cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pro Food
Published by Universitas Mataram
ISSN : 24431095     EISSN : 24433446     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Pro Food adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu dan teknologi pangan serta aplikasinya dalam industri pangan. Jurnal Pro Food terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Mei dan November. The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
Karakterisasi Profil Sensori Permen Susu Khas Sumbawa dengan Metode Check-All-That Apply dan Ideal Profile Salsabilah, Aziza; Widiyanti, Keisha Zahrani; Mustafa, Iqbal Sakti; Arzani, Lalu Danu Prima
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.415

Abstract

Permen susu merupakan camilan manis pulau Sumbawa yang merupakan salah satu produk ciri khas pulau tersebut. Permen susu sumbawa dibuat dengan bahan dasar gula pasir dan susu sapi maupun kerbau sehingga memilki karakteristik sensori yang khas tergantung dari bahan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil sensori permen susu sumbawa dan mengidentifikasi profil sensori ideal permen susu sumbawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Check-All-That-Apply dan Ideal Profile Method yang diujikan pada empat produk permen susu sumbawa. Berdasarkan hasil pengujian profil ideal permen susu sumbawa adalah rasa manis gula aren, rasa karamel, rasa susu dan tekstur empuk. Tingkat kesukaan panelis sangat dipengaruhi oleh tektur empuk sedangkan aroma dan flavor perengus serta tekstur keras merupakan atribut yang mengurangi tingkat kesukaan panelis terhadap produk permen susu. Terdapat juga tiga atribut yang dinilai harus dimiliki oleh permen susu yaitu rasa susu, aroma susu sapi dan tekstur empuk sedangkan aroma dan flavor perengus merupakan atribut yang tidak diinginkan pada produk permen susu.
Pengaruh Komposisi Tepung Komposit TESOTA (Terigu, Sorgum, Tapioka) dan Konsentrasi Karagenan Terhadap Mutu Roti Tawar Rendah Gluten Aflah, Abid Jalaluddin; Widyastuti, Sri; Amaro, Moegiratul; Rasyda, Riezka Zuhriatika
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.426

Abstract

This study aimed to determine the effect of composite flour composition (wheat, sorghum, and tapioca) and carrageenan concentration on the quality of low-gluten white bread. This study used an experimental method with a two-factor completely randomized design (CRD), namely (1) composite flour composition (wheat:sorghum:tapioca) T1 = 50:25:25, T2 = 40:30:30, and T3 = 30:35:35, and (2) carrageenan concentration of 0.2 and 0.4%. Observation data were analyzed with SPSS software using ANOVA at the 5% significance level. Data that were significantly different were further tested with Honest Significant Difference test at the 5% significance level. The parameters observed included chemical quality (moisture content, ash content, and crude fiber content), physical quality (expandability, elasticity, bread pores, and staling), and organoleptic quality (aroma, taste, texture, crust color, and crumb color). The results showed that the treatment of different flour compositions and carrageenan concentrations had a significant effect on ash content, crude fiber content, expandability, elasticity, bread pores, and staling. However, there was no significant effect on its moisture content and organoleptic quality. To minimize the use of wheat flour, the composition of wheat:sorghum:tapioca flour 40:30:30 and carrageenan concentration 0.4% is the recommended treatment, with 24.35% moisture content (met the SNI requirements), 1.49% ash content, 4.08% crude fiber content, 68.69% expandability, 82.55% elasticity, pore size tends to be uniform between 12.08-19.11µm, staling time on the third day, and preferred by panelists because the texture is rather soft, the color of the crust is yellowish brown, and the color of the crumb is yellowish white.
Karakteristik Tepung Jewawut yang Difermentasi dengan Bimo CF pada Lama Fermentasi yang Berbeda Cicilia, Siska; Basuki, Eko; Alamsyah, Ahmad; Yasa, I Wayan Sweca; Unsunnidhal, Lalu; Jannah, Nuzuliya Miftahul
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.468

