Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMANFAATAN BEBERAPA JENIS TANAMAN REFUGIA TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG JAGUNG(Ostrinia furnacalis) PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI DESA KOTAPULU KABUPATEN SIGI Fahrul Muhammad; Burhanuddin Nasir
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corn is the second most significant food commodity following rice, which is given high priority in boosting food security in Indonesia. The high incidence of pests and diseases in corn plantation can pose a significant threat to food security. The pests attacking corn plants include cob borer, stem borer, and other species. The purpose of this research was to determine the effect of various refugia plants (Zinnia elegans Jaqc, Tagetes erecta L, Cosmos caudatus, and Helianthus annus L) on the severity of corn stem borer (O. furnacalis) attacks on corn (Z. mays L). The research was conducted using a Randomized Block design with five treatments and four replications. The results showed that the use of refugia plants could reduce the intensity of attacks by corn stem borer, although the reduction was not significant. The highest dry weight of corn cobs (7.61 t/ha) was achieved in the Tagetes erecta L treatment.
UJI EFEKTIFITAS JAMUR Beauveria bassiana TERHADAP PUPA Conopomorpha cramerella Snellen (Lepidoptera: Gracillariidae) DI LABORATORIUM Muhammad Hardiansyah; Alam Anshary; Burhanuddin Nasir
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i3.1753

Abstract

Cendawan B. bassiana merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang sangat potensial dimanfaatkan untuk pengendalian beberapa hama termaksud penggerek buah kakao atau PBK (Conopomorpha cramerella) yang merupakan salah satu hama utama dari kakao (Theobroma cacao). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan konidia cendawan entomopatogen B. bassiana. terhadap mortalitas pupa PBK (C. cramerella) dan gejala yang terjadi pada pupa C. cramerella setelah terinfeksi B. bassiana. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, pada bulan agustus sampai dengan november 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerapatan 103, 106, 109 dan 1012 yang sangat berpengaruh dalam efektivitas mortalitas pupa PBK (C. cramerella) adalah 103. Sedangkan gejala yang terjadi pada pupa PBK (C. cramerella) setelah terinfeksi cendawan B.bassiana hari ke enam terlihat menghitam dan kaku.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KOTA PALU KECAMATAN MANTIKULORE Riwan Budi Santoso; Abdul Wahid; Burhanuddin Haji Nasir
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1890

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibutuhkan konsumen di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keragaman serangga pengunjung pada cabai (Capsicum frutescens L.). Metode yang digunakan dalam pengamatan serangga ialah scan sampling. Penangkapan serangga dilakukan dengan 2 metode yaitu metode jaring ayun (sweep net method) dan metode perangkap kuning (yellow trap). Hasil penelitian menunjukan bahwa total kelimpahan serangga pengunjung pada bunga tanaman cabai sebanyak 1.362 individu yang terdiri atas 14 genus dengan 11 famili dari 7 Ordo yaitu Hymenoptera, Diptera, Hemiptera, Orthoptera, Lepidoptera, Coleoptera, dan Odonata. Indeks keanekaragaman (=H') tertinggi diperoleh pada pagi hari pukul 06.30-09.30 Wita (H’= 2,01) dan terendah pada siang hari pukul 10.30-13.30 Wita (H’= 1,72), dikategorikan sedang/medium karena memiliki nilai indeks 1<H’<3 dengan nilai 1,62-2,05. Indeks dominansi (=C) serangga pengunjung bunga cabai dikategorikan rendah (C = 0,177-0,247), yaitu indeks dominansi mendekati 0 (0-0,5) berarti tidak ada jenis yang mendominasi.
Application of zero waste farming system technology for the empowerment of farmers and breeders in Sigi Regency, Central Sulawesi Hasriyanty Hasriyanty; Burhanuddin Haji Nasir; Sulaeman Sulaeman; Sri Anjar Lasmini
Community Empowerment Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10445

