Claim Missing Document
Check
Articles

Minat Belajar Siswa SD Negeri 202 di Desa Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Raliuw, Fifin; Ritiauw, Samuel Patra; Abdurrachman, Ode; Mahananingtyas, Elsinora
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page499-508

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua sebagai mitra guru dalam meningkatkan minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara deskriptif. Penelitian ini melibatkan 10 orang tua siswa dan 14 siswa kelas III SD Negeri 202 Maluku Tengah. Teknik analisis data bersifat induktif melalui tiga alur yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua untuk memberikan motivasi dalam meningkatkan minat belajar sangat baik. Setelah melalui tahap wawancara berdasarkan indikator yang pertama yakni peran orang tua sebagai motivator dengan presentase 80 % dengan demikian peran orang tua sangat penting guna meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil angket pada indikator pertama terhadap 14 orang tua dan 14 siswa, diperoleh rata-rata peran orang tua sebagai motivator sebesar 89.9% (kategori sangat baik) menurut persepsi orang tua, dan 82.6% (kategori baik) menurut persepsi siswa. Indikator kedua, diperoleh rata-rata peran orang tua sebesar 87.9% (kategori sangat baik) menurut persepsi orang tua dan 81.3% (kategori baik) menurut persepsi siswa. Indikator ketiga, diperoleh rata-rata peran orang tua sebesar 88.9% (kategori sangat baik) menurut persepsi orang tua dan 82.4% (kategori baik) menurut persepsi siswa.
MAKE A MATCH LEARNING MODEL TO IMPROVE SOCIAL STUDIES LEARNING OUTCOMES OF CLASS V STUDENTS OF SD KARTIKA XIII-1 AMBON Damayanti, Aprilia Dewi Putri; Ritiauw, Samuel Patra; Mahananingtyas, Elsinora
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 5 No. 2 (2024): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v5i2.3869

Abstract

The aim of this study research is to determine the application of the Make a Match type cooperative learning model to improve social studies learning outcomes regarding geographical conditions in Indonesia for class V students at SD Kartika XIII-1 Ambon. This research use a type of classroom action research. Researcher conducted an initial test to obtain information on the extent of student abilities in mastering the learning material. The average score of students initial test results was 33, 37%. This shows that class V students at SD Kartika XIII-1 Ambon have not yet reached the specified minimum completeness criteria (KKM). In general, the average class score for student in cycle I was 53, 38% and the average for the final test in cycle test was 81, 75%. The application of make a match type cooperative learning model to improve student cognitive learning outcomes has shown an increase in each cycle. This can be seen from the level of student in improving learning outcomes through tests given at the end of each cycle.
Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Pada Siswa Kelas V SD Kartika XIII-1 Ambon: Indonesia Lapandewa, Kastina; Ritiauw, Samuel Patra; Mahananingtyas, Elsinora
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25980

Abstract

This study aims to determine the implementation of the discovery learning model in improving students' social skills. In this study using a quantitative descriptive with one group pre-test and post-test designs, while the data collection technique used a questionnaire. Furthermore, the data obtained was analyzed using the N-Gain Formula to determine the improvement of social skills through questionnaires. The results showed that there were significant variations in the level of mastery of social skills between indicators and between assessment categories (SS, S, TS, STS) with the highest average percentage in the Agree (S) category with 15.2%, followed by Strongly Agree (SS) by 17.7%, then Strongly Disagree (STS) by 8%, and the lowest was Disagree (TS) by 6.2%.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas III SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon Tarpono, Wasti; Ritiauw, Samuel Patra; Ritiauw, Leonid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26333

Abstract

This study aims to determine the effect of learning styles on learning motivation of third grade students of SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon. The background of this research is based on the diversity of learning styles of students (visual, auditorial, and kinesthetic) that have not been fully accommodated in learning, as well as the low learning motivation experienced by some students. This study uses a quantitative approach with a causal associative research type. The sample in this study were all third grade students as many as 36 people, who were selected using simple random sampling technique. Data were collected through a learning style questionnaire and a learning motivation questionnaire before and after treatment, and supported by observation and documentation. Based on the results of the study showed a significant effect of learning style on learning motivation (sig. 0.000 <0.05). The average motivation increased after learning adapted to visual, auditorial, and kinesthetic learning styles
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Letwaru Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) Naomi Merweer; Samuel Patra Ritiauw; Jekriel Septory
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan Model Pembelajaran Interaktif dengan pendekatan kooperatif (PISK) pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri Letwaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Letwaru dengan subjek sebanyak 13 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes tertulis. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa. Pada tes awal, hanya 4 siswa (31%) yang mencapai KKM. Pada siklus I jumlahnya meningkat menjadi 6 siswa (46%), dan pada siklus II kembali mengalami peningkatan hingga 12 siswa (92%) yang tuntas sesuai KKM. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran interaktif setting kooperatif (PISK) memberikan dampak positif terhadap pembelajaran IPS, khususnya pada materi keragaman suku bangsa dan budaya di kelas IV SD Negeri Letwaru.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS V SD Laritmas, Nick Selfianus; Ritiauw, Samuel P; Ritiauw, Leonid
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9188

