Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISA KEBUTUHAN KONSUMSI ELEKTRODA PADA PROSES MANUFAKTUR PRESSURE VESSEL HORIZONTAL Rahmat Maulana Putra, Dwi Dian; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 4 No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i2.6888

Abstract

Las menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyambungan besi dengan cara membakar. Pengelasan adalah proses metalurgi sambungan logam pada keadaan melting. Tujuan dari alat penelitian ini adalah untuk mengetahui Jumlah elektroda yang dibutuhkan oleh bejana tekan (pressure vessel horizontal), pada penelitian ini metode las yang digunakan adalah las SMAW dengan elektroda bertipe E308L-16 yang memiliki kandungan kimia Cr 18% , Ni 8 % Serta memiliki panjang 300 mm dan diameter 2,5mm, Selain itu keunggulan dari kawat las ini adalah menghasilkan sedikit percikan api, kerak/ slag yang mudah di bersihkan dan memiliki daya tahan yang bagus pada kondisi korosi. Hal ini membuat elektroda dapat digunakan untuk semua posisi pengelasan. Untuk elektroda tipe ini besar arus listrik yang digunakan berkisar antara 50 Ampere sampai dengan 80 Ampere, Material yang digunakan untuk membuat bejana tekan pada penelitian ini adalah stainless steel Tipe 304L, jenis variasi dengan rendah karbon tambahan, bagian dari tipe 304L dengan kandungan karbon maksimum 0,03% yang menghilangkan presipitasi karbida akibat pengelasan. Pada penelitian ini jumlah berat elektroda yang didapat adalah 1,17 kg, untuk jumlah perbatang elektroda yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah 37,4 batang elektroda berjenis E308L-16
RANCANGAN DAN KONTRUKSI WATER-JACKET COOLER PADA ALAT EKSPERIMEN USSA-FTS01 Pitanova, Thasyah; Juarsa, Mulya; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i2.7051

Abstract

ABSTRAK Water Jacket Cooler merupakan komponen dari alat uji untai simulasi sirkulasi alam. Memiliki fungsi sebagai penyerap panas pada pipa untai. Desain dan rancang bangun water jacket cooler telah dilakukan dengan menggunakan prinsip tabung bejana tekan. Spesifikasi material menggunakan mild steel ASTM A36, volume bejana 4 liter, jumlah aliran 3 phase. Pengujian dilakukan dengan memberikan udara bertekanan ke dalam tabung WJC USSA-FTS01 dengan variasi 0,5 bar sampai dengan 5 bar kemudian hasilnya dicatat. Tegangan aktual material , tegangan longitudinal , tegangan tangensial , tegangan longitudinal akibat tekanan hidrostatik , tegangan tangensial akibat tekanan hidrostatik . Hasil analisa sambungan baut, tegangan tarik material baut ,  tegangan tarik aktual baut . Hasil analisa sambungan las, tegangan tarik kawat las E6013 , tegangan aktual logam las . Hasil analisa struktur bejana tekan, sambungan baut dan pengelasan telah memenuhi persyaratan, yaitu tegangan-tegangan yang terjadi tidak melebihi tegangan ijin material. Kata kunci :  Bejana tekan; Sirkulasi alam; tegangan material; untai simulasi; water jacket cooler   ABSTRACT Water Jacket Cooler is a component of the natural circulation simulation strand test equipment. Has a function as a heat absorber on the strand pipe. The design and design of the water jacket cooler has been carried out using the principle of the pressure vessel tube. Material specifications using ASTM A36 mild steel, 4 liter vessel volume, 3 phase flow rate. The test is carried out by applying compressed air into the USSA-FTS01 WJC tube with a variation of 0.5 bar to 5 bar then the results are recorded. Actual stress of material 6.5 í— 105 N⁄m2, longitudinal voltage 8.7 í— 105 N⁄m2, tangential voltage 1.7 í— 105 N⁄m2, longitudinal stress due to hydrostatic pressure 1.1 í— 106 N⁄m2, tangential stress due to hydrostatic pressure 2.2 í— 106 N⁄m2. The results of the bolt connection analysis, the tensile stress of the bolt material 8 í— 108 N⁄m2, the actual tensile stress of the bolt 8.4 í— 107 N⁄m2. The results of the welding connection analysis, the tensile stress of the welding wire E6013 414 í— 106 N⁄m2, the actual stress of the weld metal 5,3 í— 103 N⁄m2. The results of the analysis of the structure of the pressure vessel, bolt connection and welding have met the requirements, namely the stresses that occur do not exceed the material permit stress. Keywords : Natural circulation; Material; Pressure vessels; Stress; Strand simulation; water jacket cooler
RANCANG BANGUN DESAIN TUTUP PADA OVEN AUTOCLAVE Setiawan, Firman; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8069

