Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Metode Discovery untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Gowa Banri Sayang; Nur Hayani; Syahrul Syahrul; Suryadi Ishak; Sucipto Adiwiharja
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 2 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i2.6109

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui penerapan metode Discovery. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 4 Gowa tahun ajaran 2024-2025 yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada siklus pertama, rata-rata kompetensi siswa mencapai 82,14%, dan meningkat menjadi 96,42% pada siklus kedua. Dengan demikian, metode Discovery terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik dalam aspek teori, praktik, maupun sikap belajar.
Effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) Model in Improving the Mathematical Problem-Solving Ability of 5th Grade Elementary School Students in the Selayar Islands Karmila Karmila; Patahuddin Patahuddin; Suryadi Ishak
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i2.381

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model in improving the mathematical problem-solving abilities of fifth-grade elementary school students in the Selayar Islands. The research uses a quantitative approach with a quasi-experimental design thru a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of 52 students, comprising 26 students in the experimental class and 26 students in the control class. The research instrument is a mathematics problem-solving ability test that has been tested for validity and reliability. Data were analyzed using an independent sample t-test and N-Gain test to determine the difference in the improvement of students' problem-solving abilities in both groups. The research results show that the average posttest score of the experimental class was 82.35, higher than the control class at 71.12. The t-test results indicated a significance value of 0.000 (<0.05), which means there is a significant difference in the improvement of mathematical problem-solving abilities between the two groups. In addition, the average N-Gain score of the experimental class was 0.72, which falls into the high category, while the control class had an average N-Gain score of 0.45, which falls into the moderate category. Thus, the Problem Based Learning model has proven effective in improving the mathematical problem-solving abilities of fifth-grade elementary school students in the Selayar Islands
The Relationship Between Reading Motivation and English Literacy Achievement Among EFL Learners Putri Dianing Rahayu; Richard Fidal Deme Hadjon; Sakinah Aulia Rahmah; Muhammad Tahir; Suryadi Ishak
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14327

Abstract

This study examined the relationship between reading motivation and English literacy achievement among EFL learners. A quantitative correlational design was employed, using a reading motivation questionnaire and a standardized English literacy test administered to 30 intermediate-level students. Descriptive analysis showed that students demonstrated high literacy performance with moderate variability in reading motivation. Pearson correlation and simple linear regression revealed that reading motivation significantly predicted literacy achievement (R = 0.512, R² = 0.262, p = 0.004), indicating that 26.2% of the variance in literacy scores could be explained by motivation levels. Furthermore, an independent-samples t-test revealed no significant difference in literacy performance between male and female students (t = 0.925, p = 0.363). These findings highlight the central role of motivation in supporting literacy development in EFL contexts, suggesting that teaching practices should prioritize developing reading motivation. The study concluded that motivation is a key psychological factor influencing literacy outcomes, while gender plays no significant role in determining literacy achievement.
Analysis of the quality of Arabic-speaking skills test for madrasah aliyah students in Makassar Nisriani Fatin Hamidah; Syahrul Syahrul; Suryadi Ishak; Andi Asripan; Raveenthiran Vivekanantharasa
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i2.20332

Abstract

This study analyzed the validity and reliability of the Arabic-speaking skills test for Madrasah Aliyah students in Makassar. Speaking skills were essential in Arabic language learning, especially in the context of Islamic education in Indonesia. This study aimed to determine whether the test used had adequate construct validity and reliability in assessing students’ speaking skills. Construct validity was examined through principal component analysis, while internal consistency reliability was measured using Cronbach’s alpha and McDonald’s omega. Data were obtained from a speaking test administered to student samples and analyzed with statistical software. The results indicated that several test items were problematic and required revision. The low Cronbach’s alpha value highlighted issues in inter-item correlations, affecting the overall reliability of the test. The study concludes that the instrument needs refinement to improve measurement accuracy and emphasizes the importance of ongoing evaluation in the development of Arabic speaking assessment tools.
Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Berbasis Model CIPP dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Kepulauan Makkasolla Makkassolla; Syahrul Syahrul; Suryadi Ishak
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4421

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa masih menjadi persoalan penting dalam pendidikan, terutama pada sekolah di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis, keterbatasan sumber daya, dan akses layanan pendidikan yang belum merata. Dalam kondisi tersebut, program Bimbingan dan Konseling (BK) perlu dievaluasi secara komprehensif agar mampu menjawab kebutuhan siswa secara tepat, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program Bimbingan dan Konseling (BK) berbasis model CIPP dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah yang berada pada konteks kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif kualitatif dengan model CIPP yang mencakup komponen context, input, process, dan product. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan informan meliputi kepala sekolah, guru BK, guru mata pelajaran atau wali kelas, siswa, serta orang tua atau komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, program BK telah sesuai dengan kebutuhan motivasi belajar siswa, meskipun asesmen kebutuhan dan pelibatan orang tua belum optimal. Pada aspek input, program didukung oleh guru BK yang kompeten, administrasi, jadwal layanan, instrumen dasar, dan ruang BK, tetapi masih terkendala jumlah guru BK, beban kerja, media digital, dan anggaran khusus. Pada aspek process, layanan BK telah berjalan melalui layanan klasikal, individual, kelompok, informasi, monitoring, dan tindak lanjut, namun partisipasi siswa dan kolaborasi eksternal belum merata. Pada aspek product, program BK berdampak positif terhadap semangat belajar, disiplin, penyelesaian tugas, dan persepsi siswa terhadap layanan, meskipun dampak akademik belum signifikan dan belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model CIPP relevan digunakan untuk mengevaluasi dan mengembangkan layanan BK yang adaptif, berbasis data, dan kontekstual di sekolah kepulauan.