cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PROLAX: PSIKOEDUKASI PERLINDUNGAN LANSIA DARI HOAX PADA ANGGOTA KARANG WERDA “LAROSE” KABUPATEN MALANG Rakhmaditya Dewi Noorrizki; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Jati Fatmawiyati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.26276

Abstract

When it comes to using technology and the internet, the elderly are a population that is at risk. When it comes to using the internet and communicating in groups, partners' primary issue is that it is simple for the elderly to transfer unreliable information from one group to another. This community service is being done to educate senior residents of Karang Werda "LaRose" in Malang about hoaxes. Community service is in the form of psychoeducation, namely the delivery of information and activities about hoaxes. Participants are members of Karang Werda „LaRose” totaling 40 people. The activity was carried out on October 5, 2022. The psychoeducation results showed a change in knowledge regarding hoaxes; how to identify them and preventive measures for their spread.   ||   Lansia termasuk populasi yang beresiko jika berkaitan dengan penggunaan gawai dan internet. Permasalahan utama yang dihadapi mitra terkait penggunaan internet dan komunikasi dalam kelompok adalah mudahnya para lansia untuk menyebarkan berita-berita dari satu grup ke grup lain yang belum jelas kebenarannya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan psikoedukasi terkait hoax pada lansia anggota Karang Werda ”laRose” di Malang. Pengabdian masyarakat berbentuk psikoedukasi yaitu penyampaian informasi dan aktivitas seputar hoax. Partisipan adalah anggota Karang Werda ”laRose” yang berjumlah 40 orang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2022. Hasil psikoedukasi menunjukkan adanya perubahan pengetahuan terkait hoax; bagaimana mengidentifikasinya dan tindakan preventif dalam penyebarannya.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN ANAK PADA KADER DAN GURU PAUD Patricia Budihartanti Liman; Arleen Devita; Tubagus Ferdi Fadilah; Verawati Sudarma
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.26633

Abstract

Indonesia bears a triple burden of malnutrition, namely undernutrition, overweight, and micronutrient deficiencies. The global economic crisis due to COVID-19 has produced lifestyle changes, including changes in dietary intake, that may increase malnutrition risks. The Indonesian Nutritional Status Survey 2022 data show an incidence of stunting of 15.2% in West Jakarta, well above the 2024 14% target determined by Indonesia’s President Joko Widodo in Presidential Regulation No. 72 for 2021 on accelerated stunting reduction. Various strategies have been formulated by West Jakarta’s municipal government, such as 3-month courses of nutritious food for children at risk of stunting. Available studies show that knowledge is associated with attitude and behavior.  At present, however, the effect of improving child growth monitoring knowledge through health promotion to cadres and early childhood education (PAUD) teachers in Kelurahan Jatipulo, West Jakarta, is still unknown. Therefore West Jakarta’s Administrative City Health Department invited the Faculty of Medicine of Universitas Trisakti to organize health promotion for family guidance team cadres and PAUD teachers as vanguards in child growth monitoring. Child growth standard usage questionnaires were distributed before and after health promotion, the results being that most respondents were ignorant or uncertain about growth chart usage, had never used growth chart in the previous year, and had never participated in growth chart usage training. Post-promotion knowledge level of cadres and teachers increased by 55% (p<0.001). Promotional activity on growth curve usage for more respondents and in a wider work area in West Jakarta may become the next public service program.  ---  Indonesia sedang mengalami tiga beban ganda malnutrisi, yakni kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan defisiensi zat gizi mikro seperti anemia. Krisis ekonomi yang melanda dunia akibat pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap perubahan pola hidup termasuk asupan makan dan dapat meningkatkan risiko malnutrisi. Data Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan bahwa angka stunting di Jakarta Barat sebesar 15,2%. Angka tersebut belum mencapai target yang diberikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, yang tertuang dalam Perpres No. 72 Tahun 2021 mengenai program percepatan penurunan stunting dengan target 14% pada tahun 2024. Berbagai strategi dilakukan oleh pemerintah kota Jakarta Barat seperti pemberian makanan bergizi selama tiga bulan pada anak rawan stunting. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan sikap dan perilaku seseorang. Namun, sampai saat ini belum diketahuinya efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan pertumbuhan anak pada kader dan guru PAUD di kelurahan Jatipulo, Jakarta Barat. Oleh karenanya, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat mengundang Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti untuk dapat berkontribusi dalam penyuluhan kepada kader dan guru PAUD sebagai salah satu garda terdepan dalam  pemantauan pertumbuhan anak. Kuesioner diberikan sebelum dan setelah pelaksanaan penyuluhan. Hasil penyuluhan didapatkan mayoritas responden tidak mengetahui atau ragu-ragu dalam penggunaan kurva, tidak pernah menggunakan kurva pertumbuhan dalam satu tahun terakhir, dan belum pernah mengikuti pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan. Pengetahuan kader dan guru PAUD meningkat sebesar 55% (p<0,001) setelah penyuluhan. Kegiatan penyuluhan mengenai penggunaan kurva pertumbuhan dengan jumlah responden dan lokasi wilayah kerja lebih luas di Jakarta Barat dapat menjadi program pengabdian selanjutnya.
EDUKASI PENGEMBANGAN GULA AREN BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN JATIGEDE, SUMEDANG Dwining Elfriede; Fransisca Wijaya
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.26840

