cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Karanganyar Purbalingga Jawa Tengah: Studi tentang Faktor Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, dan Aksesibilitas Radiani, Sindiawani G.; Santoso, Oedijani; Prabowo, Yoghi B.; Skripsa, Tira H.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34535

Abstract

Abstract: Utilization of dental and oral health services cover the health service and the usage of facilities. This study was aimed to determine and to analyze the relationship between knowledge, education, income, occupation, and accessibility of dental care utilization and oral health services at Karang- anyar health centers of Purbalingga. This was an analytical survey study with a cross sectional design. There were 185 respondents of the working area of Karanganyar health center selected by consecutive sampling. Data were collected by using a validated questionnaire. Data were analyzed by using chi-square test followed by logistic regression test. The results showed that there were 76.8% of respondents who used dental care and oral health services in the three last months before pandemic Covid-19; 35% of respondents had no work; 69.2% had low level of education; 81.21% had high level of knowledge; 83.2% had low income; and 85.1% clarified that the accessibility was not reachable. The chi-square test showed a significant correlation between levels of knowledge (p=0.02), income (p=0.04), education (p=0.012) and dental care utilization as well as oral health services. The logistic regression test showed that knowledge (OR=0.569 (95%CI:0.358-0.903) was the most dominant correlated to dental care utilization and oral health services. In conclusion, levels of knowledge, income, and education had significant relationships with dental care utilization and oral health services at Karanganyar health center.Keywords: knowledge; income; education; dental care utilization and oral health servicesAbstrak: Pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut mencakup pelayanan dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pengetahuan, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan aksesibilitas terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah 185 masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar, dipilih secara consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang sudah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian mendapatkan bahwa responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut tida bulan terakhir sebelum pandemi covid-19 sebanyak 76,8%; tidak bekerja 35%; pendidikan rendah 69,2%; tingkat pengetahuan tinggi 81,1%; pendapatan rendah 83,2%; dan 85.1% menyatakan aksesibilitas tidak terjangkau. Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p=0,02), pendapatan (p=0,04), pendidikan (p=0,012) terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor pengetahuan OR=0,569 (95% CI:0,358-0,903) yang paling dominan berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan, pendapatan, pendidikan memiliki hubungan bermakna dengan pemanfaatanpelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Karanganyar.Kata kunci: pengetahuan; pendapatan; pendidikan; pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut 
Penggunaan Asam Lemak Omega-3 sebagai Terapi Pendukung dalam Perawatan Periodontitis Lengkong, Pingkan A.; Khoman, Johanna A.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34873

