Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analysis of Community Resilience Factors in One Area Against Flood Disasters Andie; Sutrisno, Herwin; Permana, Indrawan; Susi, Theresia; Perkasa, Petrisly
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32340

Abstract

Floods that impact residential areas can disrupt urban activities and significantly affect the lives of people residing in flood-prone zones. The Flamboyan Bawah settlement in Langkai village, Jekan Raya sub-district, Palangka Raya city is one such area frequently affected by flooding. Nevertheless, residents continue to choose to remain in the area. Therefore, this research aims to analyze the factors influencing community resilience in a specific area against flood hazards, with a focus on Palangka Raya. A mixed-methods design, integrating both quantitative and qualitative approaches, was employed. Data collection involved observations, interviews, questionnaires, and document analysis, with a sample comprising 100 heads of households. Multiple linear regression was utilized for data analysis. The results indicate that social factors, economic factors, physical aspects of housing, and policy factors all have a positive and significant influence on community resilience. This finding suggests that resilience in flood-prone communities is not determined by a single factor, but rather by the interaction of multiple dimensions. Communities tend to persist due to strong social capital, established economic adaptation strategies, housing modifications tailored to environmental conditions, and support from government policies. The implications of this study highlight the need for more adaptive policy planning, improvements in housing quality, strengthening of the local economy, and enhancement of social capacity within communities to increase resilience to flood risks in vulnerable areas.
ANALYSIS OF FIRE POST PLACEMENT BASED ON FIRE RISK IN KATINGAN HILIR DISTRICT, KATINGAN REGENCY Yoshua Paskaputra; Theresia Susi; Singgih Hartanto; Tari Budayanti Usop; Herwin Sutrisno; Petrisly Perkasa
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 9 (2025): AUGUST
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i9.961

Abstract

This study aims to analyze fire vulnerability levels and determine the optimal placement of fire stations in Katingan Hilir District, Katingan Regency, Central Kalimantan. Using a quantitative method and spatial modeling approach, the research integrates ten years of NASA MODIS satellite data (2015–2024) focusing on three key variables: fire hotspots, rainfall, and land cover. Findings reveal that 48.5% of the 301 recorded fire hotspots were not covered by the three existing fire stations, with the highest concentration found in Hampangen Village. Based on spatial overlay modeling and a 15-minute response time standard, the study recommends establishing a new fire station in this high-risk area. This spatial assessment offers valuable input for adaptive spatial planning and aims to enhance the regional fire risk management system.
ANALYSIS OF FIRE POST PLACEMENT BASED ON FIRE RISK IN KATINGAN HILIR DISTRICT, KATINGAN REGENCY Yoshua Paskaputra; Theresia Susi; Singgih Hartanto; Tari Budayanti Usop; Herwin Sutrisno; Petrisly Perkasa
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 9 (2025): AUGUST
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i9.961

Abstract

This study aims to analyze fire vulnerability levels and determine the optimal placement of fire stations in Katingan Hilir District, Katingan Regency, Central Kalimantan. Using a quantitative method and spatial modeling approach, the research integrates ten years of NASA MODIS satellite data (2015–2024) focusing on three key variables: fire hotspots, rainfall, and land cover. Findings reveal that 48.5% of the 301 recorded fire hotspots were not covered by the three existing fire stations, with the highest concentration found in Hampangen Village. Based on spatial overlay modeling and a 15-minute response time standard, the study recommends establishing a new fire station in this high-risk area. This spatial assessment offers valuable input for adaptive spatial planning and aims to enhance the regional fire risk management system.
Dari Data ke Tindakan: Echosounder Singlebeam untuk Pemetaan dan Keamanan Kapal Wisata Perkasa, Petrisly; Susi, Theresia; Sutrisno, Herwin; Hartanto, Singgih; Firdaus, Firdaus; Septiani, Rina; Apriadi, Hengky; Ovany, Riska
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2094

Abstract

Sungai memainkan peran penting sebagai jalur transportasi dan sumber daya alam bagi masyarakat sekitar, namun masalah pendangkalan sungai semakin mendesak dan mengancam keselamatan kapal wisata serta ekonomi lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan navigasi kapal wisata melalui pemetaan kedalaman sungai menggunakan Echosounder Singlebeam Garmin GPS Map 585 Plus di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, Kota Palangka Raya. Metode yang diterapkan menggantikan pengukuran tradisional dengan teknologi modern, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup observasi lapangan dan koordinasi dengan pelaku usaha kapal wisata untuk mengidentifikasi area yang mengalami pendangkalan. Data kedalaman yang diperoleh akan dianalisis menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk menghasilkan peta kedalaman yang informatif. Pelaksanaan mencakup sosialisasi dan pelatihan bagi komunitas kapal wisata mengenai penggunaan peta dalam navigasi. Evaluasi dilakukan untuk menilai kelebihan dan kekurangan pemetaan ini. Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan mereka dapat memahami pentingnya data kedalaman sungai dan memanfaatkan peta secara efektif, sehingga meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan operasional di sektor pariwisata.
Dari Data ke Tindakan: Echosounder Singlebeam untuk Pemetaan dan Keamanan Kapal Wisata Perkasa, Petrisly; Susi, Theresia; Sutrisno, Herwin; Hartanto, Singgih; Firdaus, Firdaus; Septiani, Rina; Apriadi, Hengky; Ovany, Riska
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2094