Abstract

The Covid-19 pandemic affects all sectors, including agriculture. Challenges faced by the "Belo Singgani" Livestock Farmer Group include a lack of skills in enhancing agricultural productivity at a macro level, resulting in low marketability of agricultural products, and insufficient community engagement and awareness regarding agricultural maintenance and utilization. To address these issues, implementing zero waste farming system technology, specifically integrated farming techniques, is proposed as a solution. The Community-based Empowerment Program (PBM) aims to support the community in implementing a zero waste farming system for economic empowerment post-Covid-19. Methods employed include training, demonstration plots, and community assistance. Results from the community service initiative indicate an 80% increase in participants' knowledge about zero-waste farming systems and 60% of participants successfully utilizing waste to produce organic fertilizer. This is evidenced by the production and utilization of organic fertilizer, contributing to the development of a sustainable zero waste farming system.
Enhancing Sweet Corn (Zea mays Saccharata) Production through Standard Operating Procedure-based Cultivation Techniques Made, Usman; Tambing, Yohanis; Idham, Idham; Haji Nasir, Burhanuddin
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sweet corn (Zea mays Saccharata) is a promising legume commodity suitable for agricultural business ventures. The prospect of developing sweet corn farming is bright, aiming to improve farmers' income, enhance their welfare, and contribute to national revenue. In Sidera Village, farming practices for sweet corn are predominantly conventional, lacking adherence to principles of sustainable development, characterized by the use of inorganic fertilizers and chemical pesticides not in accordance with recommendations. A community engagement program aims to assist farmers in implementing cultivation techniques following Standard Operating Procedures (SOP) to boost sweet corn production. Specific targets include enhancing farmers' knowledge and skills to increase sweet corn productivity, addressing healthy food provision and income elevation. The program is conducted in Sidera Village, Sigi Biromaru Sub-District, collaborating with the Tunas Sejahtera farmer group as partners. Methods employed encompass training, practical sessions, technology package demonstrations, pilot plots, participatory mentoring, and coaching. Training covers standardized corn cultivation systems, organic granular and liquid fertilizer development, and bio-rational pesticides. Subsequently, practical sessions, demonstrations, and pilot plot cultivation according to SOP are carried out. The program's outcome includes a 40% increase in participants' knowledge and skills in optimal sweet corn cultivation techniques, with pilot plot yields reaching 7 tons/ha of good-quality corn, thus holding significant economic value for community income enhancement.
DISEMINASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN PADA PETANI SAYURAN DI KABUPATEN SIGI Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Nasir, Burhanuddin Haji; Wahid, Abd.; Jusriadi, Jusriadi; Asrul, Asrul
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2056

Abstract

UPT Bulupountu Jaya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditi sayuran di Kabupaten Sigi – Sulawesi Tengah, dengan jenis sayuran yang diusahakan antara lain: kangkung, bayam, seleda, terong, bawang merah, cabe dan tomat. Produk dari hasil usahatani tersebut selain dijual di pasaran lokal Kota Palu, juga dipasarkan di kawasan perusahan tambang di Kabupaten Morowali. Masalah yang dihadapi oleh petani di UPT Bulupountu Jaya tersebut adalah kurangnya pupuk organik dan pestisida yang aman untuk digunakan dalam usaha budidaya tanaman sayuran. Untuk mengatasi hal tersebut tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah bekerjasama dengan salah satu kelompok tani untuk melakukan diseminasi teknologi penggunaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian-peternakan menjadi biopestisida pupuk organik dan biopestisida / pestisida nabati. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi petani mengenai menggunakan limbah organik sebagai sumber pupuk organik pestisida ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah society parcipatory yaitu masyarakat sebagai mitra dapat menyerap keterampilan dalam pemanfaatan limbah organik dari tim pelaksana dengan bentuk kegiatan berupa ceramah, pelatihan dan demplot percontohan mengenai teknik pengembangan pupuk organik dan biopestisida / pestisida nabati. Hasil yang dicapai adalah masyarakat mengetahui teknik pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk organik dan biopestisida serta telah memanfaatkan limbah organik tersebut sebagai sumber pupuk organik dan biopestisida.
DISEMINASI TEKNOLOGI BIOCHAR DAN BIOURIN UNTUK MENINGKATKAN DAYA DUKUNG LAHAN MARGINAL DI KABUPATEN SIGI Lasmini, Sri Anjar; Hayati, Nur; Tangkesalu, Dance; Toana, Moh. Hibban; Nasir, Burhanuddin Haji; Taiyeb, Asgar
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7777

Abstract

Kelompok tani “Sinar Bahari” di Desa Potoya Kecamatan Dolo sebagai mitra dalam Program pengabdian kepada masyarakat ini,  beranggotakan  20 orang umumnya adalah petani lahan kering.  Masalah yang dihadapi oleh mitra  adalah kondisi fisik lahan  kering yang kurang subur sehingga produktivitas lahan sangat rendah. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan teknologi usahatani yang sesuai dengan kondisi setempat.  Teknologi yang ditawarkan adalah penggunaan biochar sebagai pembenah tanah dan penggunaan biourin sebagai pupuk organik guna mendukung peningkatan produksi pertanian. Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya penggunaan  biochar sebagai bahan pembenah tanah  terutama pada lahan marginal  dan biourin sebagai pupuk organik. Selain itu juga mendampingi kelompok tani mitra membuat dan mengaplikasikan biochar dan biourin di lahan usaha taninya. Metode yang diterapkan adalah pelatihan, demplot percontohan dan pendampingan kepada masyarakat.  Hasil yang dicapai adalah masyarakat mengetahui manfaat biochar dan biourin serta trampil dalam mengembangkan dan mengaplikasikan kedua sarana produksi tersebut ke lahan usaha taninya sehingga  lahan marginal dapat difungsikan  secara optimal
PENGARUH EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.F) DAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MORTALITAS WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) Sya’bani, Elma; Nasir, Burhanuddin Haji; Khasanah, Nur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2590