Abstract

The creative industry development ecosystem can encourage the community to participate in building a sustainable tourism village. Jatigede District is one of the areas in Sumedang which has several tourist village areas. The area has enormous natural potential, one of which is the sap tree. The existing sap trees have the potential to produce palm sugar but have yet to be carried out optimally in both processing and packaging. The quality of the palm sugar produced still needs to improve, it melts quickly in storage. Product development can support sustainable tourism villages through creative industries. The problems experienced by partners included a need for more knowledge and skill regarding Good Manufacturing Practices (GMP) to meet the standards of Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Community development activity aims to develop village product that is quality and safe. The stages that will be carried out are to improve the knowledge of craftsmen through GMP training and counseling, packaging technology and product labeling, and business development. The result is the craftsmen have a deeper understanding of the training and simulation materials provided. There is a significant difference between the pre-test and post-test scores, where the post-test average score is greater than the pre-test average. Partners can perform sensory functions to differentiate palm sugar products with good and bad quality. Partners have also been able to design palm sugar packaging labels for the palm sugar.  ---  Ekosistem pengembangan industri kreatif mampu mendorong masyarakat turut serta dalam membangun desa wisata yang berkesinambungan. Kecamatan Jatigede merupakan salah satu daerah di Sumedang yang memiliki beberapa daerah desa wisata. Salah satu potensi alam terbesar di daerah ini yaitu pohon nira. Pohon nira yang ada saat ini berpotensi menghasilkan gula aren namun belum dilakukan secara maksimal baik dari segi pengolahan maupun dari segi pengemasan. Gula aren yang dihasilkan cepat meleleh selama penyimpanannya. Pengembangan produk gula aren ini mampu mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan melalui industri kreatif. Permasalahan yang dialami mitra yaitu minimnya pengetahuan dan keterampilan tentang Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB) untuk memenuhi standar izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk pengembangan produk unggulan desa yang berkualitas dan aman. Adapun tahapan yang akan dilakukan yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin melalui pelatihan dan simulasi mengenai CPPB, teknologi pengemasan dan label produk, pengembangan bisnis dan produk turunan. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test dimana nilai rata-rata post-test lebih besar dari nilai rata-rata pre-test. Mitra mampu melakukan sensori yang berfungsi untuk membedakan produk gula aren dengan kualitas yang baik dan buruk. Mitra juga telah mampu mendesain label kemasan gula aren untuk gula aren yang diproduksi.
RELAWAN PAJAK 2023: MENDORONG KEPATUHAN WAJIB PAJAK MELALUI PENDAMPINGAN PELAPORAN SPT TAHUNAN DAN PEMADANAN NIK-NPWP Aliya Tiara Fatiha; Rahma Aulia Safriza; Khy'sh Nusri Leapatra Chamalinda
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.27283

