Claim Missing Document
Check
Articles

DEVELOPING A DEEP LEARNING-BASED INSTRUCTIONAL MODULE USING THE UNDERSTANDING BY DESIGN FRAMEWORK FOR LEARNING BIVARIATE DATA Syelvira Nova Zulfaidany; Tiara Mastura Nafisa; Alifiani Alifiani
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 11, No 1 (2026): JME (Jan - Jun)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v11i1.2788

Abstract

The development of the digital era has increased the need for statistical literacy and data interpretation skills as essential competencies for the 21st century. However, some students still have difficulty interpreting relationships between data. The application of the Understanding by Design (UbD) learning design framework and the deep learning approach in instructional modules has been widely carried out, but those that integrate both in the development of instructional modules for learning bivariate data are still limited. Therefore, the purpose of this study is to develop a valid and effective deep learning-based instructional module using Understanding by Design for learning bivariate data. The type of research conducted is research and development (RD) with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subjects of the study were 29 11th-grade students. Data collection was carried out using test and non-test techniques. The instruments used were validation sheets and pretest and posttest question sheets. Based on the validator's assessment, the developed instructional module produced a total average score of 3.40 which is included in the "valid" validity level. As for the results of the students' pretest and posttest, the developed instructional module was declared effective as assessed by an n-gain score of 0.32, which means there was an increase in learning outcomes between before and after the use of the developed instructional module with the criteria of "medium". Based on the results of the study, it can be concluded that the developed instructional module is valid and effective for use for learning bivariate data. These findings indicate that the integration of the deep learning approach and the Understanding by Design framework not only improves student learning outcomes but also helps students build a deeper conceptual understanding in interpreting data and understanding the relationships between variables meaningfully.
Pengembangan Modul Ajar Matematika SMA Materi Regresi Linier dengan Pendekatan Deep Learning Berbasis Kerangka Understanding By Design Alfiatur Rosida; Annisa Putri Rahmawati; Alfina Lutfi Rahmawati; Alifiani Alifiani; Dwi Nurcahyo
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbantuan LKPD berbasis deep learning menggunakan kerangka Understanding by Design (UbD) pada materi regresi linier yang valid dan praktis. Penelitian ini adalah pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, dan disseminate). Namun, penelitian ini hanya dilaksanakan hingga tahap develop karena keterbatasan waktu penelitian. Subjek uji coba penelitian adalah 36 siswa kelas XI di salah satu SMA Kota Malang. Instrumen penelitian berupa lembar validasi modul ajar, lembar validasi LKPD, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar memperoleh nilai rata-rata validasi sebesar 3,91 dengan kategori valid, sedangkan LKPD memperoleh nilai rata-rata 3,90 dengan kategori valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase rata-rata sebesar 84,61% dengan kategori praktis. Modul ajar yang dikembangkan mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan melalui integrasi kerangka UbD, pendekatan deep learning, dan model problem based learning.
Pengembangan Modul Ajar Persamaan dan Fungsi Kuadrat Berbasis Understanding by Design untuk Memfasilitasi Six Facets of Understanding Siswa Oktavia Shofi; Ratri Asmaya Puspa; Siti Ambarwati; Alifiani Alifiani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4659

Abstract

Pemahaman konseptual matematis siswa pada materi persamaan dan fungsi kuadrat masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan, ditandai dengan kecenderungan siswa menyelesaikan soal tanpa memahami konsep yang mendasarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar persamaan dan fungsi kuadrat berbasis Understanding by Design (UbD) untuk memfasilitasi six facets of understanding siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang. Hasil validasi menunjukkan rata-rata skor kevalidan 3,75 dan termasuk dalam kategori valid. Hasil implementasi menunjukkan bahwa siswa memperlihatkan indikator-indikator six facets of understanding secara bertahap, meliputi kemampuan menjelaskan konsep dengan bahasa sendiri, menafsirkan representasi matematis, mengaplikasikan konsep dalam situasi nyata, memahami keberagaman metode penyelesaian, memahami cara berpikir teman, serta merefleksikan pemahaman diri. Modul ajar berbasis UbD yang dikembangkan terbukti valid dan mampu memfasilitasi six facets of understanding siswa pada materi persamaan dan fungsi kuadrat.
Pendampingan Pembuatan Video Animasi Menggunakan FlipaClip untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Devi Ayu Ainurrohmah; Alifiani; Anies Fuady
PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/pendimas.v4i2.4273

