Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN MODUL AJAR KINEMATIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL LAMAHOLOT Mukin, Maria Ursula Jawa; Naen, Alfons Bunga; Egidius Dewa
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.64840

Abstract

Modul ajar kinematika berbasis kearifan lokal Lamaholot ini merupakan upaya untuk mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai budaya. Dengan mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran aktif dan kontekstual, modul ini menyajikan konsep-konsep kinematika melalui contoh-contoh nyata dari aktivitas sehari-hari masyarakat Lamaholot seperti tarian sole oha dan permainan kebetok. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kelayakan modul ajar kinematika berbasis kearifan lokal lamaholot, (2) Untuk lihat peningkatan pemahaman konsep peserta didik dalam menerapkan modul ajar kinematika berbasis kearifan lokal lamaholot, (3) Untuk melihat respon peserta didik terhadap penerapan modul ajar kinematika berbasis kearifan lokal lamaholot. Model ADDIE menjadi landasan bagi pengembangan ini, memastikan setiap langkah dari analisis hingga evaluasi dilakukan secara sistematis dan terukur. Alat yang digunakan untuk mngumpulkan data meliputi lember validasi dari alhi mater, soal tes untuk mengkur pemahaman konsep, serta angket untuk mengetahui respon peserta didik. Analisis data dilakukan dengan mengunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil validasi modul ajar oleh dua validator ahli memperoleh rata-rata presentase keseluruhan komponen sebesar 85,302% yang masuk pada kategori sangat layak digunakan. Nilai N-Gain dari hasil tes pemahaman konsep mencapai 78,83%, yang tergolong dalam kategori efektif, sementara data respon peserta didik menunjukan rata-rata sebesar 75,89% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian dapat disimpulka bahwa Modul Ajar Kinematika Berbasis Kearifan Lokal Lamaholot yang dikembangkan sangat praktis dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Pengembangan Alur Tujuan Pembelajaran dan Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka di MAN 2 Padang Christina Khaidir; Alya Rozali Ramadhani; Defi Angriani; Hanifah Hanifah
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v3i2.2475

Abstract

This article discusses the implementation of the Learning Objective Flow (Alur Tujuan Pembelajaran, ATP) and Teaching Modules (Modul Ajar) within the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka) at MAN 2 Padang, specifically in the subject of Mathematics. The study aims to examine the development, application, and evaluation of these instructional tools in supporting the achievement of Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran, CP) and strengthening students' character education. Using a qualitative approach with data collection techniques including observation and in-depth interviews, the findings reveal that ATP development is conducted collaboratively among teachers through the Teacher Working Group (KKG), based on the guidelines of the Independent Curriculum. The teaching modules are designed adaptively and contextually, integrating the reinforcement of the Profil Pelajar Pancasila and utilizing digital technologies. Challenges include limited preparation time, varying levels of teacher understanding, and adaptation to new pedagogical approaches. The results of this study provide valuable insights for the development of more effective and meaningful instructional tools within the implementation of the Independent Curriculum.
PENGEMBANGAN E-MODUL PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI BAHAN AJAR SISWA KELAS X SMA Rohmah, Mangzilatur; Sholihah, Mar'atus; Malahayati, Eva Nurul
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 16, No 1 (2025): BIOEDUKASI, MEI 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v16i1.11703

Abstract

This research aims to develop an environmental change e-module based on problem based learning that is feasible and practical. This research uses a research and development (R&D) model with Sugiyono's development design which is limited to stage 7. The product trial subjects were 21 class XI G students at SMAN 4 Blitar City and 1 Biology teacher at SMAN 4 Blitar City. The data collection instruments used included expert validation questionnaires, and student and teacher readability questionnaires. The results of the development research show that problembased learning based e-modules are feasible and practical as shown by 1) product feasibility consisting of material validation of 87.85%, language validation of 85%, and learning validation of 93.75% with the very feasible category 2) product practicality with a student readability test of 93.69% and a teacher readability test of 96% in the very practical category.
Pengembangan bahan ajar interaktif e-modul letak geografis Indonesia berbasis android pada kelas V Maulidia Sari, Lisna; Setiadi, Pidi Mohamad; Respati, Resa
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.24676

Abstract

Kurikulum merdeka telah diterapkan sejak tahun 2022, Pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) menjadi salah satu pembaharuan dalam kurikulum merdeka. Bahan ajar merupakan komponen pembelajaran yang penting, begitupun dengan teknologi pendidikan. Salah satu kolaborasi bahan ajar dan teknologi adalah e- modul, namun dibeberapa Sekolah Dasar belum terdapat bahan ajar e-modul interaktif berbasis android. Sehingga perlu dikembangkan bahan ajar e-modul interaktif berbasis android. Pada penelitian ini, dilakukan pengembagan bahan ajar e-modul interaktif berbasis android pada pembelajaran IPS mengenai Letak Geografis Indonesia di kelas V SD. Metode yang digunakan adalah metode ADDIE, responden sebanyak 34 siswa kelas V SD. Menggunakan teknik wawancara, observasi, analisis dokumen dan angket beserta instrumennya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penerapan bahan ajar e-modul mendapat respon sangat praktis dari guru dan siswa. Respon guru mendapat nilai sebesar 88,52941% dan hasil kepraktisan dari respon siswa adalah sebesar 84,16955% dengan persetase sangat praktis.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MEDIA DIGITAL MATERI LUAS DAN VOLUME MENGGUNAKAN MODEL PBL UNTUK KELAS II SD Puspita Hapsari, Brigita; Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2844

