cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar melalui Penyuluhan dan Pelatihan Resusitasi Jantung Paru Siswa SMA Santo Paulus Jakarta Hadiyanto Hadiyanto; Wilson Evan Aten; Amelia Thiopelus; Tesya Tesya; Jeremy Jeconiah; Lady Virginia Jeanette Wurangian; Felicia Faustina Rahardja; Rafaelle Thalya Wangsaputri; Vanya Laura Andini; Angely Margaretha Eriady; Putu Bagus Aditya Adi Perdana; Juan Andre Kuistono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.47386

Abstract

Cardiac arrest is a medical emergency that can occur suddenly and may result in death if prompt and appropriate treatment is not provided. Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), as a core component of Basic Life Support (BLS), plays a crucial role in increasing victims’ survival chances. Therefore, CPR knowledge and skills need to be introduced at the school level to improve adolescents’ preparedness in responding to emergency situations. This community service activity aimed to evaluate improvements in CPR knowledge among grade X and XI students of Santo Paulus Senior High School, Jakarta, following educational counseling and practical training. The activity was conducted on September 12, 2025, using a pre-test and post-test approach combined with interactive educational sessions and hands-on CPR simulation practice using manikins. A total of 50 students participated in all stages of the activity. Educational sessions were delivered through a participatory approach to strengthen students’ understanding of basic CPR concepts, while simulation activities focused on training students to perform CPR procedures correctly and safely according to established guidelines. Data were analyzed quantitatively to assess changes in knowledge scores before and after the intervention. The results demonstrated an increase in students’ knowledge after participating in the CPR training. Participants showed high enthusiasm during simulation activities and were able to correctly demonstrate CPR steps. Post-test scores were higher than pre-test scores, indicating improved understanding and readiness to respond to cardiac arrest situations.   Kejadian henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kematian apabila tidak segera diberikan penanganan yang tepat. Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai bagian dari Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan intervensi awal yang sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan RJP perlu diperkenalkan sejak usia sekolah sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi keadaan darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan siswa kelas X dan XI SMA Santo Paulus Jakarta mengenai RJP setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2025 dengan metode pre-test, penyuluhan interaktif, simulasi praktik RJP menggunakan manekin, serta post-test sebagai evaluasi akhir. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 50 siswa. Penyuluhan disampaikan secara partisipatif untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar RJP, sedangkan simulasi praktik bertujuan melatih keterampilan siswa dalam melakukan tindakan RJP sesuai dengan prosedur yang benar. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk melihat perubahan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti pelatihan RJP. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama simulasi dan mampu memperagakan langkah-langkah RJP dengan benar. Skor post-test secara umum lebih tinggi dibandingkan skor pre-test, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman dan kesiapan siswa dalam menghadapi kejadian henti jantung. Kesimpulan Penyuluhan dan pelatihan RJP efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar siswa SMA. Intervensi yang sama direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin di sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani henti jantung.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Ecobrick sebagai Ikon Wisata Swafoto Kaliaren View di Desa Kaliaren, Kuningan Siti Nur Amanah; Muda&#039;ah Sri Irmayanti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.47515

