Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Makan Menggunakan Teknik Forward Chaining bagi Disabilitas Intelektual Ringan (Single Subject Research Kelas V di SLB Gema Insani Padang) Zelvi Maghriza Wirda; Mega Iswari; Damri Damri; Zulmiyetri Zulmiyetri; Syari Yuliana
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.3985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan makan menggunakan sendok melalui penerapan teknik forward chaining pada anak disabilitas intelektual ringan di SLB Gema Insani Padang. Metode yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B. Subjek penelitian adalah satu orang siswa kelas V. Pada fase baseline diperoleh persentase kemampuan 38%, sedangkan pada fase intervensi meningkat bertahap dari 47%, 52%, 61%, 66%, 71%, 80%, dan 80%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknik forward chaining dapat meningkatkan kemampuan makan menggunakan sendok pada anak disabilitas intelektual ringan.
Pemberdayaan Sekolah dalam Menerapkan Pendidikan Inklusif berbasis kearifan Lokal di Sekolah Dasar Sulit Air Solok Nurhastuti Nurhastuti; Damri Damri; Ardisal Ardisal; Syari Yuliana; Mardhatillah Zulpiani; Grahita Kusumastuti
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 2 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06480

Abstract

Pendidikan inklusif berbasis kearifan lokal penting untuk memperluas akses pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terutama di daerah seperti Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan guru, fasilitas, dan pemanfaatan budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendidikan inklusif berbasis nilai budaya Minangkabau. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan, simulasi pembelajaran, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan dengan desain one group pretest-posttest terhadap 30 guru dari 15 Sekolah Dasar. Hasil menunjukkan rata-rata skor pretest 60,5 meningkat menjadi 97,5 pada posttest. Uji paired sample t-test membuktikan perbedaan signifikan (t(30) = 3,38; p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa program berhasil meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong lahirnya rancangan pembelajaran berbasis budaya lokal. Model ini berpotensi menjadi praktik baik dalam pengembangan pendidikan inklusif di Kabupaten Solok.
Peningkatan Kemampuan Penjumlahan Bilangan 1-10 menggunakan Aplikasi Math Kids pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan Nurazizah Nurazizah; Damri Damri; Nurhastuti Nurhastuti; Syari Yuliana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4214

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan seorang anak laki-laki dengan disabilitas intelektual ringan kelas VII fase B di SLB Peduli Anak Bangsa payakumbuh. Anak tesebut belum mampu menyelesaikan penjumlah bilangan 1-10 dengan benar, sehingga berdampak pada kemampuan anak dalam menjalani rutinitas sehari-hari seperti menghitung uang yang dimiliki anak dan menjumlahkan banyaknya barang yang ada di sekitarnya. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan aplikasi Math Kids sebagai media yang dapat membantu anak belajar penjumlahan secara interaktif dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan efektifitas aplikasi Math Kids dapat meningkatkan kempauan penjumlahan bilangan 1-10 pada disabilitas intelektual ringan. Metode yang diterapkan pada studi ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Hasil yang didapatkan mengungkapkan bahwa pada fase Baseline (A1) yang dilaksanakan dalam4 sesi, hasil yang diperoleh berada di angka 30% sampai 40%. Kemudian pada tahap intervensi (B) yang dilaksanakan dalam 8 sesi, hasilnya meningkat ke rentang 55% hingga 80%. Sementara itu, pada fase Baseline (A2) yang kembali dilaksanakan sebanyak 4 sesi, perolehan hasil mencapai rentang 80% hingga 90%. Berdasarkan proses pengolahan data yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa penggunaan aplikasi Math Kids terbukti efektif dalam mendorong peningkatan kemampuan penjumlahan angka 1-10 pada anak dengan hambatan intelektual ringan.
Meningkatkan Kemampuan Merawat Luka dalam Pembelajaran Bina Diri melalui Metode Backward Chaining bagi Disabilitas Intelektual di Sekolah Luar Biasa Hanna Nabila Risti; Setia Budi; Grahita Kusumastuti; Mega Iswari; Syari Yuliana
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.7944

