Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGEMBANGAN FORMULA MAKANAN POMPOM POTATO WITH PEANUT BUTTER SEBAGAI SELINGAN TINGGI KALORI TINGGI PROTEIN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Novika J, Yulia; Rahmadi, Antun; Rusyantia, Anggun; Bertalina, Bertalina
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan stunting jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan stunting. Sebelas intervensi stunting difokuskan pada masa sebelum kelahiran (wanita usia subur dan kehamilan), anak usia 6 – 23 bulan dan balita, diantaranya adalah pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan pemberian MPASI kaya protein hewani bagi baduta. Salah satu produk pangan yang dapat dijadikan alternatif makanan selingan adalah Pompom Potato with Peanut Butter.. Tujuan penelitian ini adalah Menghasilkan formula makanan selingan Pompom Potato with Peanut Butter yang paling disukai yang tinggi kalori dan protein. Penelitian eksperimen dengan perlakuan enrichment pada pembuatan Pompom Potato with Peanut Butter. Teknik yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan lima formula pada pembuatan isian nugget dengan perbandingan ayam dan wortel secara berurutan F0 (0), F1 (6:4), F2 (7:3), F3 (8:2), F4 (9:1). Pengamatan meliputi organoleptik dengan metode uji rating hedonik dan perhitungan nilai gizi. Analisis data meliputi uji ANOVA α=0,05 dengan uji lanjutan Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh formula produk Pompom Potato with Peanut Butter berada diantara kategori agak suka dan suka. Produk yang paling disukai adalah F4 yaitu formula Pompom Potato yang diberi isian nugget noissete dengan perbandingan daging ayam dan wortel adalah 90:10. Hasil uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada seluruh penilaian organoleptik antara kelima produk meliputi warna pada F0 (p-value 0,001), rasa pada F4 (p-value 0,004), aroma pada F4 (p-value 0,002), tekstur pada F1 (p-value 0,008), dan penerimaan keseluruhan (p-value 0,023). Informasi nilai gizi Pompom Potato with Peanut Butter yang paling disukai dalam 1 sajian (70 g atau setara dengan 10 buah) senilai 191,6 kkal, 6,3 g protein, 14,7 g lemak, 0,8 mg zat besi.
PERSEPSI IBU BALITA TENTANG STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CANDRAMUKTI KAB.TULANG BAWANG BARAT Sutrio; Rahmadi, Antun; Nugroho, Arie; Muliani, Usdeka; Mulyani, Roza
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35122

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji persepsi ibu balita tentang pengertian, penyebab, pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah Puskesmas Candra Mukti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan informan kunci yaitu ibu balita stunting, informan tambahan yaitu kader pos yandu dan pemegang program gizi puskesmas. Ibu mempersepsikan pengertian stunting cenderung kepada tanda-tanda fisik yang meliputi anak terlihat kecil, serta pertumbuhan lambat, dengan ciri- ciri badan pendek, kurus, lemah dan kurang gizi. Petugas kesehatan melakukan sosialisasi lanjutan mengenai stunting, edukasi gizi, keterampilan hidup bersih dan sehat serta KIA dengan lebih sering menggunakan media promosi kesehatan yang mudah dipahami oleh semua kalangan. Informasi yang digaungkan bukan saja berkaitan dengan aspek fisik akibat stunting dan faktor langsung penyebab stunting, tetapi lebih diutamakan pada akibat stunting terhadap kecerdasan dan perkembangan otak anak dan faktor tidak langsung penyebab stunting seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi.
Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Desa Sidodadi Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran Sutrio, Sutrio; Muliani, Usdeka; Sri Sumardillah, Dewi; Rahmadi, Antun; putri, Sefanadia
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 17 No 1 (2025): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan kader dalam melakukan deteksi tumbuh kembang balita tidak terlepas dari minimnya pendampingan sehingga mampu melakukan deteksi tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang anak sebagai upaya pencegahan stunting Di Desa Sidodadi Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental (pre-experiment) dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok (one group pretest-posttest disign). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader posyandu berjumlah 20 orang. Sampel merupakan bagian dari populasi diambil dari keseluruhan objek penelitian dengan berjumlah 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata skor pengetahuan kader psyandu sebelum dilakukan pendampingan adalah 9,65 (SD=2,96), dan rerata nilai pengetahuan kader posyandu setelah dilakukan pendampingan adalah 13,25 (SD= 1,80). Rerata skor keterampilan kader sebelum pendampingan 7,25 (SD=2,02) dan rata-rata skor setelah diberikan pendampingan 14,10 (SD=0,91). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada skor pengetahuan dan keterampilan responden sebelum dan setelah pendampingan dengan nilai Asymp Sig. 0,000 berarti nilai p<0,05. Hasil ini menunjukkan terdapat pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader dalam Deteksi Dini tumbuh kembang Anak. Pihak puskesmas meningkatkan kegiatan pelatihan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang anak dan melakukan pendampingan rutin kepada kader posyandu
Hubungan Status Gizi Dan Karakteristik Lansia Terhadap Fungsi Kognitif Peserta Prolanis Di Puskesmas Karang Anyar Sutrio, Sutrio; Rahmadi, Antun; Pratama, Agil Surya Fajar; Sejati, Nawasari Indah Putri
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i1.130