Abstract

Salah satu komponen yang terpenting untuk merancang oven autoclave adalah komponen tutup. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi pengujian terhadap komponen tutup serta pengunci tutup oven autoclave dengan menggunakan metoda FEM (Finite Element methode). Hasil pengujian yang telah dilakukan dengan metode FEM menggunakan software autodesk inventor. Dari analisa pengujian simulasi terhadap tutup oven autoclave dengan variasi tekanan 1-10 bar diperoleh bahwa nilai tutup hanya dapat menahan tekanan sehingga 7 bar dengan nilai tegangan yang dihasilkan sebesar 287 MPa dengan defleksi 0,082 cm dan safety factor 1,131. Adapun untuk pengunci tutup oven autoclave menunjukkan bahwa pengunci tutup hanya mampu menahan sampai tekanan 3 bar dengan nilai tegangan yang didapat sebesar 280 MPa, nilai defleksi 0,011 cm serta safety factor nya sebesar 1,160.
Perancangan Konstruksi Tabung Sistem Pressure Swing Adsorption (PSA) Oksigen Konsentrator Syawaludin, Adrian; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8141

Abstract

Tabung Pressure Swing Adsorption (PSA) merupakan struktur utama yang mendukung kerja sistem PSA. Tabung ini berfungsi sebagai wadah zeolite untuk melakukan proses penyerapan udara bebas menjadi oksigen murni dengan diberi tekanan dari dalam. Agar tidak terjadi kebocoran, maka desain serta material yang dipilih harus tahan terhadap tekanan dan juga kebocoran. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui detail desain dari sistem PSA. Kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui ketahanan produk terhadap pengaruh tekanan, serta mengetahui tingkat kebocoran akibat pengaruh tekanan pada tabung PSA. Perancangan konstruksi dari tabung PSA dilakukan dengan desain menggunakan prinsip bejana tekan serta material menggunakan stainless steel 304. Tabung PSA yang dirancang memiliki spesifikasi tegangan izin material 8,4 í— 107 N/m2, volume tabung 1,3 liter, tebal tabung 0,003 m, serta tekanan perencanaan 4í—105 N/m2. Hasil analisa menunjukkan bahwa tebal tabung shell 2,6í—10-4 m dan flat head 1,1í—10-3 m. Tekanan maksimum tabung hasil analisa sebesar 4,3í—106 N/m2. Tegangan longitudinal 2,7í—106 N/m2, tegangan tangensial 5,5í—106 N/m2, tegangan hidrostatik 5,2í—105 N/m2, tegangan longitudinal akibat tekanan hidrostatik 3,5í—106 N/m2, dan tegangan tangensial akibat tekanan hidrostatik 7,1í—106 N/m2. Hasil analisa sambungan las menunjukkan tegangan izin kawat las 9,8í—107 N/m2 dan tegangan sambungan las 7,1í—103 N/m2. Hasil analisa pada sambungan ulir mencatat tegangan izin material ulir 8,4í—107 N/m2, tegangan aksial pada badan ulir 6í—105 N/m2, tegangan bending pada akar ulir 3,3í—106 N/m2, dan tegangan geser melintang pada pusat akar ulir 1,6í—106 N/m2. Dari hasil analisa struktur desain tabung PSA menunjukkan bahwa sambungan las serta sambungan ulir telah memenuhi persyaratan. Hal ini dikarenakan tegangan hasil analisa tidak melebihi tegangan izin material.Kata kunci :  analisa; bejana tekan; material; pressure swing adsorption; tabung PSA; tegangan
SISTEM KONTROL PNEUMMATIC PADA OKSIGEN KONSENTRATOR Aprina, Adam; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8154

