cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
Peningkatan Kompetensi BIM bagi Guru dan Siswa SMK Bidang Keahlian Teknologi Konstruksi dan Bangunan di Kota Semarang Nur Hidayat; Dewi Prathita Rachmi; Novia Suryadwanti; Valentinus Lilik Hariyanto; Dian Eksana Wibowo; Galeh Nur Indriatno Putra Pratama
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48761

Abstract

The Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) was initiated due to the insufficient BIM competencies of participants, namely teachers and students at Vocational High Schools or Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) in Semarang City. PkM was carried out with the objectives of (1) increasing understanding for BIM experts and skilled workers in Semarang City (2) implementing the requirements for experts in accordance with the provisions of the PUPR Ministerial Regulation regarding the obligation to use BIM for certain buildings (3) preparing the provision of BIM experts to meet the needs of the development sector (4) as a form of downstreaming of BIM research products that have been carried out by UNY for partners. This PkM uses training and mentoring methods with a focus on resolving partner issues in the construction sector, namely increasing the percentage of BIM experts and skilled workers. Representative participants were teachers and students from Construction Vocational High Schools in Semarang City. The PkM results concluded that through downstreaming BIM research products, the PkM team was able to increase the training participants' understanding by 10.35%. This training has provided an overview of the implementation of expert requirements related to the mandatory use of BIM for certain buildings so that the need for experts can be met gradually. PkM didasari dengan belum tercukupinya kompetensi BIM oleh peserta yaitu guru dan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Keahlian Teknologi Konstruksi dan Bangunan (TKB) di Kota Semarang. PkM dilakukan dengan tujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman bagi tenaga ahli dan terampil BIM di Kota Semarang (2) mengimplementasikan persyaratan tenaga ahli sesuai dengan ketentuan Permen PUPR terkait dengan kewajiban penggunaan BIM untuk bangunan tertentu (3) mempersiapkan pemenuhan tenaga ahli BIM untuk mencukupi sektor pembangunan (4) sebagai bentuk hilirisasi produk hasil penelitian BIM yang telah dilakukan UNY untuk mitra. PkM ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan dengan fokus penuntasan permasalahan mitra pada bidang konstruksi yakni peningkatan persentase tenaga ahli dan terampil BIM. Peserta merupakan perwakilan guru dan siswa dari SMK Bidang Keahlian TKB di Kota Semarang. Hasil PkM menyimpulkan bahwa melalui hilirisasi produk penelitian BIM, tim PkM dapat meningkatkan 10,35% pemahaman peserta pelatihan. Pelatihan ini telah memberikan gambaran implementasi persyaratan tenaga ahli terkait dengan kewajiban penggunaan BIM untuk bangunan tertentu sehingga kebutuhan tenaga ahli dapat tercukupi secara bertahap.  
Integrasi AI dalam Dunia Kreatif melalui Pelatihan Sentiment Analysis untuk Penguatan Kompetensi Digital Siswa SMK DKV Atisa Dipamkara Puguh Hiskiawan; Jean Christopher Allen; Virananda Iskandar; Kunsuswandono Suryo Bagus Sutojo
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48765