Abstract

Abstract: Periodontitis is an inflammation of periodontal tissue characterized by clinical attachment loss, periodontal pocket formation, gingival recession, and periodontal tissue destruction. Periodontitis can be treated by surgical or non-surgical methods. One of the non-surgical methods is host modulation therapy which can reduce the damage by treating the chronic inflammatory response. Host modulation therapy is in the form of drugs or supplements that have anti-inflammatory properties. Omega-3 fatty acids have anti-inflammatory properties that serve as a protection against inflammation and infection including periodontitis. This study was aimed to obtain the effect of using omega-3 fatty acids as supportive therapy in the treatment of periodontitis. This was a literature review study by using PubMed, Clinical Key and Google Scholar databases. The keywords used were omega-3 fatty acids and periodontitis. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out to obtain seven randomized control trial literature. The results showed that the use of omega-3 fatty acids had an effect on the mean value of decreasing probing pocket depth and increasing clinical attachment of periodontal tissues. In conclusion, omega-3 fatty acids have an effect and can be used as a supportive therapy in the treatment of periodontitis. Omega-3 fatty acids lead to a better increase in the resolution of inflammation and can accelerate the healing of periodontal tissues by decreasing probing pocket depth and increasing clinical attachment.Keywords: omega-3 fatty acids; periodontal tissue; periodontitis  Abstrak: Periodontitis adalah inflamasi jaringan periodontal yang ditandai dengan kehilangan perlekatan klinis, pembentukan saku periodontal, resesi gingiva, dan kerusakan jaringan peridontal. Periodontitis dapat diobati dengan metode bedah maupun non bedah. Salah satu metode non bedah yaitu terapi modulasi host yang dapat mengurangi kerusakan dengan mengobati aspek respons inflamasi kronis. Terapi modulasi host berupa pemberian obat maupun suplemen yang memiliki sifat anti inflamasi. Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti inflamasi yang berfungsi sebagai perlindungan dalam melawan peradangan dan infeksi termasuk periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengaruh penggunaan asam lemak omega-3 sebagai terapi pendukung dalam perawatan periodontitis. Jenis penelitian ialah suatu literature review menggunakan database PubMed, Clinical Key. dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu omega-3 fatty acids and periodontitis. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan tujuh literatur randomized control trial. Hasil penelitian mendapatkan bahwa penggunaan asam lemak omega-3 memengaruhi nilai rerata penurunan kedalaman probing poket dan meningkatkan perlekatan klinis jaringan periodontal. Simpulan penelitian ini ialah asam lemak omega-3 memiliki pengaruh dan dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam perawatan periodontitis. Asam lemak omega-3 menyebabkan peningkatan yang lebih baik dalam resolusi peradangan dan dapat mempercepat penyembuhan jaringan periodontal dilihat dari penurunan kedalaman probing poket dan meningkatnya perlekatan klinis.Kata kunci: asam lemak omega-3; jaringan periodontal; periodontitis
Perbandingan Efektivitas T-spring Berdimensi Kawat 0,5 mm dan 0,6 mm terhadap Koreksi Gigi Malposisi Individual (Kajian pada Typodont) Desyani, Ni Lluh S.; Anindita, Pritartha S.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.35356

Abstract

Abstract: Malocclusion can trigger various health problems in the oral cavity. The simplest form of malocclusion is individual dental malposition which can be corrected by removable orthodontic appliances with active components T-springs made of 0.5 mm or 0.6 mm wire dimensions. This study was aimed to compare the effectiveness of the T-spring with wire dimensions of 0.5 mm and of 0.6 mm on the correction of individual dental malpositions. This was a pre-experimental study using a one-shot case study design. Study samples were divided into two groups, T-spring with wire dimensions of 0.5 mm and of 0.6 mm on removable orthodontic appliances attached to typodonts. The samples were activated, and the typodonts were immersed in warm water until the individual tooth malpositions were corrected. The number of activations and the average tooth movement each time the activation were calculated and analyzed. The numbers of T-spring activations with 0.5 mm and 0.6 mm wire dimensions were analyzed with the Mann-Whitney test that showed a p-value of 0.042 (p<0.05). The data of the mean tooth movement each time the T-spring was activated were analyzed with the independent sample t-test that obtained a p value of 0.016 (p<0.05). In conclusion, the T-spring with wire dimension of 0.5 mm is more effective in correcting individual dental malpositions than the T-Spring with wire dimensions of 0.6 mm.Keywords: tooth malposition; removable orthodontics; effectiveness of T-spring Abstrak: Maloklusi dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada rongga mulut. Bentuk sederhana dari maloklusi yaitu malposisi gigi individual yang dapat dikoreksi dengan alat ortodonti lepasan dengan komponen aktif pegas T (T-spring) yang terbuat dari kawat berdimensi 0,5 mm atau 0,6 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas T-spring dengan dimensi kawat 0,5 mm dan 0,6 mm terhadap koreksi malposisi gigi individual. Jenis penelitian yaitu pre-experimental dengan menggunakan one-shot case study design. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu T-spring dengan dimensi kawat 0,5 mm dan 0,6 mm pada alat ortodonti lepasan yang dipasang ke typodont. Sampel diaktivasi dan typodont direndam dalam air hangat hingga malposisi gigi individual terkoreksi. Jumlah aktivasi serta rerata jarak perpindahan gigi setiap kali T-spring diaktivasi dihitung dan dianalisis. Data jumlah aktivasi T-spring dimensi kawat 0,5 mm dan 0,6 mm dianalisis menggunakan uji Mann Whitney yang menunjukkan nilai p=0,042 (p<0,05). Data rerata jarak perpindahan gigi setiap kali T-spring diaktivasi dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan memperoleh nilai p=0,016 (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah T-spring dengan dimensi kawat 0,5 mm lebih efektif dalam mengoreksi malposisi gigi individual dibandingkan T-spring dengan dimensi kawat 0,6 mm.Kata kunci: malposisi gigi; ortodonti lepasan; efektivitas T-spring
Daya Hambat Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia Steenis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Aruperes, Geraldo Y.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34983