Abstract

Millet is a cereal with high nutritional content and has the potential to be a substitute for wheat. This research aimed to determine the characteristics of millet flour fermented by Bimo CF at different fermentation times.  This research was conducted using a completely randomized design with one factor (fermentation time). It consisted of P1 (0 hours), P2 (12 hours), P3 (24 hours), P4 (36 hours), and P5 (48 hours). The resulting product of each treatment's water content, ash content, crude protein content, lightness, and yield were analyzed as tested parameters. Observation data were analyzed using ANOVA and further tested using Honest Significant Difference Test at a significance level of 5%. The result showed that fermentation period treatment using Bimo CF starter had a significantly different effect on water, ash, crude protein content, lightness, and yield. The 12-hour fermentation treatment is the recommended treatment to produce fermented millet flour, with a water content of 2.78%, ash content of 2.41%, crude protein content of 7.41%, lightness of 73.11, and yield of 45.5%.
Pendugaan Umur Simpan Kopi Bubuk Robusta Desa Pakuan Menggunakan Model Arrhenius Nofrida, Rini; Zainuri, Zainuri; Utama, Qabul Dinanta; Afriansyah, Dilla; Rahayu, Novia; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Pertiwi, Made Gendis Putri
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.485

Abstract

Nusa Tenggara Barat adalah salah satu wilayah penghasil kopi, terutama kopi robusta. Salah satu sentra produksi kopi di NTB adalah Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Produk kopi bubuk dari Desa Pakuan telah dikemas menggunakan plastik PolyPropylene (PP), namun umur simpan kopi tersebut belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan umur simpan kopi robusta dari Desa Pakuan serta menentukan suhu penyimpanan optimal agar kopi bubuk robusta memiliki umur simpan lebih panjang. Penentuan umur simpan dilakukan dengan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) menggunakan model Arrhenius. Kopi disimpan pada suhu 20°C, 30°C, dan 40°C dalam kemasan plastik PP selama 5 minggu, dan pengujian kadar air dilakukan setiap minggu. Data kadar air yang diperoleh diolah menggunakan model Arrhenius. Penelitian ini merekomendasikan penyimpanan kopi bubuk pada suhu 20°C dengan kemasan plastik PP untuk masa simpan lebih lama. Berdasarkan estimasi, umur simpan produk kopi bubuk pada suhu 20°C dalam kemasan plastik PP adalah 89,88 minggu atau 1 Tahun 8 Bulan.
arakteristik Kimia, Fisik, dan Organoleptik Kue Kembang Goyang Tersubstitusi Tepung Sorgum dan Mocaf Alamsyah, Ahmad; Ayudistira, Saufika; Saloko, Satrijo; Rasyda, Riezka Zuhriatika
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.486

Abstract

Kembang goyang merupakan kue kering berbentuk kembang khas Betawi yang terbuat dari tepung beras dan tepung terigu. Tepung terigu mengandung gluten yang dihindari oleh penyandang celiac disease. Makanan bebas gluten juga cenderung lebih dipilih karena lebih sehat dan bergizi. Penggunaan tepung terigu di kue kembang goyang diharapkan dapat diminimalisir dengan tepung sorgum dan mocaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung sorgum dan mocaf terhadap karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik kue kembang goyang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap satu faktor (rasio tepung sorgum dan mocaf), terdiri atas 5 taraf perlakuan (16:4, 12:8, 8:12, 4:16, 0:20) dengan 3 ulangan. Data dianalisis dengan software Co-Stat menggunakan uji ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung terigu dengan tepung sorgum dan dan mocaf secara signifikan mempengaruhi kadar air, kadar abu, kadar protein, nilai L*, nilai °Hue, tekstur dan organoleptik (kecuali aroma) kue kembang goyang. Seiring dengan berkurangnya konsentrasi tepung sorgum maka akan menurunkan kadar air, kadar protein, nilai °Hue, namun meningkatkan kadar abu, nilai L*, tekstur, dan organoleptik (kecuali skoring aroma dan skoring rasa). Untuk menghasilkan kue kembang goyang bebas gluten yang masih dapat diterima panelis, disarankan menggunakan tepung sorgum 8% dan mocaf 12%, dengan karakteristik kadar air 3,99%, kadar abu 0,33%; kadar protein 3,94%, nilai L* 52,22, nilai °Hue 140,51, tekstur 10,50 N, berwarna coklat kehijauan, renyah, serta agak beraroma dan agak berasa sorgum.
Rancangan Indikator Kesegaran Buah Pisang Ambon Lumut (Musa paradisiaca var. Sapientum) Berbasis Bromofenol Biru dan Metil Merah Wardatullatifah, Ince Siti; Ayu, Hanifah; Muttalib, Surya Abdul; Fuadi, Mi’raj; Santoso, Dwi; Fatima, Siti; Kusmiah, Nurhaya; Amalia, Anugerah Fitri
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.487