Abstract

This Community Service Program aimed to strengthen the digital competencies of Visual Communication Design students at Atisa Dipamkara Vocational High School through training and interactive practicum on Sentiment Analysis based on Artificial Intelligence (AI) within the field of Natural Language Processing (NLP). The program was implemented using a participatory and hands-on learning approach that combined short lectures, technical demonstrations, guided practice, and assisted practicum activities. Case studies were drawn from movie reviews, online product comments, and short social media texts to familiarize students with authentic digital content commonly encountered in the creative industry. A total of 40 students participated in the program from start to completion. Learning outcomes were evaluated through pre-test and post-test instruments based on four competency dimensions: educative (knowledge), objective (concept mastery), accountable (technical skills), and transparent (ability to interpret and communicate analytical results). The evaluation results showed that all competency dimensions experienced score improvements exceeding the minimum success indicator, with the transparent dimension recording the highest increase (33%), followed by educative (26%), objective (25%), and accountable (16%). These findings indicate that the training and interactive practicum model effectively enhanced students’ conceptual understanding of AI technologies, analytical thinking skills, confidence in using digital tools, and readiness to engage in a data-driven creative industry ecosystem. Therefore, this program can be considered a replicable and sustainable community service model for integrating AI-based learning into creativity-oriented vocational education.   Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi digital siswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Atisa Dipamkara melalui pelatihan dan praktikum interaktif Sentiment Analysis berbasis Artificial Intelligence (AI) pada ranah Natural Language Processing (NLP). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran partisipatif dan aplikatif yang memadukan pemaparan konsep dasar, demonstrasi teknis, latihan terbimbing, serta pendampingan praktikum. Studi kasus yang digunakan meliputi ulasan film, komentar produk daring, dan teks singkat media sosial untuk membiasakan siswa menganalisis teks digital yang relevan dengan konteks industri kreatif. Sebanyak 40 siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Capaian pembelajaran dievaluasi melalui pre-test dan post-test berdasarkan empat dimensi kompetensi, yaitu edukatif (pengetahuan), objektif (penguasaan konsep), akuntabel (keterampilan teknis), dan transparan (kemampuan menginterpretasikan serta menyampaikan hasil analisis). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh dimensi kompetensi mengalami peningkatan skor yang melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, dengan dimensi transparan mencatat peningkatan tertinggi sebesar 33%, diikuti oleh edukatif sebesar 26%, objektif 25%, dan akuntabel 16%. Temuan ini menunjukkan bahwa model pelatihan dan praktikum interaktif berbasis NLP efektif dalam meningkatkan literasi AI, kemampuan berpikir analitis, serta kesiapan siswa vokasi untuk berpartisipasi dalam ekosistem industri kreatif berbasis data. Dengan demikian, program ini berpotensi menjadi model pengabdian berkelanjutan dan replikatif dalam penerapan AI pada pendidikan vokasi berbasis kreativitas
Pemberdayaan PKK melalui Sistem Hidroponik Menggunakan Energi Matahari Mewujudkan Ketahanan Pangan di Desa Tebul, Bangkalan Hendi Agung; Fenny Irawati; Rafina Ainul; Joy Pardede; Petra Kurniawan; Tri Yustini
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48882

Abstract

This community service program started with a deep concern over the limited access to healthy food and the high risk of stunting in Bangkalan. The primary challenges faced by the partners include a heavy reliance on expensive external food supplies, restricted access to clean water especially during the dry season, and a collective anxiety regarding the additional electricity costs that often come with modern agricultural. Therefore, the main objective of this initiative is to bolster household food security through the implementation of appropriate technology in the form of an energy-efficient hydroponic system powered by solar energy. The program employed a participatory approach divided into five systematic stages: socialization to align perceptions and needs, technical training on solar panel assembly, integrated system installation in yards, cultivation mentoring, and a final evaluation. The outputs of this activity include the development of a training module and the submission of IPR for the system design. The applied technology utilizes the DFT supported by a 100 WP solar panel and a 12V DC pump, ensuring nutrient circulation without imposing any operational financial burden on the residents. The results of this service demonstrate a tangible transformation among the partners, characterized by a significant improvement in technical skills for autonomous equipment operation and the successful cultivation of lettuce and water spinach through to a high-quality initial harvest. Beyond the physical results, this program has fostered social cohesion, a spirit of mutual cooperation, and newfound self-confidence among the women of the PKK in managing environmentally friendly technology. This success proves that integrating renewable energy into the household agricultural sector is a sustainable solution to improve health standards and the economic independence. Program pengabdian masyarakat ini lahir dari kegelisahan mendalam akan terbatasnya akses pangan sehat dan tingginya risiko stunting di Kabupaten Bangkalan, khususnya di kawasan marginal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi ketergantungan pada pasokan pangan luar yang mahal, keterbatasan akses air bersih terutama saat musim kemarau, serta kekhawatiran kolektif akan beban biaya listrik tambahan jika menerapkan sistem pertanian modern. Oleh karena itu, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui implementasi teknologi tepat guna berupa sistem hidroponik hemat energi berbasis PLTS. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi dalam lima tahapan sistematis, yaitu sosialisasi untuk menyelaraskan persepsi dan kebutuhan, pelatihan teknis perakitan solar panel, instalasi sistem terintegrasi di lahan pekarangan, pendampingan budidaya, serta evaluasi akhir. Output dari kegiatan ini mencakup pembuatan modul pelatihan dan pengajuan HKI atas desain sistem. Teknologi yang diterapkan menggunakan teknik DFT dengan dukungan solar panel 100 WP dan pompa DC 12V untuk menjamin efisiensi sirkulasi nutrisi tanpa memberikan beban biaya operasional bagi warga. Hasil pengabdian menunjukkan transformasi nyata pada mitra, yang ditandai dengan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis pengoperasian alat secara mandiri serta keberhasilan siklus budidaya tanaman selada dan kangkung hingga tahap panen perdana yang berkualitas tinggi. Lebih dari sekadar hasil fisik, program ini telah memicu tumbuhnya kohesi sosial, semangat gotong royong, dan kepercayaan diri para ibu PKK dalam mengelola teknologi ramah lingkungan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi energi terbarukan pada sektor pertanian rumah tangga merupakan solusi strategis yang berkelanjutan untuk meningkatkan taraf kesehatan serta kemandirian ekonomi masyarakat.
Program Penguatan Mental, Literasi Keuangan Syariah, dan Literasi Islami untuk Penguatan Kemandirian dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Tunanetra di LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo Afitria Rizkiana; Nugraheni Fitroh Rezqi Syakarna; Cindy Dewi Yani; Wahyudi Setiyawan; Ragil Dian Putri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48950

