Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ejurnal imedtech

PENYAJIAN MUSIK GO LABA DALAM RITUAL KA BUKU PADA MASYARAKAT ADAT MULAKOLI, KECAMATAN BOAWAE, KABUPATEN NAGEKEO (Studi Eksplorasi Musik Tradisi) Florentianus Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.619 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v5i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyajian musik go laba dalam ritual adat Ka Buku pada masyarakat Adat Mulakoli, kecamatan Bowae, kabupate Nagekeo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Nara sumber yang digunakan ditentukan berdasarkan otoritas pengetahuan nara sumber terhadap fokus penelitian. Musik tradisional go laba sebagai musik pengiring ritual ka buku disajikan pada saat proses pembersihan benda-benda pusaka rumah adat yang terjadi setahun sekali. Ritual ka buku sering disebuat juga sebagai upacara syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diperoleh dan pemberian sesajian kepada leluhur yang telah meninggal. Kata Kunci: Musik Tradisi, Go Laba, Ka Buku.
Musik Beghu Dan Fungsinya Dalam Kehidupan Adat Budaya Masyarakat Gezu Florentianus Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v6i2.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menyajikan dan mendeskripsikan musik beghu serta fungsinya dalam kehidupan adat dan budaya masyarakat di kampung Gezu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo dengan menggunakan keseluruhan metode penelitian yang bersifat kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa musik tradisional beghu sesungguhnya adalah sebuah musik ansambel yang mengintegrasikan 3 (tiga) jenis alat musik yakni gendang panjang (laba lewa), gendang pendek (laba bhado) dan gong bambu (toda).Keseluruhan permainan alat musik adalah eksplorasi ritmis yang dipadukan sedemikian rupa sehingga terdengar indah. Musik beghu memiliki fungsi yang menyertai beberapa ritual adat antara lain; upacara adat ye yang menyerupai semacam upacara tolak bala untuk memmbuang segala kesialan serta musik penyerta yang disajikan dalam ritual syukur panen tahunan. Penyertaan musik beghu dalam dua ritual tersebut memiliki makna dan nilai masing-masing.
Eksistensi Musik Paka Bheto Dalam kehidupan Budaya Masyarakat Adat Mulakoli, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo Dopo, Florentianus; Nenu, 2Maria Adelina Woga
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 7, No 3: DESEMBER 2023
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v7i3.305

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi musik tradisional paka bheto dalam kehidupan sosial budaya masyarakat kampung Mulakoli, kecamatan Boawae, kabupaten Nagekeo. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode dan pendekatan kualitatif. Untuk mendapatkan data, sebagain besar peneliti menggunakan metode wawancara ditambah dengan metode studi dokumentasi. Subyek utama dalam penelitian ini adalah para pemangku adat, tokoh masyarakat dan warga masyarakat lain di kampung Mulakoli yang dinilai memiliki pengetahuan yang cukup tentang musik paka bheto. Hasil penelitian mengungkapkan musik paka bheto memiliki beberapa fungsi musik tradisional paka bheto dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Mulakoli antara lain fungsi ritual, fungsi hiburan dan fungsi komunikasi. Selain itu paka bheto adalah musik tradisi yang lahir, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Mulakoli. Musik tradisi ini memiliki kekayaan aspek kontekstual yang bermakna bagi masyarakat pemiliknya. Kata_kunci; 1. Musik Paka Bheto, 2. Musik tradisional, 3. Fungsi paka bheto AbstractThe aim of this research is to describe the existence of traditional paka bheto music in the socio-cultural life of the people of Mulakoli village, Boawae sub-district, Nagekeo district. The research method used used qualitative methods and approaches. To obtain data, most researchers use the interview method plus the documentation study method. The main subjects in this research were traditional leaders, community leaders and other community members in Mulakoli village who were considered to have sufficient knowledge about paka bheto music. The results of the research reveal that Paka Bheto music has several functions of traditional Paka Bheto music in the socio-cultural life of the Mulakoli community, including ritual functions, entertainment functions and communication functions. Apart from that, paka bheto is traditional music that was born, lives and develops in the lives of the Mulakoli people. This traditional music has a wealth of contextual aspects that are meaningful to the people who own it. Keywords; 1. Paka Bheto music, 2. Traditional music, 3. Paka bheto traditional music function
Eksistensi Musik Paka Bheto Dalam kehidupan Budaya Masyarakat Adat Mulakoli, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo Dopo, Florentianus; Nenu, 2Maria Adelina Woga
IMEDTECH (Instructional Media Design and Technology) e-ISNN 2580-6033 Vol 7 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v7i3.305