Abstract

     Abstract. The issue of plastic waste is a global environmental problem that remains a serious challenge, including in Indonesia. Non-biodegradable plastic waste has the potential to pollute soil, water, and air, threatening environmental sustainability and public health. This community service article aims to describe Community Empowerment through the Use of Ecobricks as a Selfie Tourism Icon at ‘Kaliaren View’ Kuningan. This activity was carried out by students of the Student Field Work Program (KKM) of the Islamic University of Cirebon through a community empowerment approach involving the village government, youth organizations, tourism awareness groups, and local residents. The implementation method included village observation, socialization and education about plastic waste, collection of plastic bottles and fabric waste, ecobrick making, design and arrangement of the letters “Kaliaren View,” as well as installation and inauguration of the ecobricks. The results of the activity showed that the use of ecobricks not only reduced environmental pollution but also increased public awareness and participation in plastic waste management. A total of 598 plastic bottles were successfully processed into ecobricks, which wrapped approximately 149.5 kg of plastic and textile waste, and were arranged into an installation approximately 8 meters long. Furthermore, ecobricks contribute to the creation of creative, aesthetic, and low-cost tourism facilities that have the potential to support the development of the village's creative economy. This activity demonstrates that ecobricks can be an effective alternative solution for plastic waste management and an initial strategy for developing environmentally sustainable tourism and community empowerment in Kaliaren Village.   Permasalahan sampah plastik merupakan isu lingkungan global yang masih menjadi tantangan serius, termasuk di Indonesia. Sampah plastik yang tidak dapat terurai secara alami berpotensi mencemari tanah, air, dan udara, mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemberdayaan Masyarakat melalui Penggunaan Ecobrick sebagai Ikon Wisata Selfie di ‘Kaliaren View’ Kuningan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Program Kerja Lapangan Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Cirebon melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan pemerintah desa, karang taruna, kelompok sadar wisata, dan warga setempat. Metode pelaksanaannya meliputi observasi desa, sosialisasi dan edukasi tentang sampah plastik, pengumpulan botol plastik dan sampah kain, pembuatan ecobrick, desain dan penataan huruf “Kaliaren View,” serta instalasi dan peresmian ecobrick. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan ecobrick berkontribusi dalam mengurangi potensi timbulan sampah plastik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah. Sebanyak 598 botol plastik berhasil diolah menjadi ecobrick, yang membungkus sekitar 149,5 kg sampah plastik dan tekstil, dan disusun menjadi instalasi sepanjang kurang lebih 8 meter. Selain itu, ecobrick berkontribusi pada penciptaan fasilitas wisata yang kreatif, estetis, dan berbiaya rendah yang berpotensi menjadi salah satu fasilitas pendukung dalam pengembangan ekonomi kreatif desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa ecobrick dapat menjadi solusi alternatif yang efektif dalam pengelolaan limbah plastik dan strategi awal untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kaliaren
Program Pembelajaran Kreatif bagi Anak TK dan SD, di Lembaga Bimbingan Belajar Eagle Nest Cabang Golden Karawaci, Tangerang Widiastuti Widiastuti; Indra Praja Kusumah; Erlan Silalahi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.47530