Abstract

Sistem pneumatic telah banyak diaplikasikan terutama untuk tujuan otomasi pada industri makanan, minuman, farmasi, migas, otomotif, dan industri. Salah satunya dengan pembuatan alat bantu untuk daur ulang oksigen dalam bidang kesehatan. Untuk menanggulangi kehabisan oksigen maka muncul gagasan untuk membuat oksigen konsentrator. Oksigen konsentrator merupakan alat yang dapat menghasilkan oksigen dengan penerapan sistem Pressure Swing Adsorption (PSA). Dalam penelitian ini, kebutuhan kompresor untuk proses produksi oksigen ditentukan yaitu pada debit QS= 0,86 â„“/s dan daya sebesar Ns = 0,6 kW. Dua tabung zeolit bekerja secara bergantian yang diatur waktunya oleh program PLC dengan program P 3.2 untuk selonoid valve selama 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70 detik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil konsentrasi oksigen yang maksimal pada tekanan kerja 4-5 bar. Dari hasil pengujian, konsentrasi oksigen yang maksimal diperoleh ketika selonoid valve diatur dalam waktu 60 detik dengan konsentrasi 48,0% dan flowrate 5 Liter/menit. Dengan hasil konsentrasi yang diperoleh, alat ini masih belum menunjukkan performa maksimal untuk dapat digunakan di rumah sakit.
Rancang Bangun Alat Pemisah Pakan BSF (Black Soldier Fly) Dengan Sistem Vibrating Pratomo, Jatmiko Ega; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8174

Abstract

BSF (Black Soldier Fly) merupakan larva hermetia illucens sebagai pakan hewani peliharaan masyarakat. Dalam proses pembudidayaan BSF tidaklah mudah, akan tetapi memerlukan waktu yang panjang dan rumit. Salah satu prosesnya adalah pemanenan produk dengan memisahkan antara sisa makanan (residu) dengan larva BSF menggunakan ayakan. Dalam dunia industri pemanenan produk ini masih menggunakan ayakan manual. Untuk skala yang lebih besar maka diperlukan mesin dengan efisiensi yang lebih baik dari sistem sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan proses produksi alat yang sesuai dengan requirement. Requirement yang dimaksudkan dalam perancangan adalah menggunakan sistem vibrating serta menerapkan konsep knock down.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin yang dibuat mampu bekerja dengan baik untuk memisahkan antara residu dengan larva menggunakan sieve 1 sebagai pemisah utama antara residu dan larva ukuran mesh 10 mm x 10 mm, sedangkan sieve 2 sebagai pemisah layer 2 untuk residu yang tidak terayak total pada sieve 1 menggunakan ukuran mesh 5 mm x 5 mm. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa alat yang dibuat sudah mampu mengayak larva secara kontinyu, sehingga residu halus dan larva BSF dapat keluar dengan sendirinya.
Analisis Variasi Arus Terhadap Hasil Pengelasan SMAW Pada Frame Alat Uji Torsi Syarifudin, Abdurachman; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13892

Abstract

Pengelasan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan dunia industri. Las SMAW  (Shielded Metal Arc Welding) merupakan salah satu jenis pengelasan yang  menggunakan elektroda (busur listrik) sebagai sumber panas untuk pencairan. Untuk elektroda jenis AWS E6013 í˜2,6mm, arus yang digunakan berkisar antara 70 - 90 Ampere pada material baja ASTM A36 . Dengan interval arus tersebut, pengelasan yang dihasilkan akan berbeda - beda. Penentuan  besarnya arus dalam  penyambungan logam menggunakan las busur  mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan bahan  las. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus terhadap sifat mekanis pada sambungan las. Penentuan  besar arus dalam  pengelasan ini mengambil 60A, 70 A,  80A, dan 90A. Hasil uji tarik pengelasan dengan menggunakan arus 90A memiliki nilai tegangan maksimum sebesar 4,7 MPa dengan nilai regangan yang didapat sebesar 3,55 %, dan nilai tegangan luluh sebesar 3,80 MPa. Sedangkan nilai modulus elastistas relatif menurun dibandingkan dengan ketiga nilai diatas yaitu 132,394 MPa. Nilai rata-rata tertinggi uji kekerasan arus 70A memiliki nilai daerah las paling tinggi yaitu 107,6 HRC dan nilai pada titik induk logam sebesar 97,24 HRC. Sedangkan nilai paling terendah dimiliki pada arus 60A sebesar 101,06 HRC. Untuk daerah HAZ baja yang memiliki nilai tertinggi pada arus 90 A sebesar 95,98 HRC.
Rancang Bangun Oven Autoclave Kapasitas 180 Liter Jaelani, Jeri; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13896

