Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Penggunaan Dana Desa dalam Rangka Peningkatan Gizi Balita terhadap Pencegahan Stunting di Kampung Nusei, Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 Mohamad Emin Refideso; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Sarce Makaba; Novita Medyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58098

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan Dana Desa merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mendukung program peningkatan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi penggunaan Dana Desa dalam peningkatan gizi balita di Kampung Nusei Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif berdasarkan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas aparat kampung, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan gizi balita telah menjadi prioritas pembangunan kampung dan didukung oleh alokasi Dana Desa, tenaga kesehatan, serta kader posyandu. Program dilaksanakan melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan pemantauan pertumbuhan balita. Program memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting. Namun, penguatan kapasitas kader, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program
Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) Berdasarkan Model Input–Process–Output (IPO) di Puskesmas Andey Kabupaten Biak Numfor Evan Kusmiati; Agus Zainuri; Yacob Ruru; Martapina Anggai; Rosmin M. Tingginehe; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58947

Abstract

Transformasi digital melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi RME di Puskesmas Andey Kabupaten Biak Numfor berdasarkan model Input–Process–Output (IPO). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, penanggung jawab RME, dokter, perawat, bidan, analis kesehatan, tenaga farmasi, petugas administrasi, dan tenaga kesehatan masyarakat. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek input belum optimal karena keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana, serta belum tersedianya kebijakan dan SOP yang memadai. Pada aspek proses, implementasi RME hanya berlangsung selama empat bulan pada tahun 2025 dan kemudian dihentikan sehingga pelayanan kembali menggunakan sistem manual. Pada aspek output, RME mampu meningkatkan kecepatan akses data, mengurangi kesalahan pencatatan, dan meningkatkan efisiensi administrasi, meskipun manfaatnya belum optimal akibat kendala pada aspek input dan proses.
Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Sistem Manajemen dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan Inra Sari Mariyani Nainggolan; Agus Zainuri; Arius Togodly; Novita Medyati; Sarce Makaba; Roby Kayame
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58949

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan di puskesmas. Budaya organisasi dan sistem manajemen yang baik diyakini dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan yang efektif dan berkualitas. Namun, capaian beberapa indikator pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanah Miring masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan budaya organisasi dan sistem manajemen dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tanah Miring Kabupaten Merauke. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Puskesmas Tanah Miring sebanyak 66 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan pengukuran asosiasi menggunakan Rasio Prevalensi (RP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja baik (71,2%), budaya organisasi baik (54,5%), dan sistem manajemen baik (57,6%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi maupun sistem manajemen dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tanah Miring.
Analisis Pengaruh Dimensi Keberhasilan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Berdasarkan Model DeLone dan McLean Terhadap Efisiensi Operasional RS Sele Be Solu Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya Susiyanti Bless; Agus Zainuri; Yacob Ruru; Hasmi Hasmi; Arius Togodly; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61206

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan bagian penting dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional rumah sakit. Keberhasilan implementasi SIMRS dipengaruhi oleh berbagai faktor yang perlu dievaluasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dimensi keberhasilan SIMRS berdasarkan Model DeLone dan McLean, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih (net benefits) terhadap efisiensi operasional RS Sele Be Solu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai pengguna SIMRS sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi keberhasilan SIMRS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional rumah sakit. Variabel manfaat bersih (net benefits) merupakan faktor yang paling dominan. Implementasi SIMRS berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi waktu pelayanan, proses kerja, pemanfaatan sumber daya manusia, dan efisiensi biaya operasional.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika Surio Arrang Bua; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Paula Nancy Lefaan; Muhammad Akbar Nurdin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61436

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil dan dapat menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil di BLUD Puskesmas Timika Jaya, Kabupaten Mimika. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 506 responden yang terdiri dari 155 kasus dan 351 kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square, Odds Ratio (OR), 95% Confidence Interval (95%CI), serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (p=0,265; OR=1,327; 95%CI=0,846–2,083) dan usia kehamilan (p=0,229; OR=1,306; 95%CI=0,875–1,951) tidak berhubungan dengan kejadian ISK. Sebaliknya, paritas (p<0,001; OR=0,431; 95%CI=0,292–0,637), status anemia (p=0,010; OR=2,078; 95%CI=1,219–3,544), dan riwayat ISK sebelumnya (p<0,001; OR=6,345; 95%CI=3,820–10,537) berhubungan signifikan dengan kejadian ISK. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat ISK sebelumnya merupakan faktor paling dominan (OR=6,867; 95%CI=4,050–11,643; p<0,001). Disimpulkan bahwa paritas, status anemia, dan riwayat ISK sebelumnya berhubungan dengan kejadian ISK pada ibu hamil.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SORENDIWERI KABUPATEN SUPIORI Ida Merry Rumanasen; Novita Mediati; Sarce Makaba; Muhammad Akbar Nurdin
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.14379

