Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ESTIMASI SUMBERDAYA UNDERGROUND COAL GASIFICATION (UCG), DAERAH BANJARSARI, TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Erlangga Kurniawan; Stevanus Nalendra Jati; M Tressna Gandapradana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.136

Abstract

Penelitian ini berfokus pada seam batubara dengan kedalaman 100 meter dan ketebalan 3 meter, nilai kadar abu + kadar air 60%. Teknologi UCG dapat menjadi alternatif lain dalam pemanfaatan batubara yang tidak ekonomis apabila dilakukan penambangan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji secara teknis sumberdaya UCG hingga membangun model komprehensif mengenai simulasi potensi UCG di daerah penelitian. Guna menopang tujuan tersebut, maka penelitian ini menerapkan metode circular untuk mengolah data (data logging geofisika dan data kualitas batubara) dengan bantuan software (MineScape 5.7 dan Surfer 13). SEAM ENIM pada lokasi penelitian memiliki potensi untuk dilakukan pengembangan dalam pemanfataan batubara dengan metode gasifikasi bawah permukann. Kedalaman mulai dari 120,55 s/d 182,45 meter, serta ketebalan lapisan tersebut mulai dari 11,95 sampai 19,35 meter, nilai kalori 12.151 s/d 12.222 btu/lb (ASTM,2004), nilai kadar abu+ kadar air 60%, batuan pengapit yang permeabel rendah, dan estimasi sumberdaya batubara SEAM ENIM yang mengacu pada SNI-2011 terdiri dari sumberdaya tereka 241.529,58 ton, dan sumberdaya terunjuk sebesar 123.818,28 ton.
KONTROL LINGKUNGAN PENGENDAPAN TERHADAP KONSENTRASI TRACE ELEMENT BATUBARA DAERAH MUARA TIGA BESAR KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN Deri Rafsanjani; Stevanus Nalendra Jati; M Tressna Gandapradana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.153

Abstract

pada batubara Seam A1, A2, B, C1, dan C2. Tujuan dari studi ini adalah melihat hubungan antara lingkungan pengendapan dengan komponen dari trace element. Metode yang diterapkan dengan optimasi data logging serta analisis geokimia batubara berupa uji proksimat dan Inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy (ICP AES). Karakteristik fisik litofasies dari data logging mengindikasikan batubara terendapkan pada sistem delta dari upper hingga back barrier. Analisis trace element merefer 19 unsur yaitu Be, Cd, Ni, V, Zn, Pb, Mn, Ba, B, Fe, Ag, Co, Mo, As, Hg, Cu, Cr dan Cl, dan P. Komparasi hasil dari dua sumur bor menunjukkan pola selaras, tidak selaras, dan uncertain. Kemudian Seam C1 dan C2 yang terendapkan pada lingkungan back barrier memiliki kadar trace element paling tinggi. Sedangkan tiga seam lainnya dengan konsentrasi trace element cenderung linear. Hal ini memberi petunjuk bahwa nilai konsentrasi trace element pada lingkungan laut lebih tinggi dibandingkan lingkungan deltaplain.
Simulasi Area Strategis Dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sungai Kerap, Bengkulu Utara Muhammad Rizky Tanjung; Stevanus Nalendra Jati
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i2.4458

Abstract

North Bengkulu Regency is an area with various and unique morphological conditions. This is because the location of North Bengkulu itself is located on a row hill which makes it have various morphological reliefs. These unique and varied morphological conditions have the potential for potential micro-hydro power plants (MHP). In the research area, it can be said that the distribution of electricity to remote areas is still not evenly distributed. This research can be the main supporting data in the development of PLTMH for the problems of several villages in North Bengkulu Regency, especially in Kerkap District which still have limited electricity due to inaccessibility of the area. Therefore, it is important to conduct research on the determination of MHP adhesion based on geological aspects. The geological aspects analyzed are the slope morphology around the river and the rock lithology which is the basis for the PLTMH construction. This study uses the AHP (Analysis Hierarchy Process) method which combines several geological parameters that have a certain weight value and after that is applied with data overlay via GIS to obtain a prospect area for a power plant in terms of geology. Overall, this research will be applied to several rivers that have the prospect of building PLTMH, for example in Batang Palik and Sumber rejo villages, Kerkap sub-district, North Bengkulu Regency. Keywords: kerkap. lithology, microhydro, geology, hydrogeology.
ESTIMASI SUMBERDAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK DUSUN PULAU TIMUN, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Rudyanto Thayib; Stevanus Nalendra; Elisabet D. Mayasari
Jurnal Geomine Vol 5, No 3 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.695 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i3.145

