Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

EDUKASI PENGENALAN JENIS TANAMAN HERBAL KEPADA MASYARAKAT DI DESA KEKERI LOMBOK BARAT Hendriyani, Irmatika; fitriana, yuli; wahid, abdul rahman; nopitasari, baiq leny; pradiningsih, anna; nurbaety, baiq; hijriani, nursela; faisal, muhammad; puspitasari, sintha; anjani, baiq lenysia puspita; rahmawati, cyntiya; khairi, widayatul; safwan, Safwan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.30246

Abstract

ABSTRAK                                                                            Tanaman herbal memiliki potensi besar sebagai alternatif pengobatan alami yang aman dan ekonomis. Namun, pemahaman masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman herbal masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan edukasi pengenalan jenis tanaman herbal kepada masyarakat di Desa Kekeri, Lombok Barat, dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, identifikasi, dan pengolahan tanaman herbal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik, dan diskusi interaktif. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada 20 peserta, dengan aspek yang dinilai meliputi pemahaman materi, keterampilan membedakan jenis tanaman herbal, kesiapan dalam mengolah tanaman herbal, relevansi materi, metode penyampaian, ketersediaan fasilitas, dan tingkat kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat efektif, dengan rata-rata persentase skor sebesar 88,57%. Rincian hasil evaluasi meliputi pemahaman manfaat tanaman herbal (88%), kemampuan membedakan jenis tanaman herbal (84%), kesiapan dalam mengolah tanaman herbal (80%), relevansi materi (94%), metode penyampaian (90%), ketersediaan fasilitas (86%), dan tingkat kepuasan peserta (92%). Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait tanaman herbal. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah menambah sesi praktik dan penyediaan bibit tanaman herbal agar masyarakat dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh. Kata kunci: Edukasi, Tanaman Herbal, Pengenalan, Masyarakat, Evaluasi. ABSTRACTHerbal plants hold great potential as a safe and economical alternative for natural medicine. However, public understanding of the types and benefits of herbal plants remains relatively low. Therefore, an educational program on the identification and recognition of herbal plants was conducted in Kekeri Village, West Lombok, to enhance community awareness and knowledge regarding the benefits, identification, and processing of herbal plants. The methods employed in this program included lectures, practical demonstrations, and interactive discussions. The effectiveness of the program was evaluated using questionnaires distributed to 20 participants, assessing aspects such as comprehension of the material, ability to differentiate types of herbal plants, readiness to process herbal plants, relevance of the material, delivery methods, availability of facilities, and participant satisfaction. The evaluation results indicate that the program was highly effective, with an average score percentage of 88.57%. Specifically, the evaluation scores were as follows: understanding the benefits of herbal plants (88%), ability to differentiate types of herbal plants (84%), readiness to process herbal plants (80%), relevance of the material (94%), delivery methods (90%), availability of facilities (86%), and participant satisfaction (92%). Based on these findings, it can be concluded that this educational program successfully improved community understanding and skills related to herbal plants. Future recommendations include adding more practical sessions and providing herbal plant seedlings to enable participants to apply the knowledge gained directly. Keywords: Education, Herbal Plants, Recognition, Community, Evaluation.
SASAMBO : SOSIALISASI REMAJA BEBAS NARKOBA DI SMAN 1 PRAYA Hendriyani, Irmatika; Hijriani, Nursela; Fitriana, Yuli; Faisal, Muhammad; Widodo, Ageng Ary
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.32272

Abstract

ABSTRAK                                                                Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan isu serius yang mengancam masa depan generasi muda. Program “SASAMBO” (Sosialisasi Remaja Bebas Narkoba) hadir sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan bebas narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Praya dengan melibatkan 25 siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR), yang telah dilaksanakan pada 16 Mei 2025. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Program ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk sikap preventif terhadap penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian, SASAMBO menjadi model edukasi yang potensial untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain sebagai langkah strategis dalam pencegahan narkoba sejak dini.Kata kunci: narkoba; remaja; sosialisasi;pendidikan kesehatan, pencegahan ABSTRACTDrug abuse among adolescents is a serious issue that threatens the future of the younger generation. The "SASAMBO" (Socialization of Drug-Free Youth) program is presented as an educational effort to increase students' awareness and knowledge about the dangers of drugs. The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge in preventing drug-free. This activity was carried out at SMAN 1 Praya with the involvement of 26 students who are members of the Youth Red Cross (PMR), which was implemented on May 16, 2025. The methods used were interactive education, group discussions, and evaluation through pretests and posttests. The evaluation results showed a significant increase in student knowledge after participating in the socialization activity. This program not only provides information, but also forms a preventive attitude towards drug abuse. Thus, SASAMBO is a potential educational model to be implemented in other schools as a strategic step in early drug prevention. Keywords: drugs; adolescents; awareness campaign; health education; prevention