Abstract

Salah satu hama utama yang menyerang tanaman padi yaitu Wereng Batang Cokelat/WBC (Nilaparvata lugens Stal.) yang mampu menyerang hampir pada seluruh fase pertumbuhan tanaman padi. Oleh karena itu, diperlukan penekanan terhadap serangan hama ini di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh ekstrak daun sambiloto (A. paniculata) dan buah mengkudu (M. citrifolia), terhadap mortalitas hama wereng batang coklat (N. lugens). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dan di Desa Pombewe Kabupaten Sigi pada bulan September 2023 sampai Februari 2024, menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial, 5 taraf perlakuan, meliputi K- (Air), K+ (Insektisida Sintetik dengan bahan aktif Metomil 40%), A (ekstrak sambiloto 0,625 gr), B (ekstrak mengkudu 0,25 gr) dan C (ekstrak sambiloto (0,625 gr) + mengkudu (0,25 gr) sebanyak 5 ulangan. Data hasil pengamatan menggunakan analisis sidik ragam Anova menunjukkan pengaruh sangat nyata dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil pengamatan pada hari ketujuh (168 JSA) menunjukkan mortalitas tertinggi pada perlakuan C (81%) yang berbeda dengan K- (8%), K+ (100%), A (51%) dan B (66%).
PENDAPENDAMPINGAN PETANI DALAM PENYIAPAN PESTISIDA BIORASIONAL UNTUK PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN AGAR MENGHASILKAN SAYURAN BEBAS RESIDU BAHAN KIMIA DAN MENDUKUNG GREEN ECONOMYMPINGAN PETANI DALAM PENYIAPAN PESTISIDA BIORASIONAL UNTUK PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN AGAR MENGHASILKAN SAYURAN BEBAS RESIDU BAHAN KIMIA DAN MENDUKUNG GREEN ECONOMY Nasir, Burhanuddin Haji; Serdiati, Novalina; Tangkesalu, Dance; Lasmini, Sri Anjar
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2035

Abstract

The cultivation of vegetable crops carried out by the community in the Transmigration Settlement Unit (UPT) Palu Valley, Central Sulawesi has been going on for a long time, but has not been able to increase their income and welfare, due to various problems faced such as: low productivity of farming which is produced because it is cultivated on dryland, pest and plant disease attacks, difficulty in obtaining inorganic fertilizers and pesticides needed during farming, and group member participation in farmer group meetings to discuss various matters of common interest within the farmer group is very low.  The solution offered is to implement pest and disease control technology, organic fertilizer development technology and assistance in improving farmer group management. Community Partnership Empowerment aims to assist partner farmer groups in providing biorational pesticides made from local resources and improve management of farmer groups so that they can play an optimal role in helping farmer group members in various activities with local government. This community empowerment program was implemented at UPT Bulupountu Jaya, Sigi Biromaru District, Sulawsesi Tengah, from July to September 2024, by implementing community assistance methods to increase the knowledge and skills of participants as one of the efforts to empower partners. Implementation of training in the manufacture and development of biorational pesticides in the "Tani Mandiri" group can be adopted by participants because the method of manufacture is simple and easy to do. There are 3 types of plants that are made into botanical insecticides, namely vitex (Vitex negundo L), biduri (Callotropis gigantea L.) and kirinyuh (Cromolaena odorata L), while the biofungicide being developed is liquid trichoderma, as well as biological fertilizer made in the form of PGPR. The technology application demonstration plot shows that biorational pesticide application can reduce the intensity of pest and disease attacks on vegetable crops. The use of plant extracts as botanical insecticides and trichoderma biofungicides can reduce the intensity of pest and disease attacks on vegetable crops, so they can be used as an alternative to synthetic chemical pesticides.
Pelatihan dan Aplikasi Pupuk Organik dari Limbah Kulit Kakao bagi Petani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Toana, Moh. Hibban; Tangkesalu, Dance; Mutmainah, Mutmainah; Pasaru, Flora; Hasriyanty, Hasriyanty; Nasir, Burhanuddin Haji; Khasanah, Nur; Yunus, Moh.; Idham, Idham; Wahid, Abd.; Lasmini, Sri Anjar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sejahtera termasuk salah satu sentra pengembangan kakao di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Secara astronomis Desa Sejahtera terletak pada  posisi 119°38’45’’ - 120°21’24’’ Bujur Timur dan 0°52’16’’ - 2°03’21’’ Lintang Selatan, berjarak 66 km dari kota Palu dan dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraaan bermotor.  Pekerjaan utama masyarakat di Desa Sejahtera umumnya adalah petani dengan komoditi yang diusahakan adalah kakao. Produktivitas kakao yang dicapai petani saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produksi kakao nasional, hal tersebut disebabkan antara lain berkurangnya kualitas lahan akibat praktik budidaya yang kurang berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat yang diikuti sebanyak 20 orang dari kelompok tani Tunas Harapan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan demonstrasi teknologi.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa petani dapat memanfaatkan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik, dan dapat mengaplikasikan ke lahan usaha taninya. Pengetahuan dan keterampilan 20 orang peserta dalam pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao meningkat masing-masing sebesar 75% dan 50%. Pupuk organik berbahan limbah kulit kakao yang sudah dihasilkan oleh petani mitra untuk setiap kali memproduksi pupuk organik tersebut berkisar antar 300-500 kg yang dihasilkan selama waktu 3 minggu pengomposan bahan organik. Dengan pengembangan dan produksi pupuk organik maka ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dapat dikurangi.