Abstract

This community service program aimed to strengthen the independence and empowerment of persons with visual disabilities through interventions focusing on mental resilience, Sharia financial literacy, and Islamic literacy at LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. The program was developed in response to the limited access to psychological support and financial education among individuals with visual impairments, which often affects their self-reliance and participation in social and economic activities. The interventions were conducted through psychoeducational sessions, group discussions, practical training modules, and guided reflective activities implemented across several meetings. A qualitative approach was employed to evaluate the program, with data collected through interviews, observations, and participant reflections to identify changes in knowledge, confidence, and behavioral readiness. The findings revealed improvements in participants’ emotional regulation skills, increased confidence in managing personal finances according to Sharia principles, and enhanced understanding of Islamic teachings applicable to daily life. In addition, the activities encouraged peer support, strengthened social connectedness, and fostered a greater sense of personal agency among participants. Overall, the program demonstrates that an integrated approach combining psychological strengthening, financial literacy, and religious literacy can effectively promote the empowerment and self-reliance of persons with visual disabilities. Future initiatives are recommended to expand collaborative partnerships and provide more advanced skill-development programs to ensure sustainable long-term impact.   Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra melalui intervensi yang berfokus pada penguatan mental, literasi keuangan syariah, dan literasi Islami di LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap keterbatasan akses penyandang tunanetra terhadap dukungan psikologis dan pendidikan keuangan, yang sering kali memengaruhi kemampuan mereka untuk mandiri serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Intervensi dilaksanakan melalui sesi psikoedukasi, diskusi kelompok, pelatihan praktis, serta kegiatan reflektif terpandu yang dilakukan dalam beberapa pertemuan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengevaluasi program dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan refleksi peserta guna mengidentifikasi perubahan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesiapan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan regulasi emosi, meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengelola keuangan pribadi berdasarkan prinsip syariah, serta bertambahnya pemahaman mengenai ajaran Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya dukungan antar peserta, memperkuat keterhubungan sosial, dan meningkatkan rasa keberdayaan diri. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi yang menggabungkan penguatan psikologis, literasi keuangan, dan literasi keagamaan dapat secara efektif meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra. Program selanjutnya disarankan untuk memperluas kemitraan kolaboratif dan menghadirkan pelatihan keterampilan lanjutan guna memastikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan
Pendampingan Parenting Islami dalam Mengurai Tantangan Emosi dan Perilaku Anak Akibat Kecanduan Gawai di SPS Khulafaur Rasyidin Bekasi Nina Yuminar Priyanti; Nuligar Hatiningsih; Wening Rahayu; Childa Kumala Azzahri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.49223