Abstract

21st-century education demands the development of students' emotional intelligence as a foundation for academic success and psychological well-being. Preliminary observations at SD Negeri 1 Rumah Tiga revealed that fifth-grade students had low abilities in recognizing their emotions, empathizing, and building positive social relationships due to conventional learning that had not optimally developed social-emotional aspects. This study aims to determine the effectiveness of applying the discovery learning model in social studies to improve students' emotional intelligence. This quantitative research involved 32 fifth-grade students as the sample. The instrument used was an emotional intelligence questionnaire with a 4-point Likert scale with a Cronbach's Alpha reliability value of 0.872. Data collection techniques included questionnaires, observations, and documentation. Data analysis employed the Shapiro-Wilk normality test and N-Gain test. The results showed an increase in mean emotional intelligence scores from 61.25 (pretest) to 78.40 (posttest), with an improvement of 17.15 points. All emotional intelligence indicators improved significantly: self-awareness (60.5% to 77.1%), self-management (58.2% to 75.2%), motivation (64.5% to 82.0%), empathy (56.6% to 74.2%), and social awareness (59.6% to 76.2%). It can be concluded that the discovery learning model effectively improves students' emotional intelligence through systematic learning syntax including stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and drawing conclusions. This model is recommended as an alternative for social studies learning that comprehensively develops students' cognitive and emotional aspects. ABSTRAK Pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan kecerdasan emosional siswa sebagai fondasi keberhasilan akademik dan kesejahteraan psikologis. Observasi awal di SD Negeri 1 Rumah Tiga menunjukkan rendahnya kemampuan siswa kelas V dalam mengenali emosi diri, berempati, dan menjalin hubungan sosial positif akibat pembelajaran konvensional yang belum optimal mengembangkan aspek sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model discovery learning dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 32 siswa kelas V sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah angket kecerdasan emosional skala Likert 4 poin dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha 0,872. Teknik pengumpulan data meliputi angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata kecerdasan emosional dari 61,25 (pretest) menjadi 78,40 (posttest) dengan peningkatan 17,15 poin. Seluruh indikator kecerdasan emosional meningkat signifikan: kesadaran diri (60,5% menjadi 77,1%), pengelolaan diri (58,2% menjadi 75,2%), motivasi (64,5% menjadi 82,0%), empati (56,6% menjadi 74,2%), dan kepedulian sosial (59,6% menjadi 76,2%). Dapat disimpulkan bahwa model discovery learning efektif meningkatkan kecerdasan emosional siswa melalui sintaks pembelajaran sistematis yang mencakup stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan. Model ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran IPS yang mengembangkan aspek kognitif dan emosional siswa secara komprehensif.    
PENGARUH PERAN GURU DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SD Jalmav, Indah Gloria; Ritiauw, Samuel Patra; Ritiauw, Leonid
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10431

Abstract

Character education, particularly the cultivation of tolerance values, is an urgent necessity amid Indonesia’s ethnic, cultural, and religious diversity. However, tolerance value integration through Natural and Social Science (IPAS) learning at the elementary school level remains largely underexplored. This study analyzes the influence of teachers’ roles in shaping students’ tolerance attitudes through IPAS learning among fourth-grade students at SD Negeri 1 Rumah Tiga, Ambon, Maluku. A quantitative pre-experimental One Group Pretest-Posttest design was employed. The sample consisted of 33 students, with data collected through teacher role and tolerance attitude questionnaires tested for validity and reliability. Data were analyzed using Paired Sample T-Test and simple linear regression. Results showed an increase in mean tolerance scores from 46.19 at pretest to 52.65 at posttest. The Paired Sample T-Test yielded a significance value of 0.002 (sig. < 0.05), while regression analysis produced a t-value of 5.563 > t-table 2.039 with sig. 0.000. The coefficient of determination indicated R² = 0.500, meaning teachers’ roles contributed 50% to students’ tolerance attitude formation. This study concludes that teachers’ roles positively and significantly influence students’ tolerance attitudes through IPAS learning, and a locally-based learning module proved effective in cultivating tolerance values. ABSTRAK Pendidikan karakter, khususnya penanaman nilai toleransi, menjadi kebutuhan mendesak di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia yang beragam secara etnis, budaya, dan agama. Namun, integrasi nilai toleransi secara eksplisit melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih kurang mendapat perhatian dalam literatur akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peran guru dalam membentuk sikap toleransi melalui pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Rumah Tiga, Kota Ambon, Maluku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 33 siswa, dengan instrumen angket peran guru dan angket sikap toleransi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata sikap toleransi dari pretest 46,19 menjadi 52,65 pada posttest. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,002 (sig. < 0,05), dan uji regresi menghasilkan t-hitung 5,563 > t-tabel 2,039 dengan sig. 0,000. Koefisien determinasi menunjukkan R² = 0,500, artinya peran guru berkontribusi 50% terhadap pembentukan sikap toleransi siswa. Disimpulkan bahwa peran guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap toleransi siswa kelas IV melalui pembelajaran IPAS, dan penggunaan modul berbasis kearifan lokal terbukti efektif sebagai media penanaman nilai toleransi pada siswa.