094

Abstract

Kabupaten Mojokerto merupakan daerah yang memiliki topografi cekung ditengah-tengah dan tinggi di bagian selatan dan utara. Dengan kondisi daerah yang sedemikian rupa maka muncullah di Kabupaten Mojokerto ini penggemar offroad, khususnya roda dua. Seperti halnya yang dilansir oleh MOJOKERTO, FaktualNews.co pada tahun 2017 tepatnya pada hari minggu tanggal 16 Juli event yang dilaksanakan  di Desa  Ketapanrame  Kecamatan  Trawas  diikuti oleh sedikitnya 1500 crosser menjajal medan yang ada didaerah  tersebut walapun bukan sebuah kompetisi. Terkait dengan balap motocross terutama sirkuit yang ditempati, sebuah tema yang berhubungan dengan   aspek tersebut haruslah diperhatikan. Untuk menciptakan bangunan yang sesuai dengan fungsi dan kondisi dari kawasan ini maka penulis mengusung tema arsitektur organik yang menjadikan bentuk bangunan yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Metode yang dipilih untuk perencanaan dan perancangan ini adalah metode deskriptif dan analisa  yang mana  dalam  pelaksanaannya segala bentuk studi yang telah dilakukan baik itu lapangan  dan literatur  memberikan output berupa analisa,antara lain yaitu analisa studi banding dan tapak yang digunakan untuk perancangan. Untuk konsep rancangan bangunan motocross ini mengambil konsep makro metafora dari bentuk daun yang selanjutnya dikaitkan dengan  prinsip arsitektur organik antara lain building as nature.
Arsitektur Eco-Technology Sebagai Tema Desain Robotics Center di Surabaya Jawa Timur Muhammad Ihya Ulumiddin; Wiwik Widyo Widjajanti; Randy Pratama Salisnanda
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya memiliki antusiasme masyarakat di bidang robotik yang dapat mendorong terwujudnya sebuah rancangan baru pusat robotika yang menjadi tempat untuk melakukan aktifitas dan pembelajaran maupun ajang berkompetisi terkait dengan hal robotika dan teknologi. Kota Surabaya merupakan ibu kota provinsi Jawa Timur yang memiliki penggemar robotik berjumlah ± 875 orang, dengan kegiatan KRAI atau kontes robot ABU Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia setahun sekali, juga banyaknya lembaga pendidikan yang memiliki kegiatan robotik. Perancangan Robotics Center mengangkat tema Arsitektur Eco Technology merupakan gabungan dari dua prinsip antara prinsip dalam merancang bentuk arsitektur yaitu pembangunan berkelanjutan dan teknologi mengambil tempat di Surabaya Barat karena banyaknya sekolah yang memiliki kegiatan robotik. Perancangan “Robotics Center” mengangkat konsep makro “kontemporer” agar tidak lekang oleh waktu. Konsep mikro tatanan lahan terkait analisa tapak memiliki konsep “community service”. Konsep mikro terkait bentuk mengambil konsep “dinamis” karena akan menghasilkan bentukan yang tidak kaku. Konsep mikro terkait dengan ruang mengambil konsep interaktif yang akan menghasilkan ruang-ruang sehat karena memiliki keterkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar. Hasil rancangan ini diharapkan dapat memberikan wadah yang bermanfaat dan membantu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususya di bidang robotika serta memberikan suatu hal baru dalam dunia arsitektur.
Arsitektur Neo Vernakular sebagai Salah Satu Aspek Penunjang Pelestarian Kebudayaan Lamaholot Anastasia Eka S.T.H.; Sigit Hadi Laksono; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1152