Abstract

The Eagle Nest Tutoring Program is a non-profit learning initiative designed to address educational disparities for children from underprivileged families in the Golden Karawaci area, Tangerang. Established in August 2018, this program is a collaboration between community partners and the Primary Teacher Education Program at Universitas Pelita Harapan, aimed at tackling the root causes of low motivation and academic achievement due to resource limitations. The implementation method employs a creative learning approach based on social constructivism, where student teachers act as tutors applying various techniques such as visual aids, game-based learning, interactive worksheets, ice-breaking activities, and peer tutoring. The learning process is supported by a routine monitoring system through weekly evaluations as well as pre-tests and post-tests. The results of the one-year academic implementation show significant improvements in various aspects, including: participant attendance (80%), academic concept comprehension (33%), learning independence (50%), and students' self-confidence (75%). Evaluation of the effectiveness of creative learning indicates that 83% of the techniques applied fall into the effective to highly effective categories. This program has not only succeeded in enhancing academic competencies but also in developing students' character, simultaneously proving that a creative learning model supported by university-community partnerships can be an innovative and sustainable solution for improving education quality in marginalized communities. The success of this program is expected to be replicated in other locations with similar characteristics through the development of standardized modules and the involvement of local stakeholders.   Bimbingan Belajar Eagle Nest merupakan program pembelajaran non-profit yang ditujukan untuk menjawab tantangan kesenjangan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di sekitar Golden Karawaci, Tangerang. Program yang telah berjalan sejak Agustus 2018 ini merupakan kolaborasi antara mitra masyarakat dengan Program Studi PGSD Universitas Pelita Harapan, dirancang untuk mengatasi akar masalah rendahnya motivasi dan capaian akademik akibat keterbatasan sumber daya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran kreatif berbasis konstruktivisme sosial, di mana mahasiswa PGSD bertindak sebagai tutor yang menerapkan berbagai teknik seperti alat peraga visual, game-based learning, LKS interaktif, ice breaking, dan tutor sebaya. Proses pembelajaran didukung oleh sistem monitoring rutin melalui evaluasi mingguan serta pre-test dan post-test. Hasil implementasi selama satu tahun akademik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada berbagai aspek, antara lain: kehadiran peserta (80%), pemahaman konsep akademik (33%), kemandirian belajar (50%), dan kepercayaan diri peserta didik (75%). Evaluasi efektivitas pembelajaran kreatif menunjukkan 83% teknik yang diterapkan berada pada kategori efektif hingga sangat efektif. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kompetensi akademik tetapi juga mengembangkan karakter peserta didik, sekaligus membuktikan bahwa model pembelajaran kreatif yang didukung kemitraan universitas-masyarakat dapat menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di komunitas marginal. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di lokasi lain dengan karakteristik serupa melalui pengembangan modul terstandarisasi dan pelibatan pemangku kepentingan loka The Eagle Nest Tutoring Program is a non-profit learning initiative designed to address educational disparities for children from underprivileged families in the Golden Karawaci area, Tangerang. Established in August 2018, this program is a collaboration between community partners and the Primary Teacher Education Program at Universitas Pelita Harapan, aimed at tackling the root causes of low motivation and academic achievement due to resource limitations. The implementation method employs a creative learning approach based on social constructivism, where student teachers act as tutors applying various techniques such as visual aids, game-based learning, interactive worksheets, ice-breaking activities, and peer tutoring. The learning process is supported by a routine monitoring system through weekly evaluations as well as pre-tests and post-tests. The results of the one-year academic implementation show significant improvements in various aspects, including: participant attendance (80%), academic concept comprehension (33%), learning independence (50%), and students' self-confidence (75%). Evaluation of the effectiveness of creative learning indicates that 83% of the techniques applied fall into the effective to highly effective categories. This program has not only succeeded in enhancing academic competencies but also in developing students' character, simultaneously proving that a creative learning model supported by university-community partnerships can be an innovative and sustainable solution for improving education quality in marginalized communities. The success of this program is expected to be replicated in other locations with similar characteristics through the development of standardized modules and the involvement of local stakeholders.  
Implementasi Sistem Budidaya Terintegrasi Lobster, Ikan dan Kerang Mutiara dalam Karamba Jaring Apung  di Desa Terapung, Kabupaten Buton Tengah Yusnaini Yusnaini; Rahmad Arya Fitra; Muhammad Syaiful; Nurdiana Nurdiana; Asnani Asnani; Pamarudin Pamarudin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48043