Abstract

Sungai memainkan peran penting sebagai jalur transportasi dan sumber daya alam bagi masyarakat sekitar, namun masalah pendangkalan sungai semakin mendesak dan mengancam keselamatan kapal wisata serta ekonomi lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan navigasi kapal wisata melalui pemetaan kedalaman sungai menggunakan Echosounder Singlebeam Garmin GPS Map 585 Plus di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, Kota Palangka Raya. Metode yang diterapkan menggantikan pengukuran tradisional dengan teknologi modern, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup observasi lapangan dan koordinasi dengan pelaku usaha kapal wisata untuk mengidentifikasi area yang mengalami pendangkalan. Data kedalaman yang diperoleh akan dianalisis menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk menghasilkan peta kedalaman yang informatif. Pelaksanaan mencakup sosialisasi dan pelatihan bagi komunitas kapal wisata mengenai penggunaan peta dalam navigasi. Evaluasi dilakukan untuk menilai kelebihan dan kekurangan pemetaan ini. Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan mereka dapat memahami pentingnya data kedalaman sungai dan memanfaatkan peta secara efektif, sehingga meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan operasional di sektor pariwisata.
Living in Harmony: Acculturation of Balinese and Dayak Ngaju Cultures in Basarang Jaya Village, Central Kalimantan Sutrisno, Herwin; Hardiman, Gagoek; Pandelaki, Edward Endrianto; Susi, Theresia
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v7i3.279

Abstract

The transmigrants of Balinese ethnic living in Basarang Jaya Village, Kapuas, Central Kalimantan live harmoniously with the local ethnics (Dayak Ngaju) even though the area ever experienced ethnic riots that took thousands of lives and properties. The objective of this research is to find out the form of the cultural acculturation occurring between Balinese transmigrants with the Dayak Ngaju in Basarang Jaya Village. This research used phenomenology approach. The data were collected through in-depth interviews and participatory observations. The sources of research data are the local chiefs of Balinese and banjar Bali in Basarang Jaya Village and the first group of transmigrants coming to Basarang Jaya Village. The subject of the research was the Balinese transmigrants in Basarang Jaya Village. The object of the research is the way of life, the way of speaking, the food and the religious activities of Bali transmigrants. The research reveals some facts. First, the Balinese transmigrants have made adaptation by imitating how the ethnics of Dayak Ngaju lives. Second, there are changes in the language, way of life, food and religious activities of transmigrants. Third, the harmony between the two ethnics can be maintained by using the religion as the medium of integration.
PENILAIAN RISIKO GEOMEKANIK TAMBANG LOKAL DENGAN METODE ROCK MASS RATING DI LOA JANAN SAMARINDA Shodiqin, Muhammad Ali; Usop, Tari Budayanti; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Sutrisno, Herwin; Permana, Indrawan; Perkasa, Petrisly
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jt.v9i1.15887

