Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Konflik Tenurial Hutan Berdasarkan Perubahan Tutupan Lahan di KSA/KPA Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau Indira, Maulida; Amelia, Vera; Sukarna, R. M.; Susi, Theresia; Anwar, Moch.; Darung, Untung
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAULIDA INDIRA “Analisis Konflik Tenurial Hutan berdasarkan Perubahan Tutupan Lahan di KSA/KPA Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau.” (Dibimbing oleh Vera Amelia dan Raden M Sukarna). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan tahun 2012 dan 2022 dan kerapatan vegetasi di KSA/KPA Bukit Rawi. Menganalisis permasalahan tenurial di KSA/KPA Bukit Rawi berdasarkan Opened Area yang ada pada peta tutupan lahan tahun 2022. Serta mengkaji keterkaitan antara perubahan tutupan lahan dengan permasalahan tenurial di KSA/KPA Bukit Rawi. Penelitian ini menggunakan beberapa metode diantaranya metode NDVI untuk menganalisis tutupan lahan dan tingkat kerapatan vegetasi, dan metode tumpangsusun (overlay) untuk menganalisa perubahan tutupan lahan konflik tenurial yang terjadi di KSA/KPA Bukit Rawi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan tutupan lahan yang dominan adalah perubahan jenis tutupan hutan rawa sekunder yang berubah menjadi area terbuka dan semak belukar, yang menandakan bahwa telah terjadi degradasi lahan. Hasil grondcheck di lapangan pada lokasi opened area ditemukan indikasi konflik tenurial pada 16 (enam belas) titik terdiri dari tambang pasir, kebun sawit, kuburan, kolam, kebun karet dan lapangan latih tembak SPN. Berdasarkan analisis tutupan lahan, konflik tenurial hanya memiliki sedikit kontribusi pada terjadinya degradasi hutan yaitu sebesar 2,05 % dari keseluruhan luas KSA/KPA Bukit Rawi. Adapun penyebab terbesar degradasi hutan di KSA/KPA Bukit Rawi adalah kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2015.
Kajian Pemanfaatan Potensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik di Permukiman Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya Kamala, Penny; Sutrisno, Herwin; Amelia, Vera; Ludang, Yetrie; Barbara, Betrixia; Widiastuti, Lusia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika yang harus diperankan oleh RTH publik dilakukan secara optimal pada kawasan permukiman kota Puruk Cahu. RTH publik yang diteliti sebanyak 4 (empat) lokasi pada 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Murung dan Kecamatan Tanah Siang Selatan. Pemilihan lokasi mempertimbangkan pada wilayah kecamatan, luasan, kemanfaatan fungsi ekologis, sosial budaya dan estetika yang ada. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari studi literatur, telaah dokumen, observasi, kuisioner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan 3 variabel dan 10 sub variabel dengan perhitungan skala linkert dari hasil kuisioner 30 responden. Hasil Penelitian menunjukkan RTH publik Alun-Alun Kota, Taman Pasir Putih dan Hutan Bumi Perkemahan bearada pada kawasan Area Penggunaan Lain (APL) dan RTH TPU Lowu Tatou berada di Hutan Produksi Konversi (HPK). RTH TPU Lowu Tatou di Kecamatan Murung tidak termasuk dalam wilayah RDTR karena dalam lingkup perencanaan RDTR hanya mengambil sebagian wilayah desa Danau Usung. Secara fungsional dalam fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika RTH sudah berfungsi dengan baik. Potensi sosial budaya paling dominan memenuhi kebutuhan masyarakat pada keempat RTH publik. Potensi ekologis menempati urutan kedua diikuti oleh potensi estetika. Potensi RTH berdasarkan hasil observasi untuk seluruh indikator ada yang terpenuhi dan tidak terpenuhi.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Beberapa Tanaman Hortikultura dan Status Kesuburan Tanah di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya Pranata Wijaya, Gusti Indra; Damanik, Zafrullah; Susi, Theresia; Jemi, Renhart; Hastari, Belinda; Sudyana, I Nyoman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluation of land suitability and soil fertility status is useful for assessing the potential of agricultural areas. This research aims to determine the physical, chemical properties, soil fertility status, factors that influence land suitability classes and land suitability classes (actual and potential), as well as to obtain improvements and directions for land use. This research is a qualitative descriptive study. Analyze data by matching land characteristics with land use. The research results show low soil fertility status. The limiting factors for land suitability classes are temperature (tc), water availability (wa), oxygen availability (oa), rooting media (rc), nutrient retention (nr), available nutrients (na), erosion hazard (eh) and danger flood (fh). The land suitability classes in SPT I-II are actually marginally suitable (S3) and in SPT III-VII are not suitable (N) and potentially in SPT I and II are quite suitable (S2) and very suitable (S1). Improvement efforts are carried out on land limiting factors. Land use directions are recommended in SPT I and SPT II.
Classification and Monitoring of Kahayan River Riparian Zone Settlement Expansion Utilizing Satellite Imagery to Prevent Environmental Damage Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Perkasa, Petrisly; Supriadi, Benong; Mantana, Handri
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.12.2.159-172