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed the ways children interact and behave. Excessive use of gawais without proper supervision can lead to various emotional and behavioral problems, such as tantrums, decreased empathy, and difficulties in emotional regulation. This phenomenon poses a serious challenge for parents and educators, particularly in shaping children’s character and morals. This community service program aims to enhance the ability of parents and teachers to apply Islamic parenting principles to address children’s gawai addiction through a moral education approach. The program involved 20 parents and four teachers and consisted of an Islamic parenting workshop followed by four weeks of mentoring and behavioral observation. Evaluation was conducted using pre- and post-activity questionnaires for parents and observation reports completed by teachers.. Mentoring sessions on Islamic parenting and practical implementation of Islamic child-rearing emphasizing digital supervision, habituation of Islamic manners, and positive family communication. The results showed an increased understanding among parents and teachers regarding the negative impacts of gawai use, changes in parenting behavior (parents began limiting screen time and accompanying children during use), and improvements in children’s emotional regulation and behavior both at school and at home. This program demonstrates that the inculcation of Islamic values, as explained in Tarbiyatul Aulad fil Islam by Ulwan, can serve as an effective solution to nurture digitally literate, morally upright, and well-charactered children in the digital era. Perkembangan teknologi digital telah mengalami perubahan signifikan dalam cara anak berinteraksi dan berperilaku. Penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pengawasan dapat menimbulkan berbagai masalah emosional dan perilaku, seperti tantrum, penurunan empati, serta kesulitan regulasi emosi. Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi orang tua dan pendidik, khususnya dalam pembentukan karakter dan akhlak anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan orang tua dan guru dalam menerapkan Parenting Islam untuk mengatasi kecanduan gawai anak, melalui pendekatan pendidikan akhlak. Program ini melibatkan 20 orang tua dan empat guru serta terdiri dari lokakarya pengasuhan Islami yang dilanjutkan dengan empat minggu pendampingan dan observasi perilaku. Pendampingan Parenting Islam dan praktik pengasuhan Islami menekankan pengawasan digital, pembiasaan adab Islam, dan komunikasi positif dalam keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dari orang tua dan guru mengenai dampak negatif penggunaan gawai, perubahan perilaku pengasuhan (orang tua mulai membatasi durasi penggunaan gawai dan mendampingi anak), serta perbaikan pengaturan emosi dan perilaku anak di lingkungan sekolah dan rumah. Program ini membuktikan bahwa penanaman nilai-nilai Islam, sebagaimana dijelaskan dalam buku Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Ulwan, dapat menjadi solusi efektif dalam membentuk anak yang cerdas digital, berakhlak mulia, dan berkarakter di tengah era teknologi
Pemberdayaan Keluarga Berbasis Pangan Lokal Kelor sebagai Upaya Mendukung Kesehatan Ibu Menyusui dan Pencegahan Stunting di Desa Ibul Besar 1 Kabupaten Ogan Ilir Nur Alam Fajar; Mohammad Zulkarnain; Rostika Flora; Anita Rahmiwati; Annisah Biancika Jasmine; Adelina Irmayani Lubis; Risa Nur Amalia; Esti Sri Ananingsih; Dwi Dianaulina
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.49227

Abstract

Stunting is a nutritional problem that remains a public health challenge in Indonesia, including in rural areas with limited access to nutritious food. The use of local resources such as moringa leaves (Moringa oleifera), which are rich in nutrients and have natural galactagogue properties, is a potential strategy to support the health of breastfeeding mothers and efforts to prevent stunting. This community service activity aims to empower families, especially breastfeeding mothers, in the consumption of moringa-based local foods through an educational and participatory approach in Ibul Besar 1 Village, Ogan Ilir District. The methods used in this activity included nutrition and lactation education, training on processing moringa leaves into moringa leaf cookies, and the distribution of educational media in the form of booklets and leaflets entitled “Moringa, Mother's Friend - Natural Ways to Increase Breast Milk Production”. The program involved 40 breastfeeding mothers. An evaluation was conducted using pre-tests and post-tests on 40 respondents to measure changes in knowledge and attitudes. The results of the analysis showed an increase in knowledge in the good category from 57.5% to 92.5% and positive attitudes from 65.0% to 97.5%. The Wilcoxon Signed Ranks Test showed that this increase was statistically significant (p<0.001). This community-based empowerment program effectively improves mothers' nutritional literacy and positive attitudes towards the use of moringa leaves, thereby potentially supporting lactation health and stunting prevention efforts at the family level. This intervention model can be adapted in other areas with similar moringa leaf potential. Stunting merupakan masalah gizi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan dengan akses terbatas pada pangan bergizi. Pemanfaatan sumber daya lokal seperti daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya nutrisi dan bersifat galaktagog alami menjadi strategi yang berpotensi untuk mendukung kesehatan ibu menyusui dan upaya pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga, khususnya ibu menyusui dan kader posyandu, dalam konsumsi pangan lokal berbasis kelor melalui pendekatan edukatif dan partisipatif di Desa Ibul Besar 1, Kabupaten Ogan Ilir. Metode kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi gizi dan laktasi, pelatihan pengolahan daun kelor menjadi kukis daun kelor, serta penyebaran media edukasi berupa booklet dan leaflet “Kelor Sahabat Ibu – Cara Alami Tingkatkan ASI”. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest pada 40 responden untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kategori baik dari 57,5% menjadi 92,5% dan sikap positif dari 65,0% menjadi 97,5%. Uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan peningkatan tersebut signifikan secara statistik (p<0,001). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis masyarakat melalui edukasi gizi, pelatihan pengolahan kelor, dan media edukasi mampu meningkatkan pengetahuan serta sikap positif ibu menyusui terhadap pemanfaatan pangan lokal berbasis kelor. Model intervensi ini dapat diadaptasi di daerah lain dengan potensi daun kelor yang serupa.
Pencegahan Gangguan Keseimbangan dan Peningkatkan Kualitas Motorik Melalui Pemeriksaan Keseimbangan, Edukasi, dan Pemberian Intervensi Home Based Exercise pada Anak Sekolah Dasar di Desa Lebih Gianyar Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; I Nyoman Krisna Wijaya; Sayu Aryantari Putri Tanaya; I Putu Yudi Pramana Putra; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.49252