Abstract

Desa Terapung, Central Buton Regency, has significant marine resource potential that can be developed through mariculture activities. However, aquaculture groups still face limitations in cultivation technology, commodity diversification, and optimization of production facilities. This community service activity aimed to improve the knowledge, skills, production facilities, productivity, and income of partners through the implementation of an integrated lobster, fish, and pearl oyster cultivation system in floating net cages. The activity was conducted in partnership with the Waburense Maju Fishermen-Aquaculture Group in Terapung Village as part of the 2025 Kosabangsa Program. The methods applied included counseling, training, technology transfer, and provision of integrated aquaculture production facilities. The implementation focused on cultivation management, including feeding, sanitation, pest control, selective harvesting, and product marketing. Evaluation was conducted by comparing participants’ knowledge and skills before and after the activity using a structured questionnaire. The results showed that prior to the training, participants’ knowledge levels were relatively low, ranging from 40–73% across most indicators. After the training, participants’ knowledge and ability to apply integrated cultivation techniques increased significantly, with achievement levels exceeding 80%. In addition to improving capacity, the program successfully introduced diversification of cultivated commodities and strengthened sustainable marine aquaculture practices. The integrated cultivation system and active participation of partners contributed to increasing the capacity and productivity of aquaculture groups in adapting to local environmental conditions.   Desa Terapung, Kabupaten Buton Tengah, memiliki potensi sumber daya laut yang signifikan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan marikultur. Namun, kelompok budidaya masih menghadapi keterbatasan dalam teknologi budidaya, diversifikasi komoditas, dan optimalisasi sarana produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sarana produksi, produktivitas, dan pendapatan mitra melalui penerapan sistem budidaya terintegrasi lobster, ikan, dan tiram mutiara di keramba jaring apung. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Nelayan-Budidaya Waburense Maju di Desa Terapung sebagai bagian dari Program Kosabangsa 2025. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, alih teknologi, dan penyediaan sarana produksi budidaya terintegrasi. Pelaksanaan difokuskan pada manajemen budidaya, termasuk pemberian pakan, sanitasi, pengendalian hama, panen selektif, dan pemasaran produk. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, tingkat pengetahuan peserta relatif rendah, berkisar antara 40–73% pada sebagian besar indikator. Setelah pelatihan, pengetahuan dan kemampuan peserta dalam menerapkan teknik budidaya terintegrasi meningkat secara signifikan, dengan tingkat capaian melebihi 80%. Selain meningkatkan kapasitas, program ini berhasil memperkenalkan diversifikasi komoditas budidaya dan memperkuat praktik budidaya laut berkelanjutan. Sistem budidaya terintegrasi dan partisipasi aktif mitra berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan produktivitas kelompok budidaya dalam beradaptasi terhadap kondisi lingkungan lokal.
Pemberdayaan Kelompok Griya Tani Desa Sikapat melalui Teknologi Pemanfaatan Limbah Kerabang Telur sebagai Pupuk Organik CairPemberdayaan Kelompok Griya Tani Desa Sikapat melalui Teknologi Pemanfaatan Limbah Kerabang Telur sebagai Pupuk Organik Cair Dita Cahyaningrum
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48167

Abstract

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) is a program organized by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology through the Directorate of Learning and Student Affairs, Directorate General of Higher Education, Research and Technology, and implemented through higher education institutions based on community service and empowerment activities. Unit Pengabdian Masyarakat, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, implemented the program in Sikapat Village. Eggshell waste generated by a local poultry company reaches 7 tons per month and is not optimally utilized, potentially causing environmental pollution. The program collaborated with the Griya Tani Group   to utilize eggshell waste as liquid organic fertilizer, improve members knowledge, and increasing the capacity of farmer groups to produce value-added liquid organic fertilizer products. Activities included socialization, training and direct demonstrations. The treatments consisted of non-shell (P2), pure shell (P3), washed shell (P4), and boiled shell (P5) with pure urine as the control variable (P1). Materials included sheep urine, eggshell, rice washing water, coconut water, banana stems, molasses, EM4, and well water. The resulting liquid organic fertilizer showed high total dissolved solids (TDS), salt content, and appropriate pH values in accordance with Minister of Agriculture Decree No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Calcium (Ca) and magnesium (Mg) contents met SNI-19-7030-2004 standard, while Fe content complied with the Minister of Agriculture Decree No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.  Participants knowledge increased with an N-gain score of 43% (moderate category), and they showed strong interest in independently producing liquid organic fertilizer.   Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) merupakan program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi melalui perguruan tinggi berbasis program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Unit Pengabdian Masyarakat, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman sebagai tim pelaksana PPK Ormawa mengimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan di Desa Sikapat. Potensi limbah kerabang telur berasal dari salah satu perusahaan unggas di Desa Sikapat sebanyak 7 ton/bulan dan tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan pengabdian untuk berkolaborasi dengan Kelompok Griya Tani Desa Sikapat dalam pemanfaatan limbah kerabang telur menjadi pupuk organik cair, meningkatkan pengetahuan anggota kelompok, serta meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam menghasilkan produk pupuk organik cair bernilai guna.  Metode meliputi sosialisasi pelatihan dan demonstrasi secara langsung. Pembuatan pupuk organik cair terbagi menjadi, non kerabang (P2), kerabang murni (P3) kerabang dicuci (P4), dan kerabang direbus (P5) dengan variabel kontrol urin murni (P1). Materi pembuatan pupuk organik cair limbah kerabang telur terdiri dari urin domba, kerabang telur, air cucian beras, air kelapa, bonggol pisang, molases, EM4, dan air sumur. Hasil pengabdian menunjukkan kualitas pupuk organik cair ditinjau dari total dissolved solids (TDS), garam (salt), dan pH menggunakan TDS meter diperoleh hasil yang tinggi serta pH baik, sesuai KepMentan Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Kandungan pupuk organik cair dari kalsium (Ca), magnesium (Mg) memenuhi SNI-19-7030-2004, dan Fe  memenuhi KEPMENTAN 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Pengetahuan Kelompok Griya Tani tentang pupuk organik cair meningkat dengan N-gain 43% (sedang), serta memiliki minat tinggi melakukan praktik pembuatan pupuk organik cair secara mandiri.
Pemberdayaan Kelompok Tani Makmur Jaya melalui Optimalisasi Pekarangan Rumah Produktif Berbasis Usahatani Bawang Merah Ramah Lingkungan di Kabupaten Takalar Fachirah Ulfa; Elkawakib Syam&#039;un; Heliawaty CH Lakare
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/thhg0g69