Abstract

Matematika merupakan fondasi fundamental bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun realitas pendidikan saat ini menunjukkan bahwa banyak siswa menghadapi kesulitan signifikan dalam memahami materi yang bersifat abstrak, yang bermuara pada rendahnya minat belajar. Pengabdian ini bertujuan untuk mengurai permasalahan tersebut melalui implementasi media pembelajaran inovatif berupa pembuatan video animasi menggunakan aplikasi FlipaClip bagi siswa MAN 2 Lamongan. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang melalui serangkaian tahapan sistematis, meliputi persiapan, pelatihan teknis, perancangan storyboard, produksi, hingga evaluasi. Fokus materi yang dikembangkan mencakup topik statistika dan lingkaran, yang dipilih berdasarkan tingkat kesulitan konseptual yang dialami siswa. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa strategi ini efektif, ditandai dengan skor rata-rata respon siswa sebesar 3,68 yang tergolong dalam kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi animasi dalam pembelajaran tidak hanya memudahkan pemahaman konsep dan memberikan pengalaman belajar yang tidak membosankan, tetapi juga berpotensi menciptakan memori jangka panjang (long-term memory) terhadap materi yang dipelajari.
Exploring mathematical ideas in the ro’an tradition of an islamıc boarding school Rosea Ajeng Prasastia Puri; Alifiani; Isbadar Nursit; Abdulaziz Hama
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v12i1.25272

Abstract

This study addresses a gap in ethnomathematics research by examining a pesantren cultural practice that has rarely been explored as a source of mathematical ideas. Previous ethnomathematics studies have mainly focused on traditional games, crafts, architecture, and visual motifs, while everyday communal practices in Islamic boarding schools (pesantren) remain underexamined. This study explores the ro’an tradition, a communal cleaning practice in an Islamic boarding school, to identify the mathematical reasoning embedded in its cultural routines and to consider its implications for mathematics education. Using an ethnographic design supported by observation, interviews, and documentation, the study analyzed six main aspects of ro’an: group formation, task assignment, workflow sequencing, scheduling, quantitative considerations, and rotational mechanisms. Data were interpreted through an ethnomathematics perspective and formalized carefully through ethnomodeling. The findings show that ro’an embodies various mathematical ideas, including set partitions, relations and functions, algorithms, proportional reasoning, spatial structuring, recurrence, and cyclic scheduling. These findings indicate that mathematical reasoning emerges naturally within pesantren cultural practices even without formal mathematical language. The study contributes to ethnomathematics by expanding its scope to religious-community practices and offers pedagogical implications for designing culturally responsive mathematics learning in pesantren and madrasah contexts.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Alifiani Alifiani
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v2i1.202

Abstract

Berdasarkan kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang berlaku di Universitas Islam Malang, mata kuliah Struktur Aljabar 1 merupakan matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Matakuliah Struktur Aljabar 1 berkaitan erat dengan pembuktian, namun mahasiswa Kelas V-C masih mengalami kesulitan dalam pembuktian. Hal ini terlihat dari hasil kuis yang berisi soal-soal pembuktian, hanya 24% mahasiswa yang mendapatkan nilai di atas 60. Hasil nilai kuis yang kurang memuaskan tersebut terjadi karena kemampuan penalaran mahasiswa yang masih rendah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam rangka meningkatkan kempampuan penalaran mahasiwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).Jenis penelitian merupakan peneltian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada kelas V-C Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang yang terdiri dari 25 mahasiswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 pertemuan. Hasil yang didapat adalah pada akhir siklus pertama banyaknya mahasiswa yang mendapat nilai di atas 60 meningkat menjadi 56 % dan di akhir siklus ke 2 banyaknya mahasiswa yang mendapat nilai di atas 60 meningkat menjadi  84%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan penalaran mahasiswa dalam melakukan pembuktian.
MAPPING MATHEMATICS UNTUK MENGANALISIS PROSES METAKOGNITIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH ALJABAR Alifiani Alifiani
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v1i1.406

Abstract

Dalam proses pemecahan masalah terdapat peran metakognitif yang mempengaruhi proses pemecahan masalah. Proses pemecahan masalah menjadi lebih efektif apabila siswa melibatkan proses metakognitifnya. Oleh karena itu, perlu ada perhatian terhadap proses metakognitif siswa. Memahami proses metakognitif siswa sangat penting dilakukan dalam upaya menentukan model pembelajaran yang tepat. Dalam usaha memahami proses metakognitif siswa dapat digunakan metode analisis tematik dengan bantuan mapping mathematics. Mapping mathematics merupakan diagram yang menggambarkan struktur hasil analisis tematik. Berdasarkan hasil penelitian, mapping mathematics terbukti dapat membantu dalam memahami proses metakognitif siswa dalam memecahkan masalah aljabar.
PENGEMBANGAN TES ONLINE MENGGUNAKAN THATQUIZ PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA Alifiani Alifiani; Nahnu Robid Jiwandono; Isbadar Nursit
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v3i2.647