Abstract

Tax is the primary source of state revenue that finances national development. One of the factors that can determine the amount of state revenue is the level of taxpayers’ compliance. The service aims to increase taxpayer compliance by tax volunteers. It is hoped that the presence of tax volunteers at KPP Pratama Bangkalan will play a role in increasing taxpayers’ compliance through service to taxpayers by helping taxpayers in Bangkalan Regency to report their annual tax reporting and support the implementation of matching NIK into NPWP. Tax volunteers are also tasked with providing socialization, education, and information related to annual tax reporting using e-filling. The service program is carried out for approximately five months using the Community-Based Participatory Research (CBPR) method with stages starting from the pre-training, training, implementation, and evaluation. The results of this activity are based on data from KPP Pratama Bangkalan as of 2 Feb – 31 March 2023, there are 35,709 Annual Tax Reporting for Individual Taxpayers that have been reported on time. The evaluation results show that the majority of taxpayers are satisfied with the services provided by tax volunteers.  ---  Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara yang mendanai pembangunan nasional. Salah satu faktor yang menentukan jumlah penerimaan negara adalah tingkat kepatuhan wajib pajak. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong kepatuhan wajib pajak melalui program relawan pajak. Diharapkan dengan hadirnya relawan pajak di KPP Pratama Bangkalan berperan dalam mendorong kepatuhan pajak melalui pelayanan kepada wajib pajak dalam hal pelaporan SPT Tahunan dan mendukung implementasi pemadanan NIK-NPWP. Relawan pajak juga bertugas memberikan sosialisasi, edukasi, dan informasi yang berkaitan dengan pelaporan SPT Tahunan dengan menggunakan e-filling. Program pengabdian dilakukan melalui metode Community Based Participatory Research (CBPR), dengan tahapan yang dimulai dari tahap pra pelatihan, pelatihan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini berdasarkan data dari KPP Pratama Bangkalan per 2 Feb – 31 Maret 2023 terdapat 35.709 SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah dilaporkan secara tepat waktu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa wajib pajak merasa puas atas pelayanan asistensi yang diberikan relawan pajak.
EDUKASI TENTANG INTERVENSI NON-FARMAKOLOGIS DALAM MENGATASI NYERI MENSTRUASI PADA SISWI SMA NEGERI 7 PALU Andi Saifah; Windu Unggun Cahya Jalu Putra; Murshidah Khairiyah; Mayu Sanlia Samadani; Anjar Kusuma Dewi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.28885

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is a health problem for young women. It is estimated that 26% of SMA Negeri 7 Palu students experience menstrual pain, which results in numerous complaints and discomfort that interfere with daily activities. The purpose of the service is to provide knowledge and skills about nonpharmacological interventions in dealing with menstrual pain to SMA Negeri 7 Palu students. The service employed an educational method, including counselling about dysmenorrhea and the practice of abdominal stretching exercises and LI4 point acupressure. The service involved 80 participants who were separated into two groups. The first session consisted of students from class XI, and the second included students from class X.  Evaluation of knowledge based on the pre-and post-test results and observation technique was used to evaluate abdominal stretching and acupressure skills. The outcomes of this service demonstrated that all activity accomplishments exceeded the success indicator target by 75%, specifically an increase in knowledge score of 88%. The abdominal stretching exercise skills score > 75 points, a total of 95%, with 22.5% in the sufficient category, 63.8% in the good category, and 8.8% in the excellent category. Acupressure skill achievement was divided into 32.5% moderate, 63.8% good, and 8.8% excellent. Participants are encouraged to regularly apply all the knowledge and abilities of nonpharmacological therapy they gain before or during menstruation, and they can assist peers in managing period discomfort.  ---  Nyeri menstruasi (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan remaja putri. Diprediksi 26% siswi SMA Negeri 7 Palu mengalami nyeri menstruasi dan menimbulkan berbagai keluhan dan ketidaknyaman yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Tujuan pengabdian adalah memberi pengetahuan dan keterampilan tentang intervensi non-farmakologis dalam mengatasi nyeri menstruasi pada siswi SMA Negeri 7 Palu. Metode pengabdian yang digunakan adalah edukasi meliputi penyuluhan tentang konsep dismenore dan praktik Latihan peregangan perut dan akupressur titik LI4. Peserta edukasi sebanyak 80 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sesi ke-1 pada siswi kelas XI dan sesi ke-2 pada siswi kelas X. Evaluasi pengetahuan berdasarkan hasil pre-post test dan tehnik observasi untuk penilaian keterampilan Latihan peregangan perut dan akupressur. Hasil pengabdian ini menunjukkan semua capaian kegiatan melebihi target indikator keberhasilan sebesar 75% yaitu peningkatan skor pengetahuan sebesar 88%, skor keterampilan latihan peregangan perut > skor 75 sejumlah 95% terdiri dari 22,5% kategori cukup, 63,8% kategori baik dan 8,8% sangat baik, dan capaian keterampilan akupressur terdiri dari 32,5% kategori cukup, 63,8% kategori baik dan 8,8% kategori baik sekali. Semua pengetahuan dan keterampilan terapi nonfarmakologis yang diperoleh peserta diharapkan diaplikasikan secara rutin menjelang atau saat menstruasi dan dapat membantu teman sebaya dalam mengatasi nyeri menstruasi.
BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KELURAHAN BORONG KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN Beddu Tang; Darmawati; Muhammad Nur; Jayadi; Harlina
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.29531

