Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perancangan Prototype Konstruksi Pipa Industri Mengacu Pada ASME Code B 31.3 Nur Aziz; Roy Waluyo; Dwi Yuliaji
ALMIKANIKA Vol 5 No 3 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASME Code on Piping, B31 merupakan kode standar untuk sistem perpipaan yang banyak ditemukan di pabrik petrokimia, kilang minyak, pabrik kimia, pharmaceutical, tekstil, kertas, semi-konduktor, pabrik pemrosesan bahan makanan dan lainnya. Faktor utama diperlukannya standard atau code adalah terkait manajemen keamanan dan keselamatan jiwa manusia yang mengoperasikan mesin atau pabrik tersebut. Sehingga diperlukan perancangan yang menjaminan keamanan untuk konstruksinya. Dalam penelitian ini, perancangan dilakukan dengan meninjau diameter pipa yang digunakan, ketebalan pipa komersial, menganalisa tegangan pipa apakah masih dalam keadaan aman dengan menggunakan Software Caesar II 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh perancangan sistem pipa industri dengan standart Code ASME B31.3 dan memperoleh besaran tegangan yang terjadi akibat beban sustained dengan tekanan 40,61 Psi (pada saat beroperasi). Hasil dari kalkulasi dengan nilai tebal minimum dinding masing-masing pipa yang mendekati tebal dinding minimum pipa schedule 5, dan nilai tegangan tertinggi pada pipa 1 inch sebesar 1589,01 Psi dan untuk tegangan pada pipa 1 1/4 inch sebesar 835,86 Psi. Kesimpulan dari data yang didapatkan pada analisa sistem perpipaan, dengan pipa schedule 5 masih dalam tahap aman untuk menahan tekanan operasi 40,61 Psi. Kata kunci : ASME code B31.3; CAESAR II; perancangan; schedule pipa; tegangan pipa; tumpuan.
Analisis Kemampuan Pendinginan Water Cooling Tank (WCT) Berdasarkan Perubahan Daya Heater pada Untai FASSIP-6S Faturahman, Rangga Aditya; Waluyo, Roy; Yuliaji, Dwi; Setiawan, Putut Hery; Maryadi, Shendy Akbar; Fauzan, Muhammad Ahsan; Juarsa, Mulya
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10, No 2: Desember 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v10.i2.2025.159-168

Abstract

Research on natural circulation phenomena is an important aspect in the development of passive safety systems in Nuclear Power Plants (NPP). To support this study, the National Research and Innovation Agency (BRIN) has designed and built a FASSIP-6S (Passive System Simulation Facility-6S) test facility, which serves to observe phenomena in passive cooling systems. The system is designed to operate without external power to extinguish reactors, dissipate decay heat, and resist the release of radioactive substances into the environment. This study is focused on testing the cooling ability of the Water-Cooling Tank (WCT) against variations in heating power. Experiments were carried out by varying the temperature of heating and cooling water, as well as measuring parameters such as power (W), inlet and outlet temperature (THin, THout, TCin, TCout), natural circulation flow (Q), and mass flow rate (m). The experiment was carried out on a medium-scale rectangular strand with dimensions of 2.5 meters high and 0.85 meters wide, with temperature measurements using a K-type thermocouple. The results show that the greater the heating power, the higher the cooling ability of the WCT. The average heat displacement at 1100W power is 793.03W, at 1300W it is 1026.51W, and at 1600W it is 1300.16W. The number of Reynolds obtained also increases as power increases, indicating an increase in natural circulatory flow
Uji Komisioning Fasilitas Sistem Simulasi Pasif 04 Versi 2 (FASSIP 04 Ver.2) Untuk Studi Kemampuan Pendinginan Pasif Pada Sistem Keselamatan Reaktor Nuklir Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy; Pramono, Gatot Eka; Setiawan, Putut Hery; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i01.138

