Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Integratif Interaktif Berbasis Android pada Materi Statistika untuk Peserta Didik Kelas VIII: Development of Android-Based Interactive Integrative Teaching Materials on Statistics for Grade VIII Students Mir’atul Khasanah; Abdul Halim Fathani; Siti Nurul Hasana
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 02 (2025): Research Articles, August 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i02.6496

Abstract

This study aims to develop integrative and interactive Android-based teaching materials on statistics, explicitly focusing on measures of central tendency and measures of data dispersion for eighth-grade students. This research was conducted using a research and development approach, adopting a 4D development model that comprises four stages: defining (Define), designing (Design), developing (Develop), and disseminating (Disseminate). In this study, the subjects included experts in the field of teaching materials and development, two practitioners, and six eighth-grade students from MTs Mambaul Ulum Pakis, who served as users. The final product is the Q-Stat learning application, which contains statistical materials based on the Merdeka Curriculum and is integrated with the values of the Qur'an and Hadith. This application features materials, practice questions, quizzes, and evaluations. The product was developed using Microsoft PowerPoint and iSpring Suite, then converted to run offline on Android devices. Validation results show that the developed application received a positive response. Material experts gave an average score of 4 (valid category), while teaching material development experts gave a score of 3.5. Practitioners gave an average score of 3.7, and students gave an average score of 3.5 (practical category). Based on these results, the Q-Stat application is considered valid and valuable. It can be effectively used in eighth-grade mathematics learning activities to support the understanding of statistical concepts in an integrative and interactive manner.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA MENGGUNAKAN VISUAL BASIC FOR APPLICATION (VBA) UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA Siti Nurul Hasana; Elva Riezky Maharany
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v3i2.648

Abstract

Guru sebagai ”aktor utama” dalam pembelajaran dituntut harus professional dalam bidangnya yaitu mendidik, membimbing, mengajar, menilai, mengembangkan diri, serta mengembangkan karya inovatif. Pemanfaatan teknologi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran salah satunya adalah pengembangan multimedia pembelajaran. Pengembangan multimedia pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dapat digunakan guru dalam mengembangkan karya inovatif untuk mendukung professionalismenya sebagai guru. Namun, tidak semua guru dapat melakukannya. Guru membutuhkan “tool” atau alat yang “mudah” yang dapat digunakan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Dengan menggunakan Visual Basic for Application  (VBA) yang ada pada Ms.Power point, peneliti ingin mengembangkan sebuah “mesin” yang dapat meningkatkan performa Ms. Power point. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam bidang pengembangan karya inovatif. Dengan dikembangkannya Multimedia tersebut diharapkan dapat mempermudah kinerja guru dalam mengembangkan karya inovatif berupa multimedia berbasis TIK yang dapat digunakan guru untuk pembelajaran maupun karir sebagai Guru Profesional. Model pengembangan yang digunakan terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan model 4D. Hasil Penelitian ini adalah suatu produk multimedia yang dapat membantu guru dalam mengembangkan karya inovatif yang mendukung profesionalismenya sebagai guru.
ANALISIS PROSES BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MATA KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL DAN SCAFFOLDING-NYA Alifiani Alifiani; Siti Nurul Hasana
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v6i1.3464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis mahasiswa dalam menentukan solusi dari persamaan diferensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari 3 mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Selain itu juga digunakan soal tes sebagai instrument penelitian.  Soal tes disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kritis IDEAS (Identify, Define, Enumerate, Analyze, Scrutinize). Soal tes terdiri dari 3 soal yang diberikan secara bertahap. Hasil soal tes selanjutnya dianalisis dan dilakukan wawancara kepada subjek penelitian untuk mengetahui proses berpikir kritis mahasiswa saat mengerjakan soal tes. Pada soal tes pertama, subjek penelitian belum mampu berpikir kritis dengan baik karena tidak dapat memenuhi indikator IDEAS. Oleh karena itu, mahasiswa diberikan scaffolding guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang diberikan. Scaffolding diberikan dalam bentuk social scaffolding berupa penerapan model pembelajaran DD/CT (Deep Dialogue/ Critical Thinking) dalam perkuliahan persamaan diferensial. Pada soal tes kedua, kemampuan berpikir kritis mahasiswa mulai berkembang namun tetap belum memenuhi indikator IDEAS sehingga diberikan social scaffolding kembali berupa penerapan model pembelajaran DD/CT dipadukan dengan  model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS (Two Stay-Two Stray). AbstractThis study aims to describe students' critical thinking processes in determining solutions to differential equations. This study uses a descriptive and explorative in a qualitative approach. The research subjects consisted of 3 Mathematics Education students at the University of Islam Malang. The main instrument in this study is the researchers themselves. In addition, test questions are also used as research instruments. Test questions are adapted to IDEAS (Identify, Define, Enumerate, Analyze, Scrutinize) critical thinking skills indicators. The test questions consist of 3 questions given in stages. The results of the test questions were then analyzed and interviewed to the subject of the study to find out the critical thinking process of students when working on test questions. In the first test question, the research subjects were not able to think critically well because they could not meet the IDEAS indicator. Therefore, students are given a scaffolding to develop the critical thinking skills provided. Scaffolding is given in the form of social scaffolding that is the application of the DD / CT (Deep Dialogue / Critical Thinking) learning model in lectures on differential equations. In the second test question, students' critical thinking skills began to develop but still did not meet the IDEAS indicator so that social scaffolding was again given in the form of the application of the DD / CT learning model combined with the TS-TS cooperative learning model (Two Stay-Two Stray). 
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL STAD BERBANTUAN ALAT PERAGA DI SMP ISLAM KARANGPLOSO Ngganiyatur Rochmah; RR. Ettie Rukmigarsari; Siti Nurul Hasana
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v5i2.3536

Abstract

Pembelajaran matematika merupakan proses interaksi atau komunikasi antara guru dan peserta didik serta lingkungan belajar agar peserta didik memperoleh kompetensi dalam bidang matematika. Kompetensi di bidang matematika yang harus dimiliki oleh peserta didik salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis, karena pada dasarnya kemampuan tersebut merupakan suatu kemampuan yang penting dan perlu dikuasai oleh peserta didik yang belajar matematika. Khususnya peserta didik sekolah menengah (SM). Metode yang digunanakan dalam penelitian ini adalah mix method research, (metode campuran) dengan jenis sequential explanatory. Desain penelitian kuantitatif menggunakan true experimental. Sedangkan desain penelitian kualitatif menggunakan deskriptif-kualitatif yang digunakan untuk melengkapi penelitian kuantitatif. Pada artikel ini dijelaskan bahwa perlakuan dengan model kooperatif tipe STAD dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dalam hasil analisis data kuantitatif maupun kualitatif yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis antara peserta didik kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model kooperatif tipe STAD dengan peserta didik kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model konvensional. Mathematical learning is a process of interaction or communication between teachers and students and the learning environment so that students gain competence in the field of mathematics. One of the competencies in the field of mathematics that must be possessed by students is mathematical problem solving skills and mathematical communication skills, because basically these abilities are an ability that is important and needs to be mastered by students who learn mathematics. Especially middle school students. The method used in this research is a mix method with sequential explanatory methods. Quantitative research design uses true experimental. While the qualitative research design uses descriptive-qualitative research that is used to complement quantitative research. In this article, it is explained that the treatment with the cooperative type STAD model can affect students' mathematical problem solving abilities and mathematical communication skills. This can be seen in the results of quantitative and qualitative data analysis which shows a difference in mathematical problem solving abilities and mathematical communication skills between experimental class students who were treated with the cooperative type STAD model and control class students who were treated with conventional models.