Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

RANCANG BANGUN RANGKA MOBIL LISTRIK IBN KHALDUN SAKTI (IKSA) Nugraha, Gusti Chandra Agung; Hartono, Budi; Yuliaji, Dwi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.777 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2429

Abstract

 Rangka adalah bagian terpenting dari sebuah mobil listrik karena pada bagian ini semua komponen dan penumpang diletakkan. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan tegangan normal, defleksi, dan factor keamanan sebagai tolak ukur kekuatan sebuah rangka mobil. Perhitungan tegangan pada bagian depan rangka adalah 2,32x107 N/m2, bagian tengah adalah 2,22x107 N/m2, dan bagian belakang adalah 3,69x107 N/m2. Nilai defleksi yang terjadi di bagian depan dari rangka adalah 1,67 mm, di bagian tengah adalah 2,21 mm, dan di bagian belakang adalah 1,80 mm. Faktor keamanan pada bagian depan rangka adalah 10,7, bagian tengah adalah 11,2, dan bagian belakang adalah 6,77. Hasil perhitungan serta pengujian rangka mobil listrik ini menunjukkan capaian sesuai standar.
RANCANG BANGUN PLANETARY GEAR PADA SISTEM ENERGY RECOVERY BERDASARKAN PUTARAN GAYA NORMAL SPRING Anwar, Muhammad; Yuliaji, Dwi; Pramono, Gatot Eka
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.131 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i2.2470

Abstract

Di dalam merancang kinetic energy recovery system (KERS) sangat erat hubungannya dengan perancangan roda gigi karena energi dari roda gigilah yang akan digunakan sebagai sumber KERS pada saat pengereman. Oleh karena itu, diperlukan dimensi roda gigi planetary gear dan torsi yang dihasilkan berdasarkan putaran spring. Perancangan roda planetary gear dan torsi yang dihasilkan berdasarkan rotasi gaya pegas normal. Dalam perancangan roda planetary gear, jumlah gigi sun gear adalah 27 gigi, 50 carrier gear, dan 128 ring gear. Angka toleransi pada roda gigi planetary gear ini masih pada batas toleransi sehingga roda gigi planetary gear aman untuk dioperasikan. Kemudian torsi yang dihasilkan berdasarkan putaran spring sebesar 21,63 Nm2. Gaya tangensial yang terjadi berdasarkan putaran spring pada roda gigi pada beban 2,100 kg sebesar 19,358 N, tegangan lentur pada roda gigi sebesar 0,520911 Mpa, dan tegangan kontak roda gigi sebesar 15,986 Mpa. Besarnya tegangan yang terjadi pada roda gigi ? dari yield strength sebesar 254 Mpa, maka roda gigi cukup aman.
CHARACTERIZATION OF SPECIFIC HEAT CAPACITY OF WATER-ALUMINUM OXIDE-BASED NANOFLUIDS Waluyo, Roy; Deendarlianto, Deendarlianto; Indarto, Indarto; Yuliaji, Dwi; Kharisma, Sunandi; Maryadi , Shendy Akbar; Oktaviandi, Ryan; Juarsa, Mulya
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v16i2.2003