Abstract

This community service program aimed to empower the Makmur Jaya Farmer Group in Parangmata Village, Galesong District, Takalar Regency through the optimization of productive home gardens based on environmentally friendly shallot cultivation. The main problems included the underutilization of home gardens, heavy dependence on chemical fertilizers and pesticides, and limited knowledge and skills in applying environmentally friendly agricultural technologies. The program was implemented using a participatory approach through socialization, training, field practice, mentoring, and evaluation using pre-test and post-test methods. The introduced technologies included biochar produced from corn cobs, liquid organic fertilizer and plant growth regulator derived from fermented coconut water, and botanical pesticide prepared from papaya leaves. Evaluation results showed that the proportion of participants utilizing home gardens for agricultural activities increased from 57.89% to 89.47%, while knowledge of shallot cultivation improved from 57.89% to 94.73%. Experience in using coconut water-based liquid organic fertilizer increased from 5.26% to 84.21%, knowledge of biochar benefits increased from 5.26% to 89.47%, and the ability to prepare papaya leaf-based botanical pesticide increased from 5.26% to 78.94%. Furthermore, participants with good knowledge of postharvest management and marketing increased from 10.52% to 47.36%, while those highly interested in further training increased from 31.57% to 57.89%. These findings demonstrate that the program successfully improved farmers' knowledge, skills, and readiness to adopt environmentally friendly agricultural technologies based on locally available resources for the sustainable development of productive home gardens.    Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan Kelompok Tani Makmur Jaya di Desa Parangmata, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar melalui optimalisasi pekarangan rumah produktif berbasis budidaya bawang merah ramah lingkungan. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya pemanfaatan pekarangan, tingginya ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, serta terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, pendampingan, dan evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Teknologi yang diterapkan meliputi pemanfaatan biochar dari jenggel jagung, pupuk organik cair dan zat pengatur tumbuh berbahan air kelapa fermentasi, serta pestisida nabati dari daun pepaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan untuk kegiatan pertanian meningkat dari 57,89% menjadi 89,47%, pengetahuan budidaya bawang merah di pekarangan meningkat dari 57,89% menjadi 94,73%, pengalaman penggunaan pupuk organik cair berbahan air kelapa meningkat dari 5,26% menjadi 84,21%, pengetahuan mengenai manfaat biochar meningkat dari 5,26% menjadi 89,47%, serta kemampuan pembuatan pestisida nabati dari daun pepaya meningkat dari 5,26% menjadi 78,94%. Selain itu, pengetahuan peserta mengenai pengelolaan dan pemasaran hasil dengan kategori baik meningkat dari 10,52% menjadi 47,36%, sedangkan minat mengikuti pelatihan lanjutan dengan kategori sangat tertarik meningkat dari 31,57% menjadi 57,89%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan petani dalam menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal untuk mendukung pengembangan pekarangan produktif secara berkelanjutan
Sosialisasi dan Pelatihan Deteksi Dini Dan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Pada Kader Posyandu Di Desa Abianbase Indah Pramita; I Gede Putu Wahyu Mahendra; Ni Wayan Tianing; Putu Primeriana Nugiaswari; Adi Saputra; Wayan Denny Darmawan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48191

