Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN BEKASI Alissa Nurbaiti; Noerfitri Noerfitri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1549

Abstract

Latar Belakang: Kejadian PMS merupakan gangguan yang sering terjadi pada WUS, namun dapat berdampak buruk apabila gejala dirasakan semakin berat. Bagi remaja, kejadian PMS dapat memberikan dampak dari tingkat ringan sampai berat pada aktivitas sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Metode: Studi ini merupakan penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel 106 siswi yang dipilih secara consecutive sampling. Analisis yang dipergunakan yaitu univariate dan bivariate terhadap pengujian chi-square. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada variabel pola makan didapatkan dengan p-value 0,016 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian premenstrual syndrome. Pada variabel aktivitas fisik didapatkan p-value 0,024 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Peneliti memberikan saran bagi institusi diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan banding untuk penelitian berikutnya dan khususnya bagi remaja putri dalam menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan dan aktivitas fisik agar dapat mencegah atau mengurangi keluhan premenstrual syndrome. Kata kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Premenstrual Syndrome
WEBINAR PEMILIHAN UJI STATISTIK BIVARIAT YANG TEPAT PADA DATA PENELITIAN KESEHATAN BAGI MAHASISWA Noerfitri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19242

Abstract

Students are required to carry out research as one of the prerequisites for graduation. Meanwhile, students often need to improve in performing statistical tests on their research data. The data collected in the study need to go through data processing and analysis stages. After collecting data, researchers often need clarification about what to do with the collected data and how to relate the data in the questionnaire to the study's objectives. Community service activities are conducted through webinars regarding selecting statistical tests on health research data. This community service activity aims to increase students' understanding of research data regarding various kinds of bivariate statistical tests and increase students' ability to determine the appropriate bivariate statistical test to analyze the research data. The target audience for this activity is students from all over Indonesia who need education about statistical tests. A total of 115 people spread throughout Indonesia participated in this service activity. All participants were measured for their knowledge of various parametric and nonparametric statistical tests before participating in the webinar activity and after participating in the webinar activity. The knowledge measurement results showed a significant increase in knowledge before and after participating in the webinar (P-value of the Wilcoxon test = 0.0001). There was an increase in the knowledge score regarding the selection of statistical tests by 60 points. As much as 93% of the audience experienced increased knowledge after attending the webinar.  ---  Mahasiswa dituntut untuk melaksanakan penelitian sebagai salah satu prasyarat kelulusannya. Sementara itu, mahasiswa kerapkali melakukan kesalahan dalam melakukan uji statistik pada data penelitiannya. Data yang dikumpulkan pada penelitian perlu melalui tahapan pengolahan dan analisis data. Setelah dilakukan pengumpulan data, seringkali peneliti bingung akan diapakan data yang terkumpul dan bagaimana menghubungkan data di kuesioner dengan tujuan dari penelitian. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk webinar mengenai pemilihan uji statistik pada data hasil penelitian kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai data penelitiannya, mengenai berbagai macam uji statistik bivariat, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menentukan uji statistik bivariat yang sesuai untuk menganalisis data penelitian tersebut. Khalayak yang menjadi sasaran pada kegiatan ini adalah mahasiswa dari seluruh Indonesia yang membutuhkan edukasi mengenai uji statistik. Sebanyak 115 orang yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi peserta pada kegiatan pengabdian ini. Seluruh peserta diukur pengetahuannya mengenai berbagai macam uji statistik parametrik dan nonparametrik pada sebelum mengikuti kegiatan webinar dan setelah mengikuti kegiatan webinar. Hasil pengukuran pengetahuan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah mengikuti webinar (p-value uji Wilcoxon = 0,0001). Terjadi peningkatan skor pengetahuan mengenai pemilihan uji statistik sebesar 60 poin dan sebanyak 93% dari total khalayak mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti webinar.
Correlation Between Climate Variations and Rotavirus Diarrhea in Under-Five Children in Sidoarjo District Year 2016 – 2019 Selena Vita Amanda; Laura Navika Yamani; Zayyin Dinana; Aussie Tahta Maharani; Erni Astutik; Noerfitri Noerfitri
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 15 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v15i3.2023.174-182