Abstract

Since the advent of nanofluids, engineers have expected major gains in thermal‐system efficiency. Yet a key property—specific heat capacity (Cp)—remains poorly understood, because Cp is not a single value but a spectrum governed by nanoparticle size, shape, material, and concentration. Deeper insight is essential, especially for natural‑circulation experiments that rely on accurately characterized working fluids. This study targets that gap by measuring the Cp of Al₂O₃–water nanofluids at mass fractions of 0.1, 0.2, and 0.3 wt%. Thirty-nanometer Al₂O₃ particles were dispersed in deionized water using magnetic stirring and ultrasonic processing. The nanofluid was heated in a thermostatic bath while temperature rise was tracked with thermocouples and a data‑acquisition system. Results reveal that relative Cp decreases as nanoparticle concentration increases and is also sensitive to fluid temperature. These findings clarify how concentration and temperature jointly shape the thermal behavior of Al₂O₃ nanofluids, guiding for design high‑performance natural‑circulation loops and other heat‑transfer applications.
Analisis Aliran Sirkulasi Alami di Bagian Pendingin Berdasarkan Variasi Temperatur Air Pemanas pada Untai Rektangular TP FASSIP-04 Ver.2 Wahyuni, Asri; Yuliaji, Dwi; Setiawan, Putut Hery; Budiyanto, Nur Rochman; Maryadi, Shendy Akbar; Pamungkas, Adhika Enggar; Budiman, Arif Adtyas; Kharisma, Sunandi; Waluyo, Roy; Juarsa, Mulya
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i1.4706

Abstract

Sistem pendingin pasif berbasis mekanisme sirkulasi alami menjadi topik hangat dalam sistem keselamatan PLTN karena tidak membutuhkan pasokan listrik dan juga lebih ekonomis, maka perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh karakteristik pendinginan pada bagian tangki pendingin perlu dipelajari mengingat proses pendinginan dilakukan dengan model tidak langsung. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis aliran sirkulasi alami di bagian pendingin berdasarkan variasi temperatur air pemanas pada Untai Rektangular TP FASSIP-04 Ver.2. Penelitian dilakukan untuk memperoleh karakteristik perubahan temperatur pada bagian tangki pendingin berdasarkan variasi temperatur air pemanas serta bilangan Reynold dan laju aliran yang terjadi terhadap variasi temperatur. Metode penelitian dilakuan secara eksperimental dengan memvariasi temperatur air pemanas dari 50oC, 60oC, dan 70oC dengan daya pemanas 4,2 kW dan temperatur air pendingin ditetapkan pada 20oC. Pengolahan data menghasilkan grafik karakteristik temperatur dan laju aliran yang terjadi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa berdasarkan laju aliran sirkulasi alami yang terjadi pada bagian tangki pendingin Untai Rektangular TP FASSIP-04 Ver.2 untuk variasi temperatur air pemanas 50 oC sebesar 1,32 LPM berada pada rejim aliran laminar dengan bilangan Reynold bernilai 1851 sedangkan pada temperatur air pemanas 60 oC dan 70 oC sebesar 1,61 LPM dan 1,94 LPM berada pada rejim aliran transisi yang secara berturut-turut bilangan Reynold bernilai 2624 dan 3716. Kenaikan gradien temperatur antara sisi panas dan sisi dingin telah meningkatkan laju aliran sirkulasi alami dan mempengaruhi rejim aliran yang terbentuk.
Effect of water temperature on flow regimes and reynolds number in a passive natural circulation cooling system Setiawan, Putut Hery; Pamitran, Agus Sunjarianto; Yuliaji, Dwi; Pamungkas, Adhika Enggar; Budiman, Arif Adtyas; Amelia, Almira Citra; Maryadi, Shendy Akbar; Irwansyah, Ridho; Juarsa, Mulya
Jurnal Polimesin Vol 23, No 3 (2025): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i3.6665

Abstract

Natural circulation flow is an important phenomenon of passive cooling systems in nuclear reactor thermal management during accidents. This experimental study investigates the effect of varying water temperatures on flow regimes and Reynolds number within a passive natural circulation system. The research was conducted using a rectangular TP-loop (FASSIP-04 Ver.2) made of 1-inch SS304 pipe, 6 m high and 1.32 m wide. The water temperature setting was varied at 45°C, 55°C, 65°C, and 75°C, with a heating power of 4.2 kW, and the cooling tank was maintained at 10°C. Observations were made during transient heating, steady-state (for 3 hours), and transient cooling phases. Results show that increasing the heating tank temperature reduces fluid density and viscosity, thereby enhancing buoyancy-driven flow. This led to a transition in flow regimes from laminar to turbulent as the temperature increased. The Reynolds number increased by 169.38% when the water temperature was raised from 45°C to 75°C. Unstable flow behaviour, including fluctuating amplitudes and frequencies, was observed—characteristic of natural circulation dynamics. The study confirms a strong correlation between thermal variation and flow regime transition, providing insights into the performance of passive cooling systems under varying thermal loads.
ANALISA SISTEM RODA GIGI DIFERENSIAL PENGGERAK RODA BELAKANG KENDARAAN MOBIL LISTRIK (IKSA) Pambudi, Tri Agung; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 1 No 1 (2019): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i1.2009

