Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN SIKAP DAN PERILAKU GIZI SEIMBANG PADA SISWA SMA KORPRI BEKASI DI MASA PANDEMIC COVID-19 Aura, Yolandita; Noerfitri
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i2.83

Abstract

Pendahuluan: Keadaan remaja yang mudah dipengaruhi lingkungan sekitar dapat berpengaruh terhadap sikap serta perilaku giziya termasuk dalam hal kebiasaan makannya, dan bila tidak disadari secara dini akan berdampak pada kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan sikap dan perilaku gizi seimbang pada remaja di SMA Korpri Bekasi. Metode: Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X-XI sebanyak 130 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditetapkan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dilakukan secara daring dengan google form. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan di SMA Korpri Bekasi. Hasil: Hasil analisis univariat, siswa yang memiliki pengetahuan yang baik sebesar 53,1% dan pengetahuan yang kurang baik sebesar 46,9% sedangkan yang memiliki sikap yang positif 56,9% dan yang memiliki sikap negatif 43,1%. Hasil bivariate dengan uji chi-square didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan sikap gizi p-value = 0,514 (p>0,05) dan terdapat hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan perilaku gizi seimbang p-value = 0,032 (p<0,05), dengan nilai OR = 0,466. Kesimpulan: Diharapkan melalui seminar dan bimbingan dari pihak sekolah dapat menambah pengetahuan dan memperbaiki sikap serta perilaku siswa terkait gizi seimbang.
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN ASUPAN LEMAK DAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA STIKES MITRA KELUARGA BEKASI Irfani, Farah Dhilah; Noerfitri
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i2.84

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa berada pada rentang usia 18-25 tahun sering mengalami persepsi terhadap citra tubuhnya. Mahasiswa yang memiliki persepsi buruk terhadap tubuhnya kemungkinan akan melakukan penurunan berat badan agar terlihat menarik secara fisik. Salah satu caranya dengan membatasi asupan lemak dan mulai melakukan kebiasaan berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan body image dengan asupan lemak dan kebiasaan berolahraga di masa pandemi Covid-19 pada mahasiswa STIKes Mitra Keluarga. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel berjumlah 180 mahasiswa STIKes Mitra Keluarga yang dipilih menggunakan metode Consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Body Shape Questionnaire, Food Frequency Questionare, Food Recall 24H, Frekuensi kebiasaan berolahraga dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value hubungan antar variabel yaitu body image dengan asupan lemak p-value= 0,881 , dan body image dengan kebiasaan berolahraga  p-value= 0,274. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara citra tubuh (body image) dengan asupan lemak dan kebiasaan berolahraga pada masa Pandemi Covid-19 di STIKes Mitra Keluarga.
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Media Buku Cerita Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Konsumsi Sayur dan Buah Anak Kelas 5 SDIT Thariq Bin Ziyad Tahun 2019 Annisa - Fitryadi
Viva Medika Vol 13 No 02 (2020): Volume 13/NOMOR 02/MARET/2020
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.644 KB) | DOI: 10.35960/vm.v13i02.490

Abstract

Nutritional problems in the community, especially among children, are lack of consumption of vegetables and fruit, as many as 93.6% of the Indonesian population of children aged ≥10 years are still consuming less vegetables and fruits, while the prevalence in West Java was obtained by 96.4% of the Indonesian population consuming less vegetables and fruits, this study aims to determine the effect of nutritional education through storybook media on the knowledge, attitudes and behavior of vegetable and fruit consumption in 5th grade children of SDIT Thariq bin Ziyad in 2019. The study design was a quasi-experiment design with a non-randomized one group pretest-posttest. The research subjects consisted of 33 students as the intervention group. The research subjects consisted of 33 students as a treatment group and a control group. The media used is story books. The results of bivariate analysis with the Wilcoxon Test Rank Test showed the knowledge of the intervention group (p = 0.002 (<0.05)), the attitude of the intervention group (p = 0,000 (<0, 05)) and the consumption behavior of the intervention group (p = 0,000 (<0.05)). This means that there are influences before and after the provision of nutritional education with storybook media on the knowledge, attitudes and behavior of vegetable and fruit consumption in 5th grade children as an intervention group.
Hubungan antara Pengetahuan Gizi dan Uang Saku dengan Sikap dalam Memilih Makanan oleh Siswa SMA Islam PB Soedirman Selama Masa Pandemi Covid-19 Syahla Alvira Rahma; Noerfitri Noerfitri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1584

