Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kebersihan Alat Kelamin pada Saat Menstruasi Wahyuna, Rahmi; Siregar, Farida Linda Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16869

Abstract

ABSTRACT Hygiene during menstruation is a component of personal hygiene that plays an important role in the health behavior status of a person including avoiding disturbances in the function of the reproductive organs. One of the efforts that can be made in preventing the occurrence of these problems is important to instill self-awareness to maintain the cleanliness of the genital area from an early age and the need for knowledge, attitudes, on the importance of caring for the area.This research is a quantitative research with a descriptive research design, and using a cross-sectional approach method. The study’s aim was to identify the knowledge and attitudes of adolescent girls about hygiene during menstruation at SMA Al-Fattah in medan. The population were adolescent girls with a sample of 41 respondents using total sampling. Data processing/analysis using frequency distribution tables with percentages. The results of this study indicate that adolescents' knowledge about genital hygiene during menstruation is in the sufficient category, namely 30 people (73.2%), attitudes in the Positif category with a total of 31 people (75,6%). Knowledge and attitudes are the unity of eating behavior, the better the knowledge and attitudes the better the behavior of adolescent girls about genital hygiene during menstruation. Keywords: Knowledge, Attitude, Menstrual Hyigiene, Adolescents  ABSTRAK Kebersihan pada saat menstruasi merupakan komponen kebersihan diri yang memegang peranan penting dalam status perilaku kesehatan sesorang termasuk menghindari adanya gangguan pada fungsi alat reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah terjadinya masalah tersebut adalah kesadaran diri untuk menjaga kebersihan area genital sejak dini dan perlunya pengetahuan, sikap akan pentingnya merawat area tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif, menggunakan metode pendekatan cross-sectional. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kebersihan pada saat menstruasi di SMA Al-Fattah di Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri dengan sampel 41 responden menggunakan total sampling. Pengolahan/analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang Kebersihan alat kelamin saat menstruasi dalam kategori cukup yaitu sebanyak 30 orang (73,2%), sikap dalam kategori Positif dengan jumlah 31 orang (75,6%). Pengetahuan dan sikap merupakan kesatuan dari perilaku makan semakin baik pengetahuan dan sikap maka perilaku remaja putri tentang kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi akan semakin baik. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kebersihan Menstruasi, Remaja
Efektivitas Mindfulness-Based Interventions Terhadap Penerimaan Diri Pada Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Pendidikan Prof. Dr. Chairuddin Panusunan Lubis Universitas Sumatera Utara Pasaribu, Indah Septiani; Tanjung, Dudut; Siregar, Farida Linda Sari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15602

Abstract

ABSTRACT Patients on hemodialysis have several mental and physical difficulties. Improved self-acceptance is necessary since psychological problems can have a substantial impact on patient’s quality of life, ranging from stress to depression. The purpose of this study is to assess how well mindfulness-based interventions (MBIs) can help hemodialysis patients feel more accepting of themselves. Using a pretest–posttest control-group design and a quasi-experimental methodology, the study included 68 patients receiving regular hemodialysis at RSP Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis USU. The subjects were split into two groups, each with 34 patients: the intervention group and the control group. The MBI intervention chosen by the author is Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT). With an average score of 102 ± 14.98, the results demonstrated a substantial rise in self-acceptance scores in the intervention group. On the other moment, the control group's average score of 109.56 ± 6.25 did not indicate any improvement. Following the intervention, there was a significant difference in the intervention and control groups' self-acceptance scores, as indicated by a Mann-Whitney test (p=0.040). According to the research, MBIs help hemodialysis patients feel more confident in themselves. Future studies can build on this work to provide more thorough and successful therapies aimed at enhancing hemodialysis patients' sense of self-acceptance. Keywords: Hemodialysis, Mindfulness, Mbis, MBCT, Self-Acceptance  ABSTRAK Pasien hemodialisis memiliki banyak masalah fisik dan psikis, masalah psikis yang muncul bisa berupa stress hingga depresi yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien, sehingga dibutuhkan peningkatan penerimaan diri. Salah satu pendekatan yang ingin diuji adalah pendekatan Mindfulness-Based Interventions (MBIs) terhadap peningkatan penerimaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas MBIs terhadap penerimaan diri pasien hemodialisis. Metode penelitian menggunakan quasi experimental dengan metode pretest–posttest control-group design, sebanyak 68 orang pasien yang menjalani hemodialisis regular di RSP Prof. Dr. Chairuddin P Lubis USU. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing-masing kelompok berjumlah 34 orang. Penulis memilih Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) sebagai intervensi MBIs. Hasil penelitian menunjukkan nilai skor penerimaan diri pada kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan dengan rerata 102 ± 14,98. Pada kelompok kontrol tidak memperlihatkan peningkatan dengan rerata 109,56 ± 6,25. Uji Mann whitney memperlihatkan perbedaan nilai skor penerimaan diri yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah pemberian intervensi (p=0,040).  Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan MBIs efektif terhadap peningkatan penerimaan diri pada pasien hemodialisis. Diharapkan penelitian ini menjadi dasar bagi peneliti berikutnya untuk merancang intervensi yang lebih komprehensif dan efektif dalam peningkatan penerimaan diri pasien hemodialisis. Kata Kunci: Hemodialisis, Mindfulness, Mbis, MBCT, Penerimaan Diri
Dukungan keluarga (etnis Batak Toba) terhadap kepatuhan lansia penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan Sirait, Trisno; Nasution, Siti Zahara; Siregar, Farida Linda Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 7 (2024): Volume 18 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i7.453