Abstract

Differential gears are one of the round transmission systems on cars, where the electric motor is the main activator of the electric car that has been integrated with the differential gear so the rotation of the electric motor is directly transmitted to the rear activator differential gear. In this study, an electric motor uses a 2200 W DC 60 v brushless motor, BLDC, motor, BM1424HQF-14A motor type. The maximum torque in the final gear is 600 Nm. This study focused on calculating the ratio of differential gears, tangential forces that occur on gears, calculation of gear torque. From the results and discussion on the calculation of the maximum torque in the final gear of 600 Nm, the maximum torque results in the pinion gear are obtained. When the pinion gear speed is at 1 rpm, the torque force generated is as large as it can be stated that the gears are safe to use with a motor power of 2.2 kW.
PROSES PEMBUAATAN SUSPENSI SADEL SEPEDA MMENGGUNAKAN MATERIAL PEGAS DAUN AISI 4140 Hermawan, Egi; Hartono, Budi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 2 No 1 (2020): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v2i1.2057

Abstract

Penelitian ini mempelajari karakteristik suspensi sadel sepeda jalan baja karbon rendah. Analisis sifat tekuk baja, nilai kekerasan, dan struktur mikro dengan menghadirkan proses annealing pada suhu 800oC. Berdasarkan hasil penelitian, pegas daun tanpa proses annealing diagonal 50 mm mengalami patah ketika pegas bengkok, pada gaya 546,28 kgf. Pada saat pegas daun tanpa proses annealing pegas daun rentan terhadap fraktur karena terdapat fase ferit dan fase perlite di mana pada sifat ini lebih banyak ferit terbentuk, bahan semakin lunak dan liat. Pengujian pegas daun yang telah dipasang di sadel sepeda jalan dengan diameter lekukan 50 mm dan diberi beban 75 kg mengalami defleksi dan menyebabkan tidak kembali ke posisi awal dibandingkan dengan pegas daun diameter lekukan 70 mm dan diberi beban 75 kg di mana diameter lekukan adalah 70 mm ketika diberi beban pegas dari lekukan 70 mm kembali ke posisi awal ketika pegas diberi beban.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIK MATERIAL POLIMER "PPLO” BERDASARKAN FRAKSI BERAT TERHADAP VARIASI CUACA Budiyanto, Nur Rochman; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik material polimer Plastic Bag and Oil terhadap pengaruh variasi paparan kondisi cuaca dengan fraksi berat sebagai perbandingan komposisi. Tahap pertama pembuatan spesimen dengan fraksi berat masing masing spesimen 50%,60%,70%,80% dan 90% dengan kategori spesimen High Density Polyethylen Hitam, High Density Polyethylen Putih, PP (Polypropylene) dan Campuran dengan komposisi pendukungnya yaitu limbah minyak pelumas. Selanjutnya dilakukannya peleburan dengan temperature pada ruang bakar ≥250°C dan dilakukannya penuangan pada cetakan spesimen dari bahan besi dan alumunium. Tahap berikutnya dilakukan uji Weathering dan uji kekerasan metode Brinell. Pengujian Weathering mengacu pada ASTM D1435 Standard Practice for Outdoor Weathering of Plastics dan pengujian kekerasan metode Brinell. Hasil penelitian didapat terjadi perubahan warna pada spesimen dan penurunan berat spesimen hanya 1% setelah mengalami paparan cuaca dengan rata -rata RH tertinggi sebesar 82,20% dan saat penyinaran matahari kelembapan udara terendah adalah 61,90% RH selama 15 hari. Nilai kekerasan spesimen setelah uji weathering, spesimen 1 memperoleh nilai kekerasan tertinggi yaitu fraksi 90%:10% sebesar 10,5%, pada spesimen 2 nilai kekerasan tertinggi yaitu fraksi 70%:30% sebesar 14,4,%, selanjutnya spesimen 3 memperoleh nilai tertinggi pada fraksi 70%:30% sebesar 9,1% dan spesimen 4 mendapatkan nilai tertinggi pada fraksi 70% : 30% sebesar 7,9%. Hasil pengujian menunjukkan pengaruh pada karakteristik spesimen terhadap bentuk fisik maupun hasil dari nilai kekerasan spesimen.Kata kunci :  Fraksi Berat, Hardness Brinell, High Density Polyethylene, Polypropylene (PP), Temperature, Weathering.
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PROSES PIROLISIS SAMPAH PLASTIK Supanto, Supanto; Fardiansyah, Ahmad Adit; Al-Kindi, Hablinur; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 3 No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i2.5822