Abstract

Abstract: Herbal plants in Indonesia have been widely used as ingredients in traditional medicine; one of them is binahong plant (Anredera cordifolia Steenis). Binahong has roots, tubers, stems, flowers, and leaves that contain active compounds, namely flavonoids, alkaloids, terpenoids, and saponins. The active compounds of flavonoids can act directly as antibiotics by interfering with the function of microorganisms such as bacteria and viruses. Binahong also contains active antimicrobials that can be used to prevent bacterial growth. This study was aimed to determine the inhibition effect of binahong leaf extract (Anredera cardifolia Ssteenis) against the growth of Streptococcus mutans. This was a literature review study by searching databases of Google Scholar and Pubmed. The keywords used were Binahong leaf (Anredera Cordifolia Steenis), Streptococcus mutans. After being selected based on the inclusion and exclusion criteria, 10 experimental literatures were obtained. The results showed that as many as 10 literatures stated that binahong leaf extract could inhibit the growth of Streptococcus mutans depending on the amount of binahong leaf extract given. In conclusion, binahong leaf extract has the ability to inhibit the growth of Streptococcus mutans which depends on the amount of the leaf extract.Keywords: binahong leaves (Anredera cordifolia Steenis); Streptococcus mutans Abstrak: Tanaman herbal di Indonesia telah banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional, salah satunya ialah tanaman binahong (Anredera cordifolia Steenis). Binahong memiliki akar, umbi, batang, bunga, daun yang mengandung senyawa aktif yaitu flavonoid, alkanoid, terpenoid dan saponin. Senyawa aktif flavonoid dapat berperan langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Binahong juga mengandung antimikroba yang aktif sehingga dapat digunakan dalam mencegah pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun binahong (Anredera cardifolia Steenis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptoccocus mutans. Jenis penelitian ini suatu literature review. Pencarian data menggunakan database Google Scholar dan Pubmed dengan kata kunci yaitu daun Binahong (Anredera Cordifolia Steenis), Streptococcus mutans. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 10 literatur eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ke 10 literatur tersebut menyatakan ekstrak daun binahong memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, dan daya hambatnya tergantung dari banyaknya ekstrak daun binahong yang diberikan. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun binahong mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang dipengaruhi oleh banyaknya ekstrak daun tersebut.Kata kunci: daun binahong (Anredera cordifolia Steenis); Streptococcus mutans
Stomatitis sebagai Manifestasi Oral dari Anemia Defisiensi Zat Besi disertai Trombositosis Mersil, Sarah
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34481

