Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN PEMBINAAN PERWASITAN BOLA VOLI Yudabbirul Arif; Dede Rival Novian
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i1.460

Abstract

Pertandingan merupakan alat ukur bagi pembinaan olahraga prestasi. Keberhasilan dalam pembinaan prestasi khususnya bola voli akan ditentukan dalam keberhasilan pada suatu kejuaraan atau pertandingan. Pertandingan bola voli membutuhkan wasit serta pelatih yang terdidik dan terlatih. Wasit yang terdidik dan terlatih tentunya akan mengambil keputusan dengan tepat, hingga membuat pertandingan dapat berjalan dengan lancar. Para peserta pelatihan perwasitan merupakan mahasiswa-mahasiwi penjaskesrek Undana dan guru-guru penjasorkes di Kota Kupang yang telah dibekali mata kuliah dasar permainan bola voli. Pelaksanaan penataran wasit membutuhkan waktu sebanyak 56 jam pelajaran teori dan praktek. Waktu yang dibutuhkan ini mengacu kepada aturan resmi PP PBVSI untuk mengadakan pelatihan wasit tingkat Kota Kupang. Jadwal disusun untuk merencanakan proses pelatihan yang berisikan materi teori dan praktek. Proses pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari dengan 56 jam berjalan dengan tertib dan lancar yang terhitung mulai tanggal 9 September - 11 September 2019. Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusiasme yang tinggi. Ini dapat dilihat dari persentase yang besar dari kehadiran peserta di setiap sesi pelatihan. Pelaksanan pelatihan yang telah dilaksanakan atas atas kerja sama tim Program Studi Penjaskesrek bersama Pengkot PBVSI Kota Kupang dapat terlaksana dengan lancar dan baik selama 3 hari dengan 56 jam dengan hasil yang memuaskan.
PELATIHAN PEMBUATAN RANSUM SEHAT DARI BAHAN AKTIF DAUN KELOR HASIL PERTANIAN LAHAN KERING KEPULAUAN NUSA TENGGARA TIMUR BAGI KELOMPOK PETERNAK AYAM KAMPUNG KELURAHAN NAIMATA KOTA KUPANG Dede Rival Novian; Dewi F.L. Djungu; Yudabbirul Arif
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i2.794

Abstract

Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang, merupakan salah satu kelurahan yang memiliki potensi bidang pertanian, khususnya bidang peternakan ayam kampung. Ternak ayam kampung dipelihara oleh masyarakat kampung secara tradisional dengan jumlah kepemilikan sekitar 5-10 ekor per keluarga. Ternak ayam kampung di Kelurahan Naimata ini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka, yaitu dalam bentuk protein hewani daging dan telur, dan juga bisa djual sebagai fungsi dari ekonomi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat pengembangan ransum dari bahan aktif daun kelor khas NTT adalah secara umum bertujuan untuk meningkatkan jumlah populasi ayam kampung di kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan pengetahuan dan skill peternak dalam mengembangkan ransum ayam kampung dari bahan aktif daun kelor khas NTT sehingga ransum ayam kampung dapat tersedia untuk memenuhi nutrisi ayam kampung yang mereka pelihara. Pengabdian masyaralat ini akan ditujukan kepada masyarakat Kelurahan Naimata di Kecamatan Naimata Kota Kupang. Lama kegiatan adalah 3 Bulan dari bulan Juni sampai Agustus 2020. Program kegiatan pengbadian yang dilaksanakan adalah pengenalan bahan penyusun ransum dan pelatihan metode pembuatan ransum menggunakan metode pelaksanaan dalam bentuk pemberian teori dan praktek langsung. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah kelompok mitra di kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang paham mengenai bahan bahan penyusun ransum dan mengetahui cara pembuatan ransum dari bahan aktif daun kelor khas NTT sehingga ada peningkatan kesehatan dari ayam kampung yang mereka pelihara.
Palatabilitas pakan ternak ruminansia berimbuhan antelmintika Aji Winarso; Dede Rival Novian; Dewi Fesbayati Lestari Djungu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.717 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.4.71-72