Abstract

Introduction: Rotavirus infection is one of the main causes of severe diarrhea and dehydration in toddlers. Climate variation is one of the factors that influence the outbreak of infectious diseases. This study aimed to clarify the relationship between climate variations and the incidence of rotavirus diarrhea among patients at the Soerya Mother and Child Hospital, Sidoarjo District in 2016 – 2019. Methods: This study used an ecological study with the Pearson correlation test. Rotavirus infection data was taken from the Viral Diarrhea Laboratory, Institute of Tropical Diseases, Universitas Airlangga, which was derived from fecal samples of patients with acute gastroenteritis with the unit of analysis at the individual level living in Sidoarjo district. Meanwhile, climate variation data were obtained from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency Indonesia official website with units of analysis at the population level. Results and Discussion: The number of rotavirus diarrhea for 48 months as many as 149 cases with an average air temperature of 28.2℃, rainfall of 191.4 mm², humidity of 77.31%, and wind speed of 2.82 knots. There was a weak correlation between rainfall and the incidence of rotavirus diarrhea (p=0.01 r=0.367) and a weak correlation with humidity (p=0.016; r=0.347). Meanwhile, the air temperature (p=0.909 r=0.017) and wind speed (p=0.272 r=-0.162) had no relationship with the incidence. Conclusion: Rainfall and high humidity are factors associated with the prevalence of rotavirus diarrhea in children under-five years in the Sidoarjo District.
Pengaruh video pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur Tri Marta Fadhilah; Noerfitri Noerfitri
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i2.313

Abstract

Latar Belakang: Asupan gizi yang tidak seimbang berisiko menimbulkan permasalah gizi pada wanita usia subur, termasuk anemia, kurang energi kronis, maupun obesitas. Upaya edukasi gizi seimbang dengan media audiovisual mempunyai kelebihan memberikan gambaran yang lebih nyata serta meningkatkan retensi memori karena lebih menarik dan mudah diingat.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui video film pendek terhadap pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur di wilayah Kantor Urusan Agama Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini termasuk jenis kuasi eksperimen dengan rancangan two control group, pretest dan post test. Sampel sebanyak 60 wanita usia subur diambil secara consecutive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang sebelum dan sesudah intervensi dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang yang signifikan (p<0,05) sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan gizi melalui video film pendek pada kelompok intervensi. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang signifikan (p<0,005) antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: media pendidikan gizi menggunakan video film pendek dapat memengaruhi pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMSI FAST FOOD DENGAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 10 KOTA BEKASI Diahtantri, Devina; Noerfitri, Noerfitri
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v6i2.316

Abstract

Pendahuluan: Tingginya prevalensi gemuk (10,9%) dan obesitas (4,5%) pada remaja di Jawa Barat tahun 2018 melebihi prevalensi gemuk (9,5%) dan obesitas (4,0%) di Indonesia. Remaja saat ini gemar mengonsumsi fast food yang kaya akan lemak jenuh, garam, dan kalori. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku konsumsi fast food dengan obesitas pada remaja. Metode: Pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional untuk melihat hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi fast food dengan obesitas. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 10 Kota Bekasi. Metode pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan besar sampel sebanyak 105 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi-Square. Hasil: Didapatkan p-value untuk hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku konsumsi fast food dengan kejadian obesitas masing-masings ebesar 0,474; 0,406; 0,634. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku konsumsi fast food dengan obesitas pada remaja di SMA Negeri 10 Kota Bekasi.
The Relationship between Watching Mukbang and Stress Level with Eating Patterns in Adolescents at PB Soedirman Bekasi Islamic High School Salsabillah, Salwa; Noerfitri, Noerfitri
Media Gizi Indonesia Vol. 19 No. 3 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v19i3.268-274

Abstract

In adolescence, unhealthy eating habits are sometimes formed, because teenagers usually have preferred food choices. Many teenagers think that by eating a lot and having a full stomach, their nutritional needs are met. Unregulated eating habits can be affected by stress. The current trend is watching “mukbang”, the stimulus generated in the form of sound can affect eating behavior. This study aims to determine the relationship between watching mukbang and stress levels and eating patterns in adolescents. The design of this study was a cross sectional study that was conducted at PB Soedirman Islamic High School in Bekasi. There were 138 people aged 16–18 years, who were selected by consecutive sampling. Data collection used the Mukbang Addiction Scale (MAS), Perceived Stress Scale (PSS), and FFQ. Based on the results of the Chi-Square statistical test, a p-value of 0.193 was obtained with an OR of 1.565 for the relationship between the habit of watching mukbang and eating patterns, and a p-value of 0.022 with an OR of 2.258 for the relationship between stress levels and eating patterns. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between the habit of watching mukbang and eating patterns, and there is a significant relationship between stress levels and eating patterns in adolescents at PB Soedirman Islamic High School, Bekasi.
Factors Affecting Nursing Student Satisfaction in Online Learning During the COVID 19 Pandemic Rohayati, Rohayati; Pradana, Anung Ahadi; Noerfitri, Noerfitri
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 7, No 2 (2022): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v7i2.517

