Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Insiden Komplikasi DM Tipe 2: Literature Review Subagjo, Immaculata Eka; Lumadi, Sih Ageng; Handian, Feriana Ira
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i1.676

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a health problem that can increase the risk of various complications. Dietary compliance is one of the factors that have an important role in preventing complications in Type 2 DM. This study aims to determine the relationship between dietary compliance with the incidence of complications. The method or design used in this research is Literature Review by searching for journals using databases, namely SCOPUS, Science Direct, PubMed, and Google Scholar which were published between 2014-2021. The analysis in this study is synthesized in a narrative form. All study results show that dietary compliance is associated with complications in patients with Type 2 DM and there is a relationship between dietary adherence and incidence of DM 2. Therefore, the better dietary adherence, the smaller the incidence of Type 2, and vice versa. Suggestions in this study, it is necessary to increase knowledge and attitudes towards dietary compliance to keep blood glucose levels stable and prevent complications
Hubungan Antara Persepsi Ibu dengan Tindakan Pencegahan Diare Pada Anak Usia Balita di Wilayah Posyandu Merjosari Rw 01, Kota Malang Tomi Umbu Kora Iki; Feriana Ira Handian; Sih Ageng Lumadi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i1.277

Abstract

ABSTRAK Persepsi adalah cara pandang Ibu tetang tindakan pencegahan diare pada anak balita. Tindakan pencegahan diare tidak terlepas dari Persepsi Ibu dalam memandang penyakit diare sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan diare yang tepat pada anak usia balita. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross sectional yang bertujuan untuk melihat persepsi Ibu dengan tindakan pencegahan diare pada anak usia balita di wilayah kerja posyandu Merjosari RW 01, kota Malang. Penelitian ini adalah seluruh balita yang terdaftar di wilayar kerja posyandu Merjosari RW 01, Kota Malang sebanyak 227. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling sebanyak 46 responden dan pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi sebagian besar ibu yang berada di wilayah kerja Merjosari RW 01 kota Malang termasuk dalam kategori kurang sehingga menyebabkan tindakan pencegahan diare yang kurang pada anak usia balita. Persepsi kurang tentang diare menyebabkan penurunan sikap dan tindakan ibu dalam melakukan pencegahan diare pada anak usia balita sehingga terdapat hubungan persepsi Ibu dengan tindakan pencegahan diare pada anak usia balita di Wilayah Kerja Posyandu Merjosari RW 1 Kota Malang, didapatkan nilai p = (0,006) < (0,050). Saran peniliti ini adalah agar orang tua dapat melakukan tindakan pencegahan diare seperti selalu memperhatikan air yang bersih untuk di konsumsi, menjaga kebersihan lantai jamban atau kamar mandi, selalu mencuci tanga sebelum memberikan makanan pada anak dan sesudah BAB dan membuang tinja bayi atau popok bayi sesui pada tempatnya. Kata kunci : Persepsi Ibu, Tindakan Pencegahan Diare, Usia Balita.
The Influence of Hemoglobin and Motivation on Students' Physical Fitness Sih Ageng Lumadi; Septi Viantri Kurdaningsih; Wijayantono; Yunita Kristina
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 2 No. 2 (2025): April, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v2i2.140

Abstract

This study aims to analyze the effect of hemoglobin levels and motivation on students' physical fitness. This study used a quantitative approach with a correlational design and involved 60 students as respondents who were randomly selected through random sampling techniques. The variables studied consisted of hemoglobin levels measured with a hemoglobinometer, motivation levels measured using a questionnaire with a Likert scale, and physical fitness measured through physical tests which included running 1,600 meters, push-ups, and sit-ups. The results of bivariate analysis showed a significant relationship between hemoglobin levels and students' physical fitness (p = 0.003). In addition, the study also showed a significant relationship between motivation and students' physical fitness (p = 0.001). Students with high motivation had better physical fitness, with most being in the good (18.3%) and moderate (16.7%) categories. The results of this study confirmed that sufficient hemoglobin and high motivation play an important role in supporting students' physical fitness. This study provides important insights into the factors that influence students' physical fitness in an educational setting.
Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Manajemen Diri Pada Penderita Hipertensi Di Masyarakat RW 07 Desa Genengan Kabupaten Malang Permatasari, Intan; Lumadi, Sih Ageng; Raharjo, Puguh
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27709

Abstract

Background: Hypertension management heavily depends on patients self-efficacy and self-management behaviors. Self-efficacy, defined as one’s belief in their ability to perform specific tasks, plays a critical role in motivating hypertensive patients to manage their condition effectively. Poor management of hypertension can lead to severe complications such as heart attacks, strokes, and kidney failure. Therefore, understanding the relationship between self-efficacy and self-management is essential to improving health outcomes in hypertensive populations. Objective: This study aimed to explore the relationship between self-efficacy and self-management among hypertensive patients in RW 07, Genengan Village, Pakisaji District, Malang Regency. Methods: A quantitative correlational study was conducted involving 38 hypertensive respondents. Self-efficacy was measured using the General Perceived Self-Efficacy Scale (scores 10–30), categorized into poor (10–20) and good (21–30). Self-management was assessed through the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) with scores ranging from 25 to 125, classified as poor, moderate, or good management. Data were collected through questionnaires and analyzed using Spearman Rank correlation with SPSS version 23 at a significance level of α < 0.05. Results: Findings revealed that 65.8% of respondents possessed good self-efficacy, while 34.2% had poor self-efficacy. Regarding self-management, 47.4% exhibited moderate management behaviors, 28.9% poor, and 23.7% good. Most participants were female (79%) and married (100%), with a majority having family history of hypertension (63%) and long disease duration of 10–20 years (79%). The use of antihypertensive medication, primarily Amlodipin, was common. Self-efficacy showed a significant positive correlation with self-management. Conclusion: Higher self-efficacy is associated with better self-management among hypertensive patients. Interventions aimed at enhancing self-efficacy may improve patients’ ability to manage hypertension effectively, potentially reducing complications and improving quality of life.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEFIR TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POSYANDU LANSIA DESA PANDANLANDUNG KABUPATEN MALANG Arvi Iftiyanti; Feriana Ira Handian; Sih Ageng Lumadi
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Terapan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/joan.v9i1.3874

Abstract

Efek metabolisme insulin pada penderita diabetes melitus memicu reaksi inflamasi yang menyebabkan reaksi radikal bebas, kerusakan sel reseptor dan kerusakan sel beta pankreas. Salah satu manfaat susu kefir bagi penderita DM yaitu dapat mengontrol kadar gula darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh susu kefir terhadap kadar glukosa darah puasa pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di desa pandanlandung kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan one group pretest – postest design. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 33 responden.Kriteria inklusi responden yairu lansia penderita DM berumur 60-65 tahun, tidak mengkonsumsi obat insulin, dan mengontrol kadar gula darah dengan makanan. Pengukuran kadar gula darah menggunakan pengukuran gula darah puasa sebelum pemberian susu kefir. Kemudian, gula darah diukur kembali sesudah pemberian susu kefir. Dari hasil analisis dengan p value sebesar 2,265 (nilai signifikansi sebesar 0,030) terdapat pengaruh pemberian susu kefir terhadap kadar glukosa darah lansia pada penderita diabetes melitus tipe 2 di posyandu lansia desa pandanlandung kabupaten malang. Saran dari penelitian ini yaitu, peneliti selanjutnya dapat meneliti secara kualitatif adakah perubahan keluhan yang dirasakan setelah pemberian susu kefir lebih dari 1 hari pemberian susu kefir.