Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Serta Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Fina Handayani; Nurul Aryastuti; Fitri Eka Sari; Dhiny Easter Yanti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.3833

Abstract

Less than half of infants under 6 months of age receive exclusive breastfeeding. Indonesia's exclusive breastfeeding coverage in 2022 was recorded at only 67.96%, down from 69.7% in 2021. The average length of time a child is breastfed in Lampung Province is 11.35 months. This shows that on average, infants in Lampung Province have received breast milk for more than 6 months but not reaching 24 months. The purpose of the study was to determine the relationship between maternal knowledge and maternal attitudes and family support with exclusive breastfeeding in the Kemiling Health Center Work Area. This study is a quantitative study with a Cross Sectional design. The population is all mothers who have toddlers in the Kemiling Health Center Work Area totaling 648 respondents and a sample of 97 respondents using a purposive sampling technique with a questionnaire sheet. The study was conducted in the Kemiling Health Center Work Area and was conducted in August-October 2024. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis. The results of the study showed that 54 people (55.7%) gave exclusive breastfeeding and 43 people (44.3%) did not give exclusive breastfeeding, 47 people (48.5%) had poor knowledge and 50 people (51.5%) had good knowledge, 44 people (45.4%) had negative attitudes and 53 people (54.6%), 66 people (68.0%) had positive family support and 31 people (32.0%) did not have family support. There was a significant relationship between maternal knowledge (p-value 0.021) and maternal attitude (p-value) and there was no relationship between family support (p-value 1.000) and exclusive breastfeeding at the Kemiling Health Center, Bandar Lampung.
KONDISI SANITASI LINGKUNGAN RUMAH PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUN TEBU LAMPUNG BARAT TAHUN 2026 Meisya Rahma Syifa; Dina Dwi Nuryani; Fitri Ekasari
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 4 No. 1 (2026): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v4i1.1741

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Barat. Kondisi sanitasi lingkungan rumah, khususnya penampungan air, ventilasi rumah, dan pengelolaan sampah diduga berhubungan dengan kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 79 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi, serta bivariat menggunakan uji chi- square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 25 responden (31,6%) mengalami DBD, 18 responden (22,8%) memiliki kondisi penampungan air berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk, 29 responden (36,7%) memiliki ventilasi rumah tidak baik, dan 36 responden (45,6%) memiliki pengelolaan sampah yang tidak baik. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan kondisi penampungan air dengan kejadian DBD (p=0,000; OR=25,5), kondisi ventilasi rumah dengan kejadian DBD (p=0,008; OR=4,286), dan pengelolaan sampah dengan kejadian DBD (p=0,003; OR=5,143). Disarankan Puskesmas meningkatkan promosi kesehatan serta pengawasan lingkungan, masyarakat diharapkan aktif melakukan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur) dan menjaga kebersihan lingkungan, sementara institusi pendidikan dan peneliti selanjutnya perlu memperluas penelitian terkait faktor lain yang mempengaruhi kejadian DBD.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Kelas X MAN 1 Pringsewu Tahun 2026 Siti Aulia Nur Rahmah; Devi Kurniasari; Fitri Eka Sari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61722

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja kelas X MAN 1 Pringsewu Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Pringsewu dengan jumlah sampel 167 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda metode Backward Elimination. Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki perilaku seksual tidak berisiko (75,4%), pengetahuan baik (85,6%), sikap positif (77,2%), peran orang tua baik (74,9%), peran teman sebaya baik (80,2%), dan pengaruh akses media sosial yang lemah (96,4%). Hasil uji bivariat Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan (p=0,969), sikap (p=0,474), peran orang tua (p=0,170), peran teman sebaya (p=0,685),dan akses media sosial (p=0,140). Analisis multivariat metode Backward, seluruh variabel tereliminasi dari model pada karena tidak memenuhi syarat signifikansi (p>0,05), sehingga tidak terbentuk model multivariat final Nagelkerke R Square (0,000). Tidak terdapat variable dominan baik secara parsial maupun simultan antara pengetahuan, sikap, peran orang tua, peran teman sebaya, dan akses media sosial terhadap perilaku seksual remaja. Pihak sekolah diharapkan meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi, memperkuat pembinaan melalui konseling sebaya, serta melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Spatial analysis and factors related to stunting prevalence in Lampung province in 2024 (INSS Data in 2024) Fitri Eka Sari; Rindy Yolandita; Annisa Mayang Soliha
World Nutrition Journal Vol. 10 No. 1 (2026): WNJ. Volume 10 Issue 1, Agustus 2026
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V10.i1.0011

Abstract

Background: Stunting is a growth and developmental disorder caused by chronic malnutrition and recurrent infections and is defined as a Height-for-Age Z-score (HAZ) below −2 standard deviations. Despite ongoing interventions, stunting remains a major public health problem in Indonesia. Geographic Information Systems (GIS) can be used to identify the spatial distribution of stunting; however, spatial studies on stunting in Indonesia remain limited. Objective: This study aimed to analyze spatial patterns and factors associated with stunting prevalence in Lampung Province in 2024. Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary data from the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (INSS). The study population consisted of 8,964 children under five years of age, with 2,778 children included after data cleaning. Data were analyzed using univariate, bivariate, and spatial analyses. Results: The prevalence of stunting was 15.3%, while 84.7% of children were not stunted. Exclusive breastfeeding, birth weight, and maternal age were significantly associated with stunting prevalence (p<0.05). Spatial analysis showed significant associations of exclusive breastfeeding in several districts/cities, birth weight in West Coast, West Lampung, and East Lampung, and maternal age in Central Lampung. Conclusion: Exclusive breastfeeding, birth weight, and maternal age were associated with stunting prevalence in Lampung Province in 2024.