Abstract

Abstract: Studies in Indonesia stated that the main cause of nutritional anemia in adolescents is due to lack of iron intake, which is called iron deficiency anemia. One of its oral manifestations is stomatitis. Thrombocytosis is also found in iron deficiency anemia. We reported a case of a 22-year-old female patient with complaints of stomatitis and further examination showed the occurrence of iron deficiency anemia and thrombocytosis. The patient was instructed to maintain good diet containing meat, vitamin C-rich vegetables and fruits, have good sleep pattern, take care of her oral health, and not to force herself to overwork. Triamcinolone acetonide in ora base 0.1% was applied on the lesion by using cotton bud after meal and before bedtime until the lesion disappeared or became painless. The patient was referred to an internist for further examination. After two weeks, the lesion had disappeared, and there was no new lesion. However, the patient had not checked to the internist, therefore, ferrous gluconate 250 mg twice daily was given to her for 30 days. In conclusion, the patient was diagnosed as stomatitis aphthosa as an oral manifestation of iron deficiency anemia associated with secondary thrombocytosis.Keywords: stomatitis, iron deficiency anemia, thrombocytosis Abstrak: Penelitian di Indonesia menyatakan bahwa penyebab utama terjadinya anemia gizi pada remaja ialah kurangnya asupan zat besi, yang disebut anemia defisiensi zat besi. Salah satu manifestasi oralnya ialah stomatitis. Kondisi trombositosis juga ditemukan pada anemia defisiensi zat besi. Kami melaporkan kasus seorang perempuan berusia 22 tahun dengan keluhan stomatitis dan hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan anemia defisiensi zat besi dan trombositosis. Pasien diinstruksikan untuk menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi daging serta buah dan sayuran mengandung vitamin C, tidur serta istirahat yang cukup, tidak memaksakan diri secara berlebihan, serta menjaga kebersihan mulut. Diberikan obat oles yaitu triamcinolone acetonide in orabase 0,1% untuk dioles pada lesi menggunakan cotton bud sehabis makan dan sebelum tidur sampai lesi sembuh atau tidak sakit lagi. Pasien dirujuk ke spesialis penyakit dalam untuk tindak lanjut dari kondisi sistemiknya. Kontrol setelah dua minggu sariawan sudah hilang, tidak muncul sariawan baru. Pasien belum ke dokter spesialis penyakit dalam untuk memeriksa kondisi anemia yang dideritanya. Oleh karena itu diberikan ferrous gluconate 250 mg dua kali sehari selama 30 hari. Simpulan kasus ini ialah suatu stomatitis sebagai salah satu manifestasi oral pada anemia defisiensi besi yang disertai trombositosis sekunder.Kata kunci: stomatitis, anemia defisiensi zat besi, trombositosis
Pengaruh Perendaman Minuman Berkarbonasi terhadap Gaya Elastik pada Elastomerik Ligatur dengan Variasi Panjang Penarikan Pradipta, Hafidz I.; Wibowo, Budi; Purbaningrum, Diah A,; Prabowo, Yoghi B.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34554

Abstract

Abstract: Elastomeric ligature is used to fasten orthodontic wires with brackets and can be stretched 1-3 mm as a simulation of bracket in the oral cavity. Its elastic force could decrease caused by salivary pH and water absorption of the elastomeric ligature. Consuming carbonated drinks causes the oral cavity to become acidic which increases the loss of elastic force in the elastomeric ligature with length of stretch variations. This study was aimed to determine the effect of immersion in carbonated drinks on the elastic force of the elastomeric ligature with length of stretch variations. This was an experimental laboratory study with a post-test only control group design. There were a total of 24 samples of American Orthodontic brand elastomeric ligature with royal blue color divided into six groups, consisting of three control groups immersed in artificial saliva, and three treatment groups immersed in carbonated drinks. Each control group and treatment group were given three variations of stretch length, as follows: 1, 2, and 3 mm. The calculation of the elastic force on the elastomeric ligature was performed by using the Universal Testing Machine. Data were analyzed by using the One Way Anova test and LSD post hoc test (p <0.05). The One Way Anova test showed a significant difference in the 1, 2, and 3 mm length of stretch variations for treatment groups. In conclusion, carbonated drinks affect the elastic force of elastomeric ligature with length of stretch variations.Keywords: elastomeric ligature; carbonated drinks; length of stretch variations Abstrak: Elastomerik ligatur adalah alat yang digunakan untuk mengikatkan kawat ortodonti dengan braket, dapat diregangkan 1-3 mm sebagai simulasi braket dalam rongga mulut. Elastomerik ligatur mengalami penurunan gaya elastik salah satunya disebabkan oleh pH saliva, dan penyerapan air dari elastomerik ligatur. Mengonsumsi minuman berkarbonasi menyebabkan pH saliva menjadi asam sehingga meningkatkan kehilangan gaya elastik pada elastomerik ligatur dengan variasi panjang penarikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman minuman berkarbonasi terhadap gaya elastik pada elastomerik ligatur dengan variasi panjang penarikan. Desain penelitian ialah eksperimental laboratorium dengan post-test only control group design. Sebanyak 24 sampel elastomerik ligatur merek American Orthodontic dengan warna royal blue, dibagi menjadi enam kelompok, terdiri dari tiga kelompok kontrol perendaman pada saliva buatan, dan tiga kelompok perlakuan perendaman pada minuman berkarbonasi. Setiap kelompok kontrol dan perlakuan diberi tiga variasi panjang penarikan, yaitu penarikan 1, 2, dan 3 mm. Perhitungan gaya elastik pada elastomerik ligatur menggunakan alat Universal Testing Machine. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan uji post hoc LSD pada p<0,05. Hasil uji One Way Anova menunjukkan perbedaan bermakna pada penarikan 1, 2, 3 mm dalam perendaman minuman berkarbonasi. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh perendaman minuman berkarbonasi terhadap gaya elastik pada elastomerik ligatur dengan variasi panjang penarikan.Kata kunci: elastomerik ligatur; minuman berkarbonasi; variasi panjang penarikan
Status Gizi pada Lansia Pengguna dan Bukan Pengguna Gigi Tiruan Halim, Dwita N.; Wowor, Vonny N. S.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34899

