Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SELULOSA

Karakteristik Kayu Jelutung (Dyera costulata) dari Hutan Tanaman Rakyat di Kalimantan Tengah Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Sunardi Sunardi; Daniel Itta; Dahlia Nuraini Pasaribu; Lisa Andriana Kristy
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 01 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i01.346

Abstract

Kayu jelutung (<i>Dyera costulata</i>) merupakan salah satu jenis tanaman endemik di Kalimantan yang mulai langka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pertumbuhan kayu jelutung yang dibudidayakan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah di lahan gambut. Pengolahan lahan dengan tanpa bakar menjadikan hutan tanaman rakyat (HTR) ini ramah lingkungan. Sebanyak 38 pohon jelutung dari 1 blok HTR diukur diameter dan tinggi pohonnya, selanjutnya dikelompokkan dalam kategori pertumbuhan cepat, sedang, dan lambat. Dari masing-masing kelompok diambil 1 pohon yang memenuhi persyaratan. Sampel setebal 2 cm diambil dari ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah dan setiap 2 meter ke arah ujung pohon untuk pengukuran kadar air (KA), berat jenis (BJ), anatomi kayu, nilai turunan serat, dan kandungan kimia kayu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu jelutung memiliki BJ rendah dan serat pendek sehingga termasuk kelas 2 untuk pembuatan pulp dan kertas. Kandungan kimia kayu jelutung menunjukkan kandungan ektraktif larut alkohol benzena yang cukup rendah dan bisa digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas. Selain itu, kayu jelutung juga sesuai untuk digunakan sebagai bahan kayu lapis. Characteristics of Jelutong Wood ((<i>Dyera costulata</i>) from Community Forest in Central KalimantanAbstractJelutong wood (<i>Dyera costulata</i>) is one of the endemic tree species in Kalimantan which is starting to become scarce. This research aims to analyze the growth characteristics of jelutong wood planted by the community in peatland in Central Kalimantan. Land processing without burning makes this community plantation forest environmentally friendly. Thirty-eight trees of jelutong from one block were measured diameter and three height, end then categorized to fast, medium, and slow-growing. One tree from each category was harvested. Two centimeters of the disk were collected from each harvested trees from a 1.3 meter height and continued every 2 meters to the peak of trees to measure water content, specific gravity, anatomical properties, derived wood, and chemical content of jelutong wood. From the analyses, jelutong has low specific gravity and short fibers, categorized into class two for pulp and paper raw materials. Extractive content in alcohol benzene from jelutong wood was low that preferable for pulp and paper. On the other hand, jelutong wood is suitable for plywood raw materials.
Preparasi Hidrochar dari Limbah Pelepah Nipah dengan Penambahan Asam Oksalat serta Uji Aplikasinya untuk Adsorpsi Metilen Biru Wiwin Tyas Istikowati; Jeng Mas Ayu Devanda Buhang; Risaldi Ridwan; Sunardi Sunardi
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 02 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i02.366