Abstract

Kendala-kendala dalam pengobatan ternak seperti yang telah disebutkan dapat memboroskan waktu, tenaga, obat-obatan, dan mungkin berisiko bagi keselamatan. Administrasi obat yang kurang sempurna juga berisiko membuat pengobatan di bawah dosis efektif (under dose) sehingga memicu resistensi. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengobatan ternak, maka perlu dilakukan inovasi dalam sediaan obat menjadi sediaan pakan berimbuhan. Dengan demikian administrasi obat dilakukan secara voluntary per oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui palatabilitas pakan berimbuhan berupa biskuit dengan beberapa golongan antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate dan levamisole. Biskuit dasar dibuat dari bahan dedak gandum yang direkatkan dengan bubur kanji dan maizena. Biskuit pakan berimbuhan dijemur dibawah terik matahari selama dua hari dan diberikan kepada hewan coba sesuai dosis anjuran. Sediaan biskuit dirancang untuk dosis pemberian 1 biskuit per 20 kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran antelmintik kepada pakan berupa biskuit dedak gandum menghasilkan pakan berimbuhan memiliki palatabilitas yang baik untuk ketiga antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate, dan levamisole.
Studi in silico potensi anthelmintik rambusa (Passiflora foetida) sebagai inhibitor produksi ATP pada Ascaris suum Dede Rival Novian; Aji Winarso
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 4 (2019): ARSHI Veterinary Letters - November 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.94 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.4.79-80

Abstract

Resistensi terhadap anthelmintika memacu upaya penemuan anthelmintika baru yang bekerja melalui penghambatan produksi energi ATP anaerobik pada sel parasit. Parasit melakukan metabolisme menggunakan enzim fumarat reduktase yang berfungsi untuk mengubah fumarat menjadi suksinat. Reaksi fumarat reduktase terjadi di mitokondria dengan bantuan rhodoquinone. Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase  dianggap sebagai target reseptor yang baik untuk pengembangan anthelmintik baru. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi interaksi antara senyawa Passiflora foetida dengan reseptor mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase dari cacing Ascaris suum dengan metode in silico. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif ermanin dan deidadlin dari Passiflora foetida memiliki potensi sebagai senyawa obat anthelmintik. Aktivitas senyawa ermanin dan deidaclin memiliki ernegi afinitias berturut turut-turut sebesar -8,2 kcal/mol dan -7,8 kcal/mol, bahkan lebih rendah dari senyawa Atpenin (-7,6kcal/mol)
Aplikasi Teknologi Amoniasi Limbah Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak Berkualitas Pasca Siklon Tropis Seroja Cynthia Dewi Gaina; Filphin Adolfin Amalo; Inggrid Trinidad Maha; Frans Umbu Datta; Yeremia Yobellano Sitompul; Dede Rival Novian; Elisabet Tangkonda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.822 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v7i1.730