Abstract

As the population residing along the Kahayan River increased, many tall trees were cut down. This rapid growth of settlements negatively impacted environmental quality and accelerated soil erosion. Human activities such as tree logging and mining further aggravated erosion along the riverbanks, increasing the risk of flooding and damaging ecosystems. Settlements on the riverbanks became vulnerable to flooding, especially during heavy rains, which could destroy buildings and cause significant financial losses. This study aims to understand the relationship between settlement development and forest loss in the riparian zone of the Kahayan River in Palangka Raya City. To achieve this goal, high-resolution imagery and Geographic Information System (GIS) were used in conjunction with periodic satellite image classification methods. The main findings of the study show a drastic landscape transformation. During the study period, settlement areas expanded exponentially by 412%, increasing from 47.44 hectares to 243.07 hectares. This trend inversely correlated with a significant 57% reduction in riparian forest cover, decreasing from 390.08 hectares to 166.66 hectares. These findings have dual implications. Institutionally, the data provide an urgent empirical basis for local governments to formulate stricter and more effective spatial planning policies. Theoretically, this study strengthens understanding of the cause-and-effect relationship between urbanization processes and the degradation of sensitive riparian ecosystems. This quantitative evidence underscores the need to integrate urban planning and environmental conservation to achieve sustainable development.
Pemetaan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan Rotoni, Rotoni; Poerwadi, Petrus; Usop, Tari Budayanti; Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62388

Abstract

Permukiman kumuh tetap menjadi persoalan struktural dalam pembangunan wilayah di Indonesia, termasuk di kawasan pedalaman seperti Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan kota dan perdesaan dengan ketersediaan lahan, infrastruktur, serta layanan dasar menjadi penyebab utama munculnya kawasan kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat kesesuaian kondisi fisik pemukiman di Kelurahan Kasongan Lama terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Katingan dan (2) memetakan serta mengklasifikasikan tingkat kekumuhan di RT 02, RT 04, RT 06, RT 07 dan RT 012 melalui pendekatan spasial dan skoring. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh wilayah RT 02, RT 04, RT 06, RT 07 dan RT 012 tidak termasuk dalam kawasan yang ditetapkan dalam RTRW sebagai zona pemukiman formal, yang berimplikasi pada regulasi, legalitas lahan, izin pemanfaatan ruang dan risiko yang lebih tinggi terhadap kerentanan di bantaran sungai atau pinggir sungai. Selanjutnya, analisis spasial dan skoring menunjukkan bahwa kelima RT tersebut diklasifikasikan dalam kategori “kumuh ringan” kondisi fisik dan sarana-prasarana belum kritis berat namun telah melewati ambang layak yang memerlukan intervensi. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa intervensi penanganan permukiman di Kelurahan Kasongan Lama harus memperhatikan legalitas dan kesesuaian fungsi lahan dengan RTRW, memperkuat infrastruktur di bantaran sungai, serta mengalokasikan prioritas berdasarkan pemetaan spasial agar sumber daya dialokasikan secara tepat. Metode AHP + skoring spasial yang digunakan dalam penelitian ini menawarkan kerangka operasional yang lebih praktis dan kontekstual di tingkat RT, sambil tetap selaras dengan standar nasional yang diatur dalam Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.
Pemetaan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan Rotoni, Rotoni; Poerwadi, Petrus; Usop, Tari Budayanti; Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62388