Abstract

The aquaculture sector has now made a real contribution to food security both in terms of increasing production, and consumption of animal protein, providing employment opportunities, increasing income, and regional development. Tanralili District has an area of ​​around 89.45 km and a population of 31,488 people, which is quite promising for developing the freshwater fisheries sector because it has water sources. Borong Village has an area of ​​4.49 km² and a population of 1,704 people with a population density of 379.51 people/km² in 2017. Borong Village, Tanralili District, Maros Regency is one of the areas that has the potential for freshwater fisheries, especially fish cultivation. freshwater. From the results of the visit to the fish cultivator group in the Borong sub-district, the service team formulated and set the objectives of this activity, namely increasing the knowledge and skills of partners in managing and developing freshwater fish cultivation businesses, increasing knowledge and skills in the business of making fish feed and knowing the procedures making accountable business reports. This community service method uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method which focuses on community activity and involvement as the main subject accompanied by a team. This method is carried out through counseling and training for partners to increase partners' knowledge and skills in managing tilapia cultivation businesses. The success of the community service program can be seen from the results of the pre-test and post-test from the knowledge and skills aspects based on the activities that have been carried out and increased by 75%, so this program can be said to be running as expected.  ---  Sektor perikanan budidaya kini telah memberikan kontribusi nyata dalam ketahanan pangan baik dari segi peningkatan produksi, konsumsi protein hewani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan  pengembangan wilayah. Kecamatan Tanralili memiliki luas wilayah sekitar 89,45 Km dan jumlah penduduk sebanyak 31.488 jiwa, cukup menjanjikan untuk pengembangan sektor perikanan air tawar karena memiliki sumber air. Kelurahan Borong memiliki luas wilayah 4,49 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.704 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 379,51 jiwa/km² pada tahun 2017. Kelurahan Borong Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros salah satu wilayah yang memilki potensi perikanan air tawar terutama budidaya ikan-ikan air tawar. Dari hasil kunjungan terhadap kelompok pembudidaya ikan di kelurahan Borong, maka tim pengabdi merumuskan dan menetapkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola dan mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar, meningkatkan pengetahuan keterampilan dan keterampilan usaha pembuatan pakan ikan serta mengetahui tata cara pembuatan laporan usaha yang akuntabel. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang berfokus pada keaktifan dan keterlibatan masyarakat sebagai subjek utama didampingi oleh tim. Metode ini dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan kepada mitra untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola usaha budidaya ikan nila. Keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat tampak dari hasil pre-test maupun post-test dari aspek pengetahuan dan keterampilan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dan meningkat sebesar 75%, sehingga dengan demikian program ini dapat dikatakan berjalan sesuai harapan.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN DI SMART FISHERY VILLAGE (SFV) PENGAMBENGAN, KABUPATEN JEMBRANA, PROVINSI BALI Annisa Khairani Aras; Ilham; Mohsan Abrori; I Nyoman Sudiarsa; Liga Insani; Arie Kiswanto; Diah Ayu Satyari Utami; Anik Kusmiatun; Andina Chairun Nisa; Diklawati Jatayu; Amiqatul Fikriyah; Muhammad Chaidir Undu
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.30103