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan di Dusun Nautasik, Desa Suelain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis bagi petani tentang teknologi amoniasi limbah pertanian jerami padi. Oleh masyarakat setempat, limbah jerami yang dapat diubah menjadi pakan berkualitas, khususnya dimusim kemarau tidak dimanfaatkan secara optimal. Limbah yang ada hanya dibiarkan saja disekitar areal persawahan, dibakar atau diberikan pada ternak sapi tanpa melalui pengolahan teknologi pakan, terlebih dengan kejadian siklon tropis seroja menyebabkan limbah pertanian yang ada rusak dan tidak dapat diberikan pada ternak. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi pakan amoniasi yang berguna untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan tingkat kecernaan dengan diubahnya lignin, selulosa, hemiselulosa dan silika yang terdapat pada jerami padi kering. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM meliputi pembekalan, demonstrasi dan pendampingan tentang aplikasi teknologi amoniasi. Hasil kegiatan ini ditunjukkan melalui peningkatan pengetahuan peternak tentang pentingnya memanfaatkan teknologi amoniase limbah pertanian bagi ternak. 
PREVALENSI DAN DERAJAT INFEKSI NEMATODOSIS PADA KAMBING KACANG DI KOTA KUPANG Meity Marviana Laut; Dede Rival Novian; Aji Winarso
JURNAL KAJIAN VETERINER PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-7
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v0i0.1595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat prevalensi dan derajat infeksi nematoda gastrointestinal pada kambing kacang di Kota Kupang selama musim kemarau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 di peternakan kambing tradisional di Kota Kupang. Sebanyak 30 ekor kambing dari delapan peternakan diambil sampel fecesnya. Pengamatan parasit di dalam feses dilakukan melalui metode kuantitatif McMaster dengan larutan pengapung gula jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan statsitik deskriptif. Kambing kacang di Kota Kupang terinfeksi nematoda kelompok strongil, genus Strongyloides, dan genus Trichuris. Prevalensi infeksi strongil 33.33% dengan derajat infeksi ringan hingga sedang, prevalensi strongyloidosis sebesar 63.33% dengan derajat infeksi ringan hingga berat, dan prevalensi trichurosis sebesar 30.00%.dengan derajat infeksi ringan hingga sedang. Faktor musim berpengaruh pada tingkat prevalensi dan derajat infeksi masing-masing kelompok cacing.
Antibacterial actifity of kecombrang (Etlingera elatior) leaf ethanol extract to against Klebsiella pneumoniae Eka Puspitasari; Chalies Diah Pratiwi; Dede Rival Novian; Dora Dayu Rahma Turista
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol 7 No 01 (2022): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, IKIP Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v7i01.1663

Abstract

Infectious diseases caused by bacteria in generals can be cured using antibacterial. The use of antibacterials tends to cause local hypersensitivity either on the skin or mucous membranes so that their use is starting to be reduced. Therefore, the development of natural antibacterials made from plants to reduce resistance is very necessary. kecombrang (Etlingera elatior) is one of the plants that has been shown to have activity in inhibiting bacterial growth. This research is an experimental study that aims to determine the effectiveness of the ethanol extract of the leaves of kecombrang in inhibiting the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria in vitro. The method used is the well method with a completely randomized design. The sample came from the Klebsiella pneumoniae bacteria culture. Kecombrang leaf ethanol extract was made in concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100%. The extract was tested on Klebsiella pneumoniae bacteria and observed for the formation of inhibition zones. Inhibition the results of the zone measuremens were then analyzed descriptively. The results showed kecombrang leaf ethanol extract 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% produce inhibition zone diameter 1.9 mm; 2.6 mm; 7.7 mm; 12.1 mm; and 14.7 mm, 0.4 mm for the negative control and positive control 22.0 mm. Concentration 100% has better antibacterial ability due to higher compound content. The test results show the class of secondary metabolites kecombrang leaf ethanol extract contains flavonoids, tannin, and saponin. The conclusion of this study that the ethanol extract of kecombrang leaves has potential to inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria.
Anthelmintic Potential Of Moringa Oleifera As Inhibitor Mitochondrial Rhodoquinol-Fumarate Reductase From Ascaris Suum Using The Docking Method Dede Rival Novian
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v5i2.3000

Abstract

One of the parasitic nematodes that can cause malnutrition, even death in humans, is Ascaris suum. The parasite can survive in its host cell by metabolizing using the fumarate reductase enzyme. With this metabolism, the parasite can produce energy to survive in its host cell. Rhodoquinone (RQ) plays a part in helping the fumarate reductase reaction in parasite metabolism, and energy from metabolism was not produced when the enzyme was disrupted. Thus Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase can be a good target of anthelmintic drug receptors. The results of investigations using in vitro and in vivo methods showed that Moringa oleifera has various medicinal functions including anti-inflammatory, antimicrobial, antidiabetic, antioxidant, anti-tumour, anti-cancer, and anti-clastogenic properties. However, the potential of the drug Moringa oleifera against anthelmintics has not been further investigated. Simulation docking is the research method used to find the anthelmintic potential of Moringa oleifera as the Ascaris suum inhibitor of Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase. This study aims to examine the potency of Moringa oleifera bioactive compounds on the anthelmintic receptor Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase by using efficient and effective research time with the docking simulation model. The results showed the bioactive compound 3,5-bis (1,1-dimethylethyl) -phenol from Moringa oleifera had potential as a new anthelmintic drug compound, 3,5-bis (1,1-dimethylethyl) -phenol activity had affinity energy of - 7.0 kcal / mol and has physicochemical properties that are not contrary to the rules of the drug compounds from Lipinski.
Optimalisasi Petunjuk Penggunaan Alat-Alat Laboratorium di Laboratorium Patologi Klinik Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana Yustinus Oswin Primajuni Wuhan; Dede Rival Novian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.506 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i2.420