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif akibat proses degeneratif dan berbagai faktor risiko, termasuk status gizi dan karakteristik individu seperti usia, jenis kelamin, serta tingkat pendidikan. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk menjaga kualitas hidup lansia, termasuk fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan karakteristik lansia terhadap fungsi kognitif pada peserta Prolanis di Puskesmas Karang Anyar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling diperoleh sebanyak orang yang menjadi responden dalam penelitian ini dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), kuesioner karakteristik responden, dan Mini Mental State Examination (MMSE) untuk menilai fungsi kognitif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar lansia mengalami gangguan fungsi kognitif, dengan proporsi gangguan kognitif ringan sebesar 53,0% dan gangguan kognitif berat sebesar 16,1%. Hanya 30,9% responden yang memiliki fungsi kognitif normal, Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,01), usia (p=0,00), dan tingkat pendidikan (p=0.01) dengan fungsi kognitif. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan fungsi kognitif (p=0,72). Status gizi, usia, dan tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan terhadap fungsi kognitif lansia. Upaya peningkatan status gizi dan edukasi kesehatan pada lansia sangat penting dalam menjaga fungsi kognitif mereka.
PELATIHAN APLIKASI GIZI BERBASIS ANDROID BAGI SISWI PIONIR DALAM PENCEGAHAN MALNUTRISI DI SMA NEGERI 2 TUMI JAJAR Rahmadi, Antun; Ny, Bertalina; Nugroho, Arie
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/almuawanah.v1i2.8049

Abstract

Masalah malnutrisi pada remaja putri lebih disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang gizi. Di sisi lain, kelompok remaja putri memiliki akses informasi yang baik dengan tersedianya internet dan kepemilikan gadget. Karakteristik remaja yang sangat dekat dengan teman sebaya sehingga sangat mendukung upaya edukasi gizi melalui peer group. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan malnutrisi bagi siswi di SMAN 2 Tumi Jajar Kabupaten Tulang Bawang Barat. Metode yang digunakan adalah pelatihan penggunaan aplikasi gizi berbasis android. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang malnutrisi rata-rata sebesar 60,3% dan meningkatkan keterampilan peserta dalam penggunaan aplikasi berbasis android “Ceria” dan  “Fatsecret” sebesar 87%. Diharapkan peserta pelatihan  dapat berbagi pengetahuan yang diperolehnya dengan peer groupnya.
Analisis Faktor Gizi dan Konsumsi Makanan sebagai Prediktor Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar Rahmadi, Antun; Fitricia Andreani
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i2.5399