Abstract

This research explores slope stability at a sandstone mine in Loa Janan Ilir sub-district, Samarinda City, by applying the Rock Mass Rating (RMR) method to identify potential geotechnical risks. The 30-meter Scanline method was used to collect structural data on the bridles, while five key RMR parameters, including uniaxial compressive strength and Rock Quality Designation (RQD), were analyzed to determine the quality of the rock mass. The results revealed that the rock mass at the site has an RMR value of 33.5425, which classifies the slope condition as class IV (poor). This finding highlights the great potential for wedge avalanches to occur, which could threaten the safety of workers and mining operations. As such, this study offers critical insights that can drive decision-making in risk mitigation and safer mine management in the area.
Analisis Pengaruh Pembangunan Jalan Terhadap Nilai Objek Pajak Disekitarnya (Studi Kasus Jalan Rey I dan Jalan Karuhei Tatau, Kabupaten Pulang Pisau) Maulana, Mac Azario; Hartanto, Singgih; Susi, Theresia; Sudayana, I Nyoman
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembangunan Jalan Rey I dan Jalan Karuhei Tatau di Kabupaten Pulang Pisau, serta Jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Kahayan Hilir, terhadap perubahan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis spasial dengan teknik overlay peta, analisis deskriptif, serta perbandingan data NJOP periode 2019–2025. Data penelitian bersumber dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta hasil survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aksesibilitas akibat pembangunan jalan berkontribusi terhadap perubahan nilai NJOP. Jalan arteri, seperti Jalan Trans Kalimantan, cenderung memiliki NJOP lebih tinggi dibandingkan jalan kolektor, yaitu Jalan Rey I dan Jalan Karuhei Tatau. Analisis spasial juga memperlihatkan adanya pergeseran pemanfaatan lahan dari sektor pertanian menjadi kawasan terbangun untuk permukiman, perdagangan, dan jasa, khususnya pada area yang berdekatan dengan ruas jalan utama. Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa pembangunan Jalan Rey I dan Jalan Karuhei Tatau berpengaruh signifikan terhadap kenaikan NJOP, dengan nilai signifikansi 0,004 (< 0,05), t-hitung 3,060 lebih besar dari t-tabel 1,688, serta kontribusi sebesar 20,6% (R² = 0,206). Sementara itu, uji korelasi Pearson menghasilkan nilai 0,454 yang menunjukkan adanya hubungan sedang antara pembangunan jalan dan perubahan NJOP. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembangunan jalan belum sepenuhnya mampu meningkatkan nilai tanah, karena masih dipengaruhi oleh faktor lokasi yang kurang strategis, keterbatasan jaringan akses, serta pemanfaatan lahan yang belum optimal. Perubahan NJOP lebih terlihat pada lahan dengan nilai awal rendah di zona dengan aksesibilitas tinggi, sedangkan pada area lain cenderung stagnan. Kesimpulannya, dinamika nilai tanah dipengaruhi oleh aksesibilitas, fungsi jalan, intensitas kegiatan ekonomi, dan kebijakan pajak daerah. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan tata ruang yang adaptif untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Analisis Konflik Tenurial Hutan Berdasarkan Perubahan Tutupan Lahan di KSA/KPA Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau Indira, Maulida; Amelia, Vera; Sukarna, R. M.; Susi, Theresia; Anwar, Moch.; Darung, Untung
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAULIDA INDIRA “Analisis Konflik Tenurial Hutan berdasarkan Perubahan Tutupan Lahan di KSA/KPA Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau.” (Dibimbing oleh Vera Amelia dan Raden M Sukarna). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan tahun 2012 dan 2022 dan kerapatan vegetasi di KSA/KPA Bukit Rawi. Menganalisis permasalahan tenurial di KSA/KPA Bukit Rawi berdasarkan Opened Area yang ada pada peta tutupan lahan tahun 2022. Serta mengkaji keterkaitan antara perubahan tutupan lahan dengan permasalahan tenurial di KSA/KPA Bukit Rawi. Penelitian ini menggunakan beberapa metode diantaranya metode NDVI untuk menganalisis tutupan lahan dan tingkat kerapatan vegetasi, dan metode tumpangsusun (overlay) untuk menganalisa perubahan tutupan lahan konflik tenurial yang terjadi di KSA/KPA Bukit Rawi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan tutupan lahan yang dominan adalah perubahan jenis tutupan hutan rawa sekunder yang berubah menjadi area terbuka dan semak belukar, yang menandakan bahwa telah terjadi degradasi lahan. Hasil grondcheck di lapangan pada lokasi opened area ditemukan indikasi konflik tenurial pada 16 (enam belas) titik terdiri dari tambang pasir, kebun sawit, kuburan, kolam, kebun karet dan lapangan latih tembak SPN. Berdasarkan analisis tutupan lahan, konflik tenurial hanya memiliki sedikit kontribusi pada terjadinya degradasi hutan yaitu sebesar 2,05 % dari keseluruhan luas KSA/KPA Bukit Rawi. Adapun penyebab terbesar degradasi hutan di KSA/KPA Bukit Rawi adalah kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2015.
Kajian Pemanfaatan Potensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik di Permukiman Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya Kamala, Penny; Sutrisno, Herwin; Amelia, Vera; Ludang, Yetrie; Barbara, Betrixia; Widiastuti, Lusia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika yang harus diperankan oleh RTH publik dilakukan secara optimal pada kawasan permukiman kota Puruk Cahu. RTH publik yang diteliti sebanyak 4 (empat) lokasi pada 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Murung dan Kecamatan Tanah Siang Selatan. Pemilihan lokasi mempertimbangkan pada wilayah kecamatan, luasan, kemanfaatan fungsi ekologis, sosial budaya dan estetika yang ada. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari studi literatur, telaah dokumen, observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan 3 variabel dan 10 sub variabel dengan perhitungan skala linkert dari hasil kuisioner 30 responden. Hasil Penelitian menunjukkan RTH publik Alun-Alun Kota, Taman Pasir Putih dan Hutan Bumi Perkemahan bearada pada kawasan Area Penggunaan Lain (APL) dan RTH TPU Lowu Tatou berada di Hutan Produksi Konversi (HPK). RTH TPU Lowu Tatou di Kecamatan Murung tidak termasuk dalam wilayah RDTR karena dalam lingkup perencanaan RDTR hanya mengambil sebagian wilayah desa Danau Usung. Secara fungsional dalam fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika RTH sudah berfungsi dengan baik. Potensi sosial budaya paling dominan memenuhi kebutuhan masyarakat pada keempat RTH publik. Potensi ekologis menempati urutan kedua diikuti oleh potensi estetika. Potensi RTH berdasarkan hasil observasi untuk seluruh indikator ada yang terpenuhi dan tidak terpenuhi.