Abstract

Sumatera Selatan memiliki wilayah perbukitan dengan potensi sungai yang dapat dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH) cukup besar, dan areal permukiman di daerah tersebut sebagian besar mempunyai keterbatasan pada jaringan listrik. Sehubungan dengan kondisi seperti itu, perhitungan sumberdaya PLTMH dari potensi Sungai Air Mannaijau tentunya akan meningkatkan produktifitas dan/atau kesejahteraan masyarakat di Dusun Pulau Timun, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Penelitian ini berbasis deskriptif-observatif yaitu berdasar pada hasil pengukuran lapangan, kemudian dilakukan perhitungan di studio. Jadi berusaha melakukan pengukuran pada debit air menggunakan current meter, elevasi, diameter sungai, serta plotting di tiap perencanaan posisi ideal bagi pondasi konstruksi. Rancangan konstruksi pengairan yang akan diterapkan adalah intake dan bendungan pada elevasi 421,5 m, saluran pembawa (siring) di elevasi 421,5-420,5 m dengan slope 5o menuju bak penampung, bak penampung berada di elevasi 420,5 m, penstock akan menjatuhkan air ke arah power house dengan estimasi head 7 m. Perhitungan dilakukan untuk menganalisis potensi energi air hingga estimasi energi daya yang dihasilkan. PLTMH Pulau Timun mengoptimalkan debit aliran 2,55 m3/s dari lebar Sungai Air Mannaijau yang mencapai 7,5 m serta kedalamn sungai rata-rata 0,38 m. Berdasarkan data pengukuran hidrografi dan topografi tersebut, maka Sungai Air Mannaijau diestimasikan mampu mewujudkan potensi daya total pembangkit listrik sebesar 87,46 kW. 
Analisis Kestabilan Lereng Disposal PT Bara Anugrah Sejahtera Muara Enim Sumatera Selatan Wangga Sebayang; Edy Sutriyono; Stevanus Nalendra Jati
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2038.118 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.532

Abstract

Dalam sistem tambang terbuka diperlukan suatu tempat untuk membuang material overburden yang disebut sebagai disposal, di mana disposal tersebut nantinya akan membentuk lereng-lereng yang berpotensi mengalami kelongsoran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng Out Pit Disposal (OPD) tambang PT Bara Anugrah Sejahtera. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) dan perhitungan faktor keamanan menggunakan metode Morgenstern-Price yang di-running dengan software Slide V6. Parameter yang digunakan dalam menganalisis kestabilan lereng adalah menggunakan data geometri lereng hasil dari section disposal dan nilai material properties yang didapatkan dari back analysis, meliputi nilai kohesi, berat jenis, dan sudut geser dari material timbunan, sand, dan silty clay. Dari sebelas section OPD yang dianalisis, lereng disposal terbilang dalam keadaan yang stabil dengan FK 1,3. Namun pada 2 section didapatkan hasil FK 1,26 untuk section E – E’ dan FK 1,05 untuk section F –F’. Secara keseluruhan disposal dapat dianggap stabil, namun perlu diperhatikan pada beberapa faktor yang dapat mengganggu kestabilan lereng seperti curah hujan yang cukup tinggi, sehingga perlu upaya untuk menjaga stabilitas lereng disposal.
SILICIFIED COAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAMBANGAN DI DAERAH ARAHAN, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN Rahmad Hidayatullah Rahmad Hidayatullah; Stevanus Nalendra Jati Stevanus Nalendra Jati
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.681 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.246