Abstract

Buah pisang ambon lumut merupakan salah satu buah klimaterik yang umumnya dipanen ketika masih mentah dari pohonnya untuk bisa dijual. Perkiraan kematangan buah pisang ambon lumut masih mengalami kesulitan sebab warna kulit buah tidak berubah saat mentah ataupun matang, sehingga pembeli harus mengecek tanda-tanda kematangan dari buah dengan cara menekan buah yang dapat menimbulkan memar dan mempengaruhi perubahan mutu buah tersebut. Penelitian ini bertujuan merancang pendeteksi tingkat kesegaran buah pisang ambon lumut berbasis indikator bromofenol biru dan metil merah yang mampu menyerap senyawa bromin penyebab kebusukan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor penelitian. Faktor pertama yaitu komposisi dan perbandingan metil merah dan bromofenol biru dengan empat taraf perlakuan (BM3 = 3 larutan A:1 larutan B, BM5 = 5 larutan A:1 larutan B, BM = 100% larutan A, dan BB = 100% larutan B). Larutan A yaitu 50% metil merah dan 50% bromofenol biru, sedangkan larutan B yaitu 100% bromofenol biru. Faktor kedua yaitu konsentrasi pelarut etanol dengan dua taraf perlakuan (pengenceran 50 ml dan 100 ml). Data penelitian dianalisis menggunakan software SPSS dengan ANOVA pada taraf nyata 5% dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata yang sama. Perlakuan BM5 memberikan data total perubahan warna tertinggi yang mengindikasikan perubahan warna yang terlihat signifikan, yaitu warna ungu–kuning untuk kondisi matang–busuk. Pengembangan indikator kesegaran ini diharapkan dapat menjadi label pintar pendeteksi bromin pada buah pisang ambon lumut hijau.
Kualitas Selai Lembaran dengan Kombinasi Daging Buah Alpukat dan Bubur Kolang Kaling Tanggara, Evangelista Cannola; Purwijantiningsih, Ekawati; Swasti, Yuliana Reni
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.385

Abstract

Sheet jam is a food made from fruit pulp that is dried at a temperature of around 50-65oC with a drying time ranging from 6 to 24 hours  depending on the raw materials used. In this study, avocado flesh was used do to its nutritional advantages  and serve as a source of pectin, as well as in combination with kolang kaling as a gelling agent in sheet jam. This study aims to determine the effect of the combination of avocado flesh and kolang kaling pulp on the quality of sheet jam based on chemical, physical, microbiological, and organoleptic properties and to determine the right combination between avocado flesh and kolang kaling pulp to obtain sheet jam results with the best quality. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 combination treatments of avocado flesh and kolang kaling pulp, namely the Control treatment 100:0; treatment A 95:5; treatment B 90:10; and treatment C 85:15. The results showed that the combination of avocado flesh and kolang kaling pulp had a significantly different effect on quality of sheet jam including moisture content, ash content, insoluble fiber content, soluble fiber content, total soluble solids, and texture analysis,  but did not have a significant effect on color analysis and microbiological tests, including total plate count and yeast and mold count. The optimal combination of avocado flesh and kolang kaling pulp to produce sheet jam with the best quality was 85% avocado flesh and 15% kolang kaling pulp.
Effect of Various Enzymatic Browning Prevention Methods on Physicochemical Characteristics of Pandan Tikar Fruit Flour (Pandanus tectorius Park.) Lalu, Anggreini Kadotu; Sarunggalo, Zita Letviany; Paiki, Sritina Novreta Paulina; Susanti, Cicilia Maria Erna; Sinaga, Nurhaidah Iriany; Irbayanti, Diana Nurini
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.404