Abstract

Background: Hypertension is a disorder of the blood vessels that causes the supply of oxygen and nutrients carried by the blood to be blocked to the body tissues that need it. Family support is the attitude, actions, and acceptance of the family towards their family members in the form of emotional support, instrumental support, informational support, and appreciation support. Purpose: To analyze family support (Batak Toba ethnic group) towards the compliance of elderly hypertension patients in undergoing treatment. Method: Quantitative research with a cross-sectional approach was conducted in the Batak Toba community in the working area of ​​the Uluan Health Center technical implementation unit as many as 64 patients and Janji Matogu as many as 76 patients in February-March 2024 as many as 140 samples. Data collection used a non-probability sampling technique, namely purposive sampling and the Slovin formula for a 5% error rate. The sample inclusion criteria used were elderly people who had been diagnosed with hypertension ≥ 1 year and lived with their families, while the exclusion criteria were elderly people who moved, refused to be respondents, and lived alone. The instruments used were family support questionnaire sheets and compliance variables using MMAS-8. The questionnaire has been tested for validity and reliability, the data analysis used was univariate and bivariate. Results: Data analysis showed emotional support (p-value = 0.012), instrumental (p-value = 0.037), informational (p-value = 0.026), and appreciation (p-value = 0.028). All family support variables obtained p-values ​​<0.05, so there is a significant influence between family support on elderly compliance in undergoing hypertension treatment. Conclusion: There is a significant relationship between emotional, instrumental, informational, and appreciation support variables from the family on elderly compliance in undergoing hypertension treatment. Suggestion: Community health centers should provide counseling regarding emotional, instrumental, informational, and appreciation support to families, so that the elderly feel comfortable, close to their families, and receive affection, empathy, and trust from their families.   Keywords: Compliance; Elderly; Family Support; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai kejaringan tubuh yang membutuhkannya. Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan, penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya yang berupa dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional dan dukungan penghargaan. Tujuan: Untuk menganalisis dukungan keluarga (etnis Batak Toba) terhadap kepatuhan lansia penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan kepada masyarakat Batak Toba di wilayah kerja UPT Puskesmas Uluan sebanyak 64 pasien dan Janji Matogu sebanyak 76 pasien pada bulan Februari-Maret 2024 kepada 140 sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling dan rumus Slovin untuk tingkat kesalahan 5%. Kriteria inklusi sampel yang digunakan adalah lansia yang telah didiagnosa hipertensi ≥ 1 tahun dan tinggal dengan keluarga, sedangkan kriteria eksklusi yaitu lansia yang berpindah-pindah tempat tinggal, menolak menjadi responden, dan tinggal sendiri. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner dukungan keluarga dan variabel kepatuhan menggunakan MMAS-8. Kuesioner tersebut telah diuji validitas dan reliabilitas, analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil: Analisis data menunjukkan dukungan emosional (p-value = 0.012), instrumental (p-value = 0.037), informasional (p-value = 0.026), dan penghargaan (p-value = 0.028). Seluruh variabel dukungan keluarga mendapatkan p-value <0.05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan lansia menjalankan pengobatan hipertensi. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara variabel dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan dari keluarga terhadap kepatuhan lansia yang menjalani pengobatan hipertensi. Saran: Pihak puskesmas memberikan penyuluhan mengenai dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan kepada keluarga, sehingga lansia merasa nyaman, dekat dengan keluarga, serta mendapatkan kasih sayang, empati, dan kepercayaan dari keluarga.                                                              Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Hipertensi; Kepatuhan; Lansia.
EDUKASI FAMILY CENTERED MATERNITY CARE TERHADAP SELF EFFICACY DALAM PEMBERIAN ASI: LITERATUR REVIEW Winarti, Gusti; Nasution, Siti Zahara; Siregar, Farida Linda Sari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.22349