Abstract

This community service activity in the aquaculture community at SMART Fishery Village (SFV) Pengambengan aims to increase understanding and management skills of institutional administration and the formation of the SFV Pengambengan secretariat. The problems faced by partners are the lack of insight and knowledge of the group in advancing the business, the implementation of institutional administration that is less than optimal and not yet neatly arranged, and the absence of a permanent SFV Pengambengan secretariat. The method for implementing this service is to provide technical guidance regarding institutional administration management through the preparation of simple financial reports and partner participation by providing improvements to the SFV Pengambengan secretariat facilities that are more appropriate. The result of this community service activity is that partners experience increased understanding and skills in managing institutional administration in the form of preparing simple financial reports. Partners understand the types of costs, identify financial transactions in vaname shrimp cultivation activities, can keep financial journals, and can make simple financial reports per production cycle. The Pengambengan SFV secretariat can be formed permanently, making it easier for all members to gather, monitor, and assist ongoing production activities.  ||  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Pokdakan di SMART Fishery Village (SFV) Pengambengan ini bertujuan adalah untuk peningkatan pemahaman dan keterampilan pengelolaan administrasi kelembagaan dan pembentukan sekretariat SFV Pengambengan. Masalah yang dihadapi mitra adalah minimnya wawasan dan pengetahuan kelompok dalam memajukan usaha, pelaksanaan administrasi kelembagaan yang kurang optimal dan belum tertata rapi serta belum adanya sekretariat SFV Pengambengan yang permanen. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini yakni bimbingan teknis tentang pengelolaan administrasi kelembagaan melalui pembuatan laporan keuangan sederhana dan partisipasi mitra dengan menyediakan perbaikan fasilitas sekretariat SFV Pengambengan yang lebih layak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa mitra mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan administrasi kelembagaan berupa pembuatan laporan keuangan sederhana. Mitra memahami jenis biaya, mengidentifikasi transaksi keuangan di kegiatan budidaya udang vaname, mampu membuat jurnal keuangan serta mampu membuat laporan keuangan sederhana per siklus produksi. Sekretariat SFV Pengambengan dapat terbentuk secara permanen dan memudahkan seluruh anggota untuk berkumpul, memonitoring dan pendampingan kegiatan produksi yang berlangsung.
SOSIALISASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN KENAKALAN REMAJA PADA KELOMPOK ORANG TUA DI NAGARI TANJUNG BONAI AUR Dedi Mardiansyah; Syifa Chairunnisa; Elfi Fauzana Akmal; Dedi Kurniawan; Amanda Salsabila; Muhammad Irfan Ghivari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.31027

Abstract

Anemia is a disease that many teenagers suffer from. Adolescence is a transition from childhood to adulthood. A teenager cannot be called a child anymore, but he is not yet mature enough to be considered an adult. He looks for the way of life that is most suitable for him, and this is often done by trial and error, although there are many mistakes. This activity was carried out to increase parents' knowledge about anemia and young adult delinquency. The target of this activity is parents who have teenagers. The method used in this activity is socialization in the form of lectures and discussions. After delivering the material and discussion session, the PKH group mothers admitted that they had a better understanding of their teenagers and how to prevent anemia and delinquency in their teenagers.  --- Anemia merupakan penyakit yang banyak di derita para remaja. Masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Seorang remaja belum bisa disebut anak-anak lagi, namun ia  belum cukup dewasa untuk dianggap dewasa. Ia  mencari cara hidup yang paling cocok untuk dirinya sendiri, dan hal ini sering dilakukan dengan cara coba-coba, meski banyak kesalahannya. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai anemia dan kanakalan remaja. Sasaran dari kegiatan ini adalah para orang tua yang memiliki remaja. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua terhadap anemia dan kenakalan remaja. Adapun metode yang dilakukan pada kegiatan ini sosialisasi dalam bentuk ceramah dan diskusi. Setelah dilakukan penyampaian materi dan sesi diskusi, ibu-ibu kelompok PKH menjadi lebih dapat memahami mengenai remajanya dan bagaimana pencegahan anemia dan kenakalan pada remajanya.
PELATIHAN PENCEGAHAN KEJADIAN LUKA KAKI PADA PASIEN DIABETES DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN Elly Lilianty Sjattar; Saldy Yusuf; Yuliana Syam; Nurhaya Nurdin; Abdul Majid; Nur Ila; Zulfahmi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.31363

