Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Siswi SMA Pasaribu, Tiki Anugraini; Siregar, Farida Linda Sari
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i2.1614

Abstract

Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah parameter status gizi yang dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi akibat perubahan hormon. Masalah gizi, baik kelebihan maupun kekurangan berat badan, dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi yang berdampak pada kesehatan reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara IMT dan siklus menstruasi pada siswi SMA di Kota Medan. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi meliputi 97 siswi SMA Namira Islamic School Medan, dengan sampel sebanyak 79 orang yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki IMT kategori normal (45,6%) dan siklus menstruasi yang teratur (53,2%). Uji Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara IMT dan siklus menstruasi (p=0,001). Siswi dengan IMT dalam rentang normal cenderung memiliki siklus menstruasi teratur, sementara IMT tidak normal berhubungan dengan ketidakteraturan menstruasi. Kesimpulan: Menjaga IMT dalam rentang sehat dapat mendukung keteraturan siklus menstruasi dan berkontribusi positif terhadap kesehatan reproduksi. Diperlukan edukasi gizi yang intensif pada remaja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga status gizi optimal.
Effectiveness of the Ayah ASI Group Education on the Self-efficacy of Pregnant Women in Providing Exclusive Breastfeeding Saima Putri Siregar; Evi Karota Bukit; Farida Linda Sari Siregar
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v13i2.1119

Abstract

The success of exclusive breastfeeding is related to self-efficacy, the mother's belief in her ability to provide exclusive breastfeeding is getting better, and the support ofher husband plays an important role in increasing the mother's self-efficacy. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Ayah ASI group education on pregnant women's self-efficacy in breastfeeding plans. The method used was a quasi experimental non-equivalent with control group pretest-posttest intervention. The sample consisted of 27 respondents in the intervention group at the clinic of Neri midwife clinic and 27 respondents in the   control group at Pratama Niar clinic with consecutive sampling technique. The intervention was given in theform of “Ayah ASI” education for three weeks.
Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Kinerja Perawat di RSU. Mitra Medika Amplas Septiani Arista Wahyuni; Siti Saidah Nasution; Farida Linda Sari Siregar
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.47734

Abstract

Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan salah satu faktor krusial dalam menunjang kualitas pelayanan kesehatan. Lingkungan kerja dan motivasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Lingkungan kerja yang mendukung dan motivasi yang tinggi diyakini mampu mendorong perawat untuk bekerja secara optimal dan profesional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 73 perawat yang bekerja di ruang rawat inap RSU Mitra Medika Amplas. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki persepsi baik terhadap lingkungan kerja sebanyak 53 orang (72,6%), cukup baik sebanyak 19 orang (26%), dan kurang sebanyak 1 orang (1,4%). Kinerja perawat diketahui mayoritas berada dalam kategori baik sebanyak 43 orang (58,9%), cukup baik sebanyak 30 orang (41,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0,002). Kesimpulan:Lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat. Lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung bagi perawat untuk meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Motivasi, Kinerja Perawat Abstract Background:Nurses' performance is a crucial factor in determining the quality of health services in hospitals. A conducive work environment, both physically and non-physically, can affect nurses' performance in carrying out their duties. RSU Mitra Medika Amplas has experienced an increase in Bed Occupancy Rate (BOR) above the ideal standard and a high turnover rate among nurses, requiring attention to environmental factors that may affect their performance. Objective:This study aimed to analyze the relationship between the work environment and nurses' performance at RSU Mitra Medika Amplas. Method: This study used a quantitative correlational design. The sample of the study was 73 nurses working in the inpatient ward of RSU Mitra Medika Amplas. Data collection used a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately, bivariate using the Pearson test with a confidence level of 95%. Results: The results of the analysis showed that most nurses had a good perception of the work environment as many as 53 people (72.6%), quite good as many as 19 people (26%), and less as many as 1 person (1.4%). The performance of nurses was known to be mostly in the good category as many as 43 people (58.9%), quite good as many as 30 people (41.1%). The results of the correlation test showed that there was a significant relationship between the work environment and the performance of nurses at RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0.002). Conclusion:There is a significant relationship between the work environment and nurses' performance. A supportive, safe, and comfortable work environment can improve nurses' productivity and the quality of nursing care services in hospitals. Keywords: Work Environment, Nurses' Performance  
Hubungan Implementasi Model Asuhan Keperawatan Profesional (Makp ) Tim dan Kinerja Perawat di RSUD Kota Padangsidimpuan Putri Pameliyah Harahap; Farida Linda Sari Siregar; Siti Saidah Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49012