Abstract

Self Efficacy ibu postpartum adalah keyakinan ibu dalam kemampuan dirinya untuk memberikan asi kepada bayi dan memperkirakan apakah ibu memilih untuk menyusui atau tidak, berapa banyak usaha yang dikeluarkan, kemampuan untuk meningkatkan atau tidak, dan bagaimana menanggapi kesulitan menyusui secara emosional. Faktor yang mempengaruhi self efficacy berasal dari pengalaman keberhasilan, pengamatan perilaku orang lain, persuasi dan keadaan fisik. Cara meningkatkan kepercayaan diri ibu post partum dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga berbasis family centered maternity care. Metode edukasi family centered maternity care  merupakan pemberian asuhan keperawatan maternitas yang berfokus kepada keluarga sehingga pemberian edukasi ini diberikan kepada ibu dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan strategi yang tepat dalam melakukan edukasi laktasi dalam pemberian ASI serta dapat meningkatkan hubungan antara ibu, anak dan keluarga. Metode penelitian yang digunakan literature review sederhana. Sumber data penelusuran dilakukan dengan menggunakan data base online berikut: Proquest, ScienceDirect dan Wiley dari tahun 2019-2023 dengan kata kunci “education breastfeeding self efficacy “dan “family centered maternity care” dari hasil pencarian maka didapat ada 10 jurnal direview. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh edukasi berbasis family centered maternity care terhadap  self efficacy ibu post partum dalam pemberian ASI. Saran perlu penelitian lanjutan tentang edukasi berbasis family centered maternity care.  
The Effect of Feeding Rules Counseling with Flipcharts on Maternal Knowledge about Overcoming Feeding Difficulties During MP-ASI Dwi Karina Ariadni; Farida Linda Sari Siregar; Eqlima Elfira; Harahap, Riska Novita
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 6 No. 2 (2024): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v6i2.17785

Abstract

Feeding dificulties are the frequent problem encountered in infants aged 6-24 months, and one of which is mothers' knowledge in feeding practices. Therefore, providing counseling on feeding rules to mothers is crucial to address the feeding difficulties in infants. Feeding rules are basic eating guidelines designed to train internal eating regulation and provide a structured feeding schedule. The media used is flipchart. This Research is conducted to analyze the effect of counseling on feeding rules using a flipchart on mothers' knowledge in addressing feeding difficulties during complementary feeding (MP-ASI). This is a quantitative Research with a pre-experimental one-group pre-posttest design. A purposive sampling is used to collect data from 69 respondents who meet inclusion criteria: mother with infants aged 6-24 months experiencing feeding difficulties in Lama Village, Hamparan Perak Subdistrict, Deli Serdang Regency. The findings reveal that counseling on feeding rules using a flipchart has a significant effect on mothers' knowledge in addressing feeding difficulties during complementary feeding (MP-ASI), as indicated by the Paired T-Test statistical test with a p-value of 0.000 (<0.05). It is expected that mothers with infants having feeding problems are able to perform feeding rules to address the feeding issues. Furthermore, the results of the Research are expected to serve as an evaluation for healthcare workers to enhance counseling on feeding rules in the community.
Family and Healthcare Worker Participation in Promoting Exclusive Breastfeeding among Mothers Siregar, Farida Linda Sari; Darti, Nur Afi; Nurbaiti, Nurbaiti
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i3.4723