Abstract

During this pandemic, it is important for students to maintain a balanced nutritional diet based on knowledge and attitudes about nutrition to improve a good immune system so that it can be protected from the transmission of Covid-19. This study aims to find out the relationship of nutrition knowledge and pocket money to attitudes in choosing the food of Pb Soedirman Islamic High School students during the Covid-19 pandemic. Research design was observational research with cross-sectional design. The subject of the study was a grade X student of SMA Islam PB Sudirman who is still active and uses consecutive sampling method. The data was collected using a google form questionnaire analyzed using chi-Square statistical tests. The results of the analysis showed p-value of nutritional knowledge with nutritional attitude was 0.046 with OR 2.903 (95% CI = 0.987 – 8.537) and p-value of pocket money with nutritional attitude was 0.014 with OR 2.884 (95% CI = 1.224-6.796). The conclusion of this study was there is relationship between nutritional knowledge and pocket money with attitudes in choosing the food of PB Soedirman Islamic High School students during the Covid-19 pandemic. Keywords: nutrition knowledge; attitude in choosing foods; pocket moneyABSTRAKPada masa pandemi ini, penting bagi siswa untuk menjaga pola makan gizi seimbang yang didasari oleh pengetahuan dan sikap tentang gizi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang baik sehingga dapat terlindung dari penularan Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan uang saku terhadap sikap dalam memilih makanan siswa SMA Islam PB Soedirman selama masa pandemi Covid-19. Desain penelitian merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA Islam PB Soedirman yang masih aktif dan menggunakan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner google form dianalisis menggunakan uji statistik chi-Square. Hasil analisis menunjukkan p-value variabel pengetahuan gizi dengan sikap gizi yaitu 0,046 dengan OR 2,903 (95% CI = 0,987 – 8,537) dan p-value variabel uang saku dengan sikap gizi yaitu 0,014 dengan OR 2,884 (95% CI = 1,224-6,796). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dan uang saku dengan sikap dalam memilih makanan siswa SMA Islam PB Soedirman selama masa pandemi Covid-19.Kata kunci: pengetahuan gizi; sikap dalam memilih makanan; uang saku
Does the consumption of local snacks on sale in the schools cause adolescent obesity? A case study in the secondary vocational schools Muhammad Nur Hasan Syah; Rani Dian Miranti; Noerfitri Noerfitri; Andi Imam Arundhana Thahir
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 8 ISSUE 1, 2020
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2020.8(1).39-44