Abstract

Introduction: The Covid-19 pandemic had an impact on nursing education in Indonesia. Most nursing education providers have not implemented online learning before the Covid-19 pandemic. All components of the campus must adapt quickly so that learning outcomes can be obtained as planned. This study aims to find out the factors that influence the satisfaction of nursing students in online learning.Method: This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population is  350 undergraduate nursing students in private nursing education. The response rate was 203 people (58%). Ethical clearance was conducted by the Etic Committee of  Bani Saleh School Health Science with the number EC.181 / KEPK / STKBS / VIII / 2022. Data collection is carried out from August to September 2022. Data analysis using SPSS 24 using spearman rank. Results: The results showed that most respondents were female, with a median age of 22.78 years, and most were in regular programs. Most of the students had online learning experiences before the pandemic. The median hours of online study are 7.66 hours. The results of the bivariate analysis show that the variables that have a relationship with positive direction and moderate correlation with student satisfaction are student readiness (p-value 0.00; r 0.55); learning design (p-value 0.000; r 0.44), technology support (p-value 0.00; r 0.48); lecturer interaction (p-value 0.000; r 0.40).   Variables that are related but have a positive direction with a weak correlation include the learning platform (p-value 0.000; r 0.30), social presence (p-value 0.000; r 0.26); direct instruction (p-value 0.000; r 0.26); student interaction (p-value 0.000; r 0.26) and learning content (p-value 0.000; r 0.30).Conclusions: All factors are related to student satisfaction in online learning. Factors that have a moderate correlation are student readiness, learner design, technology support, and lecturer interaction. Educational institutions must be proactive in reviewing online learning policies and conducting studies before implementing online learning methods.
Nutrition Education on Knowledge and Attitudes Regarding the Need for Vitamin A Syafidawati, Fakhria; Noerfitri, Noerfitri
Media Karya Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v7i1.52355

Abstract

Coverage of vitamin A capsules received by children aged 6-59 months in the last 12 months at the provincial level in 2018, 17.6% of children in Indonesia never received vitamin A capsules. Research regarding the need for vitamin A in school-aged children is important because there are concerns that low coverage of vitamin A capsules in toddlers can have a negative impact on the need for vitamin A in school-aged children. The method used in this research is an experimental with a research design, namely pre-experimental with one group pretest and posttest design with a total of 30 students as respondents. Then, this research aims to determine the effect of nutrition education through animated video media on the knowledge and attitudes of elementary school students regarding the need for vitamin A. In statistical analysis, the Wilcoxon test was carried out to evaluate knowledge with a p-value of 0.00005, and the paired T-test. The Dependent test is used to test attitudes with a p-value of 0.072. It can be concluded that school-age children's knowledge about the need for vitamin A increased significantly after they received nutrition education through animated videos, but there was no significant increase in their attitudes regarding the need for vitamin A. Keywords:  Attitude, knowledge, nutrition education.
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN BEKASI Nurbaiti, Alissa; Noerfitri, Noerfitri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1549

Abstract

Latar Belakang: Kejadian PMS merupakan gangguan yang sering terjadi pada WUS, namun dapat berdampak buruk apabila gejala dirasakan semakin berat. Bagi remaja, kejadian PMS dapat memberikan dampak dari tingkat ringan sampai berat pada aktivitas sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Metode: Studi ini merupakan penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel 106 siswi yang dipilih secara consecutive sampling. Analisis yang dipergunakan yaitu univariate dan bivariate terhadap pengujian chi-square. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada variabel pola makan didapatkan dengan p-value 0,016 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian premenstrual syndrome. Pada variabel aktivitas fisik didapatkan p-value 0,024 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Peneliti memberikan saran bagi institusi diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan banding untuk penelitian berikutnya dan khususnya bagi remaja putri dalam menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan dan aktivitas fisik agar dapat mencegah atau mengurangi keluhan premenstrual syndrome. Kata kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Premenstrual Syndrome
Promosi Gizi Dan Kesehatan Lansia di Panti Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Arindah Nur Sartika; Afrinia Eka Sari; Tri Marta Fadhilah; Guntari Prasetya; Noerfitri Noerfitri; Putri Rahmah Alamsyah; Rohayati Rohayati; Anung Ahadi Pradana; Joni Siahaan
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 3 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i3.4870

Abstract

Promosi Kesehatan, termasuk promosi gizi di dalamnya, merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalisasi kesehatan lanjut usia (lansia). Tim pengabdi STIKes Mitra Keluarga melakukan kegiatan promosi gizi dan kesehatan di Panti Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Sebanyak 6 orang pengurus mengikuti penyuluhan gizi, 8 orang pengurus mengikuti penyuluhan aktivitas fisik lansia, dan 7 orang lansia mengikuti sharing session dan penilaian status gizi. Terdapat peningkatan skor secara signifikan pada pengetahuan gizi (p= 0.0195, uji Wilcoxon Signed Rank) sehingga dapat dikatakan kegiatan pengetahuan berhasil meningkatkan pengetahuan terkait gizi. Namun, tidak terdapat peningkatan pengetahuan aktivitas fisik secara signifikan (p= 0.3275, uji Wilcoxon Signed Rank). Status gizi lansia sebagai berikut: 72% normal, 14% berat badan kurang, dan 14% berat badan lebih.. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu upaya menjaga status gizi pada lansia. Namun, upaya tersebut akan terasa lebih maksimal jika kegiatan pendampingan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.