Abstract

Reaksi pencoklatan enzimatis pada tepung buah pandan tikar (BPT) (Pandanus tectorius Park.) merupakan masalah utama yang dapat dihambat dengan menginaktifkan enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode pencegahan pencoklatan enzimatis terhadap karakteristik fisikokimia pada tepung BTP. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, yaitu (a) kontrol (tanpa perlakuan); (b) blansing (pengukusan 80˚C, 3 menit); (c) perendaman asam sitrat 0,5 % selama 20 menit dan (d); kombinasi (perendaman asam sitrat 5% dan blansing 80˚C, 3 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua metode pencegahan pencoklatan enzimatis berpengaruh nyata terhadap nilai L (kecerahan), nilai a (kemerahan), nilai b (kekuningan), suhu gelatinisasi, kandungan proksimat, kadar serat kasar, dan total karotenoid tepung BPT. Pencegahan pencoklatan enzimatis dengan perlakuan blansing dapat menghasilkan tepung BPT dengan warna kuning tua, nilai L 71,12, nilai a 5,98, nilai b 46,69, kadar air 9,91% (bb), abu 5,6% (bk), lemak 3,52% (bk), protein 7,47% (bk), karbohidrat 83,40% (bk), serat kasar 15,49% (bk), dan total karotenoid 325 mg/Kg (bk). Metode blansing efektif menghambat pencoklatan enzimatis, mempertahankan kadar karotenoid dan menghasilkan warna kuning tua yang khas pada tepung BPT. Namun, metode kombinasi juga dapat mencegah pencoklatan dan menghasilkan warna tepung yang lebih cerah (mendekati warna alami BPT).
Pengaruh Rasio Terigu, Mocaf, dan Tepung Kacang Hijau Terhadap Mutu Mi Basah Wafiyah, Wafiyah; Basuki, Eko; Cicilia, Siska
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.423

Abstract

Noodles are a food product made from wheat with the addition of other food ingredients. In the current market, people are familiar with various types of noodle products, namely wet noodles, dry noodles, and instant noodles. Wet noodles are a type of noodle that has undergone a boiling process after the cutting stage and before being marketed. This research aimed to determine the effect of the ratio of mocaf, wheat flour, and mung bean flour on the quality of wet noodles. The research method used was a completely randomized design (CRD) with treatments in the form of the ratio of wheat: mocaf: mung bean flour, consisted of MB1 (40%: 60%; 0%); MB2 (40%: 50%: 10%); MB3 (40%: 40%: 20%); MB4 (40%: 30%: 30%); MB5 (40%: 20%: 40%); and MB6 (40%: 10%: 50%). Observation data were analyzed using ANOVA and further tested using the Honest Significant Difference test at the 5% significance level. The results showed that the ratio of wheat flour, mocaf, and mung bean flour gave significantly different effects on moisture content, ash content, protein content, and organoleptic quality of wet noodles. The ratio of 40% wheat flour, 40% mocaf, and 20% mung bean flour was the recommended treatment because it can produce wet noodles with with chemical quality including moisture content 56.19%; ash content 1.09%; protein content 6.07%, and organoleptic quality that is favored by panelists with a slightly chewy texture, no unpleasant taste, no unpleasant aroma, and a pale yellow color.
Karakteristik Profil Sate Rembiga dengan Metode Check-All-That-Apply dan Ideal Profile Method Arzani, Lalu Danu Prima; Komalasari, Husnita
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.470

Abstract

Sate Rembiga merupakan produk khas Pulau Lombok yang merupakan salah satu produk yang paling digemari wisatawan. Sebagai produk kuliner khas daerah, produk Sate Rembiga tidak memliliki standar baku sehingga penilaian karakteristik produk bergantung pada sifat sensorinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil sensori Sate Rembiga dan mengidentifikasi profil sensori idealnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Check-All-That-Apply dan Ideal Profile Method yang diujikan pada empat produk Sate Rembiga. Berdasarkan hasil pengujian profil ideal sate Rembiga adalah rasa daging panggang, pedas cabai, aroma asap dan tekstur empuk. Tingkat kesukaan panelis sangat dipengaruhi oleh flavor daging, daging panggang, rasa daging panggang dan tekstur empuk sedangkan tekstur alot merupakan atribut yang mengurangi tingkat kesukaan panelis terhadap produk Sate Rembiga. Atribut tekstur empuk dan rasa daging panggang termasuk pada atribut must have dan flavor daging panggang merupakan atribut nice to have sedangkan atribut tekstur alot masuk dalam kategori atribut must not have.