Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Correlation of Family Support with Anxiety Level in Chronic Kidney Disease (CKD) Patient Undergoing Hemodialysis During the Covid-19 Pandemic Ferly Yacoline Pailungan; Maria Kurnyata Rante Kada
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5569

Abstract

During the COVID-19 pandemic, major changes occurred in all aspects of life, requiring every individual to adapt to new situations and this led to various psychological problems, one of which was increased anxiety. This also has an impact on patients with chronic renal failure or chronic kidney disease (CKD) who have to undergo hemodialysis in the hospital, so to overcome anxiety, the role or support of the family is needed. This study was to determine the correlation between family support and anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis during the COVID-19 pandemic. Design was correlation research with cross sectional design. The population is CKD patients undergoing hemodialysis at Bhayangkara Hospital and Labuang Baji Hospital Makassar, totaling 51 people. Sampling was done by consecutive sampling. The number of samples is 45 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire which was an adaptation of the Zung Self-Rating Anxiety Scale instrument and a family support questionnaire developed by Nursalam. Validity and reliability tests were carried out on 30 respondents and obtained the results of the questionnaire r value on all statement items ranging from 0.397 - 0.924, (r count> r table) and Cronbach alpha value of 0.903, it was concluded that all statement items on the anxiety level questionnaire were valid and reliable to use. For the family support questionnaire, the r value on 20 statement items ranged from 0.619 - 0.927 with a Cronbach alpha of 0.961 so it was concluded that the questionnaire was valid and reliable to use. The data in this study were analysed using SPSS Version 22 software. Statistical tests using the Gamma correlation test showed a p value = 0.001 and an α = 0.05 (p < α) and a correlation value of 0.752. Based on the results of statistical tests, it can be concluded that there is a significant correlation between family support and anxiety in patients with chronic renal failure undergoing haemodialysis during the COVID-19 pandemic and shows a strong correlation.
Kulit Sehat Hati Senang: Kenali Skabies dan Jaga Kebersihan Diri Ayuk Cucuk Iskandar; Najihah Najihah; Ferly Yacoline Pailungan; Mais Wuri Anjani; Siti Oktaviani; Wahjianty Wahjianty; Fadhilah Adristi Ananda; Nur Liana; Cindy Haryani; Susi Lucia; Nurul Fazila; Yerina Siska; Kristi Jhony
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2650

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi kutu Sarcoptes scabiei varietas hominis. Skabies sering diabaikan oleh masyarakat, sehingga penyakit ini menjadi salah satu masalah di seluruh dunia. Penyakit ini lebih banyak terjadi di negara berkembang, terutama di daerah endemis dengan iklim tropis dan subtropis, seperti Afrika, Amerika Selatan, dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi tentang penyakit skabies dan cara pencegahannya. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan disertai demonstrasi dan poster dengan memberikan edukasi tentang penyakit skabies dan kebersihan diri, demonstrasi 6 langkah cuci tangan yang benar, dan dilakukan pre-posttest sebagai evaluasi. Peserta kegiatan ini adalah santriwati di Muhammadiyah Boarding School sebanyak 135 orang. Setelah dilakukan kegiatan, hasil posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai 91.39 (baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan santri. Diharapkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan skabies melalui menjaga kebersihan diri dan lingkungan pada santri sebaiknya diberikan secara konsisten.
Optimalisasi Pencegahan & Pengelolaan Penyakit Tidak Menular melalui Pemeriksaan Kesehatan pada Masyarakat Pesisir Ferly Yacoline Pailungan; Najihah Najihah; Ayuk Cucuk Iskandar; Dewi Wijayanti; Heni Heni
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.524

Abstract

Daerah pesisir yang terletak jauh dari pusat kota mungkin menghadapi tantangan kesehatan karena terbatasnya akses ke layanan dan infrastruktur yang tidak memadai. Hipertensi dan diabetes melitus (DM) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah pesisir, dengan tingkat prevalensi yang memprihatinkan. Kedua penyakit tidak menular ini memerlukan perhatian untuk mencegah komorbiditas atau perkembangan kondisi yang lebih parah, seperti gagal ginjal kronis atau gagal jantung. Deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko yang efektif dapat mencegah penyakit tidak menular (PTM). Hasil observasi menunjukkan tingginya angka kejadian hipertensi dan diabetes melitus di wilayah Tarakan, dengan pengetahuan masyarakat yang kurang memadai tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular ini, terutama di Kecamatan Pantai Amal di wilayah pesisir. Tingginya persentase pasien dengan tekanan darah dan gula darah yang tidak terkontrol, serta tingginya angka komplikasi, memperkuat fakta ini. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, dilakukan melalui pengabdian masyarakat di Kecamatan Pantai Amal.
A Cross-Sectional Study of Blood Pressure Difference in Hypertensive Patients Ferly Yacoline Pailungan; Ayuk Cucuk Iskandar; Najihah Najihah; Ana Damayanti
An Idea Health Journal Vol 6 No 03 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i03.679

Abstract

Background: Hypertension is a major global health challenge due to its rising prevalence and potential for severe complications. This study analyzed differences in blood pressure among hypertensive patients with and without a medication supervisor Methods: A quantitative, non-experimental, cross-sectional study was conducted at PKM “X” in Tarakan City. Medication supervisors were defined as family members who monitored patients' adherence to medication. The sample included 89 hypertensive patients selected through purposive sampling. Data collection involved interviews and direct blood pressure measurements using a calibrated sphygmomanometer. Bivariate analysis was conducted using the unpaired T-test and Mann-Whitney test. Results: The findings indicate a significant association between medication supervision and systolic blood pressure control. Patients with medication supervisors had a significantly lower mean systolic blood pressure (143.0 ± 16.3 mmHg) than those without supervisors (153.7 ± 16.5 mmHg; p = 0.003, α = 0.05). The mean difference was 10.7 mmHg (95% CI: 3.7–17.7), with a medium-to-large effect size (Cohen’s d = 0.65), demonstrating both statistical and clinical significance. No significant difference was observed in diastolic blood pressure between the group with a medication supervisor (85.1 ± 14.3 mmHg) and the group without (85.5 ± 11.2 mmHg, p = 0.322). These results indicate that the presence of a medication supervisor is a key factor in optimizing systolic blood pressure regulation. Conclusion: A significant difference in blood pressure, particularly systolic blood pressure, was observed between hypertensive patients with and without medication supervision.