Abstract

Abstract: Tooth loss which is often found among elderly may cause problems in mastication. Chewing efficiency may decrease if the elderly do not replace the function of the missing teeth by using dentures. This can further affect their nutritional intake and nutritional status. This study was aimed to explore scientific information regarding differences in elderly nutritional status of removable denture wearers and non-denture wearers. This was a literature review study by searching data on three databases, namely Pubmed, ScienceDirect, and Google Scholar using keywords and a combination of boolean operators. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was performed, and 10 literatures were obtained consisting of cross-sectional, cohort, and randomized controlled trial design studies. The results showed that the percentage of the elderly with normal nutritional status was higher in denture wearers than in non-denture wearers. There was an increase in nutritional status based on MNA and MNA-SF scores in the elderly after wearing removable dentures. Among elderly, the nutritional status of denture wearers was relatively at risk of malnutrition, while of non-denture wearers was at risk of malnutrition and experienced malnutrition. In conclusion, risk of malnutrition and the occurrence of malnutrition are greater in non-denture wearer elderly.Keywords: nutritional status; elderly; tooth loss; denture wearers; removable dentures  Abstrak: Kehilangan gigi yang banyak ditemukan pada lansia dapat menyebabkan timbulnya gangguan dalam pengunyahan. Efisiensi kunyah dapat menurun bila lansia tidak menggantikan fungsi gigi asli yang hilang dengan menggunakan gigi tiruan. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap asupan nutrisi dan status gizi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah mengenai perbedaan status gizi pada lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan lepasan. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian data pada tiga database yaitu Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci dan kombinasi boolean operator. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal, dan didapatkan 10 literatur dengan desain studi cross sectional, cohort, dan randomized controlled trial. Hasil penelitian mendapatkan persentase lansia dengan status gizi normal lebih besar ditemukan pada lansia pengguna gigi tiruan daripada lansia bukan pengguna gigi tiruan. Terdapat peningkatan status gizi berdasarkan skor MNA dan MNA-SF pada lansia setelah pemakaian gigi tiruan lepasan. Status gizi lansia pengguna gigi tiruan relatif berisiko malnutrisi, sedangkan pada lansia bukan pengguna gigi tiruan berisiko malnutrisi dan mengalami malnutrisi. Simpulan penelitian ini ialah risiko malnutrisi dan terjadinya malnutrisi lebih besar ditemukan pada lansia bukan pengguna gigi tiruan.Kata kunci: status gizi, lansia; kehilangan gigi; pengguna gigi tiruan; gigi tiruan lepasan
Manifestasi Oral Infeksi COVID-19 Woran, Yobel R.; Tendean, Lydia E. N.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34984