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panas yang dihasilkan tungku reaktor. Dapat mengetahui hasil beberapa perlakuan jenis plastik performa yang lebih baik dari minyak yang dihasilkan. Menganalisis performa kondensor proses pirolisis.  Mengetahui energi yang terjadi dalam kondensor tipe shell and tube. Analisis laju perpindahan panas pada reaktor serta mencari nilai heatloss pada reaktor.
Analisa Poros Engkol dan Batang Penghubung Pada Alat Peraga Kompresor Torak Latif, Abdul; Hartono, Budi; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5823

Abstract

"ANALISA POROS ENGKOL DAN BATANG PENGHUBUNG PADA ALAT PERAGAPRAKTIKUM KOMPRESOR TORAK" adalah Penelitian yang dilakukan dengan analisa kinematika dan gaya statis pada poros engkol dan batang penghubung (displacemen, kecepatan, dan percepatan) dengan menggunakan variasi pulley 3 inch, 4 inch, dan 5 inch. Dari hasil perhitungan secara analitik berdasarkan sudut 0o, 300, 600, 900, 1200, ..............., 3600 dengan variasi pulley pada motor menggunakan diameter 3 inch (700 RPM), 4 inch (933,333), dan 5 inch (1166,67 RPM) dapat dsimpulkan bahwa nilai displacement yang terkecil dengan nilai 0 m pada sudut 00 dan 3600, kemudian displacement yang terbesar terjadi pada sudut 1500 untuk masing – masing pulley dengan nilai 0,03985691 m. Hasil perhitungan secara analitik yang terbesar terjadi pada pulley 5 inch dengan nilai sudut kecepatan sebesar 2,5641672 m/s terjadi pada sudut 900 , dan nilai kecepatan yang terkecil sebesar -2,5641672 m/s terjadi pada sudut 900 dan 2700. Kemudian untuk nilai percepatan terjadi pada pulley dengan diameter 5 inch dengan nilai sudut percepatan sebesar 2,89051575 m/s terjadi pada sudut 2700. Berdasarkan dari data perhitungan secara analitik diatas dapat disimpulkan semakin tinggi putaran poros engkol maka kecepatan dan percepatan sudut akan semakin tinggi juga dan akan mengakibatkan batang penghubung mengalami deformasi dan efek fleksibilitas dan menimbulkan ketidakstabilan, dan ketika tekanan pada permukaan piston semakin besar, akan menimbulkan gaya yang lebih besar pada connecting rod dan mengakibatkan nilai torsi semakin tinggi.Kata Kunci: Analisa kinematis, Percepatan, Kecepatan, Analisa Poros Engkol dan Batang hubung.