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan preparasi hidrochar dari lignoselulosa limbah pelepah nipah dengan metode hidrotermal serta aplikasinya sebagai adsorben zat warna metilen biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam oksalat terhadap karakteristik dan kemampuan hidrochar dari pelepah nipah untuk adsorpsi metilen biru. Proses hidrotermal dilakukan pada suhu 170˚C selama 2 jam dengan penambahan asam oksalat dengan konsentrasi sebesar 0; 1,5; 3,0; dan 4,5% (b/v). Substrat hasil proses hidrotermal dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR untuk mengetahui perubahan gugus fungsi pelepah nipah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah nipah mengalami penurunan massa serta pergeseran gugus fungsi setelah proses hidrotermal dengan penambahan asam oksalat. Kapasitas adsorpsi terhadap metilen biru mengalami peningkatan setelah proses hidrotermal dengan penambahan konsentrasi asam oksalat 1,5; 3,0; dan 4,5% (b/v) yaitu masing-masing sebesar 44,33; 45,10; 45,98; dan 46,62 mg/g. Hasil kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada hidrochar dengan penambahan asam oksalat dengan konsentrasi 4,5% yaitu sebesar 46,62 mg/g.Kata Kunci: hidrochar, pelepah nipah, hidrotermal, adsorpsi, metilen biru In this research, the preparation of hidrochar from lignocellulosic nypa frond waste was carried out using the hydrothermal method and its application as adsorption for methylene blue dye. This study aims to determine the effect of the addition of oxalic acid on the characteristics and adsorption ability of hydrochar from nypa frond to adsorption of methylene blue. The hydrothermal process was carried out at 170˚C for 2 hours with the addition of oxalic acid at a concentration of 0; 1.5; 3.0; and 4.5% (w/v). Substrates resulting from the hydrothermal process were characterized using FTIR spectroscopy to determine the functional group changes of the nypa frond. The results showed that the nypa fronds decreased in mass and shifted in functional groups after the hydrothermal process with oxalic acid addition. The adsorption capacity of methylene blue increased after the hydrothermal process with the addition of oxalic acid concentrations 1.5; 3.0; and 4.5% (w/v), which were 44.33; 45.10; 45.98; and 46.62 mg/g. The highest adsorption capacity results were obtained for hydrochar with the addition of 4.5% oxalic acid, which was 46.62 mg/gKeywords: hydrochar, nypa frond, hydrothermal, adsorption, methylene blue
Co-Authors Abdullah Abdullah Adi Rahmadi Agung Wibisono Ahmad Arsyad Ahmad Budi Junaidi Al-Arofatus Naini Alfin Hikmaturrokhman Amelia Lestari Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Anak Agung Ayu Ratih Frismanti Anang Kadarsah Anang Kadarsah Arfianti Arfianti Asma Fauziah Asma Fauziah Asma Nadia Asmianoor Latifah Aulia Rahman Maulana Azidi Irwan Budi Sutiya Budi Sutiya Budi Sutiya Chatimatun Nisa Dahlia Nuraini Pasaribu Danang Sudarwoko Adi Daniel Itta Darni Subari Dede Heri Yuli Yanto Dede Heri Yuli Yanto Desmalina Safitri Diana Ulfah Eko Suhartono Eny Dwi Pujawati Fatriani Fatriani Gunawan Hafizianor Hafizianor Hanna Habibah Henny Amelia Henny Arryati Ishiguri Futoshi Jeng Mas Ayu Devanda Buhang Kamilia Mustikasari Khairun Athiya Khoerul Anwar Khoirun Nisa Kissinger Kissinger Krisdianto Lestari, Ratri Yuli Lilik Nofianti Lisa Andriana Kristy Liya Regita Lulu Choirun Nisa Lusyiani Lusyiani Mayori, Ersha Muhammad Arief Soendjoto Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Rais Arifin Muhammad Riza Fahlevi Munadi Munadi Muslih Anwar Nadia, Asma Naini, Al-Arofatus Nina Noviyanti Noer Komari Nor Pana Yupa Nur Firda Trianda Nurwahdah Nurwahdah Nurwahdah, Nurwahdah Purnama Lestari Purnama Lestari Ratri Yuli Lestari Rina Muhayah Noor Pitri Risaldi Ridwan Risaldi Ridwan Riska Surya Ningrum Riska Surya Ningrum Rizki Fitria Rodiansono Rodiansono Rosidah - Salsabila Aqila Putri Selvi Carolina Suraida Suraida Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Syaifuddin Syaifuddin Totok Wianto Utami Irawati Violet Violet Widya Fatiasari Widya Fatriasari Wiwin Tyas Istikowati Yateman Arryanto Yateman Arryanto Yateman Yateman Arryanto Yokota Shinso Yudian Noorhakim Yulia Susanti Zainal Abidin