Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pandangan Imam Al-Ghazali tentang Tugas Pokok Pelajar Ade Ismail Fahmi; Herdian Kertayasa; Vina Febiani Musyadad
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i1.1211

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seorang siswa yang melakukan penganiayaan berupa penikaman terhadap guru salah satu SMK di Manado (https://www.liputan6.com/regional/read/4092830/ditegur-karena-merokok-di-lingkungan-sekolah-siswa-smk-aniaya-guru) dan adanya siswa yang mem-bully guru di salah satu SMP Gresik, Jawa Timur (https://news.detik.com/berita/d-4423725/viral-murid-tantang-guru-ppp-soroti-pendidikan-karakter-di-sekolah). Hal ini telah menjadi catatan buruk dalam dunia pendidikan Indonesia khususnya berkaitan dengan karakter, kenakalan pelajar serta tugas pokok pelajar. Padahal dalam pandangan al-Ghazali, salah satu kesuksesan siswa (pelajar) di dalam pencarian terhadap ilmu yaitu ia senantiasa harus khidmat, tawadhu dan hormat kepada gurunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Imam Al-Ghazali mengenai tugas-tugas pokok seorang pelajar. Metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan (library research). Disebut penelitian kepustakaan karena data-data atau bahan-bahan yang diperlukan dalam menyelesaikan penelitian ini berasal dari perpustakaan baik berupa buku, ensklopedi, kamus, jurnal, dokumen, majalah dan lain sebagainya. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu : a) tahap orientasi b) tahap eksplorasi c) tahap studi terfokus. Khusus yang diteliti adalah tentang pandangan Imam Al-Ghazali terhadap tugas pokok pelajar dimana peneliti mengumpulkan data dari karya-karyaanya diantaranya; 1) Ihya` Ulum al-Din, Bidayatul Hidayah, dan Minhaj al-Abidin. Dari berbagai literatur-literatur tersebut menyimpulkan bahwa tugas pokok pelajar dalam pandangan al-Ghazali: (1) membersihkan karakter tercela, (2) fokus dan konsentrasi belajar, (3) ta’dzim/hormat terhadap guru, (4) belajar dari materi dasar, (5) mempelajari ilmu untuk ma’rifat kepada Allah SWT, (6) mendahulukan ilmu yang terpenting baginya, (7) belajar ilmu sampai tuntas, (8) mengetahui akan kemuliaan suatu ilmu, (9) harus mempunyai tujuan yang mulia, dan (10) haruslah mengetahui hubungan ilmu dengan tujuannya.
Strategi Guru Mengembangkan Literasi Membaca Siswa Kelas Rendah melalui Kegiatan Literasi Pagi Terstruktur Vina Febiani Musyadad Vina; Supandi; Agus Jaenal; Susilawati; Siti Nur Fikriyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6396

Abstract

Perubahan pola belajar pada siswa sekolah dasar menempatkan kegiatan membaca sebagai fondasi utama dalam membangun kemampuan berpikir, membentuk kebiasaan belajar, dan menumbuhkan kemandirian literasi sejak tahap awal pendidikan. Pada praktik keseharian di kelas rendah, proses membaca tidak hanya hadir sebagai aktivitas rutin, tetapi berkembang sebagai ruang interaksi antara guru, siswa, dan lingkungan belajar melalui kegiatan literasi pagi yang disusun secara terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara mendalam mekanisme implementasi, peran pihak-pihak terkait, serta bentuk konsistensi dan variasi praktik yang muncul selama proses pelaksanaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola makna yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program berlangsung secara terstruktur, melibatkan koordinasi antarelemen pelaksana, dan didukung komitmen aktor kunci, meskipun dalam praktiknya tetap dipengaruhi oleh kondisi sumber daya, budaya kelembagaan, dan dinamika lingkungan kerja. Selain itu, ditemukan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh komunikasi, adaptasi strategi, serta keterpaduan antara kebijakan dan praktik operasional sehari-hari. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen implementasi, peningkatan kapasitas pelaksana, serta pengembangan kebijakan berbasis temuan empiris agar program serupa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
The Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar: Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar Mia Audina Musyadad Mia; Agus Jaenal; Rahman Tanjung; Vina Febiani Musyadad; Diah Widiawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6397

Abstract

Pembelajaran matematika pada tingkat dasar menuntut pendekatan yang mampu menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret siswa, terutama pada materi pecahan yang kerap menjadi sumber kesulitan konseptual dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan pemahaman konsep pecahan melalui penggunaan media konkret serta menelaah bentuk implementasi dan dampaknya terhadap konstruksi pemahaman siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi lapangan, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan serangkaian strategi berbasis aktivitas manipulatif, representasi bertahap, dan pengaitan dengan situasi kontekstual sehingga siswa mampu memaknai pecahan sebagai bagian dari keseluruhan sebelum beralih pada simbol dan operasi matematis. Penggunaan media konkret seperti potongan kertas, benda kelas, serta alat peraga buatan guru terbukti membantu proses visualisasi konsep, meningkatkan keterlibatan belajar, dan memfasilitasi transisi pemahaman dari pengalaman nyata menuju representasi abstrak. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran pecahan yang dirancang secara sistematis melalui pengalaman langsung mampu memperkuat proses internalisasi konsep pada siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan memanfaatkan media konkret sebagai strategi pembelajaran konseptual, serta perlunya dukungan kelembagaan agar praktik serupa dapat diadopsi secara lebih luas dalam pembelajaran matematika dasar.
Implementasi Nilai-Nilai Fikih Kontemporer Dalam Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama Riki Faisal; Neneng Nurhasanah; Gina Kania; Hasan Al Banna; Vina Febiani Musyadad
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9528

