Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF ISLAMIC BOARDING SCHOOL-BASED EDUCATIONAL MANAGEMENT TO IMPROVE STUDENT DISCIPLINE AND INDEPENDENCE Asep Supriatna; Warsali Warsali; Saepudin Saepudin; Susilawati Susilawati; Agus Jaenal
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2316

Abstract

Islamic boarding school-based educational management is a relevant character development model in facing the challenges of moral degradation and low student independence in the modern era. This study aims to analyze the implementation of Islamic boarding school-based educational management at SMPIT Manbaul Ulum in improving student discipline and independence. The research approach used is a qualitative case study. Data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, which were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results show that the implementation of Islamic boarding school-based educational management is carried out through the integration of religious values in all school activities, consistent regulation of discipline, habituation of congregational worship, and strengthening student personal responsibility through independence programs. Student discipline is increased through structured supervision and positive behavioral habits, while independence grows through assignments that encourage self-management and independent decision-making. These findings prove that the Islamic boarding school-based educational management model is effective in shaping students' disciplined and independent character. The implications of this study indicate that the Islamic boarding school-based approach can be an alternative educational management strategy that focuses not only on academic achievement, but also on character development.
PENANAMAN NILAI KEBANGSAAN DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Asep Supriatna; Agus Jaenal; Rian Permana Suryadipraja; Rahman Tanjung; Emi Anggreani Masjur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4671

Abstract

Perkembangan globalisasi membawa pengaruh yang signifikan terhadap perubahan sosial dan budaya masyarakat, termasuk dalam pembentukan sikap kebangsaan pada generasi muda. Dalam konteks pendidikan dasar, penguatan nilai kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan karena berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, dan kebersamaan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penanaman nilai kebangsaan dalam pembelajaran IPS melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Wildan Kecamatan Rawamerta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, siswa, dan kepala madrasah sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai kebangsaan dalam pembelajaran IPS dilakukan melalui integrasi kearifan lokal yang dikaitkan dengan pengalaman sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar untuk menjelaskan konsep persatuan, kebersamaan, dan kerja sama. Proses pembelajaran tersebut mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka memahami nilai kebangsaan secara lebih konkret. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran kebangsaan pada siswa pendidikan dasar.
SANTRI-SERVICE CENTER : PELATIHAN STANDAR OPERASIONAL PELAYANAN DAN HOSPITALITY BAGI PENGURUS PONDOK PESANTREN Candra Mochamad Surya; Ade Ismail Fahmi; Abdul Fatah; Agus Jaenal; Siti Aminah
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1174

Abstract

Pondok pesantren di era modern dituntut untuk mengelola tata kelola pelayanan secara profesional tanpa mengikis nilai-nilai keislaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan konsep Santri-Service Center berbasis hospitality spiritual guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendampingan dilaksanakan selama dua bulan di Pondok Pesantren Daarul Hufaz, Kecamatan Batujaya, Karawang, dengan melibatkan 25 orang pengurus santri dan staf tata usaha sebagai subjek dampingan aktif. Tahapan PAR diterapkan secara sistematis meliputi pemetaan aset (Discovery), perumusan visi layanan (Dream), penyusunan draf Standar Operasional Prosedur/SOP (Design), pelaksanaan workshop dan roleplay hospitality (Destiny), serta evaluasi dan pembentukan Local Champions (Documentation). Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya pranata baru berupa unit Santri-Service Center, terkonfigurasinya layanan WhatsApp Business terpadu, serta tersedianya empat dokumen SOP Pelayanan Utama. Kegiatan ini juga berhasil mengubah perilaku pengurus menjadi lebih responsif, ramah, dan profesional, serta melahirkan kepemimpinan lokal penanggung jawab mutu layanan. Implikasi dari kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi manajemen pelayanan modern ke dalam budaya pesantren mampu memangkas kesenjangan komunikasi, meningkatkan kepuasan wali santri, dan memperkuat citra positif pesantren. Model pendampingan ini dapat menjadi acuan strategis bagi transformasi tata kelola pelayanan pada lembaga pendidikan Islam berbasis keagamaan lainnya.