Abstract

Oven outoclave merupakan bejana tekan yang diberikan tekanan dengan pemberian panas secara langsung kedalam oven autoclave. Komponen utama memiliki ketebalan plate 4 mm serta beroperasi pada tekanan hingga 2 bar dengan temperature maksimal 200° C. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa kekuatan struktur oven autoclave dengan metode penyelesain persamaan dan simulasi. Setelah dilakukan analisa menggunakan penyelesaian perhitungan dan simulasi, didapatkan hasil persamaaan tegangan untuk material dengan tebal 4 mm. Nilai yield strength dari analisa perhitungan pada tekanan 2 bar menghasilkan tegangan 20,9 MPa, 10 bar sebesar 104,6 MPa, 20 bar sebesar 209,2 MPa dan pada tekanan 30 bar sebesar 313,8 MPa. Sedangkan berdasarkan analisa simulasi, pada tekanan 2 bar menghasilkan tegangan yield strength  sebesar 21 MPa, 10 bar sebesar 103 MPa, 20 bar sebesar 206 MPa, dan di 30 bar sebesar 309 MPa. Untuk penggunaan material plat AISI 1015 dengan ketebalan 4 mm,  tekanan yang bekerja sebesar 2 bar masih aman untuk digunakan. Karena pada tekanan 2 bar menghasilkan yield strength sebesar 20,9 Mpa (analisa perhitungan) dan 21 MPa (analisa simulasi) masih jauh dari nilai maksimal standard yaitu 325 MPa.
Analisis Kekuatan Tali Baja Pada Tower Crane Berkapasitas 300 Kg Mawardi, Sandi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13899

Abstract

Tali baja merupakan komponen utama pada sistem pesawat pengangkat khususnya tower crane. Tali baja memiliki desain serta kekuatan yang berbeda-beda tergantung kebutuhan dalam penggunaannya. Konstruksi tali baja yang umum digunakan pada tower crane adalah jenis 6x19, yang artinya tali baja memiliki 6 pintalan strands dan pada setiap strands terdapat 19 untai kawat yang memintal. Tali baja yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis 6x19 dengan diameter 10 mm. Berdasarkan BSN SNI 0078:2008, tali baja yang digunakan memiliki spesifikasi tegangan patah (σb) = 6620 kg/cm2, beban patah (Pb) = 180 kg/mm2, dan berat tali = 0,430 kg/m. Analisa tali baja dilakukan dengan variasi pembebanan yang berbeda yaitu 300, 400, dan 500 kg. Analisa ini bertujuan untuk memperoleh kelayakan tali baja yang akan digunakan pada tower crane yang akan dirancang, meliputi nilai tegangan yang terjadi ketika tali diberi beban, diameter tali baja, regangan tali baja yang terjadi selama pemakaian, dan Umur pakai tali baja sebelum tali baja tersebut rusak. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa tali baja aman digunakan pada tower crane.
Retrofit Sistem Kontrol Penggerak Sumbu X, Y, dan Z Pada Mesin CNC Milling DMTG XD-40A Muhammad Dito Julian; Gatot Eka Pranomo; Dwi Yuliaji
ALMIKANIKA Vol 5 No 3 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin CNC (Computer Numercally Controlled) adalah mesin perkakas dengan teknologi perintah komputer dalam melakukan proses pemesinan. Sementara retrofit berarti melakukan modifikasi terhadap suatu peralatan agar memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan penggunaan peralatan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan retrofit sistem kontrol penggerak sumbu X, Y, dan Z pada mesin CNC Milling DMTG XD-40A. Proses retrofit dilakukan dengan cara mengganti sistem kontrol penggerak sumbu pada mesin CNC Milling dengan menggunakan sistem kontrol breakout board (BOB), dan mengaplikasikan software mach3 sebagai interface pengganti CNC controlled dengan menggunakan laptop. Pengujian yang dilakukan meliputi beberapa tahap, yaitu: proses kalibrasi mesin CNC Milling menggunakan software mach3, proses pengujian sumbu X, Y, Z pada mesin CNC Milling, dan melakukan proses pemesinan. Hasil retrofit sistem kontrol penggerak sumbu dengan menggunakan (BOB) jenis NVCM Controller Card pada mesin CNC berhasil dilakukan. Hasil pengujian sumbu pada mesin CNC berhasil dilakukan dengan metode absolut, dimana titik awal adalah nol, dan setelah diberi jarak pergerakan pada sumbu kembali ke titik awal dengan akurasi skala 0,01mm dengan menggunakan dial indicator. Kinerja mesin CNC Milling menggunakan material benda kerja Alloy Steel dan pisau frais endmill face cutting depth max 6mm, didapatkan hasil nilai kecepatan putaran spindel sebesar 1114,6 rpm dan hasil nilai laju pemakanan sebesar 111,46 mm/menit. Mesin CNC Milling dapat berfungsi kembali dengan baik dengan pengaplikasian software mach3 sebagai interface pengganti CNC Controlled. Kata kunci : mesin CNC milling; retrofit; sistem kontrol; software mach3; sumbu XYZ.