Abstract

Latar Belakang: Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim merupakan metode pelayanan keperawatan yang menekankan kerja sama tim secara terstruktur dan terorganisasi. Di RSUD Kota Padangsidimpuan, penerapan MAKP Tim masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakseimbangan pembagian tugas, rendahnya koordinasi, serta kurangnya pemahaman tentang peran masing-masing anggota tim. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kinerja perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 perawat ruang rawat inap yang dipilih dengan teknik  sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian: implementasi MAKP Tim, kepuasan kerja, dan kinerja perawat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar perawat memiliki tingkat implementasi MAKP tim dalam kategori tidak baik sebanyak 46 orang (71,9%) dan baik sebanyak 18 orang (28.1%). Kinerja perawat diketahui mayoritas berada pada ketegori cukup baik sebanyak 29 orang (45,3%), tidak baik sebanyak 24 orang (37,5 %). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara implementasi MAKP Tim dengan kinerja perawat di RSUD Kota Padangsidimpuan 0.001 (p< 0.005)  Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara implementasi MAKP Tim dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Padangsidimpuan.
Motivasi dan Self-Efficacy Terhadap Kinerja Perawat dalam Resusitasi Jantung Paru (Rjp) di Instalasi Gawat Erlinda Sari Pasaribu; Diah Arruum; Siti Saidah Nasution; Farida Linda Sari Siregar; Isti Ilmiati Fujiati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53045

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan bagian dari kinerja perawat dalam pencegahan kecacatan dan kematian untuk menjaga keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kinerja perawat dalam RJP berkaitan dengan motivasi dan Self-Efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan motivasi dan self-efficacy terhadap kinerja perawat dalam pelaksanaan RJP di IGD Rumah Sakit di Medan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 73 perawat yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner motivasi, self-efficacy, dan kinerja perawat yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji pearson dan regresi linier berganda dengan p-value 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki motivasi tinggi 93,2%, self-efficacy tinggi 97,3%, dan kinerja perawat seluruhnya baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi dengan kinerja (p=0,000; r=0,425) serta antara self-efficacy dengan kinerja (p=0,000; r=0,401), yang berarti semakin tinggi motivasi dan self-efficacy maka semakin baik kinerja perawat. Analisis regresi menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh signifikan dengan motivasi sebagai faktor dominan (β=0,350; p=0,001) . Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara motivasi dan self-efficacy dalam meningkatkan kinerja perawat pada pelaksanaan RJP. Manajer keperawatan perlu mengoptimalkan pelatihan berbasis simulasi klinis dan supervisi guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan gawat darurat.
Pengaruh Intervensi Manajemen Diri Berbasis Peningkatan Self-Efficacy Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Tafrina Ginting; Evi Karota; Riswani Tanjung; Farida Linda Sari Siregar; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58143

