Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Teknologi Pupuk Hayati pada Budidaya Kelengkeng di Kabupaten Kampar Siswati, Latifah; Ariyanto, Anto; Lestari, Sri Utami; Setiawan, David; Yandra, Alexsander
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 4 No. 3 (2020): Penguatan Pelayanan Publik dan Inovasi Riil melalui Pengabdian Masyarakat dan P
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v4i3.588

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang diikuti oleh peningkatan kesejahteraan dan kesadaran masyarakat terhadap gizi akan mengarah pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap buah-buahan. Bahkan untuk memenuhi permintaan impor kelengkeng pun dilakukan yaitu dari Thailand, Vietnam dan dari China. Kendala pada umumnya untuk pertumbuhan dan produksi tanaman biasanya adalah karena tanah di Riau pada umumnya didominasi oleh jenis tanah marginal yaitu tanak PMK (Ultisol) dan tanah gambut (Histosol). Maka untuk itu diperlukan upaya perbaikan pemberian bahan ameliorasi seperti pupuk organik, pupuk an organik dan pupuk hayati. Dengan mamanipulasi lingkungan khususnya tanah diharapkan pertumbuhan dan produksi tanaman dapat lebih maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan melalui pelatihan kepada mitra khususnya kelompok tani di Kab.Kampar tentang penerapan teknologi penanaman dan perawatan pohon kelengkeng pingpong , mendorong kelompok petani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng pingpong dengan menanam pohon kelengkeng di lahan/halaman rumah masing-masing sehingga nantinya Kab.Kampar akan menjadi sentra buah kelengkeng. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 tahap yaitu penyuluhan, pelatihan teknologi budidaya kelengkeng, pendampingan berkala. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi teknologi pupuk hayati bagi budidaya klengkeng menjadi trend baru dalam mendorong kelompok tani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng khususnya klengkeng pingpong
Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Pengalihan Fungsi Usaha Tani Karet menjadi Sawit di Desa Redang Seko Saputra, Aldia; Nurwati, Niken; Ariyanto, Anto
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.6-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengubah perkebunan karet menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Redang Seko, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian dilakukan dengan metode regresi logistik dengan sampel 60 responden, terdiri dari 30 petani karet dan 30 petani yang beralih ke kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, harga karet per kilogram, harga kelapa sawit per kilogram, dan pendapatan alternatif secara signifikan mempengaruhi keputusan petani untuk beralih tanaman. Sementara itu, faktor-faktor seperti usia, pengalaman bertani, dan luas lahan tidak signifikan secara statistik. Studi ini menyimpulkan bahwa rasionalitas ekonomi, khususnya harga pasar dan sumber pendapatan tambahan, memainkan peran utama dalam keputusan konversi penggunaan lahan. Temuan ini dapat dijadikan acuan kebijakan pembangunan pertanian dan strategi pengelolaan lahan berkelanjutan.
The Effects Of Converting Rubber Plantation Land To Oil Palm Plantations On Community Welfare In Pantai Raja Village, Perhentian Raja District, Kampar Regency Bahruslim, Bahruslim; Apriyanto, Mulono; Ariyanto, Anto
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Special Issue: Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikt
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v13i2.8285

Abstract

This study aims to determine the elements influencing land use transformation in Pantai Raja Village, Perhentian Raja District, Kampar Regency. The study aims to assess the effects of land function transition on community welfare. This study aims to assess the positive and negative impacts of alterations in land function. The study used a mixed-method approach, integrating quantitative and qualitative techniques to gather more comprehensive, valid, reliable, and objective data. The study comprised forty individuals, each possessing one to ten years of farming experience, with the snowball sampling method employed to ascertain the location. The study's results indicate a transition in land use from rubber agrosilviculture (Hevea brasiliensis) to oil palm agrosilviculture (Elaeis guineensis). The market price of rubber has significantly decreased from Rp 20,000 per kilogram to Rp 4,000 per kilogram. These alterations impact individuals' quality of life and their comfort levels. Weather, pricing, and agricultural practices are among the factors influencing land conversion. In Pantai Raja Village, Perhentian Raja District, Kampar Regency, the transition from rubber agriculture to oil palm production has resulted in significantly favorable outcomes, despite adverse impacts including a reduction in productive time. A reduction in burden, an augmentation of held assets, and an enhancement in family wellbeing are observed by farmers
Flavonoid Content and Antioxidant Activity of Brown Rice: Method Temperature and Time Apriyanto, Mulono; Ariyanto, Anto; Ervayendri; Fitriani, Dita
Open Global Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Open Global Scientific Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ogsj.v4i2.76

Abstract

Background: Brown rice contains bioactives, including flavonoids and carotenoids, which function as antioxidants. Polyphenols are flavonoid molecules that are widely found in plant life and have antioxidant properties. Antioxidants can help suppress or prevent oxidation of substrates. The body needs antioxidants to ward off free radicals.Aims: This study evaluated the antioxidant and flavonoid activities of brown rice extract, using ethanol for extraction in an ultrasonic bath. Each of the first and second Erlenmeyer flasks received 150 ml of ethanol for extraction.Methods: An ultrasonic bath operating at 47 kHz and 45 ºC was used for further extraction for either 20 or 30 minutes on the primary flask. The Erlenmeyer jar was also removed at 55 ºC after 20 or 30 minutes. Flavonoid quantifications began with dissolving 10 mg of brown rice extract in ethanol to reach a concentration of 1000 ppm. The content was homogenized until uniform, incubated, and the absorbance measured at 415 nm. To prepare an extract solution from 25 mg of extract, ethanol was added to make a total of 25 ml. The resulting extraction solution contained concentrations of 100, 200, 300, 400, and 500 ppm, with 1 mL of 0.4 mM DPPH solution added to each concentration.Results: Variations in extraction time and temperature did not significantly affect flavonoid levels (p>0.05), increasing extraction temperatures resulted in diminished antioxidant efficacy.Conclusion: The study confirmed the direct correlation between antioxidant capacity and flavonoid concentration, emphasizing that lower extraction temperatures yield better results.