Abstract

The family greatly influences the mother's desire to practice exclusive breastfeeding to the baby and strongly influences the decision to breastfeed. Support from health worker professionals like nurses, doctors, cadre health professionals, and midwives can also help in the exclusive application of breast milk. This study uses an approach study quantitative. This study aims to identify family and health workers' participation in practice exclusive breastfeeding to mothers breastfeeding at the Medan Sunggal Community Health Center. This study's population is mothers with babies aged 0-24 months: retrieval technique purposive sampling sample, as many as 90 people. Research results show that the majority aged 20-35 years, as many as 71 people (78.9%), have the child more than 1 (multiparous), as many as 69 (76.7%), educated middle school (high school equivalent ), as many as 61 (68.7%), no work as many as 82 people (91.1%) and gave exclusive breast milk as many as 77 (85.6%). Research results show that families participate in practice exclusive breastfeeding to the mother by providing informational support in a way good (56.7 %), instrumental support good (84.4%), support emotional in a way good (61.1%), and support award in a way good (75.6%). The research results also show that significant health workers follow participation with good-to-mother breastfeeding during pregnancy (87.8%), when giving birth (80%), and during the postpartum period (77.8%). So it is concluded that the big family and health workers participate in practice exclusive breastfeeding to the mother.
PELAKSANAAN KELAS EDUKASI PERSIAPAN MENYUSUI PADA IBU HAMIL DAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN SUNGGAL Siregar, Farida Linda Sari; Nasution, Siti Saidah; Darti, Nur Afi; Nurbaiti; Sembiring, Atikah Marhamah; Hutasuhut, Yosi Alawiyah; Ramadhani, Cut Rizqa; Nasution, Khafifah Ramadhani; Herlina, Desi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 2, September 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i2.4580

Abstract

ABSTRAK Menyusui secara langsung terkait dengan pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemberian ASI meningkatkan kesejahteraan ibu, bayi, keluarga, tenaga kerja, dan sistem perawatan kesehatan. Persiapan yang baik dapat membantu ibu dan bayi dalam keberhasilan menyusui sangat dibutuhkan.  Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar ibu dan keluarga dapat mempersiapkan diri dan belajar berbagai hal seputar menyusui sebelum bayi lahir. Metode Pengabdian Masyarakat yang dilaksanaan berupa penyuluhan kesehatan, diskusi, demostrasi, menonton video, pendampingan, dan konseling. Materi yang disampaikan terdiri dari defenisi ASI eksklusif, rekomendasi WHO tentang pemberian ASI eksklusif 6 bulan, manfaat asi bagi ibu-bayi dan keluarga, pengertian kolostrum dan jumlah kolostrum, kapasitas perut bayi sejak lahir sampai usia 1 tahun, posisi menyusui bayi dan refleks menghisap, perbandingan asi dengan susu formula dan dampak susu formula, kapan mulai menyusui, posisi bayi baru lahir yang tepat, mengenal Payudara dan mekanisme Produksi ASI, memfasilitasi bayi baru lahir untuk menyusui pada payudara atau inisiasi menyusu dini (IMD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada ibu hamil dengan usia kehamilan diatas 34 minggu. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh sebagian besar pengetahuan ibu hamil baik tentang pemberian ASI Eksklusif dan IMD. Sikap ibu hamil juga sebagian besar baik tentang pemberian ASI eksklusif dan pelaksanaan IMD.   ABSTRACT Breastfeeding is directly linked to achieving Sustainable Development (SDGs). Breastfeeding improves the well-being of mothers, babies, families, the workforce, and the health care system. Good preparation can help mothers and babies successfully breastfeed. The aim of this community service is so that mothers and families can prepare themselves and learn various things about breastfeeding before the baby is born. The methods implemented include health education, discussions, demonstrations, watching videos, mentoring and counseling. The material consists of the definition of exclusive breastfeeding, WHO recommendations regarding exclusive breastfeeding, the benefits of breast milk, the meaning of colostrum and the amount of colostrum, the capacity of a baby's stomach, the baby's breastfeeding position and sucking reflex, comparison of breast milk with formula milk, when to start breastfeeding, the right position of the newborn, knowing breasts and the mechanism of breast milk production, facilitating newborn babies to breastfeed. Community service activities are carried out for pregnant women with a gestational age of over 34 weeks. As a result, most of the pregnant women's knowledge was obtained regarding exclusive breastfeeding and early initiation of breastfeeding. The attitudes of pregnant women are also mostly good regarding exclusive breastfeeding and the implementation of early initiation of breastfeeding.
Korelasi sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusi Sitio, Nelly Juwita; Siregar, Farida Linda Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.713