Abstract

The background of this community service is the shift in physical activity patterns among children in the digital era. Children now spend more time in static positions, negatively impacting their gross motor development. In Indonesia, prevalence data regarding the impact of this sedentary lifestyle show concerning figures. According to a recent study by Ma’arif (2022), it was found that approximately 25.98% of students fall into the low physical activity category, and a similar percentage (25.98%) was identified in the overweight/obese category. In response to these findings, the subsequent impact of inactivity and increased Body Mass Index (BMI) leads to a decline in vital biomotor components, specifically postural balance. Paradoxically, balance function has been proven to correlate with spatial ability and proportional reasoning, which support a child's academic performance. To address this, the offered solutions include: (1) early detection of balance disorders using the One-Legged Stance Test (OLST), (2) health education on the importance of physical activity, and (3) Home-Based Exercise training. The implementation was conducted through direct visits to SDN 1, SDN 2, and SDN 3 in Lebih Village, Gianyar, between July and August 2024. The participants consisted of 170 students (aged 9–12 years). The examination results showed that the majority of students fell into the "Excellent" category, totaling 164 students (96.5%), followed by the "Above Average" category (1.2%) and the "Average" category (2.4%). This program successfully enhanced the students' understanding of the importance of maintaining physical balance through independent exercise.   Latar belakang pengabdian ini adalah adanya pergeseran pola aktivitas fisik pada anak di era digital yang cenderung sedentary (minim gerak). Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dalam posisi statis, yang berdampak negatif pada perkembangan motorik kasar mereka. Di Indonesia data prevalensi mengenai dampak gaya hidup kurang gerak ini menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian terdahulu eridentifikasi bahwa sekitar 25,98% pelajar masuk dalam kategori aktivitas fisik rendah, dan angka yang sama (25,98%) juga ditemukan pada kejadian kategori gemuk (overweight/obese). Dampak lanjutan dari fenomena inaktivitas dan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) ini bermuara pada penurunan komponen biomotorik vital, yaitu keseimbangan tubuh (balance). Padahal, fungsi keseimbangan terbukti memiliki korelasi dengan kemampuan spasial dan penalaran proporsional anak yang mendukung performa akademis Solusi yang ditawarkan meliputi: (1) deteksi dini gangguan keseimbangan menggunakan One Legged Stance Test (OLST), (2) edukasi kesehatan mengenai pentingnya aktivitas fisik, dan (3) pelatihan Home Based Exercise. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kunjungan langsung ke SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Desa Lebih, Gianyar pada bulan Juli–Agustus 2024. Peserta kegiatan berjumlah 170 siswa (usia 9–12 tahun). Hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas siswa memiliki keseimbangan kategori "Sangat Baik" sebanyak 164 siswa (96,5%), diikuti kategori "Di atas Rata-rata" (1,2%) dan "Rata-rata" (2,4%). Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan fisik melalui latihan mandiri.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026 Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Panrita Abdi - April 2026 Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Panrita Abdi - April 2025 Vol. 8 No. 4 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2024 Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024 Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023 Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023 Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023 Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022 Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Panrita Abdi - April 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022 Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021 Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Panrita Abdi - April 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2021 Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020 Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Panrita Abdi - April 2019 Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Panrita Abdi - April 2018 Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Panrita Abdi - April 2017 More Issue