Abstract

Diabetes is one of the global health issues that can have severe consequences if left unmanaged. One of the long-term effects of untreated diabetes is the occurrence of diabetic foot ulcers that can lead to amputation. One effort to prevent diabetic foot ulcers in diabetic patients is by fulfilling their self-care needs through early detection education of the risk of diabetic foot ulcers. The purpose of this activity is to improve the knowledge of diabetic patients, thereby minimizing the risk of diabetic foot ulcers. The target of this community service is 53 diabetic patients and their families who visit the Internal Medicine Polyclinic at Hasanuddin University Hospital. The community service activities use presentation and Q&A methods, as well as demonstrations of each stage of physical activity training. The result of this activity is an increase in patient knowledge regarding the prevention of diabetic foot ulcers. Before the education, only 3 participants (5.7%) answered correctly, and there was an improvement at the end of the activity, with 12 participants (22.6%) answering correctly. The education on the prevention of the risk of diabetic foot ulcers went very smoothly, and diabetic patients and their families could learn ways to prevent complications, with the hope that they can apply this knowledge to their daily activities.   ||    Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memiliki dampak  buruk jika tidak tertangani. Salah satu efek jangka panjang dari diabetes yang tidak tertangani adalah terjadinya luka kaki yang berujung amputasi. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya luka kaki pada pasien diabetes adalah dengan pemenuhan kebutuhan self care melalui edukasi deteksi dini resiko terjadinya luka kaki diabetik. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien diabetes. Sehingga resiko terjadinya luka kaki diabetes dapat diminimalisir. Sasaran pengabdian ini adalah 53 orang pasien diabetes dan keluarganya yang berkunjung ke Poliklinik Penyakit Dalam RSP. Universitas Hasanuddin. Kegiatan pengabdian menggunakan metode presentasi dan tanya jawab, serta demontrasi tiap tahapan latihan aktifitas fisik. Hasil dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pasien mengenai pencegahan kejadian luka kaki, dapat dilihat dari hasil analisis sebelum dilakukan penyuluhan hanya 3 orang peserta yang menjawab benar (5,7%) dan terjadi peningkatan diakhir kegiatan dengan menjawab benar sebanyak 12 orang (22,6%) menjawab dengan benar. Kegiatan penyuluhan tentang pencegahan resiko terjadinya luka kaki diabetes berjalan dengan sangat lancar, pasien diabetes dan keluarganya dapat mengetahui cara-cara pencegahan terjadinya komplikasi dan diharapkan dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam aktifitas kesehariannya.
BANTUAN DESAIN FONDASI MINIPILE MASJID KAPAL MUNZALAN BANJARBARU Yusti Yudiawati; Joni Irawan; Akhmad Marzuki; Ahmad Norhadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.31905

Abstract

Munzalan Ship Mosque in Banjarbaru is one of the branches of many Munzalan Ship Mosques which is found in various cities in Indonesia. This mosque is planned to have a four-story structure shaped similar to a ship and purple colored. The absence of experts in conducting soil investigations and foundation designing is the motivation for providing related services which will be used to fulfill one of the requirements for Building Approval (PBG) and Functional Conditions (SLF) by the Banjarbaru Government. The soil investigation was conducted in the form of a Cone Penetration Test (CPT) at 2 (two) locations, where the hard soil layer was found at a depth of 17 – 18 meters, so the foundation used was planned to be a rectangular minipile foundation with the dimension of 25 cm x 25 cm and a depth of 18 meters. The planned single pile load capacity is 255.48 tons and 291.54 tons. The resulting foundation requirements are 1 (one) pile at 11 joints, 2 (two) piles at 18 joints, and 3 (three) piles at 9 joints. Control calculations of the axial force of the structure show that the number of planned piles can support the load of the structure above it with SF > 1. Foundation design planning assistance facilitates the process of obtaining an optimal and efficient minipile foundation design. The surrounding community, management, and construction committee of the Kapal Munzalan Mosque gained knowledge and understanding of the building foundation design process.  ---  Masjid Kapal Munzalan Banjarbaru merupakan cabang dari Masjid Kapal Munzalan yang terdapat di berbagai kota di Indonesia. Masjid ini direncanakaan memiliki struktur setinggi empat lantai berbentuk menyerupai kapal dan bernuansa warna ungu. Tidak adanya tenaga ahli dalam pelaksanaan penyelidikan tanah dan perencanaan fondasi menjadi motivasi dalam memberikan pengabdian berupa penyelidikan tanah dan perencanaan fondasi yang akan digunakan untuk memenuhi salah satu persyaratan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Syarat Layak Fungsi (SLF) oleh pihak Kota Banjarbaru. Penyelidikan tanah berupa Cone Penetration Test (CPT)/Sondir pada 2 (dua) titik dengan lapisan tanah keras pada kedalaman 17 m – 18 m. Direncanakan menggunakan minipile 25 cm x 25 cm sedalam 18 m. Diperoleh daya dukung tiang tunggal rencana sebesar 255,48 ton dan 291,54 ton. Dihasilkan kebutuhan fondasi tiang sebanyak 1 (satu) buah tiang pada 11 joint, 2 (dua) buah tiang pada 18 joint, dan 3 (tiga) buah tiang pada 9 joint. Perhitungan kontrol terhadap gaya aksial struktur menunjukkan jumlah tiang rencana mampu menopang beban struktur di atasnya denagn SF > 1. Bantuan perencanaan desain pondasi memperlancar proses mendapatkan desain fondasi minipile yang optimal dan efisien. Masyarakat sekitar, Pengurus dan Panitia Pembangunan Masjid Kapal Munzalan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman proses desain fondasi bangunan.

Filter by Year

2017 2025