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja (13 - 15 tahun) meningkat secara signifi kan dari 7,3% pada 2013 menjadi 13,5% pada 2018. Ketersediaan restoran cepat saji yang semakin banyak, baik lokal maupun komersial, di sekitar sekolah semakin meningkatkan jumlah anak remaja usia sekolah yang terpapar makanan tidak sehat, terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Tujuan: Penelitian ini menguji dampak camilan lokal yang tersedia di sekolah terhadap kejadian obesitas pada remaja. Metode: Penelitian Ini menggunakan disain cross-sectional yang dilakukan di lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bekasi, Indonesia. Sebanyak 225 siswa berusia 16-18 tahun diamati status gizi dan konsumsi makanan ringan mereka. Indeks massa tubuh menurut usia (IMT/U) digunakan untuk menentukan status obesitas remaja. Diklasifi kasikan sebagai obesitas apabila nilai z score > 2SD sesuai dengan usia dan jenis kelamin mereka, menggunakan grafi k referensi WHO 2007. Siswa ditanya tentang konsumsi makanan mereka menggunakan kuesioner frekuensi makan (FFQ) semi kuantitatif. Odds ratio (OR) dihitung untuk setiap jenis makanan ringan dan nilai p<0,05 sebagai nilai signifi kan secara statistik. Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa 32,4% siswa mengalami obesitas. Konsumsi makanan ringan lokal yang terkait dengan obesitas termasuk makanan berlemak (OR, 2.18; 95% CI, 0.68 - 7.01; p = 0.19), makanan manis (1OR, 1.28; 95% CI, 0.70 – 2.35)), dan makanan asin (OR, 1,04; 95% CI, 0,40 - 2,71; p = 0,92). Tiga makanan dan minuman lokal teratas yang dikonsumsi oleh para siswa adalah Cireng (makanan goreng lokal yang terbuat dari tepung), teh, dan pizza (masing-masing dengan frekuensi 0,561, 0,429, 0,245 /hari). Kesimpulan: Konsumsi makanan ringan lokal yang dijual di SMK di Kota Bekasi tidak memiliki hubungan yang signifi kan terhadapt kejadian obesitas.KATA KUNCI: kebiasaan mengemil; obesitas pada remaja; konsumsi makananABSTRACT Background: Prevalence of overweight and obesity in adolescents (13 – 15 years) significantly increased from 7.3% in 2013 to 13.5% in 2018. The availability of many fast-food restaurants, both local and commercial, nearby the school increases the number of young people exposed to unhealthy food, especially those living in urban areas. Objectives: This study examined the impact of local unhealthy snacks available in the school on adolescent obesity. Methods: This was a cross-sectional study conducted in the fi ve Secondary Vocational School in Bekasi, Indonesia. A total of 225 students aged 16-18 years were observed for their nutritional status and snack consumption. Body mass index for age indices was used to determine the obesity status of adolescents, classifi ed as obese (>2SD) with respect to their age and sex using 2007 WHO reference charts. Students were asked about their food consumption using a semi-quantitative questionnaire. Odds ratios (ORs) was calculated for each type of snacks and p<0.05 was considered statistically signifi cant. Results: Finding of this study shows that 32.4% of students were obese. The consumption of local snacks associated with obesity included fatty food (OR, 2.18; 95% CI, 0.68–7.01; p=0.19), sweet food (OR, 6.98; 95% CI, 3.00 – 16.25; p<0.001), and salty food (OR, 1.04; 95% CI, 0.40 – 2.71; p=0.92). The top three of local foods and beverages consumed by the students were Cireng (a local fried food made from starch), tea, and pizza (with frequency/day 0.561, 0.429, 0.245, respectively). Conclusion: Local snacks on sale in the vocational schools in Bekasi City was not signifi cant associated with obesity.KEYWORDS: snacking behavior; obesity in adolescence; food consumption
Hubungan antara Pengetahuan, Sikap, Perilaku Terkait Anemia dan Asupan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswi Baru STIKes Mitra Keluarga Mayang Dwi Saputri; Noerfitri Noerfitri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13216

Abstract

Anemia is a health problem worldwide, especially in developing countries. This study aims to analyze the relationship between knowledge, attitudes, behavior related to anemia and iron intake with the incidence of anemia in new students of STIKes Mitra Keluarga. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 120 new students of STIKes Mitra Keluarga selected by consecutive sampling technique. Data on knowledge, attitudes, and behaviors related to anemia were obtained through a questionnaire. Data on iron intake were obtained through recall-24H, and data on anemia status were obtained through Medical Check-up (MCU) results for new students. The p values for each independent variable were 0.001, 0.920, 0.204 and 0.001 respectively. Furthermore, it was concluded that the factors related to the incidence of anemia were knowledge and iron intake.Keywords: anemia; knowledge; iron intake ABSTRAK Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama di negara sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku terkait anemia dan asupan zat besi dengan kejadian anemia pada mahasiswi baru STIKes Mitra Keluarga. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek penelitian adalah 120 mahasiswi baru STIKes Mitra Keluarga yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait anemia diperoleh melalui kuesioner. Data mengenai asupan zat besi diperoleh melalui recall-24H, dan data mengenai status anemia diperoleh melalui hasil Medical Check-up (MCU) mahasiswi baru. Nilai p untuk masing-masing variabel bebas secara berurutan adalah 0,001, 0,920, 0,204 dan 0,001. Selanjutnya disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia adalah pengetahuan dan asupan zat besi.Kata kunci: anemia; pengetahuan; asupan zat besi
Predisposing Factor Praktik PHBS pada Rumah Tangga di Daerah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Noerfitri Noerfitri; Guntari Prasetya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14110