Abstract

Penelitian ini dilatarbelangi oleh permasalahan yang ditemukan di SLB Autisma Permata Bunda Bukittinggi, dimana terdapat seorang peserta didik disabilitas intelektual ringan yang belum optimal dalam merawat luka pada program bina diri. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan merawat luka dengan menggunakan metode backward chaining pada peserta didik disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan penelitian subjek tunggal (Single Subject Research) dengan desain A-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes praktik dengan menggunakan instrumen ceklis. Analisis data disajikan dengan grafik. Penelitian ini dilakukan pada seorang siswa disabilitas intelektual kelas IV di SLB Autisma Permata Bunda Bukittinggi. Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada 8 pertemuan yang terbagi menjadi 2 kondisi, yaitu baseline (A) dan intervensi (B), diperoleh bahwa pada kondisi baseline (A), data menunjukkan konsistensi dengan persentase kemampuan 52% pada 3 kali pengamatan. Pada kondisi intervensi (B) terdapat peningkatan bertahap dengan persentase 70%, 88%, 92%, 92%, 92%. Oleh karena itu disimpulkan bahwa kemampuan merawat luka lecet pada peserta didik disabilitas intelektual dapat meningkat dengan menggunakan metode backward chaining. Hal ini menunjukkan bahwa metode backward chaining dapat digunakan sebagai metode pembelajaran dalam program bina diri di Sekolah Luar Biasa.
Peningkatan Keterampilan Mencuci Sepeda Motor Tanpa Sentuh melalui Model Project Based Learning Muhammad Fikri; Damri Damri; Nurhastuti Nurhastuti; Syari Yuliana
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8169

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan vokasional mencuci sepeda motor tanpa sentuh pada siswa disabilitas intelektual ringan yang masih kesulitan memahami penggunaan alat serta langkah kerja secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mencuci sepeda motor tanpa sentuh melalui penerapan model project based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian tindakan kelas  dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa disabilitas intelektual ringan pada kelas vokasional perbengkelan fase D, dengan peneliti berperan sebagai observer dan guru sebagai fasilitator. Data dikumpulkan melalui observasi, asesmen kinerja, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif menggunakan persentase ketuntasan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyiapkan alat dan bahan serta melaksanakan langkah-langkah mencuci sepeda motor tanpa sentuh dengan benar. Nilai rata-rata keterampilan meningkat dari kategori “kurang” pada pra-siklus menjadi “baik” pada siklus II, dan seluruh siswa mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Penerapan model project based learning terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan vokasional, partisipasi aktif, dan kemandirian belajar siswa disabilitas intelektual ringan. Disarankan agar guru pendidikan khusus menerapkan model Project Based Learning secara berkelanjutan dalam pembelajaran keterampilan vokasional lainnya untuk menumbuhkan kemandirian dan kesiapan kerja peserta didik.
Efektifitas Keterampilan Perbengkelan Sepeda Motor melalui Direct Instruction pada Peserta Didik Disabilitas Intelektual Ringan Diva Zaki Alfitrah; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Nurhastuti Nurhastuti; Johandri Taufan; Syari Yuliana
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8170