Abstract

Riset sistem pendinging pasif/Passive Cooling System (PCS) berbasis aliran sirkulasi alam menjadi topik penting dalam manajemen termal untuk keselamatan reaktor nuklir pasca gagalnya sistem pendingin aktif di kejadian kecelakaan PLTN Fukushima Dai-ichi, Jepang. Hal tersebut menjadikan riset eksperimental penting dilakukan untuk menentukan kondisi awal dan kondisi batas agar aliran sirkulasi fluida pada untai sirkulasi alam mencapai kondisi optimal. Sehinga dibangun fasilitas eksperimen untai rektangular FASSIP-04 versi 2 untuk mempelajari fenomena aliran sirkulasi alam dengan rejim aliran satu fase dan dua fase yang bekerja pada tekanan rendah. Tujuan penelitian dilakukan dalam rangka komisioning fasilitas untuk mengetahui batasan parameter daya dan temperatur selama pengoperasian. Metode komisioning dilakukan dalam dua tahap, yaitu komisoning statis dengan merekam data perubahan temperatur lingkungan dari semua sensor selama 3 hari tanpa dihidupkannya pemanas dan pendingin. Metode kedua adalah komisoning dinamis dengan memvariasikan temperatur air demineral di dalam tangki pemanas mulai dari 50° C (satu fase) hingga mencapai temperatur saturasi (dua fase). Sementara, daya pemanas divariasikan mulai dari 2,8 kW, 4,2 kW, dan 5,6 kW yang dibangkitkan dari immersion heater. Hasil komisioning statis menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi selama tiga hari terjadi pada siang hari dalam rentang 31oC – 40oC, dan terendah (stabil) di malam hari antara jam 20.00 – 07.00 dengan rentang sekitar 22oC – 24oC. Kemudian, hasil komisoning dinamis pada daya maksimal 5,6 kW, menunjukkan adanya pembentukan gelembung dari pemanas dan capaian temperatur tertinggi untuk aliran dua fase sebesar 105oC (di atas temperature saturasi). Hasil komisoning telah menjadi batasan parameter temperatur dan daya untuk menentukan matriks eksperimen selanjutnya. Kata kunci : FASSIP-04; komisioning; satu fase-dua fase; sirkulasi alam; variasi daya; variasi temperatur.
Komparasi Pemanfaatan Heat Loss Sistem Pembuangan Dan Sistem Pendinginan Mesin Menjadi Listrik Adi Yoga Pratama; Waluyo, Roy; Yuliaji, Dwi; Fitriani
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan panas buang (heat loss) pada kendaraan bermotor dapat mengurangi dampak pemanasan global dan mengurangi emisi gas buangnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan heat loss yang dihasilkan oleh motor bakar. Terdapat dua sistem pada motor bakar yang memiliki nilai heat loss tertinggi, yaitu sistem pendinginan dan sistem pembuangan. Untuk memanfaatkan heat loss, Thermo Electric Generator (TEG) dipilih sebagai alat yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik. Thermo Electric Generator (TEG) dapat menghasilkan listrik berdasarkan Seeback effect dari perbedaan suhu pada alat tersebut. Untuk meningkatkan perbedaan suhu pada TEG, heatsink dipasangkan pada sisi dingin TEG agar dapat meningkatkan perbedaan suhu antara sisi panas dan sisi dingin TEG.  Daya listrik tertinggi didapatkan sebesar 15,8 x 10-3 VA pada sistem pendinginan dan 276 x 10-3 VA pada sistem pembuangan. Perbedaan suhu yang tinggi pada TEG, dapat menghasilkan daya listrik yang tinggi. Kata kunci :  heat loss; heatsink; Seeback effect; TEG.
Aerodynamic Performance of the NACA 0012 Airfoil: Lift and Drag Characteristic Across a Range of Angles of Attack Septiawan, Dedy; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
Journal of Applied Science and Advanced Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): JASAE: March 2026
Publisher : Master Program in Mechanical Engineering, Gunadarma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59097/jasae.v4i1.79

Abstract

The wing is one of the most critical components in an aircraft structure, as it directly contributes to the generation of lift, which enables flight. Without wings, an aircraft would be unable to produce lift or counter aerodynamic drag effectively. This study aims to analyze the lift and drag forces acting on a NACA 0012 airfoil under varying angles of attack and flow velocities. Two approaches were employed: numerical simulations using ANSYS Fluent to investigate airflow patterns and pressure distribution on the upper and lower surfaces of the airfoil, and experimental testing in a wind tunnel to validate and complement the findings. The experiments considered angles of attack of 0°, 3°, 6°, and 9°, with freestream velocities of 1 m/s and 3 m/s. The quantitative data collected include lift coefficient (CL), drag coefficient (CD), the relationships between CL–α, CD–α, and CL–CD, as well as pressure and velocity distributions from the CFD simulations. Both computational and experimental results indicate that increasing the angle of attack produces a significant change in the lift and drag characteristics of the airfoil. In conclusion, variations in the angle of attack have a substantial impact on the aerodynamic flow behavior around the airfoil and on the magnitude of the resulting lift and drag forces.