Abstract

Academic achievement among elementary school children is influenced by various factors, including nutritional status, diet quality, and nutrition knowledge. These factors play a crucial role in supporting cognitive development and learning performance. This study aimed to analyze the association between diet quality, nutritional status, and nutrition knowledge as predictors of academic achievement among elementary school children. A cross-sectional design was employed, involving 60 students selected using simple random sampling. Nutritional status was assessed using body mass index-for-age (BMI/A), diet quality was evaluated using a diet quality index score (range 0–100), and nutrition knowledge was measured using a standardized questionnaire. Data were analyzed using SPSS version 26. The Kolmogorov–Smirnov test was performed to confirm normality before conducting Pearson correlation and multiple linear regression analyses. The results showed significant correlations between academic achievement and diet quality (r = 0.42; p = 0.0012), nutritional status (r = 0.36; p = 0.0045), and nutrition knowledge (r = 0.28; p = 0.0321). Multiple regression analysis revealed that all three variables were significant predictors of academic achievement, with R² = 0.42 and adjusted R² = 0.39, indicating that 39% of the variance in academic achievement was explained by these predictors. In conclusion, diet quality, nutritional status, and nutrition knowledge contribute significantly to improving academic achievement among elementary school children.
Hubungan konsumsi protein harian dan status gizi dengan kejadian karies gigi molar pertama bawah permanen pada siswa sekolah dasar Sutrio, Sutrio; Rahmadi, Antun; Purnomowati, RR. Ratnasari Dyah; Sumardilah, Dewi Sri; Mulyani, Roza
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1607

Abstract

Background: Dental caries is a common oral health problem in school-aged children, particularly in the lower permanent first molars, which are susceptible to decay. Daily protein intake is thought to play a crucial role in dental health because protein contributes to the formation of hard dental tissue and saliva acts as a natural defense against caries. Purpose: To analyze the relationship between daily protein consumption and nutritional status and the incidence of caries in the lower permanent first molars in elementary school students. Method: A cross-sectional study design was used, involving 150 fourth- and fifth-grade students selected using total sampling. Nutritional status was determined based on Body Mass Index for Age (BMI/A). Caries examinations were performed clinically by dental health professionals. Data were analyzed bivariately using the Chi-Square test. Results: 67.6% of children with insufficient daily protein intake experienced caries, compared with 36.8% in the adequate intake group (p = 0.001; OR = 3.57). Meanwhile, 62.5% of children with abnormal nutritional status experienced caries compared to 50% of children with normal nutrition, but this relationship was not statistically significant (p = 0.24; OR = 1.67). Conclusion: There is a significant association between daily protein consumption and the incidence of caries in the lower first permanent molars.   Keywords: Dental Caries; Nutritional Status; Permanent Molars; Protein Intake; School Children.   Pendahuluan: Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang umum pada anak usia sekolah, khususnya pada gigi molar pertama bawah permanen yang rentan mengalami kerusakan. Asupan protein harian diduga berperan penting dalam kesehatan gigi karena protein berkontribusi pada pembentukan jaringan keras gigi dan fungsi saliva sebagai pertahanan alami terhadap karies. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara konsumsi protein harian dan status gizi dengan kejadian karies gigi molar pertama bawah permanen pada siswa sekolah dasar. Metode: Desain penelitian cross-sectional dengan sampel 150 siswa kelas 4 dan 5 yang dipilih secara total sampling. Status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh per umur (IMT/U). Pemeriksaan karies dilakukan secara klinis oleh tenaga kesehatan gigi. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 67.6% anak dengan asupan protein harian kurang mengalami karies, dibandingkan dengan 36.8% pada kelompok asupan cukup (p = 0.001; OR = 3.57). Sementara itu, 62.5% anak dengan status gizi tidak normal mengalami karies dibandingkan 50% anak dengan gizi normal, namun hubungan ini tidak signifikan secara statistik (p = 0.24; OR = 1.67). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara konsumsi protein harian dengan kejadian karies gigi molar pertama bawah permanen.   Kata Kunci: Anak Sekolah; Asupan Protein; Gigi Molar Permanen; Karies gigi;  Status gizi.
Diet Quality During Pregnancy Is Associated With Stunting Babies Rahmadi, Antun; Nugroho, Arie; Bertalina, Bertalina; Abdullah, Abdullah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.3011