Abstract

Mahasiswa belum memahami penggunaan alat - alat di laboratorium patologi klinik di program studi Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana. Jika keadaan ini dibiarkan, maka akan menganggu mutu lulusan yang dihasilkan oleh program studi Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana. Tujuan pengabdian ini adalah optimalisasi petunjuk penggunaan alat-alat laboratorium di laboratorium patologi klinik program studi kedokteran hewan Universitas Nusa Cendana. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah mhasiswa di program studi Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana. Kegiatan pengabdian dilaksanakan mulai tanggal 23 Juni 2022 – 25 Juli 2022 dan dilakukan pada laboratorium patolog kilinik Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode diskusi dan studi literasi. Hasil pengabdian yang telah dilakukan memiliki dampak pada mahasiswa di program studi Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana. Dampakmya adalah mahasiswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan petunjuk penggunaan alat laboratorium. Khususnya pada alat-alat laboratorium patologi klinik yang dapat memudahkan mahasiswa dalam mengoperasikan alat dengan aman, baik dan benar.
Review: Potensi Obat Tanaman Moringa oleifera Dede Rival Novian
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.268422022

Abstract

The Moringa plant (Moringa Oleifera) is a small tree with a height of about 5 to 10 m. Moringa plants can be cultivated in all regions in Indonesia because they are suitable for all tropical climates in Indonesia. Every part of the Moringa plant can be used for nutrition and/or medicine. Apart from being a good source of protein, Moringa contains vitamins, oils, fatty acids, minerals and various phenolics, Moringa is also reported as an antimicrobial, anthelmintic, anti-inflammatory, anti-asthmatic, analgesic, antipyretic, antihypertensive, diuretic, cholesterol-lowering, antidiabetic, antioxidant, hepatoprotective, antitumor, antifertility, antispasmodic, antiulcer, cardiac stimulant and improve blood circulation. Its various pharmaceutical effects are identified as therapeutic drugs for various ailments in traditional medicine systems. This study provides a brief overview of the medicinal potential of the Moringa plant and its future as a component of modern medical systems. This study concludes that the Moringa plant requires a more comprehensive follow-up assessment to prove its ability in more modern medicine. Abstrak: Tanaman Kelor (Moringa oleifera) adalah pohon berukuran kecil dengan tinggi sekitar 5 sampai 10 m. Tanaman kelor dapat dibudidayakan di seluruh wilayah di Indonesia karena cocok dengan semua iklim trpis di Indonesia. Setiap bagian dari tanaman kelor dapat digunakan untuk nutrisi dan/atau obat. Selain sebagai sumber protein yang baik, kelor memiliki kandungan vitamin, minyak, asam lemak, mineral dan berbagai fenolik, kelor juga dilaporkan sebagai antimikroba, antihelmintik, anti-inflamasi, anti-asma, analgesic, antipiretik, Antihipertensi, diuretic, penurun kolesterol, antidiabtes, antioksidan, hepatoprotektif, antitumor, antifertilitas, antispasmodic, antiulkus, Stimulan jantung dan memperlancar peredaran darah. Berbagai efek farmasinya diidentifikasi sebagai obat terapeutik untuk berbagai penyakit dalam sistem pengobatan tradisional. Kajian ini memberikan gambaran singkat tentang obat-obatan potensi tanaman kelor dan masa depannya sebagai komponen sistem pengobatan modern. Studi ini menyimpulkan bahwa tanaman kelor membutuhkan penilaian lanjutan yang lebih komperhensif untuk membuktikan kemampuanya dalam pengobatan yang lebih modern.