Abstract

Di zaman yang terus berkembang ini, ada banyak aspek dalam tatanan kehidupan yang mulai berubah, hilang ataupun terlupakan, salah satunya adalah kebudayaan, yang merupakan identitas dan kebanggaan bagi setiap suku bangsa di dunia. Lamaholot merupakan salah satu suku dalam kebudayaan yang ada di Nusa Tenggara Timur, yang mulai mengalami kekagetan dan pergeseran budaya, terkhusus yang berada di kabupaten Lembata. Dari permasalahan itu Neo Vernakular dirasa memiliki peran yang besar guna mendukung keberlangsungan pelestarian kebudayaan Lamaholot, khususnya bidang arsitektural, hal tersebut dapat diimplementasikan kedalam bentuk fisik (bentuk, konstruksi) maupun non fisik (konsep, filosofi, tata ruang) dalam proyek Perencanaan dan Perancangan Pusat Edukasi Kebudayaan Lamaholot di Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Peran Arsitektur Neo Vernakular yaitu mengemas kebudayaan Lamaholot ke dalam bentuk arsitektural yang dapat dilihat, dinikmati dan digunakan dengan baik, tanpa harus meninggalkan kaidah-kaidah normative yang berlaku. Prinsip-prinsip arsitektur lokal Lamaholot yang diterapkan berupa penggubahan dan pola tatanan lahan yang memiliki area kumpul pada bagian tengahnya atau “namang” dalam peyebutan kampung adat, penerapan bumbungan atap “kote mane” pada seluruh bangunan yang ada pada rancangan serta pengaplikasian aspek-aspek kebudayaan seperti motif kain tenun yang diwujudkan menjadi ornamen dan dekorasi pada bentuk dan ruang pada rancangan. Metode kajian yang digunakan yaitu kualitatif dengan tahap pengolahan data yang melalui proses pengelompokkan dan penstrukturan baik hasil dari studi teori pustaka, literatur, survei lapangan, dan observasi sesuai kategori dan klasifikasi yang dilanjutkan dengan analisa data dan perancangan.
Program IbPE untuk Meningkatkan Usaha UKM Berbahan Dasar Kulit Syamsuri Syamsuri; Wiwik Widyo Widjajanti; Evi Yuliawati; Yustia Wulandari
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2017.v1i1.137