Abstract

This study aims to determine the differences in diet quality during pregnancy between mothers who gave birth to stunted babies and mothers who gave birth to normal babies, using The Alternate Healthy Eating Index for Pregnancy (AHEI-P) to evaluate diet quality. A total of 33 mothers who gave birth to stunted babies (case group) and 38 mothers who gave birth to normal babies (control group) were involved in this study. The results showed that the diet quality of mothers in the control group (score 78.4 ± 7.4) was good, while in the case group (score 74.2 ± 4.3), it still needed improvement. Statistical analysis showed a significant difference in diet quality between the case and control groups (p-value = 0.021). These results indicate that lower diet quality in the case group is associated with risk factors that can affect the incidence of stunting. Low diet quality in the case group is indicated by high consumption of trans fats and sweet drinks and low consumption of vegetables, fruits, and iron. On the other hand, the consumption of nuts in both groups still needs to be improved. These findings emphasize the importance of improving maternal diet quality during pregnancy to prevent infant stunting.
Faktor Determinan Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Anak SDN 01 Hajimena, Lampung Selatan Tahun 2023 Rahmadi, Antun; Sumardilah, Dewi Sri; Wahyuni, Endang Sri; Agusta, Ryan
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v3i1.1711

Abstract

Background: Fruit and vegetable have advantages as a source of antioxidants, fiber, vitamins and minerals which play an important role in growth and disease prevention. Low vegetable and fruit intake in children is associated with a risk of health problems in adulthood. Purpose: To determine the relationship of knowledge, availability, and preferences with the consumption of vegetables and fruit in elementary school children. Methods: The research location is SDN 01 Hajimena, Natar District, South Lampung. There were 66 students who participated in this study. Participants were grade 5 and 6 students who were taken by systematic random sampling of 199 students. The design of this study was cross-sectional, when data collection was conducted in May 2023. Data analysis used the Chi-Squared test. Result: The results showed that the consumption of vegetables and fruit for school children was low. The average consumption of vegetables is 159 grams/day while fruit consumption is 102 grams/day. Conclusion: Knowledge, availability, preferences of vegetables and fruit correlated with vegetable and fruit consumption (p<0.05).
Peningkatan kemampuan kader dalam pendampingan ibu hamil hingga menyusui dua tahun berbasis buku KIA dan media edukasi booklet Indrasari, Nelly; Fikri, Ahmad; Rahmadi, Antun; Khoiriyah, Yustin Nur
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2158