Abstract

Background: Breast milk is an emulsion of fat in a solution of protein, lactose and inorganic salts which is secreted by the mother's mammary glands and is useful as food for her baby. Breast milk contains immune substances that protect children from infections and chronic diseases and reduce the possibility of suffering from diabetes, asthma, obesity and other diseases in the future. According to the World Health Organization (WHO), Indonesia's exclusive breastfeeding coverage in 2022 was recorded at only 67.96%, down from 69.7% in 2021. Various factors influence knowledge about exclusive breastfeeding, including mother's knowledge, age, education level, parity, and information provided by health workers. Purpose: To determine the correlation between maternal attitudes and exclusive breastfeeding. Method: A cross-sectional quantitative study was conducted at the Integrated Service Unit of Tomuan Health Center in October 2023 - June 2024. The number of samples was 57 respondents collected using total sampling with inclusion criteria, namely mothers with children aged 6-24 months. The procedure for implementing data collection during the immunization schedule every Monday and at the toddler integrated service post schedule was carried out. The instrument in this study used a questionnaire containing questions regarding the level of mother's knowledge about providing exclusive breastfeeding to infants. Results: The majority of respondents were aged 34-38 years (33.3%), 37 respondents (61.4%) had a high school/vocational education, and 37 (64.9%) worked as housewives with family income <2.8 million/month. The majority of respondents had 1-2 children as many as 31 respondents (54.4%), as many as 56 respondents (98.2%) had received information about exclusive breastfeeding from health workers, had a positive attitude as many as 50 respondents (87.7%), and provided exclusive breastfeeding as many as 45 (78.9%). The results of the data test between the maternal attitude variable and exclusive breastfeeding obtained a p-value of 0.000, meaning that there is a significant relationship between the two variables. Conclusion: There is a significant relationship between maternal attitudes and exclusive breastfeeding for babies. This shows that the more positive the mother's attitude, the better the mother will be at providing exclusive breast milk to their babies.   Keywords: Baby; Breastfeeding Mothers; Exclusive Breastfeeding.   Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) merupakan suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam-garam  anorganik  yang disekresi oleh kelenjar mammae ibu dan bermanfaat sebagai  makanan  bagi  bayinya. ASI mengandung zat-zat kekebalan yang melindungi anak dari infeksi dan penyakit kronis serta mengurangi kemungkinan menderita diabetes, asma, obesitas, dan penyakit lainnya di kemudian hari. Menurut World Health Organization (WHO), cakupan ASI eksklusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67.96%, turun dari 69.7% pada 2021. Berbagai faktor memengaruhi pengetahuan tentang pemberian ASI eksklusif, termasuk pengetahuan ibu, usia, tingkat pendidikan, paritas, dan informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusi. Metode: Penelitian kuantitatif cross sectional, dilakukan di UPT Puskesmas Tomuan  pada bulan Oktober 2023 - Juni 2024. Jumlah sampel sebanyak 57 responden yang dikumpulkan menggunakan total sampling dengan kriteria inklusi, yakni ibu dengan memiliki anak di rentang usia 6-24 bulan. Prosedur pelaksanaan pengambilan data pada saat jadwal imunisasi di tiap hari senin dan pada jadwal posyandu balita dilakukan. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner berisi pertanyaan yang mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi. Hasil: Mayoritas responden berusia 34-38 tahun (33.3%), pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 37 responden (61.4%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 37 (64.9%) dengan pendapatan keluarga <2.8 juta/bulan. Mayoritas responden memiliki 1-2 anak sebanyak 31 responden (54.4%), sebanyak 56 responden (98.2%) pernah mendapatkan informasi tentang ASI eksklusi dari tenaga Kesehatan, memiliki sikap positif sebanyak 50 responden (87.7%), dan memberikan ASI eksklusif sebanyak 45 (78.9%). Hasil uji data antara variabel sikap ibu dan pemberian ASI eksklusif mendapatkan p-value 0.000, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusi pada bayi. Hal ini menunjukkan semakin positif sikap yang dimiliki ibu, maka semakin baik pula ibu dalam memberikan ASI eksklusi pada bayi mereka.   Kata Kunci: ASI Eksklusif; Bayi; Ibu Menyusui.
Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Kinerja Perawat di RSU. Mitra Medika Amplas Wahyuni, Septiani Arista; Nasution, Siti Saidah; Siregar, Farida Linda Sari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.47734