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa disabilitas intelektual ringan dalam melakukan kegiatan perbengkelan sepeda motor, khususnya teknik menambal ban yang menuntut ketelitian dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menambal ban sepeda motor melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction pada siswa disabilitas intelektual ringan di SLB Negeri 1 Ranah Pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research (SSR) dan desain A-B, di mana fase A (baseline) menggambarkan kondisi awal tanpa perlakuan, sedangkan fase B (intervensi) menunjukkan kondisi setelah penerapan model Direct Instruction. Subjek penelitian adalah satu siswa disabilitas intelektual ringan yang dipilih berdasarkan hasil asesmen keterampilan awal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis visual grafik untuk menilai perubahan level, tren, dan stabilitas antara kedua fase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan menambal ban sepeda motor setelah diberikan perlakuan, di mana kemampuan siswa meningkat dari 52% pada fase baseline menjadi 100% pada akhir fase intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa model Direct Instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan perbengkelan, terutama dalam aspek ketepatan dan kemandirian siswa disabilitas intelektual ringan. Rekomendasi penelitian ini adalah agar guru di sekolah luar biasa menggunakan model Direct Instruction sebagai alternatif pembelajaran keterampilan praktik yang terstruktur, konkret, dan mudah dipahami oleh siswa berkebutuhan khusus.
PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA MELALUI TAS SIAGA BENCANA BERBASIS IT DI SLBN 1 PADANG PANJANG Mega Iswari; Zulmiyetri Zulmiyetri; Yosa Yulia Nasri; Syari Yuliana; Zahriyah Simargolang; Setia Budi; Retno Triswandari; Gaby Arnez
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Padang Panjang merupakan wilayah di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki potensi risiko bencana alam karena berada dekat dengan Gunung Marapi yang masih aktif dan kawasan Cincin Api Pasifik. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya penguatan pendidikan kesiapsiagaan bencana, terutama bagi kelompok rentan seperti siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa SLBN 1 Padang Panjang dalam menghadapi bencana melalui pelatihan tas siaga bencana berbasis teknologi informasi dan konvensional. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2026 di SLBN 1 Padang Panjang. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi kesiapsiagaan bencana, demonstrasi penggunaan perlengkapan tas siaga bencana, pemanfaatan media berbasis teknologi informasi, serta simulasi penyelamatan diri menghadapi gempa bumi, banjir, dan letusan gunung api. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi terhadap pemahaman siswa selama pelatihan serta keterlibatan guru dalam mendampingi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali jenis bencana serta memahami tindakan penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi, banjir, dan letusan gunung api. Siswa menunjukkan antusiasme selama mengikuti pelatihan melalui pendekatan visual dan praktik langsung. Guru juga memperoleh pemahaman mengenai strategi pendampingan siswa berkebutuhan khusus dalam menghadapi situasi darurat bencana. Pelatihan kesiapsiagaan bencana melalui integrasi tas siaga berbasis teknologi informasi dan konvensional dapat menjadi media edukasi adaptif dalam mendukung kesiapan warga sekolah menghadapi risiko bencana.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan pada Murid Disabilitas Intelektual Ringan dengan Menggunakan Media Marbel Fun Number Nanang Ardiansyah; Gaby Arnez; Damri Damri; Syari Yuliana
Journal of Social and Scientific Education Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Social and Scientific Education
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/josse.v3i2.685

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan cacah 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan kelas IV SDLB Negeri Aek Kanopan. Murid mengalami kesulitan mengenali lambang bilangan, menghitung benda konkret secara tepat, serta mempertahankan fokus ketika menghitung objek yang disusun secara acak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan cacah 1–10 melalui penggunaan media Marbel Fun Number. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas dua murid disabilitas intelektual ringan berinisial P dan R. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan pada kedua subjek. Pada asesmen awal, murid P memperoleh nilai 25% dan murid R memperoleh nilai 40%. Setelah tindakan pada Siklus I, nilai P meningkat menjadi 50% dan R menjadi 55%. Peningkatan yang lebih optimal terlihat pada Siklus II, yaitu P memperoleh nilai 85% dan R mencapai 95%. Selain peningkatan hasil belajar, murid juga menunjukkan perhatian, motivasi, dan partisipasi yang lebih baik selama pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Marbel Fun Number menunjukkan peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan cacah 1–10 pada dua murid disabilitas intelektual ringan yang menjadi subjek penelitian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Marbel Fun Number dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk membantu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan cacah 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan, khususnya pada subjek yang diteliti.