Abstract

Pada kegiatan penambangan, silicified coal sangat mempengaruhi kualitas batubara, selain kuantitas dari produksi batubara, kualitas juga menjadi tolak ukur keberhasilan dalam suatu proses penambangan. Salah satu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah upaya untuk pengendalian kualitas batubara dengan cara mengurangi produksi yang melibatkan unsur pengotor salah satunya silicified coal. Daerah penelitian terletak di Desa Arahan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur, pemetaan permukaan baik secara lateral maupun vertikal, analisis laboratorium berupa analisis petrografi dan XRD. Sampel diambil menggunakan teknik grab sampling dengan jumlah 10 sampel pada lokasi yang kemungkinan mewakili secara keseluruhan. Formasi pada daerah penelitian adalah Formasi Muaraenim yang terendapkan di lingkungan delta plain, Formasi Kasai yang tersedimentasikan di lingkungan darat. Silicified coal merupakan sisa tumbuhan yang membatu akibat penggantian komponen dengan silika. Mineral silika terbentuk dalam rekahan-rekahan, bukaan antar sel tumbuhan, dan pada cairan yang tertinggal dalam sel tumbuhan. Kenampakan fisik silicified coal pada lapisan batubara berupa layered dan lenses dan hampir sama seperti batubara berwarna hitam, tetapi memiliki nilai kekerasan yang lebih tinggi. Pada lapisan batubara daerah penelitian didominasi oleh silicified coal yang berbentuk lenses dengan tebal 10 - 40 cm. Pola sebaran silicified coal dikontrol oleh lapisan batubara. Dari hasil analisa XRD dan Petrografi silicified coal, ditemukan bahwa mineral yang mendominasi adalah mineral silika, sedikit karbon dan oksidabesi. Dari hasil observasi lapangan, pemetaan mengenai silicified coal pada lapidan batubara sangat penting dilakukan untuk menghindari penurunan kualitas produksi batubara.
IDENTIFIKASI JENIS FOSIL POLLEN BERDASARKAN MORFOLOGI LINGKUNGAN PENGENDAPAN DAERAH SUKOMORO DAN SEKITARNYA Elisabet D. Mayasari; Idarwati Idarwati; Stevanus Nalendra
Jurnal Geomine Vol 5, No 3 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.249 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i3.144

Abstract

Daerah Sukomoro merupakan daerah yang termasuk ke dalam Formasi Palembang Tengah pada Cekungan Sumatera Selatan. Formasi ini dikenal dengan batuan yang terbentuk pada proses pasang-surut air laut. Bukti terjadinya pasang-surut air laut dapat dijumpai oleh kehadiran batugamping yang menjadi indikasi lingkungan pengendapan daerah neritik (laut dangkal) serta dijumpai amber (getah pohon) dengan jarak relatif dekat (± 1km). Berdasarkan analisa paleontologi, tidak dijumpai hadirnya fosil foraminifera pada sampel batugamping. Hal ini semakin menguatkan indikasi lingkungan pengendapan transisi pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisa fosil pollen dijumpai indikasi kehadiran tumbuhan yang bervariasi mulai dari kelompok gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka hadir pada lingkungan darat), angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup hadir pada lingkungan darat) dan pteridopytha (tumbuhan paku-pakuan hadir pada lingkungan darat yang berair) hingga mangrove (tumbuhan penciri daerah rawa). Dengan kehadiran variasi fosil-fosil tersebut, maka diinterpretasikan bahwa lingkungan pengendapannya adalah transisi terutama pada lingkungan intertidal (Henrich, 2007 dalam Mayasari, 2016). Lingkungan pengendapan ini dicirikan oleh morfologi dengan kemiringan lereng yang landai. 
Analisis Fondasi Disposal Tambang Terbuka PT Bara Anugrah Sejahtera, Muara Enim, Sumatera Selatan Wangga Sebayang; Stevanus Nalendra Jati
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.981