Abstract

Background: The period from pregnancy to two years of age is a crucial phase in preventing stunting and improving maternal and child health. Community health cadres play a strategic role in supporting pregnant and breastfeeding mothers; however, their capacity to utilize the Maternal and Child Health Handbook (KIA) and educational media remains limited. Purpose: To improve the knowledge and role of Posyandu cadres in supporting pregnant mothers through the age of two through the use of the KIA handbook and educational booklets. Method: This community service activity was conducted in Sukamaju Village, Abung Semuli District, North Lampung Regency in 2025. The target group included Posyandu cadres, pregnant mothers, breastfeeding mothers, and families of toddlers. The activity involved 30 Posyandu cadres, 30 pregnant mothers, 30 breastfeeding mothers, and was also attended by representatives from the village government, community health centers, and village midwives. The program employed a community-based, participatory approach focused on increasing the capacity of cadres in supporting pregnant mothers through the first two years of breastfeeding through the use of the Maternal and Child Health Handbook (KIA) and educational booklets. Summative evaluation was conducted at the end of the program through observation, interviews, and assessment of changes in knowledge, attitudes, and practices of cadres and targets. Evaluation activities were conducted in the prenatal classes and integrated health posts (Posyandu) in Sukamaju Village. Results: Cadres' understanding of breastfeeding techniques increased from 22.9% before training to 88.6% after training. Cadres' ability to explain Early Initiation of Breastfeeding (IMD) increased from 31.4% to 91.4%, while their ability to conduct breastfeeding counseling based on the Maternal and Child Health (KIA) Handbook and educational media increased from 17.1% to 82.9%. Implementation results showed that 30 pregnant women received education on breastfeeding preparation for up to two years, 11 mothers received IMD assistance during delivery, and 30 breastfeeding mothers reported successful latching after counseling by the cadres. In addition, 19 mothers began practicing breast milk expression and storage according to guidelines, and 30 babies' growth monitoring was recorded in the KIA Handbook. Conclusion: Community service activities through empowering cadres to accompany pregnant women up to two years of breastfeeding based on the Maternal and Child Health (KIA) Handbook and educational media booklets have proven effective in increasing cadre capacity, as well as increasing knowledge and practices among pregnant and breastfeeding mothers. Empowering cadres based on the KIA Book is a relevant and applicable strategy in supporting stunting prevention efforts at the community level. Suggestion: It is hoped that cadre mentoring will continue and be routinely integrated into integrated health post (Posyandu) activities and prenatal classes. It is also recommended that future community service activities be longer-term and involve a wider target group so that the long-term impact on stunting prevention can be evaluated more comprehensively. Keywords: Cadre empowerment; Health education; KIA handbook; Pregnant women; Stunting prevention Pendahuluan: Periode sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan fase krusial dalam pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Kader kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu hamil dan menyusui; namun, kapasitas kader dalam memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta media edukasi masih terbatas. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader Posyandu dalam pendampingan ibu hamil hingga anak berusia dua tahun melalui pemanfaatan buku KIA dan media edukasi booklet. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2025. Sasaran kegiatan meliputi kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga balita. Kegiatan ini melibatkan 30 kader posyandu, 30 ibu hamil, 30 ibu menyusui dan dihadiri juga dari pemerintah desa, puskesmas, dan bidan desa. Program dilakukan dengan pendekatan community-based participatory approach yang difokuskan pada peningkatan kapasitas kader dalam pendampingan ibu hamil hingga menyusui dua tahun melalui pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan media edukasi booklet. Evaluasi sumatif dilaksanakan pada akhir program melalui observasi, wawancara, serta penilaian perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik kader dan sasaran. Kegiatan evaluasi dilakukan pada kelas ibu hamil dan posyandu di Desa Sukamaju. Hasil: Pemahaman kader terhadap teknik menyusui meningkat dari 22.9% sebelum pelatihan menjadi 88.6% setelah pelatihan. Kemampuan kader dalam menjelaskan IMD meningkat dari 31.4% menjadi 91.4%, sedangkan kemampuan melakukan konseling ASI berbasis Buku KIA dan media edukasi meningkat dari 17.1% menjadi 82.9%. Hasil implementasi menunjukkan bahwa 30 ibu hamil memperoleh edukasi persiapan menyusui hingga dua tahun, 11 ibu mendapatkan pendampingan IMD saat persalinan, dan 30 ibu menyusui melaporkan keberhasilan pelekatan (latch-on) setelah konseling oleh kader. Selain itu, 19 ibu mulai menerapkan praktik memerah dan menyimpan ASI sesuai panduan, serta 30 bayi tercatat lengkap pemantauan pertumbuhannya dalam Buku KIA. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan kader pendamping ibu hamil hingga menyusui dua tahun berbasis Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan media edukasi booklet terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader serta pengetahuan dan praktik pada ibu hamil dan ibu menyusui. Pemberdayaan kader berbasis Buku KIA merupakan strategi yang relevan dan aplikatif dalam mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas. Saran: Diharapkan, agar pendampingan kader dilanjutkan dan diintegrasikan secara rutin dalam kegiatan posyandu dan kelas ibu hamil. Kegiatan pengabdian selanjutnya juga disarankan memiliki durasi yang lebih panjang dan melibatkan jumlah sasaran yang lebih luas agar dampak jangka panjang terhadap pencegahan stunting dapat dievaluasi secara lebih komprehensif.