Abstract

Keterampilan abad ke-21 penting bagi peserta didik untuk menghadapi tantangan globalisasi dan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar dengan media digital materi luas dan volume menggunakan model PBL untuk kelas II SD dan mengetahui kualitas modul ajar dengan media digital yang dikembangkan. Model penelitian yang digunakan adalah R&D dengan tipe ADDIE. Penelitian ini menggunakan 4 validator (1 dosen, 1 guru kelas II, 1 ahli bahasa, dan 1 ahli TIK). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner analisis kebutuhan. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan: 1) Pengembangan modul ajar dengan media digital materi luas dan volume dengan model PBL yang dilaksanakan dengan 5 tahapan ADDIE, yaitu Analyze, Design, Development, Implement, dan Evaluate, 2) Kualitas modul ajar yang telah divalidasi mendapat skor 3,87 dengan kategori “sangat baik” melalui beberapa aspek cover, kata pengantar, daftar isi, isi modul ajar, dan bahasa, 3) Manfaat modul ajar bagi peserta didik berdasarkan hasil rerata post-test pertemuan 1 dan 2 mengalami peningkatan dari 63% sampai 81% dengan rata-rata kenaikan sebesar 18%. Oleh karena itu modul ajar dengan media digital materi luas dan volume menggunakan model PBL dapat membantu peserta didik memahami materi luas dan volume.  
Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sekolah Menengah Pertama Kota Medan Damanik, Suryadi; Hasibuan, Sanusi; ,, Ibrahim; Nasution, Usman; Damanik, Saipul Ambri
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v5i2.3610

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, bidang pengabdian kepada masyarakat, untuk dapat membantu mitra dalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya. Permasalahan utama yang akan dibantu adalah pemahaman dan keterampilan guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) tentang pengembangan modul ajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sesuai dengan Permendikbud No.3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Indikator Kinerja Utama Kemendikbud Tahun 2021 masih rendah. Kemampuan guru dalam mengembangkan modul ajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila PJOK sesuai kurikulum nasional masih rendah. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dari kegiatan ini adalah, pelatihan, penugasan, dan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah 1) Penyediaan fasilitas pengembangan pengembangan modul ajar tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah menengah pertama, 2) Pelatihan pengembangan pengembangan modul ajar tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah menengah pertama, 3) pendampingan penyusunan modul ajar. Capaian program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Implementasi kurikulum merdeka di sekolah menengah pertama, menyelesaikan masalah mitra tentang tingat pemahaman dan kemampuan guru dalam mengembangkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Implementasi kurikulum merdeka di Sekolah Menegah Pertama.
Optimalisasi Pembelajaran Kimia Melalui Pengembangan Bahan Ajar Berupa E-Modul Wati, Nila; Coryna Oktaviani
Chemistry Education Practice Vol. 8 No. 1 (2025): Edisi Mei
Publisher : FKIP University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cep.v8i1.8486

Abstract

This research aims to optimize chemistry learning by developing teaching materials in the form of E-Modules. The E-Module is an interactive multimedia teaching material that is available online, not in print. E-Modules integrate text, images, and videos to create an engaging and interactive digital learning experience for learners. The research method employed is R&D, utilizing the ADDIE model, which focuses on the analysis stage to identify the need for developing teaching materials. The data collection techniques used were interviews, questionnaires, and documentation. The results of the interviews indicate that teachers require an interactive E-Module to enhance students' understanding of chemical materials. The results of the questionnaire analysis of the need for an integrated RADEC-based E-Module with the SETS approach on green chemical materials, with an overall average of 71.05%, are included in the criteria needed. These results highlight the importance of innovative teaching materials based on an integrated learning approach model in meeting the needs for interactivity and multimedia, thereby encouraging student involvement in learning. This study concludes that the development of RADEC-based E-Modules integrated with the SETS Approach is needed to improve the quality of chemistry learning in schools.
Pengembangan Modul Ajar Fisika Berbasis Tradisi Monyilo Untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Koriston, Meyling puspitasari; Haeruddin, Haeruddin; Kamaluddin, Kamaluddin; Jarnawi, Muhammad; Adi Untara, Ketut Alit; Santoso, Rudi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 1 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i1.4114