Abstract

Abstract: The COVID-19 outbreak is caused by SARS-CoV-2 that spread rapidly throughout the world. The most common clinical manifestations of COVID-19 are fever, fatigue, and dry cough. Some patients experience nasal congestion, runny nose, headache, conjunctivitis, sore throat, diarrhea, skin rash, loss of smell and taste. Oral manifestations of COVID-19 infection are also reported. Dentists are prone to cross-infections of several infectious diseases because they are often exposed to saliva and blood. These viruses are transmitted through inhalation of aerosols and droplets containing the viruses or direct contact with mucous membranes, oral fluids, dental instruments, and surfaces contaminated with the virus. This study was aimed to determine the oral manifestations of COVID-19 infection. This was a literature review study searching three databases, namely Pubmed, ClinicalKey and Google Scholar. The keywords used were oral AND manifestations AND COVID-19. Selection based on inclusion and exclusion criteria was carried out by critical appraisal. There were eight literatures in the form of case reports. The results showed that oral manifestations commonly found in patients with clinical COVID-19 were ulcers, petechiae, macules, and plaques with variations in quantity, color appearance, and localization. Lesions were found on the palate, tongue, labial mucosa, gingiva, lips, and oropharynx. In conclusion, oral manifestations could be found in clinical COVID-19 patients, however, it is not certain whether these manifestations are directly caused by SARS-CoV-2 or are as secondary manifestations.Keywords: oral manifestations; COVID-19 Abstrak: Wabah COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menyebar dengan cepat hingga ke seluruh dunia. Infeksi COVID-19 mempunyai manifestasi klinis paling umum seperti demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mengalami hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, ruam kulit, hilang penciuman dan pengecapan. Bahkan terdapat laporan penemuan manifestasi oral pada infeksi COVID-19. Dokter gigi sebagai profesi yang rentan terjadi infeksi silang beberapa penyakit menular karena sering terpapar dengan saliva dan darah. Virus ini memungkinkan terjadinya penularan lewat terhirupnya aerosol dan droplet yang mengandung virus atau kontak langsung dengan membran mukosa, cairan mulut, instrumen kedokteran gigi dan permukaan yang terkontaminasi virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi oral infeksi COVID-19. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian menggunakan tiga database yaitu Pubmed, ClinicalKey dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu oral AND manifestations AND COVID-19. Setelah seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dilakukan critical appraisal dan didapatkan delapan literatur yang berupa laporan kasus.Hasil penelitian mendapatkan bahwa manifestasi oral pada pasien klinis COVID-19 yang sering ditemukan, seperti ulkus, petekie, makula, dan plak dengan variasi kuantitas, penampakan warna, dan lokalisasi. Lokasi lesi ditemukan pada palatum, lidah, mukosa labial, gingiva, bibir dan orofaring. Simpulan penelitian ini ialah manifestasi oral dapat ditemukan pada pasien klinis COVID-19 tetapi belum diketahui pasti apakah secara langsung disebabkan oleh SARS-CoV-2 atau merupakan manifestasi sekunder.Kata kunci: manifestasi oral; COVID-19
Efektivitas Edukasi Kesehatan Gigi dengan Metode Kombinasi terhadap Tingkat Kebersihan Mulut pada Anak Tunanetra Kindangen, Miranda L.; Pengemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34870