Abstract

A person's behavior related to his health efforts is influenced by 3 factors, namely predisposing, re-inforcing, and enabling factors. Predisposing factors are the intellectual and emotional abilities that tend to make individuals likely or not to adopt healthy or risky behaviors or lifestyles. The application of clean and healthy living behavior (PHBS) in the household setting, in Ciketing Udik Village is still not optimally implemented. This study aims to identify predisposing factors (knowledge and attitudes) related to the level of PHBS implementation in the Ciketing Udik Health Center area. The study was conducted with a cross-sectional design, involving 140 households with children under five and residing in Ciketing Udik Village, Bantargebang District, which were selected using a consecutive sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that PHBS practices were related to knowledge (p = 0.003), but not related to attitudes (p = 0.276). It was concluded that knowledge is a predisposing factor of PHBS practices in household settings in Ciketing Udik Village, Bantargebang District.Keywords: clean and healthy living behavior; predisposing factors; knowledge; household ABSTRAK Perilaku seseorang yang berkaitan dengan upaya kesehatannya dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu predisposing, re-inforcing, dan enabling factors. Predisposing factors adalah kemampuan intelektual dan emosional yang cenderung membuat individu mungkin atau tidak untuk mengadopsi perilaku atau gaya hidup yang sehat atau berisiko. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam tatanan rumah tangga, di Kelurahan Ciketing Udik masih belum optimal diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi predisposing factors (pengetahuan dan sikap) yang berhubungan dengan tingkat penerapan PHBS di wilayah Puskesmas Ciketing Udik. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 140 rumah tangga yang memiliki balita dan bertempat tinggal di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianlisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik PHBS berhubungan dengan pengetahuan pengetahuan (p = 0,003), namun tidak berhubungan dengan sikap (p = 0,276). Disimpulkan bahwa pengetahuan adalah predisposing factor dari praktik PHBS dalam tatanan rumah tangga di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang.Kata kunci: perilaku hidup bersih dan sehat; predisposing factors; pengetahuan; rumah tangga
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP KEJADIAN KEGEMUKAN REMAJA PUTRI SMK DI KOTA BEKASI Nindi Andita; Alfi Fairuz Asna; Noerfitri Noerfitri
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.286 KB)

Abstract

Masalah gizi lebih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dan masih menjadi masalah gizi di Indonesia. Remaja yang mengalami kegemukan memiliki risiko sebesar 70% mengalami kegemukan atau obesitas pada saat dewasa. Prevalensi remaja umur 16-18 tahun di Kota Bekasi yang mengalami overweight sebesar 7,5%. Faktor yang menyebabkan terjadinya kegemukan seperti faktor lingkungan, psikologis, dan aktivitas fisik. Remaja merupakan tahapan yang rawan mengalami stress dan akan mengalami perubahan nafsu makan yang meningkat. Remaja yang mempunyai asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak yang berlebih, mempunyai risiko mengalami kegemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres terhadap kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain Cross Sectional. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan sampel sebanyak 240 responden dengan teknik pengumpulan sampel mengunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan memberikan Formulir kuesioner SQ-FFQ (Semi Quantitatif Food Frequency Questionaire) dan kuesioner Depresion Anxiety Stres Scale 42 (DASS 42). Presentase kegemukan remaja putri SMK di Kota Bekasi sebesar 19,9%. Presentase remaja yang mempunyai asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak berlebih berturut-turut 37,2%, 33%, 61,3%, dan 50,7%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi dengan P value > 0,05, terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi dengan P value < 0,05, tidak terdapat hubungan antara tingkat stress, asupan energi, karbohdrat, lemak, dengan kejadian kegemukan remaja putri di Kota Bekasi dengan Pvalue > 0,05.
Hubungan Body Image dan Pengetahuan Gizi dengan Perilaku Makan Mahasiswa pada Masa Pandemi Covid-19 di Stikes Mitra Keluarga Ayu Sri Yusniar; Noerfitri Noerfitri
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.1.8691