Abstract

Early childhood is a crucial period in a child's growth and development, significantly determining the quality of their health, functional abilities, and future readiness. Early detection and growth and development stimulation efforts need to be optimally implemented at the community-based health service level, one of which is through the Integrated Health Service Post (Posyandu). Posyandu cadres play a strategic role in monitoring child growth and development, but limited knowledge and skills often hinder their implementation. This community service program aims to increase the capacity of Posyandu cadres in Abianbase Village, Mengwi District, Badung Regency, to understand the stages of child growth and development, conduct early development detection, and provide appropriate growth and development stimulation. The activity was carried out on August 14, 2024, involving 35 Posyandu cadres from seven hamlets. The implementation method included educational outreach, practice-based training, demonstrations, and mentoring, with evaluation using pre-post tests and skills assessment sheets. The results of the activity showed an increase in cadres' understanding of child growth and development stages from 36.67% to 79.17%. In addition, 85% of cadres were able to independently perform early developmental detection using the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP), and 80% were able to apply infant massage techniques as a form of growth and development stimulation. This program has proven effective in comprehensively improving the knowledge and skills of Posyandu cadres. Strengthening cadre capacity through structured and ongoing training is needed to support optimal monitoring and stimulation of child growth and development at the village level.   Masa usia dini merupakan periode krusial dalam proses tumbuh kembang anak yang sangat menentukan kualitas kesehatan, kemampuan fungsional, dan kesiapan anak di masa mendatang. Upaya deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang perlu dilakukan secara optimal sejak tingkat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, salah satunya melalui Posyandu. Kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai pelaksana pemantauan tumbuh kembang anak, namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sering menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu Desa Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dalam memahami tahapan tumbuh kembang anak, melakukan deteksi dini perkembangan, serta memberikan stimulasi tumbuh kembang secara tepat. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Agustus 2024 dengan melibatkan 35 kader Posyandu dari tujuh banjar. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi edukatif, pelatihan berbasis praktik, demonstrasi, dan pendampingan, dengan evaluasi menggunakan pre-post test dan lembar penilaian keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader tentang tahapan tumbuh kembang anak dari 36,67% menjadi 79,17%. Selain itu, 85% kader mampu melakukan deteksi dini perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) secara mandiri, dan 80% kader mampu mengaplikasikan teknik pijat bayi sebagai bentuk stimulasi tumbuh kembang. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu secara komprehensif. Penguatan kapasitas kader melalui pelatihan terstruktur dan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung optimalisasi pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang anak di tingkat desa.    
Penerapan Inovasi Pengolahan Abu Sisa Pembakaran Sampah Anorganik menjadi Material Bangunan Non-Struktural (Loster) dengan Pendekatan Partisipatoris di TPS3R Lembangsari, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Fajar Ciptandi; Oky Setiawan; Mohd Ridho Kurniawan; Ira Wirasari; Ayub Ilfandy Imran
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48431