Abstract

Permukiman kumuh tetap menjadi persoalan struktural dalam pembangunan wilayah di Indonesia, termasuk di kawasan pedalaman seperti Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan kota dan perdesaan dengan ketersediaan lahan, infrastruktur, serta layanan dasar menjadi penyebab utama munculnya kawasan kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat kesesuaian kondisi fisik pemukiman di Kelurahan Kasongan Lama terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Katingan dan (2) memetakan serta mengklasifikasikan tingkat kekumuhan di RT 02, RT 04, RT 06, RT 07 dan RT 012 melalui pendekatan spasial dan skoring. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh wilayah RT 02, RT 04, RT 06, RT 07 dan RT 012 tidak termasuk dalam kawasan yang ditetapkan dalam RTRW sebagai zona pemukiman formal, yang berimplikasi pada regulasi, legalitas lahan, izin pemanfaatan ruang dan risiko yang lebih tinggi terhadap kerentanan di bantaran sungai atau pinggir sungai. Selanjutnya, analisis spasial dan skoring menunjukkan bahwa kelima RT tersebut diklasifikasikan dalam kategori “kumuh ringan” kondisi fisik dan sarana-prasarana belum kritis berat namun telah melewati ambang layak yang memerlukan intervensi. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa intervensi penanganan permukiman di Kelurahan Kasongan Lama harus memperhatikan legalitas dan kesesuaian fungsi lahan dengan RTRW, memperkuat infrastruktur di bantaran sungai, serta mengalokasikan prioritas berdasarkan pemetaan spasial agar sumber daya dialokasikan secara tepat. Metode AHP + skoring spasial yang digunakan dalam penelitian ini menawarkan kerangka operasional yang lebih praktis dan kontekstual di tingkat RT, sambil tetap selaras dengan standar nasional yang diatur dalam Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.
ANALISIS FAKTOR KEBERTAHANAN BERMUKIM MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BANJIR (STUDI KASUS: KELURAHAN PENDAHARA, KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING, KABUPATEN KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH) Fortona, Nicky; Susi, Theresia; Hartanto, Singgih; Sutrisno, Herwin; Permana, Indrawan; Perkasa, Petrisly
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebertahanan masyarakat dalam bermukim di kawasan rawan banjir, dengan studi kasus di Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Meskipun wilayah ini mengalami banjir rutin dengan genangan hingga 1,5 meter, masyarakat tetap memilih untuk tinggal. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kuantitatif melalui uji chi-square terhadap 77 kepala keluarga dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial seperti pendidikan, usia, dan lama tinggal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk tetap bermukim. Sebaliknya, faktor ekonomi seperti pekerjaan dan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor kesiapsiagaan, terutama pelatihan dan bantuan pemerintah, serta kondisi fisik bangunan, khususnya penggunaan material kayu yang mudah diperbaiki, turut memengaruhi keputusan masyarakat. Temuan ini mengungkap bahwa keputusan untuk bertahan lebih banyak didorong oleh keterikatan sosial, pengalaman lokal, dan kesiapsiagaan, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan mitigasi bencana perlu mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya lokal, selain perbaikan fisik infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi mitigasi yang lebih kontekstual dan aplikatif di wilayah pedalaman yang rawan bencana.
Analisis Univariat Keterlibatan Masyarakat dalam Penataan Ruang di Desa Upon Batu, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah Partawijaya, Daniel; Permana, Indrawan; Sutrisno, Herwin; Hartanto, Singgih; Susi, Theresia; Perkasa, Petrisly
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.451

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu desa berwenang menyusun peraturan desa baik mengenai anggaran pendapatan dan belanja desa, pungutan, tata ruang, maupun organisasi. Kendala yang muncul dalam pengembangan kawasan pedesaan yang diantaranya dapat menghambat pembangunan kawasan pedesaan adalah berupa konflik keruangan dan kepentingan yang dapat merugikan desa, terbatasnya sumber daya manusia, hingga terjadi penurunan kualitas dan kerusakan lingkungan hidup. Permasalahan pada penelitian ini adalah kurangnya kesadaran perangkat desa dan masyarakat akan pentingnya penataan ruang dalam pengembangan desa. Penelitian ini bertujuan membahas partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana tata ruang desa Upon Batu, Kabupaten Gunung Mas,Provinsi Kalimantan Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data, mengintegrasikan temuan, dan menarik kesimpulan dengan menggunakan dua pendekatan. Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari kuesioner yang  berupa data numerik akan didukung dengan data kualitatif yang diperoleh dari wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu dengan analisis univariat dengan menggunakan program komputer SPSS 26. Metode partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Rencana Tata Ruang Desa Upon Batu yang telah dilaksanakan, merupakan inisiatif dari Pemerintah Daerah untuk menjalankan visi dan misi pembangunan, masyarakat telah berpartisipasi dalam penyusunan ini dengan hadir dan memberikan saran, walaupun masih banyak yang hadir sebagai pendengar. Terbatasnya pengetahuan, pendidikan dan penghasilan yang dimiliki oleh masyarakat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat dan bentuk partisipasi.