Abstract

Aktivitas tambang terbuka pada umumnya memerlukan sebuah tempat untuk membuang tanah penutup (overburden) yang dikenal sebagai disposal. Kestabilan suatu disposal tidak hanya dipengaruhi oleh material disposal tersebut, fondasi juga memiliki peran penting dalam kemantapan suatu disposal. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis kemantapan disposal PT Bara Anugrah Sejahtera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisis beberapa parameter yang dianggap berperan penting dalam kemantapan fondasi disposal, yaitu foundation slope, foundation shape, overburden type, undrained failure potential, groundwater, compactnessmaterial, dan groundwater. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data pemboran geotek yang dilakukan pada lima titik. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa fondasi disposal pada daerah penelitian termasukdalam kategori cukup baik, hal tersebut dilihat dari bentukan lereng fondasi yang dominan cembung, sudut kemiringan fondasi yang cukup landai dengan rata-rata kemiringan 13,45°, tipe soil yang merupakan alluvial deposit, memiliki potensi rendah untuk terjadi undrained failure yang dilihat dari nilai konduktivitas hidrolik dan porositas material yang termasuk kategori moderate, kondisi fondasi tidak dalam kondisi jenuh (unsaturated), kekompakan material dense hingga very dense, dan bedrock yang cukup fresh serta tidak adanya struktur.
Analysis of Landslide Prone Areas in Tampahan, Toba Samosir Regency, North Sumatra Province Winda Lestari Turnip; Stevanus Nalendra Jati
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2020.v1i1.1149

Abstract

The topography of the Tampahan area which tends to be steep and dominated by tuff lithology can result in a landslide. The intensity of landslides and the resulting losses can be reduced by the analysis of landslide-prone areas in Tampahan. The administration of the area is located in Toba Samosir Regency, North Sumatra Province which is included in the Toba Caldera Region. Analysis of landslide-prone areas is carried out with five parameters namely slope, land use, morphological elevation, lithology, and rainfall. The data processed in this analysis comes from field data, DEMNas (National Digital Elevation Model), and other spatial data. Classification of each parameter and weighting based on literature is away in the analysis of landslide-prone areas of Tampahan. Then do each parameter overlay to get the value of landslide-prone and distinguished based on the calculation of the landslide class interval. The results are divided into five classes that are prone to landslides, namely classes not prone (1-1,8), rather prone (1,8-2,6), quite prone (2,6-3,4), prone (3,4-4,2), and very prone (4,2-5). Based on the analysis that has been done, some areas are very prone to landslides in the southeast while areas that are not prone to landslides are in the southwest of the study area. Therefore, landslide-prone studies are categorized as high landslides with almost 60% coverage of the study area.
Basic GIS training for upgrading local government spatial planning Muhammad Izzudin; Stevanus Nalendra Jati; Wijaya Mardiansyah; Januar Eko Aryansah; Ferdiansyah R
Community Empowerment Vol 7 No 9 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.7131

Abstract

The existence of the Indonesian government's One Map Policy (OMP) demands synergy to the regions. Sumatra is one of the areas that captures this opportunity. One of the follow-up actions to this policy is regional readiness in preparing qualified human resources in the geospatial field. Sriwijaya University as one of the universities in Indonesia that focuses on developing human resources in South Sumatra, facilitates local governments in developing employee capacity. This program was carried out for 5 days to learn about the basic level Geographic Information System (GIS) for Bappeda Lahat employees. This program is carried out in 3 stages, namely identification of partner problems, training, and evaluation. This training program has a positive impact on employees in Bappeda Lahat, namely being able to make location points for regional planning with SmartGPS, making spatial shapefile data and making thematic spatial maps according to the main tasks of the job fields of employees in Bappeda Lahat.