Abstract

Abstract: Dental health education (DHE) is important to improve the community oral health. Visually impaired children who have limited vision require appropriate methods according to the acceptance of them by maximizing the provision of education through the senses other than sight in carrying out treatment and prevention efforts. This study was aimed to obtain the effectiveness of DHE using a combination method in visually impaired children. This was a literature review study using the Google Scholar database, PubMed/ National Library of Medicine (NCBI), and Springer Link. After data selection based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out. There were 10 literatures (six literatures of randomized controlled trial studies and four literatures of nonrandomized controlled trial/quasi experimental studies). The results showed that on average, the oral hygiene index score was lower after the intervention compared to before the DHE intervention using a combination method (braille, audio, and tactile). Moreover, the intervention decreased significantly the plaque index score and increased the number of visually impaired children who had good oral hygiene categories. In conclusion, DHE for visually impaired children using a combination method is effective in improving oral hygiene.Keywords: dental health education (DHE); combination method; oral hygiene; visually impaired children  Abstrak: Edukasi kesehatan gigi penting untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Anak tunanetra memiliki keterbatasan penglihatan sehingga memerlukan metode yang tepat dan sesuai penerimaan anak tunanetra dengan memaksimalkan pemberian edukasi melalui indra selain penglihatan dalam melakukan upaya perawatan dan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan gigi dengan menggunakan metode kombinasi pada anak tunanetra. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan menggunakan pencarian database Google Scholar, PubMed/National Library of Medicine (NCBI), dan Springer Link. Setelah melalui seleksi data berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal, kemudian didapatkan 10 literatur yang terdiri dari enam literatur dengan jenis studi randomized controlled trial dan empat literatur dengan jenis studi nonrandomized controlled trial/quasi experimental. Hasil penelitian mendapatkan bahwa umumnya hasil studi menunjukkan skor indeks kebersihan mulut lebih rendah sesudah intervensi dibandingkan dengan sebelum intervensi edukasi kesehatan gigi menggunakan metode kombinasi (braille, audio, dan taktil). Selain itu, secara bermakna intervensi menurunkan skor indeks plak dan meningkatkan jumlah anak tunanetra yang memiliki kategori kebersihan mulut yang baik. Simpulan penelitian ini ialah edukasi kesehatan gigi untuk anak tunanetra dengan metode kombinasi efektif meningkatkan kebersihan mulut.Kata kunci: edukasi kesehatan gigi; metode kombinasi; kebersihan mulut; anak tunanetra
Gambaran Tingkat Kecemasan Anak Saat Perawatan Ekstraksi Gigi Sekeon, Saskia E.; Gunawan, Paulina N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.36347

Abstract

Abstract: Going to a dentist can cause anxiety in children. One of dental treatments that causes anxiety is tooth extraction. This study was aimed to determine children’s anxiety level during tooth extraction. This was a literature review study. Data were collected from the database of Google Scholar by using predefined keywords children’s anxiety level and tooth extraction. Literatures were screened by title, and the inclusion and exclusion criteria. The critical appraisal was performed by using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal and eight literatures weres obtained. The results showed that children’s anxiety level during tooth extraction were anxiety and mild anxiety. Based on age, younger children were more anxious than older children. Based on gender, females were more anxious than males. In conclusion, during tooth extraction, the anxiety levels of most of the children were anxiety and mild anxiety.Keywords: child anxiety level; tooth extraction Abstrak: Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut saat mengunjungi dokter gigi dapat menim-bulkan kecemasan pada anak. Salah satu perawatan yang dapat menimbulkan kecemasan ialah ekstraksi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan anak saat perawatan ekstraksi gigi. Jenis penelitian ialah literature review, Pencarian data pada database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci tingkat kecemasan anak dan pencabutan gigi. Hasil pencarian dilakukan skrining berdasarkan judul, kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan uji kelayakan menggunakan the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal dan diperoleh delapan literatur. Hasil penelitian mendapatkan tingkat kecemasan anak saat perawatan ekstraksi gigi ialah cemas dan cemas ringan. Dilihat dari usia, anak lebih muda lebih cemas dibandingkan anak lebih tua. Dilihat dari jenis kelamin, anak perempuan lebih cemas daripada anak laki-laki. Simpulan penelitian ini ialah tingkat kecemasan sebagian besar anak pada saat perawatan ekstraksi gigi ialah cemas dan cemas ringan.Kata kunci: tingkat kecemasan anak; ekstraksi gigi