Abstract

This study aims to determine the relationship between body image and nutritional knowledge with the eating behavior of students during the COVID-19 pandemic at STIKes Mitra Keluarga. This study used a cross-sectional design. The sampling technique used was a total sampling, with sampels as many as 306 students at STIKes Mitra Keluarga. Data were collected by giving questionnaires to sampels which included body image, nutritional knowledge, and eating behavior. There were 54.4% of students with negative body image have bad eating behavior and 41.9% of students with positive body image have bad eating behavior. Total of 141 students (51.5%) with poor nutritional knowledge had bad eating behaviors and as many as 10 students (31.3%) with good nutritional knowledge had bad eating behaviors. The statistical test used was the multiple logistic regression test. The results showed that the p-value for each research variable body image with eating behavior (0.032) and nutritional knowledge with eating behavior (0.033). The conclusion is there was a significant relationship between body image and nutritional knowledge with the eating behavior of students. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dan pengetahuan gizi dengan perilaku makan mahasiswa pada masa pandemi COVID-19 di STIKes Mitra Keluarga. Penelitian ini menggunakan cross-sectional design. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling total, dengan sampel sebanyak 306 mahasiswa di STIKes Mitra Keluarga. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner pada sampel yang meliputi body image, pengetahuan gizi, dan perilaku makan. Terdapat 54,4% mahasiswa dengan body image negatif memiliki perilaku makan buruk dan 41,9% mahasiswa dengan body image positif memiliki perilaku makan buruk. Sebanyak 141 mahasiswa (51,5%) dengan pengetahuan gizi kurang memiliki perilaku makan buruk dan sebanyak 10 mahasiwa (31,3%) dengan pengetahuan gizi baik memiliki perilaku makan buruk. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi logistik berganda. Hasil penelitan menunjukkan bahwa nilai p-value pada masing-masing variabel penelitian yaitu body image dengan perilaku makan (0,032) dan pengetahuan gizi dengan perilaku makan (0,033). Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan pengetahuan gizi dengan perilaku makan mahasiswa.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KEPRIBADIAN NEUROTICISM DENGAN PERILAKU EMOTIONAL EATING PADA MAHASISWA GIZI STIKES MITRA KELUARGA Miosan Tasadeva Azalea; Noerfitri Noerfitri
Journal of Nutrition College Vol 12, No 2 (2023): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i2.37610

Abstract

ABSTRACTBackground: Students are one of the age groups that experience a lot of stress. Most of the stress experienced by students is caused by intrapersonal, interpersonal, academic activities, and environmental problems. Stress can affect eating behavior, someone who is experiencing stress tends not to eat or otherwise will overeat which has an impact on changes in nutritional status. Eating behavior is not only caused by hunger, but there are also other factors that influence it. Several factors that can influence eating behavior are mood, taste, and personality.Objectives: Analyze the relationship between stress levels and neuroticism personality with emotional eating behavior in STIKes Mitra Keluarga nutrition students.Methods: This research is quantitative research with a cross sectional design. The number of samples is 117 students of the S1 Nutrition STIKes Mitra Keluarga study program who were selected using the Simple Random Sampling technique. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS), Big Five Inventory (BFI), and Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Data were analyzed using Chi-Square test.Results: Most of the respondents experienced a high level of stress (70.1%), had a moderate category of neuroticism personality (63.2%), and experienced a high category of emotional eating (52.1%). The significant relationship between variables is proven by the results of bivariate analysis which shows the p-value of each research variable, namely stress level (0.012) and neuroticism personality (0.016).Conclusion: There is a significant relationship between stress levels and neuroticism personality with emotional eating behavior in STIKes Mitra Keluarga nutrition students.Keywords: Emotional eating; Neuroticism personality; stress level. ABSTRAK Latar belakang: Mahasiswa merupakan salah satu kelompok umur yang banyak mengalami stres. Sebagian besar stres yang dialami oleh mahasiswa disebabkan dari masalah intrapersonal, interpersonal, kegiatan akademik, dan lingkungan. Stres dapat mempengaruhi perilaku makan, seseorang yang sedang mengalami stres cenderung tidak selera makan atau sebaliknya akan makan berlebihan yang berdampak pada adanya perubahan status gizi. Perilaku makan tidak hanya disebabkan oleh rasa lapar, tetapi juga terdapat faktor lain yang mempengaruhinya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku makan adalah suasana hati, selera, dan kepribadian. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat stress dan kepribadian neuroticism dengan perilaku emotional eating pada mahasiswa gizi STIKes Mitra Keluarga.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 117 mahasiswa program studi S1 Gizi STIKes Mitra Keluarga yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS), Big Five Inventory (BFI), dan Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Sebagian besar responden mengalami stress tingkat berat (70,1%), memiliki kepribadian neuroticism kategori sedang (63,2%), dan mengalami emotional eating kategori tinggi (52,1%). Hubungan yang signifikan antara variabel dibuktikan dengan hasil analisis bivariat yang menunjukkan nilai p-value pada masing-masing variabel penelitian yaitu tingkat stress (0,012) dan kepribadian neuroticism (0,016).Simpulan: Adanya hubungan yang signfikan antara tingkat stress dan kepribadian neuroticism dengan perilaku emotional eating pada mahasiswa gizi STIKes Mitra Keluarga.Kata Kunci: Emotional eating; Kepribadian neuroticism; Tingkat stres