Abstract

Islamic education today faces the challenge of developing a generation that is moderate, tolerant, and responsive to changing times. This study aims to examine the implementation of contemporary Islamic jurisprudence values in the Islamic Education curriculum based on religious moderation at the elementary school level. The background of this study is based on the importance of presenting religious learning that is contextual, inclusive, and based on the values of benefit. The approach used was a qualitative case study method, located at SDIT Kasih Ibu, East Karawang District. Data collection techniques included in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving teachers, the principal, and students. The results of the study indicate that contemporary Islamic jurisprudence values such as empathy, social justice, tolerance, and responsibility have been integrated into learning through contextual strategies and habituation practices in the school environment. Teachers play a central role in inserting these values into lesson plans and learning activities without having to express them in formal Islamic jurisprudence terminology. In conclusion, the implementation of contemporary Islamic jurisprudence values in elementary education can be effective through a reflective, participatory, and character-based approach, which is in line with the spirit of religious moderation in Islamic education. The implication is that Islamic education needs to be directed at strengthening a contextual and humanistic value-based curriculum from the elementary level.
PERAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN DESA Vina Febiani Musyadad; Aisyah Nursyifa; Rika Agustriani; Sumiyati Sumiyati; Lina Yuliawati
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 4 No. 4 (2026): Artikel Pengabdian bulan Januari-Maret 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v4i4.1420

Abstract

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pokdarwis dalam mengembangkan Desa Karangjaya, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang. Metode pelaksanaan pengabdian yakni dengan 3 (tiga) tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Pokdarwis berperan dalam (1) pengelolaan potensi wisata berbasis kearifan lokal, (2) pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan UMKM, (3) promosi destinasi wisata, dan (4) menjaga kelestarian lingkungan. Keterlibatan mahasiswa STIT Rakeyan Santang dalam kegiatan ini adalah sebagai fasilitator, pendamping, serta memberikan edukasi terkait manajemen wisata serta membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui pengembangan berbagai sektor tersebut berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Namun, tantangan masih ditemui berupa keterbatasan dana, kurangnya SDM yang terlatih, serta promosi digital yang belum maksimal, membutuhkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan mitra eksternal. Dengan demikian, sinergi antara Pokdarwis, masyarakat, dan mahasiswa mampu mempercepat pengembangan desa wisata berkelanjutan.
Hubungan Pembiasaan Tahfidz Juz 30 Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa Di Kelas 5 MIS Nurul Falah Majalaya Karawang Esya Nurul Qur’ani; Vina Febiani Musyadad; Asep Supriatna
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menghafal Juz 30 dengan kecerdasan spiritual siswa kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menumbuhkan kecerdasan spiritual siswa melalui kegiatan keagamaan, khususnya kebiasaan menghafal Al-Qur’an sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasi. Subjek penelitian terdiri dari 37 siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert yang dikembangkan berdasarkan indikator kebiasaan menghafal Juz 30 dan kecerdasan spiritual siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product-Moment untuk menentukan hubungan antara variabel X dan variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menghafal Juz 30 berkontribusi positif terhadap perkembangan kecerdasan spiritual siswa. Siswa yang terbiasa menghafal Al-Qur’an secara teratur menunjukkan perilaku yang lebih disiplin, memiliki rasa pengabdian keagamaan yang lebih kuat, bersikap sopan, dan menunjukkan tingkat kepedulian sosial yang lebih tinggi. Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga membantu para siswa mencapai ketenangan batin dan meningkatkan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan menghafal Juz 30 memberikan dampak positif terhadap kecerdasan spiritual para siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang.
Efektivitas Model Talking Stick Berbasis Teknik Bernyanyi Terhadap Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas V MI Tarbiyatul Athfal Zulfani Rahman; Vina Febiani Musyadad; Asep Supriatna
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.90

Abstract

Rendahnya penguasaan kosakata bahasa Arab menjadi salah satu kendala yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Talking stick berbasis teknik bernyanyi terhadap penguasaan kosakata bahasa Arab siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 21 siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui tes penguasaan kosakata bahasa Arab yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji t sampel berpasangan (paired sample t-test), dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 6,52 pada pretest menjadi 8,95 pada posttest. Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh skor sebesar 0,29 yang termasuk kategori rendah. Meskipun demikian, penerapan model Talking stick berbasis teknik bernyanyi terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan penguasaan kosakata bahasa Arab siswa. Model pembelajaran ini juga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, model Talking stick berbasis teknik bernyanyi dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung peningkatan penguasaan kosakata bahasa Arab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah.
HUBUNGAN PEMBIASAAN (TA’WĪD) BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DENGAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI MIN 2 KARAWANG Yani Yani; Vina Febiani Musyadad; Rahman Tanjung
MURABBI Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Murabbi
Publisher : Prodi PGMI STAI Sabili Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69630/jm.v5i1.102

Abstract

This study was motivated by the importance of students’ learning discipline at the madrasah ibtidaiyah level and the need for a structured habituation strategy to develop orderly, responsible, and consistent learning behavior. This study aimed to describe an Islamic values-based habituation strategy, describe students’ learning discipline, and analyze the relationship between both variables among fifth-grade students at MIN 2 Karawang. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 52 fifth-grade students selected through total sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, and then analyzed using descriptive statistics, normality testing, and Spearman Rank correlation. The results showed that the Islamic values-based habituation strategy was in the high category with a mean score of 30.79, while students’ learning discipline was also in the high category with a mean score of 31.71. The highest indicator of the habituation strategy was behavioral reinforcement, while the highest indicator of learning discipline was responsibility. The correlation test revealed a positive, significant, and strong relationship between the Islamic values-based habituation strategy and students’ learning discipline, with a correlation coefficient of 0.774 and a significance value of less than 0.001. In conclusion, the better the Islamic values-based habituation strategy is implemented, the higher the students’ learning discipline will be.