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi musik tradisional paka bheto dalam kehidupan sosial budaya masyarakat kampung Mulakoli, kecamatan Boawae, kabupaten Nagekeo. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode dan pendekatan kualitatif. Untuk mendapatkan data, sebagain besar peneliti menggunakan metode wawancara ditambah dengan metode studi dokumentasi. Subyek utama dalam penelitian ini adalah para pemangku adat, tokoh masyarakat dan warga masyarakat lain di kampung Mulakoli yang dinilai memiliki pengetahuan yang cukup tentang musik paka bheto. Hasil penelitian mengungkapkan musik paka bheto memiliki beberapa fungsi musik tradisional paka bheto dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Mulakoli antara lain fungsi ritual, fungsi hiburan dan fungsi komunikasi. Selain itu paka bheto adalah musik tradisi yang lahir, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Mulakoli. Musik tradisi ini memiliki kekayaan aspek kontekstual yang bermakna bagi masyarakat pemiliknya. Kata_kunci; 1. Musik Paka Bheto, 2. Musik tradisional, 3. Fungsi paka bheto AbstractThe aim of this research is to describe the existence of traditional paka bheto music in the socio-cultural life of the people of Mulakoli village, Boawae sub-district, Nagekeo district. The research method used used qualitative methods and approaches. To obtain data, most researchers use the interview method plus the documentation study method. The main subjects in this research were traditional leaders, community leaders and other community members in Mulakoli village who were considered to have sufficient knowledge about paka bheto music. The results of the research reveal that Paka Bheto music has several functions of traditional Paka Bheto music in the socio-cultural life of the Mulakoli community, including ritual functions, entertainment functions and communication functions. Apart from that, paka bheto is traditional music that was born, lives and develops in the lives of the Mulakoli people. This traditional music has a wealth of contextual aspects that are meaningful to the people who own it. Keywords; 1. Paka Bheto music, 2. Traditional music, 3. Paka bheto traditional music function
Co-Authors Agho, Maria Clarista Agustinus Irwanto Siwe Alpius Ras Anu, Maria Kalista Anyeline Skolastika Pada Avelina Woi Bate Dopo, Ferdianandus Bate Dopo, Ferdinandus Bhara, Maria Aneti Konstantina Bili, Kristina Yasintha Ngodhu Bue, Maria Ermelinda Ceme, Rosalinda DEDY SETYAWAN Dedy Setyawan Deghe, Marianus Demu Watu, Yustus Dhone, Yosefina Doa, Irmina Dopo, Ferdinandus Bate Dua Dhiu, Konstantinus Dua, Maria Salome Egidius Milo Elisabeth Tantiana Ngura Engi, Emiliana Falnita, Antonia Ferdianandus Bate Dopo Ferdinandus Bate Dopo Fikri, Kanzul Fransiskus Xaverius Dolo Fransiskus Xaverius Pala Gisela Naru Gu, Maria Rosario Beo Hendrikus Balzana Koba Irmina Doa Iswara Samino, Sena Radya Kabe, Kristoforus Lina Kaka, Apliana Ambu Kanzul Fikri Koba, Hendrikus Balzana Konstantinus Dua Dhiu Konstantinus Dua Dhiu, Konstantinus Dua Kristoforus Lina Kabe Kua, Maria Yuliana Lado, Wilfridus Lembu, Susana Lingge, Yohanes Baptisa Loya, Marianus Anggelician Maria Carmelita Tali Wangge Maria Clarista Agho Maria Editha Bela Maria Ermelinda Bue Maria Inosensia Ngao Maria Rosario Beo Gu Maria Salome Dua Maria Yasintha Moghu Marianus Deghe Marsianus Meka Meka, Marsianus Milo, Egidius Moghu, Maria Yasintha Moi, Flaviana Yunita Muga, Wilfridus Naru, Deyflora Meo Naru, Gisela Nay, Cesarius Ndange, Sisilia Nenu, 2Maria Adelina Woga Ngao, Maria Inosensia Nono, Ferdinand Nurwijayanti Pada, Anyeline Skolastika Pala, Fransiskus Xaverius Pelipus Wungo Kaka Prisko Yanuarius Djawaria Pare Rada, Maria Anna Ghena Raden Mohamad Herdian Bhakti Ras, Alpius Redemptus Seso Mau Rewo, Josep Marsianus Rosalinda Ceme Samin Samin Samino, Sena Radya Iswara Sena Radia Iswara Samino Sena Radya Iswara Samino Sena Radya Iswara Wara Seso Mau, Redemptus Sisilia Ndange Siwe, Agustinus Irwanto Susana Lembu Tangi, Marsianus Aristo Ugha, Firgilius Wara, Sena Radya Iswara Wea*, Dorotea Emirensiana Wea, Dorotea Emirensiana Wena, Hendrika Wilfridus Muga Woi, Avelina Yohanes Baptisa Lingge Yohanes Vianey Sayangan Yohanes Vianney Sayangan Yosefina Dhone Yudi Sukmayadi Yustus Demu Watu