Abstract

Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan salah satu faktor krusial dalam menunjang kualitas pelayanan kesehatan. Lingkungan kerja dan motivasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Lingkungan kerja yang mendukung dan motivasi yang tinggi diyakini mampu mendorong perawat untuk bekerja secara optimal dan profesional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 73 perawat yang bekerja di ruang rawat inap RSU Mitra Medika Amplas. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki persepsi baik terhadap lingkungan kerja sebanyak 53 orang (72,6%), cukup baik sebanyak 19 orang (26%), dan kurang sebanyak 1 orang (1,4%). Kinerja perawat diketahui mayoritas berada dalam kategori baik sebanyak 43 orang (58,9%), cukup baik sebanyak 30 orang (41,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0,002). Kesimpulan:Lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat. Lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung bagi perawat untuk meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Motivasi, Kinerja Perawat Abstract Background:Nurses' performance is a crucial factor in determining the quality of health services in hospitals. A conducive work environment, both physically and non-physically, can affect nurses' performance in carrying out their duties. RSU Mitra Medika Amplas has experienced an increase in Bed Occupancy Rate (BOR) above the ideal standard and a high turnover rate among nurses, requiring attention to environmental factors that may affect their performance. Objective:This study aimed to analyze the relationship between the work environment and nurses' performance at RSU Mitra Medika Amplas. Method: This study used a quantitative correlational design. The sample of the study was 73 nurses working in the inpatient ward of RSU Mitra Medika Amplas. Data collection used a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately, bivariate using the Pearson test with a confidence level of 95%. Results: The results of the analysis showed that most nurses had a good perception of the work environment as many as 53 people (72.6%), quite good as many as 19 people (26%), and less as many as 1 person (1.4%). The performance of nurses was known to be mostly in the good category as many as 43 people (58.9%), quite good as many as 30 people (41.1%). The results of the correlation test showed that there was a significant relationship between the work environment and the performance of nurses at RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0.002). Conclusion:There is a significant relationship between the work environment and nurses' performance. A supportive, safe, and comfortable work environment can improve nurses' productivity and the quality of nursing care services in hospitals. Keywords: Work Environment, Nurses' Performance  
Hubungan Implementasi Model Asuhan Keperawatan Profesional (Makp ) Tim dan Kinerja Perawat di RSUD Kota Padangsidimpuan Harahap, Putri Pameliyah; Siregar, Farida Linda Sari; Nasution, Siti Saidah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49012

Abstract

Latar Belakang: Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim merupakan metode pelayanan keperawatan yang menekankan kerja sama tim secara terstruktur dan terorganisasi. Di RSUD Kota Padangsidimpuan, penerapan MAKP Tim masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakseimbangan pembagian tugas, rendahnya koordinasi, serta kurangnya pemahaman tentang peran masing-masing anggota tim. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kinerja perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 perawat ruang rawat inap yang dipilih dengan teknik  sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian: implementasi MAKP Tim, kepuasan kerja, dan kinerja perawat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar perawat memiliki tingkat implementasi MAKP tim dalam kategori tidak baik sebanyak 46 orang (71,9%) dan baik sebanyak 18 orang (28.1%). Kinerja perawat diketahui mayoritas berada pada ketegori cukup baik sebanyak 29 orang (45,3%), tidak baik sebanyak 24 orang (37,5 %). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara implementasi MAKP Tim dengan kinerja perawat di RSUD Kota Padangsidimpuan 0.001 (p< 0.005)  Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara implementasi MAKP Tim dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Padangsidimpuan.