Abstract

The waste management issues at the TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle Waste Processing Facility) Lembangsari, located in Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency, indicate that approximately 485 kg or 2.64 m² of waste are collected in a single transportation cycle, of which 135 kg or 0.75 m² consist of inorganic waste. In particular, this type of inorganic waste, which is difficult to decompose, has been addressed through incineration using a technology known as the Tel-Urator machine. However, the incineration process still leaves approximately 10–15% combustion ash, which has not yet been optimally managed. Direct disposal of this ash onto the soil has the potential to degrade soil fertility. The objective of this activity is to utilize the results of previous research by upcycling the residual ash from inorganic waste incineration to produce material characteristics suitable for application as ventilation blocks (loster). The outcomes of this study are expected to be applicable for implementation at TPS3R Lembangsari. The methodological approach involved community participation through Participatory Learning and Action (PLA), providing capacity building on the urgency of waste management and proper waste handling practices in the form of workshops and intensive mentoring. The results of the activity include the development of environmentally friendly, appropriate-technology products in the form of ventilation blocks made from inorganic waste incineration residues, as well as enhanced community capacity in waste management and the application of simple, context-appropriate technologies.   Permasalahan sampah yang terdapat TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Lembangsari di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung menunjukan bahwa terdapat sekitar 485 kg atau 2,64 m2 sampah dalam sekali pengangkutan, dengan sebanyak 135 kg atau 0,75 m2 merupakan jenis sampah anorganik. Khususnya untuk jenis sampah anorganik yang sulit diurai ini telah mampu disolusikan dengan cara dibakar menggunakan sebuah teknologi berupa mesin Tel-Urator, Namun, hasil pembakaran tersebut masih menyisakan sekitar 10-15% abu pembakaran yang selama ini belum dapat dimusnahkan secara optimal. Pembuangan abu tersebut langsung ke tanah berpotensi merusak kondisi kesuburan tanah tersebut. Tujuan kegiatan adalah memanfaatkan hasil penelitian sebelumnya, yaitu memanfaatkan abu sisa pembakaran sampah anorganik ini dengan pendekatan upcycling menghasilkan suatu karakter material yang cocok untuk diaplikasikan menjadi loster. Hasil penelitian ini dapat berguna untuk diimplementasikan pada TPS3R Lembangsari. Pendekatan metode yang dilakukan adalah dengan melibatkan partisipasi masyarakat menggunakan Participatory Learning and Action (PLA) untuk pembekalan pengetahuan mengenai urgensi pengelolaan sampah dan tata cara pengelolaannya dengan benar dalam bentuk workshop dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan berupa produk tepat guna yang ramah lingkungan berupa loster dengan memanfaatkan material sisa pembakaran sampah anorganik, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah dan menerapkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kesiapannya.
Inovasi Media Flashcard sebagai Upaya Edukasi Pencegahan Keracunan Makanan Jajanan pada Anak Sekolah Dasar di Desa Muara Penimbung Ulu Dini Arista Putri; Inoy Trisnaini; Imelda Gernauli Purba; Dwi Septiawati; Widya Ayu Pratiningsih
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48469

Abstract

. Foodborne illness among school-aged children remains a persistent public health issue, particularly in rural and semi-rural settings with limited access to health information. This community engagement program aimed to improve knowledge and attitudes regarding safe snack consumption among elementary school students through the use of flashcard-based educational media. The program was conducted at the Hafiyya Islamic Boarding School, Muara Penimbung Ulu Village, Ogan Ilir Regency, Sumatera Selatan. The community-service participants were 33 Islamic boarding school students aged 7–11 years. Activities included pre-test and post-test assessments, interactive health education sessions using flashcards, and evaluation of learning outcomes. The flashcards presented key concepts related to food safety, hazardous food additives, symptoms of food poisoning, and indicators of safe snacks. Results showed a significant improvement in students’ knowledge, with a mean difference between pre-test and post-test scores of 0.84 and a statistically significant difference (p = 0.000). Although the change in attitude scores was not statistically significant (p = 0.231), overall attitudes were already positive before the intervention. More than 80% of participants demonstrated high engagement during activities. This program highlights that flashcards are an effective, engaging, and context-appropriate media for strengthening early food safety literacy among children. The intervention also supports sustainable health promotion in educational settings and contributes to SDGs related to health, education, and responsible consumption. Keracunan makanan pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama pada wilayah rural dan semi-rural dengan akses informasi kesehatan yang terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai konsumsi jajanan yang aman melalui media edukasi berbasis flashcard. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Yayasan Islam Hafiyya Desa Muara Penimbung Ulu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peserta pengabdian merupakan 33 peserta didik pesantren usia 7–11 tahun. Tahapan kegiatan meliputi pelaksanaan pre-test dan post-test, penyuluhan interaktif menggunakan flashcard, serta evaluasi hasil pembelajaran. Flashcard berisi materi mengenai keamanan pangan, bahan berbahaya pada jajanan, tanda-tanda keracunan makanan, dan cara memilih jajanan yang aman. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan selisih rata-rata peningkatan nilai pre-test dan post-test sebesar 0,84 dan perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,000). Meskipun perubahan sikap tidak signifikan (p = 0,231), sikap siswa pada umumnya sudah baik sebelum intervensi. Lebih dari 80% peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media flashcard efektif sebagai media edukasi yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan literasi keamanan pangan pada anak. Program ini turut mendukung promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah serta berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait kesehatan, pendidikan, dan konsumsi bertanggung jawab.
Aklimatisasi Anggrek Spesies Hasil Kultur Jaringan melalui Pemberdayaan Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Biologi Universitas Mulawarman Samsurianto; Ratna Kusuma; Yanti Puspita Sari; Dwi Susanto; Hetty Manurung; Bodhi Dharma; Eko Kusumawati; Budiman; Jusmaldi; Ervinda Yuliatin; Aloysia Sri Pujiyanti; Febry Rahmadhani Hasibuan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48712