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi dan mengontrol kadar glukosa darah. Salah satu pendekatan penting adalah intervensi manajemen diri berbasis peningkatan self-efficacy agar pasien mampu menjalankan perilaku perawatan mandiri secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest nonequivalent control group design. Sebanyak 76 pasien DM tipe II dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi (n=38) di Puskesmas Binjai Kota dan kelompok kontrol (n=38) di Puskesmas Rambung. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 272,34 mg/dL menjadi 190,97 mg/dL (p=0,001), sedangkan pada kelompok kontrol hanya berubah dari 269,34 mg/dL menjadi 267,92 mg/dL (p=0,788). Uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,001). Simpulan yaitu intervensi manajemen diri berbasis self-efficacy efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II dan dapat dipertimbangkan sebagai strategi keperawatan di layanan kesehatan primer. Kata kunci: self-efficacy, manajemen diri, diabetes melitus, kadar glukosa darah
Efektivitas Terapi Musik dalam Menurunkan Mual Muntah Pada Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tania Cristine Br Barus; Mula Tarigan; Farida Linda Sari Siregar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58235

Abstract

Mual muntah akibat kemoterapi atau chemotherapy induced nausea and vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping yang paling sering dialami pasien kanker payudara dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien selama menjalani terapi. Walaupun terapi antiemetik telah diberikan, sebagian pasien masih mengalami mual muntah sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis sebagai terapi pendamping. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi musik dalam menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi musik selama 25 menit sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan saat kemoterapi berlangsung, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi antiemetik standar. Instrumen penelitian menggunakan Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan mual muntah yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi musik dengan nilai p-value <0,05. Hasil uji Mann Whitney juga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada hasil posttest dengan nilai p-value <0,05. Terapi musik efektif dalam menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.
Efektivitas Edukasi Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pemberian MPASI Pada Anak Usia 6-23 Bulan Rissa Restina Utami; Farida Linda Sari Siregar; Siti Zahara Nasution; Zulhaida Lubis; Siti Saidah Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59856

Abstract

Masalah gizi pada anak usia 6–23 bulan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah urban seperti Jakarta Timur. Praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang belum sesuai rekomendasi menunjukkan perlunya edukasi yang memadai, terstruktur, dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi edukasi terhadap perilaku ibu dalam pemberian MPASI pada anak usia 6–23 bulan yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan Januari–Juni 2026 di Puskesmas Duren Sawit sebagai kelompok intervensi dan Puskesmas Jatinegara sebagai kelompok kontrol. Sampel berjumlah 84 responden yang terdiri dari 42 ibu pada kelompok intervensi dan 42 ibu pada kelompok kontrol, dipilih menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi menerima edukasi MPASI melalui buklet, video edukasi, demonstrasi memasak, diskusi interaktif, dan tindak lanjut melalui WhatsApp, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam kelompok intervensi setelah edukasi (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan perilaku yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol dengan mean rank 52,65 dan 32,35 (p=0,000). Disimpulkan bahwa edukasi MPASI berbasis buklet, video edukasi, demonstrasi memasak, dan tindak lanjut WhatsApp efektif meningkatkan perilaku ibu dalam pemberian MPASI sehingga mendukung pencegahan masalah gizi pada anak usia 6–23 bulan.
Effectiveness of Supportive Care Interventions on Psychological Distress in Breast Cancer Patients Desi Lianti Sari Hasibuan; Dudut Tanjung; Farida Linda Sari Siregar
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5146

Abstract

Supportive care interventions (SCI) are interventions used as symptom management of the side effects of breast cancer disease and treatment. This study aims to analyze the effectiveness of supportive care interventions on psychological distress in patients diagnosed with breast cancer. The research method used a quasi-experimental non-equivalent design with control group pretest-posttest, the research sample was 50 respondents consisting of two groups with each group of 25 respondents. Psychological distress (PD) was assessed using the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS. The bivariate analysis used was paired t-test and independent t-test. The results showed that there was a significant difference in psychological distress in the intervention group and control group after supportive care interventions with an average value of psychological distress (anxiety) in the intervention group (Mean = 4.16; SD = 1.700) and the control group (Mean = 0.24; SD = 0.879), while the average value of psychological distress (depression) in the intervention group was (Mean = 3.24; SD = 1.53) and the control group (Mean = 0.28; SD = 0.76). Statistical results obtained p=0.001 (<0.05). The conclusion of this study is that there is an effectiveness of supportive care interventions on psychological distress of breast cancer patients.