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk adalah untuk mengetahui keterkaitan antara tradisi Monyilo dengan pembelajaran fisika yang dapat mendukung implementasi kurikulum merdeka. Jenis Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) model ADDIE. Beberapa aspek yang di nilai dari modul ajar yang dikembangkan yaitu aspek identitas umum, aspek profil pelajar pancasila, aspek sarana/prasarana, aspek metode/model pembelajaran, aspek tujuan pembelajaran, aspek apengetahuan prasyarat, aspek pemahaman bermakna, aspek pertanyaan pematik, aspek kegiatan pembelajaran, aspek perangkat asesmen, aspek pengayaan/remedial,aspek refleksi guru/refleksi peserta didik, aspek materi pelajaran, aspek media pembelajaran, aspek glosarium, aspek daftar pustaka, aspek kebahasaan, aspek penyajian, dan aspek kegafrikan. Berdasarkan hasil validasi ahli menunjukan skor rata-rata 3,38 dengan kategori penilaian “Sangat Baik”, dan penilaian validasi oleh guru fisika sebagai praktisi menunjukan skor rata-rata 3,76 dengan kategori penilian “Sangat Baik”. Hasil belajar peserta didik degan pengisian Lkpd menunjukan skor rata-rata 92,72% dengan kriteria “Sangat Efektif”. Dapat disimpulksn bahwa kualitas dan pengembangan modul ajar fisika berbasis tradisi Monyilo termasuk dalam kategori layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa tampilan modul ajar fisika berbasis tradisi Monyilo untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka yang dikembangkan termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.
Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial Terintegrasi Diferensiasi Belajar Dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Di Era Society Wahyuningtyas, Neni; Kurniawan, Bayu
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6450

Abstract

Mengingat pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, diperlukan upaya untuk mengembangkan keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran secara efektif. Peningkatan kemampuan guru dalam mengarahkan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa menjadi langkah yang krusial, salah satunya dapat dilakukan melalui pelaksanaan workshop dan kegiatan pendampingan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di era society, khususnya bagi para guru alumni Pendidikan Profesi Guru prajabatan Tahun 2022 dalam mengintegrasikan kerangka kerja Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan difirensiasi belajar ke dalam modul ajar, sehingga mampu merancang pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berbasis teknologi. Metode pengabdian yang digunakan mengadopsi model evaluasi Context, Input, Process and Product (CIPP). Model ini berfungsi sebagai kerangka pemecahan masalah dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra. Pendampingan ini mencakup beberapa tahap, mulai dari persiapan yang melibatkan koordinasi dan perencanaan kegiatan, perancangan bahan ajar, hingga pelaksanaan pelatihan yang berfokus pada pengembangan modul ajar yang sesuai dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Selain itu, dilakukan praktek pengembangan modul secara langsung oleh peserta, yang diakhiri dengan presentasi hasil dari setiap kelompok. Evaluasi dan monitoring dilakukan untuk mengukur keberhasilan program dan memberikan umpan balik terkait kendala serta manfaat yang dirasakan oleh peserta. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengintegrasikan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan diferensiasi belajar dalam modul ajar mereka, yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan kompetensi mengajar mereka. Monitoring juga dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan penerapan hasil pelatihan di dalam kelas.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TRAINING KIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA ELEMEN PEMBELAJARAN INSTALASI TENAGA LISTRIK Mulyadinata, Muchammad Alfatih; Joko, Joko; Rijanto, Tri; Harimurti, Rina
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Desember 2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Modul Ajar Training Kit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang layak guna mengatasi masalah kekurangan penggunaan media dalam pembelajaran Instalasi Tenaga Listrik di kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) di SMK Semen Gresik. Dalam konteks pendidikan, media pembelajaran yang efektif sangat penting untuk meningkatkan pemahaman siswa, khususnya dalam topik-topik yang bersifat teknis dan praktikal seperti Instalasi Tenaga Listrik. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan model ADDIE, yang dipadukan dengan pendekatan R&D (Research & Development). Modul proses pengembangan meliputi beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, hingga evaluasi. Dalam penelitian ini, dilakukan uji validitas untuk mengukur kualitas bahan dan modul yang dihasilkan. Hasil uji validitas materi memperoleh nilai 84,78%, sementara uji validitas modul mencapai 78,96%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 85,59%. Nilai ini termasuk dalam kategori sangat valid, menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi standar kualitas yang diperlukan. Selanjutnya, uji kepraktisan dilakukan untuk menilai kemudahan penggunaan modul tersebut, dengan hasil 85,59% yang juga menunjukkan kategori sangat praktis. Untuk mengukur keefektifan modul ajar ini, digunakan uji N-Gain yang menunjukkan nilai 0,646. Nilai ini berada pada interval 0,3 ≤ n ≤ 0,7, yang menandakan adanya peningkatan pemahaman siswa yang sedang. Terakhir, uji Paired Sample T-Test digunakan untuk membandingkan perbedaan antara nilai pretest dan posttest siswa. Hasilnya menunjukkan nilai 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kedua nilai tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Modul Ajar Training Kit PLTS yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran dan dapat menjadi referensi untuk pengembangan modul ajar pada pembelajaran lainnya.

Page 62 of 90 | Total Record : 896