Abstract

Student empowerment through the acclimatization of tissue culture–derived orchids represents a strategic approach that integrates biodiversity conservation efforts with the enhancement of human resource capacity. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of final-year Biology students in acclimatizing two orchid species of high conservation and economic value, namely Coelogyne pandurata and Phalaenopsis gigantea. The program employed a combination of theoretical instruction, demonstrations of acclimatization techniques, hands-on training, and interactive discussions on business opportunities in orchid cultivation. A total of 15 students participated in the program, which was preceded by a pre-test and concluded with a post-test to assess improvements in participants’ understanding. The evaluation results showed a significant increase in post-test scores (85.33%) compared to pre-test scores (58.67%), with an average N-Gain value of 0.65, classified as moderate. In addition, participants were able to independently perform all stages of the acclimatization process, including the removal of plantlets from culture bottles, washing off residual media, planting in sterile substrates, and the covering process. Questionnaire results indicated a high level of participant satisfaction with the materials, methods, and overall benefits of the program. Overall, this community service activity successfully enhanced students’ knowledge and technical skills in the acclimatization of tissue culture–derived orchids, supported the conservation of high-value orchid species, and strengthened students’ capacity in horticulture and bioresource-based entrepreneurial development. Pemberdayaan mahasiswa melalui kegiatan aklimatisasi anggrek hasil kultur jaringan merupakan pendekatan strategis yang mengintegrasikan upaya konservasi keanekaragaman hayati dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa tingkat akhir Program Studi Biologi dalam melakukan aklimatisasi dua spesies anggrek bernilai konservasi dan ekonomi tinggi, yaitu Coelogyne pandurata dan Phalaenopsis gigantea. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi teoritis, demonstrasi teknik aklimatisasi, praktik langsung (hands-on training), serta diskusi interaktif terkait peluang usaha budidaya anggrek. Kegiatan diikuti oleh 15 mahasiswa dan diawali dengan pre-test serta diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai post-test sebesar 85,33% dibandingkan nilai pre-test sebesar 58,67%, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,65 yang tergolong dalam kategori sedang. Selain itu, peserta mampu melaksanakan seluruh tahapan aklimatisasi secara mandiri, mulai dari pelepasan planlet dari botol kultur, pencucian sisa media, penanaman pada media steril, hingga proses penyungkupan. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap materi, metode, dan manfaat kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam aklimatisasi anggrek hasil kultur jaringan, mendukung upaya konservasi anggrek bernilai tinggi, serta memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang hortikultura dan pengembangan kewirausahaan berbasis sumber daya hayati.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026 Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Panrita Abdi - April 2026 Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Panrita Abdi - April 2025 Vol. 8 No. 4 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2024 Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024 Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023 Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023 Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023 Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022 Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Panrita Abdi - April 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2022 Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021 Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Panrita Abdi - April 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2021 Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020 Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Panrita Abdi - April 2019 Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Panrita Abdi - April 2018 Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Panrita Abdi - April 2017 More Issue