Abstract

Malaria remains a major public health problem in endemic areas, including Supiori Regency, Papua, with pregnant women representing a vulnerable population due to the increased risk of infection and pregnancy-related complications. This study aimed to analyze the association between behavioral factors, including knowledge level, use of insecticide-treated bed nets, nighttime outdoor activities, and mosquito repellent use, and malaria incidence among pregnant women in the working area of Sorendiweri Community Health Center, Supiori Regency. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 43 pregnant women (n = 43) selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a 95% confidence level. The strength of association was expressed as the Prevalence Ratio (PR). The results showed that knowledge level (p = 0.971), use of insecticide-treated bed nets (p = 0.665), nighttime outdoor activities (p = 0.343), and mosquito repellent use (p = 0.193) were not significantly associated with malaria incidence among pregnant women. However, nighttime outdoor activities demonstrated a higher tendency of risk (PR = 2.400). It can be concluded that malaria incidence among pregnant women in endemic areas is likely to be more strongly influenced by environmental conditions and vector density than by individual behavioral factors. Therefore, integrated health promotion, vector control, and consistent use of insecticide-treated bed nets should continue to be strengthened. ABSTRAK Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis, termasuk Kabupaten Supiori, Papua, dengan ibu hamil sebagai kelompok yang rentan mengalami komplikasi akibat infeksi malaria. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor perilaku, meliputi tingkat pengetahuan, penggunaan kelambu berinsektisida, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, dan penggunaan obat nyamuk, dengan kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sorendiweri Kabupaten Supiori. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu hamil (n = 43) yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%, dengan kekuatan hubungan dinyatakan sebagai Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (p = 0,971), penggunaan kelambu berinsektisida (p = 0,665), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p = 0,343), dan penggunaan obat nyamuk (p = 0,193) tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Meskipun demikian, kebiasaan keluar rumah pada malam hari menunjukkan kecenderungan risiko yang lebih tinggi (PR = 2,400). Disimpulkan bahwa kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah endemis kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kepadatan vektor dibandingkan faktor perilaku individu. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, pengendalian vektor, serta peningkatan penggunaan kelambu berinsektisida secara konsisten tetap perlu diperkuat.
Hyperuricemia and Hypertension Screening in Residents of RT 004 / RW 009 Vim Village, Abepura District Hasmi Hasmi; Sarce Makaba
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v4i4.258

Abstract

Hyperuricemia and Hypertension screening in Indonesia has received attention due to its association with various non-communicable diseases (NCDs) and metabolic syndromes, including cardiovascular disease and chronic kidney disease. Public health initiatives have been implemented to increase public awareness and early detection through blood tests for uric acid levels. This service aims to find and treat early residents of RT 004 / RW 009 Vim Village, Abepura District who are diagnosed with Hyperuricemia and Hypertension and provide counseling. The form of activity is screening residents of RT 004/RW 009 using Rapid Diagnosis test and digital tension tools as well as the provision of hypourisemia drugs and conducting counseling by actively going directly to the field to residents' homes which is carried out for a month. The results of the service found that out of the 74 residents screened, 53 residents (71.6%) were hyperuricemia and 58 residents (78.3%) were detected with hypertension. Of the 58 people who suffered from hypertension, 34 residents (82.9%) were >=45 years old, 23 were male, and 23 (79.3%) were Papuans. Of the 53 residents who were detected with Hyperuricemia, 30 (73.2%) were >=45 years old, 21 (72.4%) were male, and 47 were non-Papuan (72.3%). Hyperuricemia and Hypertension are classified as very high >70%, this needs to be a concern for early detection and continuous counseling.
Analisis Tematik Kinerja Manajemen Obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan Ronny Ronny Herry Tombokan; Sarce Makaba; Arius Togodly; Novita Medyati; Yulius S. Paiting; Yacob Ruru
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang menjamin ketersediaan obat dengan jenis, jumlah, mutu, dan waktu yang tepat. Daerah terpencil seperti Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan dengan kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyelenggaraan manajemen obat yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kinerja manajemen obat serta faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya di Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung telaah dokumen dan kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi sembilan tema, yaitu perencanaan obat, pengadaan obat, distribusi obat, kapasitas sumber daya manusia, sistem informasi, kebijakan, anggaran, kondisi geografis, dan kinerja manajemen obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja manajemen obat terbentuk melalui interaksi faktor internal dan eksternal sehingga permasalahan ketersediaan obat tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan pengadaan atau distribusi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan tematik yang menunjukkan interaksi berbagai faktor tersebut dalam membentuk kinerja manajemen obat pada konteks wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya. Secara praktis, temuan penelitian dapat menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi untuk memperkuat perencanaan berbasis data, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperbaiki sistem informasi dan koordinasi, serta menyesuaikan pengadaan dan distribusi dengan kondisi geografis wilayah. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja manajemen obat memerlukan pendekatan terintegrasi dengan mempertimbangkan kedua faktor tersebut.
Evaluasi Ketepatan Waktu dan Kelengkapan Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada Unit Pelapor di Provinsi Papua Tengah Tahun 2025 Lambert Daniel Antoh; Dolfinus Yufu Bouway; Robby Kayame; Sarce Makaba; Arius Togodly; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63162

Abstract

Ketepatan waktu dan kelengkapan laporan merupakan indikator penting dalam menilai kinerja Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Di Provinsi Papua Tengah, capaian kedua indikator masih di bawah target nasional sehingga berpotensi menghambat deteksi dini Kejadian Luar Biasa (KLB) dan respons kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pelaksanaan ketepatan waktu dan kelengkapan laporan SKDR pada unit pelapor di Provinsi Papua Tengah Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive, meliputi pengelola SKDR tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan unit pelapor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan pelaporan SKDR belum optimal. Faktor yang memengaruhi meliputi kompetensi petugas, beban kerja, sarana, jaringan internet, supervisi, monitoring, koordinasi, komunikasi, dan dukungan pimpinan. Perbaikan memerlukan peningkatan kapasitas, penguatan supervisi, koordinasi, sarana, dan komitmen pimpinan.