Abstract

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP dan SMA tahun 2016 di Indonesia adalah langkah awal Pendidikan kita menuju Digitalisasi Teknologi dan Informasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Damapaknya seorang guru benar-benar dituntut profesionalismenya untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang Teknologi untuk mengikuti arus perkembangan teknologi, khusunya dalam menyelenggarakan tes berbasis komputer baik offline maupun online. Tidak semua guru mampu mengembangkan test berbasis komputer untuk digunakan dalam tes atau ujian yang dibuatnya. Test online dipilih karena mampu secara cepat melakukan penilaian dan sekaligus menampilkan nilai perolehan. Sehingga guru lebih cepat mengetahui kemampuan siswa dan segera melakukan perbaikan bagi yang belum berhasil dan memberi penghargaan bagi yang berhasil. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam bidang TIK untuk melaksanakan evaluasi dan penilaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Dick dan Carry (1996) yang terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan model 4D. Hasil Penelitian adalah produk test online yang valid dan teruji yang dapat di gunakan guru dalam melakukan penilaian terhadap siswa.
Cognitive–Cultural Balance in Designing Culture-Based HOTS Tasks: Evidence from Prospective Mathematics Teachers Alifiani; Susana Labuem; Vivi Suwanti; Muneeroh Phadung
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19417

Abstract

This study aims to investigate how prospective mathematics teachers integrate cognitive and cultural dimensions in designing culture-based Higher Order Thinking Skills (HOTS) tasks. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through task analysis, observation, and in-depth interviews. Data analysis in this study employed thematic analysis using a hybrid inductive–deductive approach. The study involved seventh-semester Mathematics Education students who had completed core pedagogical and professional courses as well as teaching practicum and were therefore considered ready as prospective teachers. Their task designs were analyzed using the Cognitive Demand and Cultural Value Framework, resulting in three classifications: cognitive dominance, cultural dominance, and cognitive–cultural balance, with one participant representing each category. Participants with cognitive dominance demonstrated strong mathematical reasoning and structured problem design but tended to disregard cultural authenticity and traditional norms. Conversely, culturally dominant participants displayed rich cultural sensitivity yet neglected mathematical coherence and contextual logic. Only participants achieving cognitive–cultural balance successfully integrated analytical rigor with cultural meaning, producing problems that were both mathematically valid and culturally grounded. These findings highlight that cognitive and cultural dimension are complementary rather than opposing forces. The study concludes that developing dual cognitive and cultural literacy is essential for prospective mathematics teachers to design transformative learning experiences that connect logical reasoning with cultural understanding, underscoring the need for teacher education institutions (LPTK) to integrate this balance explicitly into curriculum design to better prepare future teachers.
ANALISIS PROSES BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MATA KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL DAN SCAFFOLDING-NYA Alifiani Alifiani; Siti Nurul Hasana
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v6i1.3464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis mahasiswa dalam menentukan solusi dari persamaan diferensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari 3 mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Selain itu juga digunakan soal tes sebagai instrument penelitian.  Soal tes disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kritis IDEAS (Identify, Define, Enumerate, Analyze, Scrutinize). Soal tes terdiri dari 3 soal yang diberikan secara bertahap. Hasil soal tes selanjutnya dianalisis dan dilakukan wawancara kepada subjek penelitian untuk mengetahui proses berpikir kritis mahasiswa saat mengerjakan soal tes. Pada soal tes pertama, subjek penelitian belum mampu berpikir kritis dengan baik karena tidak dapat memenuhi indikator IDEAS. Oleh karena itu, mahasiswa diberikan scaffolding guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang diberikan. Scaffolding diberikan dalam bentuk social scaffolding berupa penerapan model pembelajaran DD/CT (Deep Dialogue/ Critical Thinking) dalam perkuliahan persamaan diferensial. Pada soal tes kedua, kemampuan berpikir kritis mahasiswa mulai berkembang namun tetap belum memenuhi indikator IDEAS sehingga diberikan social scaffolding kembali berupa penerapan model pembelajaran DD/CT dipadukan dengan  model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS (Two Stay-Two Stray). AbstractThis study aims to describe students' critical thinking processes in determining solutions to differential equations. This study uses a descriptive and explorative in a qualitative approach. The research subjects consisted of 3 Mathematics Education students at the University of Islam Malang. The main instrument in this study is the researchers themselves. In addition, test questions are also used as research instruments. Test questions are adapted to IDEAS (Identify, Define, Enumerate, Analyze, Scrutinize) critical thinking skills indicators. The test questions consist of 3 questions given in stages. The results of the test questions were then analyzed and interviewed to the subject of the study to find out the critical thinking process of students when working on test questions. In the first test question, the research subjects were not able to think critically well because they could not meet the IDEAS indicator. Therefore, students are given a scaffolding to develop the critical thinking skills provided. Scaffolding is given in the form of social scaffolding that is the application of the DD / CT (Deep Dialogue / Critical Thinking) learning model in lectures on differential equations. In the second test question, students' critical thinking skills began to develop but still did not meet the IDEAS indicator so that social scaffolding was again given in the form of the application of the DD / CT learning model combined with the TS-TS cooperative learning model (Two Stay-Two Stray).Â