Abstract

Program Iptek Bagi Produk Ekspor (IbPE) ini memiliki 2 Mitra, yaitu pengusaha tas yang menggunakan bahan dasar kulit. Mitra 1 adalah pengusaha dompet, tas dan sepatu yang berlokasi di Jl. Sidoluhur No. 15 RT. 05 RW. 01 Dilem KepanjenMalang, Jawa Timur, Indonesia. Kemudian Mitra 2 adalah pengusaha yang focus pada produk tas yang berlokasi di Kendensari RT. 02 RW. 01 No. 49 Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Selama ini Mitra 1 sebagai pengusaha dompet kulit memasarkan produknya langsung kepada konsumen dalam betuk enceran maupun grosir. Konsumen untuk produk Mitra 1 memasarkan dompet serta poduk lainnya di daerah malang sekitarnya baik dalam negri maupun luarnegeri hingga ke Singapura. Sedangkan untuk Mitra 2 pemasarannya dilakukan dengan tergantung pemesanan, meskipun demikianproduk mitra 2 telah sampai ke Timor Leste dan China. Proses pengerjaan yang masih konvensional yaitu sebagian besar proses dilakukan secara manual mengandalkan ketrampilan para pekerja, hal tersebut menjadi penghambat Mitra untuk dapat mengembangkan usahanya. Akses menuju pemasaran ekspor cenderung agak sulit sehingga pengiriman untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Luar Negeri menjadi terhambat. Minimnya pendidikan dan kemampuan pekerja juga menjadi kendala serius bagi Mitra. Melihat permasalahan yang dialami oleh Mitra, maka Tim Pelaksana IbPE Pengusaha Produk Kerajian Kulit bertujuan untuk meningkatkan produktivitas Mitra agar berpotensi ekspor lebih tinggi serta untuk dapat menciptakan kemandirian Mitra dan meningkatkan daya saing pada industri sejenis. Dari hasil pengamatan di lapangan dan wawancara langsung dengan Mitra, terdapat empat aspek yang menjadi fokus pada program IbPE ini yaitu produk, produksi, pemasaran dan proses. Pelaksanaan program IbPE diharapkan dapat membantu Mitra dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha baik secara kualitas maupun kuantitas. Disamping itu membantu Mitra mencari celah pasar untuk produk ekspor karena fasilitas yang tidak tersedia diatasi dengan pengadaan modem sehingga memudahkan Mitra untuk dapat berselancar untuk mendapatkan pasar yang lebih luas.
Co-Authors A W Ekaraga A.Sabita Bintang Mardiamsa A.Tutut Subadyo Abbi Ali Achmadi Abdullah Dani Fadhlur Rohman Achmadi, Abbi Ali Adi Cakranegara, Pandu Afifah, Zian Ahmad Fahmi Fatchur Rizal Ahmad Vicky Fahrezi Akbal, M Amansyah, Muhammad Amin Setyo Leksono Amir Mukmin Rachim Anastasia Eka S.T.H. Anna Triningsih Anna Triningsih Antariksa Ardhianty, Elsa Juliana Arief Fahmi Lubis Aries Priyambodo Arlini Dyah Radityaningrum Atika, Firdha Ayu Azizah, S B W Sulistyo Bayu Pratama Putra Bima Pratama Fauzi Putra Brina Oktafiana Broto Wahyono Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo David Sony Setyawan Dede Agus dede agus, dede Dwi Eka Noor Safitri E Poedjioetami Esty Poedjioetami Esty Poedjioetami Evi Yuliawati Evi Yuliawati Evi Yuliawati Fahrezi, Ahmad Vicky Failasuf Herman Hendra Failasuf Herman Hendra Failasuf Herman Hendra Farissa Nuur Khamalis Sakinah Febriany Nurshella Gerdy, Tania Eka Putri Hardiana Martasari HERI IRAWAN Heri yanto I Gede Damarutha Adrian Nugraha I Gusti Bagus Wiksuana I Made Odde Arca Winata I Nyoman Ryu Arca Wiguna Ika Ratniarsih Inas Oktavia Putri Indra Komara, Indra Irawan, Heri Irfani, Muhammad Syihabuddin Karya Arsitra Rismansyah Kuspitsari, Rossy Shinta Liga Dwi Rudiantoro M H Syaifudin Made Suryanatha Prabawa Mardiamsa, A.Sabita Bintang Martasari, Hardiana Miftakhul Maulidyah Ulfatah Modesta Noberti Mohamad Hidayat Muhtar Muhammad Ihya Ulumiddin Muhammad Kinanjar Rahayu Nadhila, Nadia Nurarifah Nareswarananindya, Nareswarananindya Noberti, Modesta Noviyanti, Yuli Dwi Nur Wahyu Adelia Ratih Nurshella, Febriany Oktafiana, Brina Oryanto Untario Pawane, Filia Feronika Permanasari, Wahyu Dinda Prakoso, Gerhana Bagas Pramesti, Sheila Oktaviani Pratama, Muhammad Antoni Dana Pratama, Randy Putra, Bayu Pratama Putra, Bima Pratama Fauzi Rahayu, Muhammad Kinanjar Ramadhan, Zam Zami Ramadhani, Annisa Nur Randy Pratama Salisnanda Ratih, Nur Wahyu Adelia Ratna Puspitasari Rismansyah, Karya Arsitra Rizal, Ahmad Fahmi Fatchur Rizky Rusmal Rohman, Abdullah Dani Fadhlur Rozi, M. Fatchur Rusmal, Rizky S.T.H., Anastasia Eka Safitri, Dwi Eka Noor Salisnanda, Randy Pratama Samuel Kristian Bani Samuel Kristian Bani Selvi Marcellia Sigit Hadi Laksono Siti Azizah Suci Ramadhani Suci Ramadhani Suci Ramadhani, Suci Sulistyo, Broto Wahyono Syahrian Najma Alif Syarifudin SYAMSURI Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syarifudin, Syahrian Najma Alif Tania Eka Putri Gerdy Ulfatah, Miftakhul Maulidyah Ulumiddin, Muhammad Ihya Untario, Oryanto Wulandari, Arviana Wulandari, Yustia Y E Sutantio Yaelt Lemus Vergara, Andrea Yoga Widianto Yulfiah, Yulfiah Yuli Dwi Noviyanti Yustia Wulandari Yustia Wulandari Mirzayanti Zamroni Abdussamad Zian Afifah